NovelToon NovelToon
Mrs. Only His

Mrs. Only His

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Cinta Terlarang / Saling selingkuh
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah gemerlap penthouse mewah Chicago, Suzanne Klatten terjebak dalam neraka pernikahan tanpa cinta.

Enam bulan menyandang status istri sah Willem Daendels, dia hanya menerima penolakan, dihina, dan dikhianati demi wanita simpanan.

Namun, sebuah pelarian di koridor privat mengubah segalanya.

Dalam rapuhnya batin yang hancur, Suzanne menyerahkan kesuciannya kepada Aiden Luther Stone—bocah SMA berusia 18 tahun yang kehilangan kendali akibat pengaruh obat perangsang.

Saat fajar menyingsing, kepolosan runtuh dan takdir baru terajut.

Aiden yang didera rasa bersalah bersumpah akan bertanggung jawab dan menikahinya, tanpa tahu wanita misterius itu seorang istri Tetangga Apartemennya.

Di balik balutan hoodie kebesaran dan cincin pernikahan yang disembunyikan, Suzanne melangkah kembali ke neraka rumah tangganya dengan rahasia paling berdosa.

Sebuah romansa terlarang yang penuh manipulasi, dan ego yang siap membakar batas moralitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24

Gema teriakan posesif Aiden seolah masih menyisakan getaran magis di udara ruangan VVIP Suite Nomor Satu itu.

Cengkeraman tangan kokoh sang pewaris Stone pada pergelangan tangan Suzanne begitu erat, memancarkan keputusasaan yang teramat dalam dari seorang pria muda yang dunianya baru saja diambang keruntuhan.

Di seberang mereka, Nora Amelie Stone berdiri mematung, menatap pemandangan di depannya dengan dada yang terasa sesak laksana dihantam ombak besar.

Sebagai seorang ibu, Nora belum pernah sekali pun melihat putra tunggalnya berada di titik serapuh ini.

Aiden—bocah yang sejak kecil dididik untuk menjadi pemimpin yang berdarah dingin, tegap, dan tak tersentuh—kini tampak hancur lebur di depan matanya sendiri.

Gurat frustrasi dan binar memohon di sepasang mata elang Aiden meruntuhkan seluruh dinding keangkuhan dan kemarahan yang sejak subuh tadi Nora bangun di dalam dadanya.

Dia hanya memiliki satu putra.

Satu-satunya darah daging yang menjadi poros dari seluruh detak jantungnya.

Dan jika kebahagiaan sejati putranya ternyata berada pada wanita yang baru saja ia tampar dengan kejam beberapa menit lalu, maka di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Nora rela tangan yang ia gunakan untuk melukai Suzanne tadi diberikan seratus kali pukulan balasan.

Penyesalan yang teramat sangat mendadak merayap, membakar nuraninya sebagai seorang wanita dan seorang ibu.

Brak.

Sebuah gerakan drastis kembali memotong keheningan ruangan.

Tanpa memedulikan status sosialnya sebagai dokter spesialis kandungan terpandang sekaligus Nyonya Besar dari dinasti Luther-Stone, Nora Amelie menjatuhkan kedua lututnya ke atas lantai marmer, tepat di hadapan Suzanne yang masih berdiri membeku.

Duarrr!!!

Keputusan ekstrem itu seolah menjadi dentuman bom yang meruntuhkan seluruh logika di dalam kamar rawat tersebut.

"Nora! Bangun!" perintah Martin Luther dengan suara baritonnya yang meninggi, melangkah cepat untuk menarik bahu istrinya.

Wajah pria itu dipenuhi ketidakpercayaan melihat belahan jiwanya merendahkan diri sedemikian rupa.

"Tidak, Martin! Lepaskan aku!" tangis Nora pecah, ia menepis tangan suaminya dengan histeris.

Kepalanya mendongak, menatap Suzanne dengan pandangan mata yang kini dipenuhi oleh air mata penyesalan dan permohonan yang teramat dalam.

"Aku akan memohon pada Suzanne... Aku telah salah karena menamparnya tadi! Aku hancur, Martin... Aku tidak sanggup melihat putraku begitu hancur di depan mataku sendiri! Aku hanya ingin putraku bahagia, Martin... Hanya itu!"

Suzanne seketika mematung, napasnya tercekat di tenggorokan melihat sosok wanita paruh baya terhormat yang beberapa menit lalu menamparnya kini justru bersimpuh di bawah kakinya.

Kepanikan yang luar biasa menjalar di seluruh sistem saraf Suzanne.

"Apa yang Anda lakukan, Nyonya?! Bangun... Kumohon bangun!" seru Suzanne dengan suara yang bergetar hebat, ia ikut menjatuhkan dirinya berlutut di hadapan Nora, mencoba menarik kedua lengan wanita paruh baya itu agar berdiri.

"Huhuhu... Saya bilang bangun, Dokter! Jangan seperti ini... Anda adalah orang terhormat, jangan merendahkan diri Anda di depan wanita malang seperti saya!" tangis Suzanne ikut pecah, air matanya luruh membasahi pipinya yang masih menyisakan bekas kemerahan.

"Tidak, Suzanne! Aku tidak akan bangun dari posisi berlutut ini jika kau tidak menerima putraku!" tegas Nora dengan suara serak yang kental akan keputusasaan seorang ibu.

Ia mencengkeram jemari Suzanne dengan erat, menatap lekat-lekat ke dalