NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri Buangan

Balas Dendam Sang Putri Buangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Jiang Qiuye, putri tabib Jiang begitu sedih setelah tahu bahwa dirinya bukanlah putri kandung dari orang yang telah membesarkannya selama lima belas tahun.

Apalagi saat ia tahu bahwa ayah kandungnya tidak menginginkannya bahkan tega membuangnya begitu saja.

Untuk itu Qiuye berusaha agar bisa masuk ke dalam istana dan berharap mendapatkan informasi mengenai dirinya dan keluarga aslinya itu.

Akan tetapi perjuangannya tidak lah mudah, Qiuye harus menghadapi berbagai macam rintangan. Bahkan ayah kandungnya yang telah mengetahui bahwa dirinya masih hidup pun, menjadikannya sebagai buronan istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Jenderal Besar.

Perbatasan Utara.

"Hormat kepada Jenderal besar," salam hormat seorang prajurit setelah memasuki kemah Jenderal utama.

Disana terdapat sesosok pria bertubuh tinggi besar dan berbadan tegap tengah duduk memikirkan strategi pertanahan.

"Ada apa?" tanya Jenderal Guan tanpa menoleh.

"Ada pesan untuk anda," balas prajurit itu.

"Bawa kesini pesannya," balasnya tanpa basa basi.

Jenderal Guan menerima surat tersebut dan segera membukanya ketika tahu darimana asalnya surat itu.

"Sudah lama sekali Jiang tidak mengirimiku pesan atau pun kabar," gumamnya mulai membaca isi pesan tersebut.

Saudara ku Jenderal besar Guan Mu Long, sudah lama sekali kita tidak saling memberi kabar. Aku harap kau dalam keadaan sehat, maaf jika aku mengganggu waktu kerja dan istirahatmu atau mungkin kedatangan suratku ini membuatmu merasa heran dan bertanya-tanya, mengapa tiba-tiba aku mengirim pesan padamu.

Lima belas tahun telah berlalu, banyak hal yang ingin ku sampaikan padamu. Tapi aku tidak bisa menuang semuanya dalam lembaran kertas ini dan membuatmu sibuk membacanya satu persatu karena kau sekarang kau telah menjadi seorang jenderal besar dengan beribu urusan negara.

Akan tetapi ada satu hal yang ingin ku sampaikan padamu dan hanya kau yang bisa membantuku kali ini.

Apa kau masih ingat bayi kecil yang kau letakan di tengah hutan? Kau memberiku pesan agar segera mengambilnya dan membawa pergi sejauh mungkin dari istana.

Kini bayi itu telah tumbuh menjadi anak remaja yang cantik dan juga pintar, dan karena peristiwa penemuan itu terjadi di masa musim gugur dan aku menemukannya telah tertimbun guguran daun kering, begitu pula dengan warna rambutnya seperti daun yang gugur, maka aku menamakannya Qiuye (musim gugur)

Aku merasa senang karena istriku terobati setelah kehilangan bayi kedua kami, namun aku merasa sedih karena racun didalam tubuh Qiuye membuatnya terus tertidur.

Aku berusaha menawarkan racun dalam diri Qiuye dan berhasil membangunkannya walau aku tahu obat dariku itu hanya bersifat sementara, karena sampai saat ini penawar racun yang benar-benar bisa menyembuhkan Qiuye adalah si pembuat racun itu sendiri.

Akan tetapi laranganmu agar Qiuye tidak masuk ke dalam istana tetap tidak bisa ku hindari.

Ya, Qiuye putriku akan pergi ke istana besok pagi bersama dengan nona muda Huang untuk menghadiri perayaan pesta ulang tahun putri Xu.

Jenderal Guan Mu Long meremas kertas tersebut dan segera membakar habis agar tidak ada orang lain yang membacanya. Segera ia memanggil seorang pengirim pesan agar mengirimkan surat untuk seseorang.

"Kirim pesan ini segera ke kediamanku dan pastikan jenderal muda Guan Yu yang menerimanya!" titah Jenderal Guan Mu Long.

"Baik Jenderal!" patuh si pengirim pesan.

Dan setelah penerima pesan itu pergi, Jenderal Guan Mu Long teringat kembali peristiwa lima belas tahun yang lalu.

"Bunuh anak ini, lalu kau harus menguburnya jauh dari istana agar tidak ada orang yang curiga atau bertanya sesuatu. Dan satu hal lagi, jangan sampai ada seorang pun yang melihat kejadian ini!" titah kaisar Song saat itu.

"Tapi kenapa hamba harus membunuh bayi tidak berdosa ini Yang Mulia?" ucap Jenderal Guan Mu Long merasa keberatan dan bertolak belakang dengan prinsip kebenaran.

"Karena bayi itu pembawa sial! Semenjak dalam kandungan dia terus membuat ibunya sendiri yaitu permaisuri kesayanganku sakit-sakitan, lalu kau lihat rambutnya itu, warnanya sungguh aneh. Dan peramal mengatakan jika bayi ini kelak akan menjadi ancaman untuk istana!" jelas Kaisar Song.

"Yang Mulia, mohon pertimbangkan sekali lagi. Jangan terlalu percaya ucapan seorang peramal, itu semua belum tentu benar adanya. Lagipula bayi ini adalah putri kandung anda, bagaimana anda bisa begitu tega menghabisinya," ucap Jenderal Guan Mu Long berusaha menjernihkan pikiran Kaisar Song.

"Tidak perlu menasehatiku, jalankan saja perintahku! Baik dan buruknya kerajaan ini bukan kau yang menentukannya!" sergah Kaisar Song tidak mau tahu.

Jenderal Guan Mu Long pamit tanpa berkata-kata lagi, ia menggendong bayi kecil itu dan membawanya ditengah kegelapan malam dengan menaiki kudanya. Di sepanjang perjalanan ia terus berpikir, kenapa kaisar begitu tega menghabisi putrinya sendiri hanya karena ucapan seorang peramal yang tidak jelas asal usulnya.

Hingga pada akhirnya ia tiba ditempat yang dirasa sudah cukup dari istana, lalu Jenderal Guan Mu Long menggali dua buah lubang untuk mengelabui mata-mata kaisar yang telah mengikutinya sejak tadi.

Satu lubang untuk makam palsu, dan lubang satu lagi untuk menaruh bayi tersebut kemudian tidak lupa menutupinya dengan dedaunan kering agar tidak ketahuan.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Jenderal Guan Mu Long duduk termenung di depan kedua lubang tersebut sambil memikirkan peristiwa yang baru saja ia alami.

Lalu diam-diam menuliskan sebuah pesan dan memberikan pesan tersebut melalui anak buahnya untuk diberikan pada sahabatnya setelah sebelumnya membunuh semua mata-mata istana terlebih dahulu.

Dan selama menunggu sahabatnya tiba, Jenderal Guan Mu Long senantiasa mengawasi daerah sekitar dari kejauhan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah beberapa saat kemudian, sahabat Jenderal Guan Mu Long yaitu Tabib Jiang telah tiba di tempat yang sudah ia tujukan dalam surat. Lalu pergi setelah Tabib Jiang mengangkat dan membawa raga bayi kecil tersebut menjauh.

Kemudian Jenderal Guan Mu Long kembali ke istana dan kedua netranya terkejut karena melihat bayi kecil lain dalam gendongan kaisar Song.

"Mulai sekarang dia adalah putriku," ucap Kaisar Song pada Jenderal Guan Mu Long.

"T-tapi mengapa Jenderal?"

"Permaisuriku baru saja melahirkan, dan sudah tentu aku tidak mau dia bersedih karena telah kehilangan bayinya."

"Tapi Yang Mulia, bayi tadi juga adalah putri anda. Kenapa anda begitu kejam kepada putri anda sendiri," ucap Jenderal.

Dirinya kemudian mengerti akan sesuatu hal, bahwa Permaisuri juga tidak mengetahui kejahatan yang baru saja dilakukan oleh kaisar kepada putrinya sendiri.

"Diam! Tahu apa kamu tentang kerajaan ini! Sejak mengandung bayi itu permaisuriku selalu saja sakit-sakitan. Lalu begitu lahir, dia sama sekali tidak menangis seperti bayi pada umumnya. Selain tidak menangis bayi itu juga tidak mau bangun seperti orang mati, dan yang paling penting adalah perkataan si peramal. Apabila bayi itu hidup dan sudah tumbuh besar, maka dia akan menjadi penyebab kematianku dan juga kehancuran istana ini," jelas Kaisar Song.

"Yang Mulia ... "

"Sudah jangan berdebat denganku! Dan jangan mengatakan apapun lagi mengenai kejadian hari ini kepada semua orang terutama permaisuri, atau aku tidak akan segan-segan menghabisi semua keturunanmu!"

Jenderal Guan Mu Long meremas erat pedangnya karena geram, jika saja ia tidak punya keluarga dan anak yang masih kecil. Maka dirinya tidak akan segan memenggal kepala pria dihadapannya itu.

"Baik, Yang Mulia."

"Aku puji kesetiaanmu padaku, dan karena kesetiaan dan juga keberanianmu, maka aku akan mengangkatmu menjadi jenderal besar utama kerajaan Song," ucap Kaisar kemudian dan merasa puas sekaligus tenang.

"Terima kasih Kaisar, semoga Kaisar panjang umur! Kerajaan ini akan makmur!" seru Jenderal Guan Mu Long. Akan tetapi jauh didalam hatinya ia telah mengutuk kaisar Song karena kekejamannya.

Lalu setelah pengangkatan dirinya menjadi Jenderal besar, dirinya dikirim ke perbatasan utara dan tidak pernah kembali ke istana jika tidak ada hal penting.

Dirinya telah bersumpah akan selalu berbakti kepada kerajaan, akan tetapi bukan karena keinginan Kaisar Song, melainkan sebagai bentuk penembusan dosa kepada putri kaisar yang sudah ia buang.

...Bersambung....

1
Noviyanti
terima kasih sudah membaca karyaku, jangan lupa berikan like dan komen ya.
Joan
keren thor satu persatu mulai terungkap. gk sabar sama reaksi qiuye pas dia tahu guan yu ngerawat dia🤣
Joan
semakin seru lanjut thor
Joan
semakin pnasran. lanjut thor💪
Joan
parah banget kaisarnya /Panic/
Joan
makin seru thor, lanjutkan💪
Joan
lanjut thor
Noviyanti
Selama menunggu kelanjutan cerita ini, kalian bisa baca karya yang lain dulu ya
Lina Zascia Amandia: Sama2 Kak Nov.... selamat aktif menulis kembali ya.
total 3 replies
Joan
ceritanya bagus dan cukup menarik. terus semngat
Noviyanti: terima kasih semangatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!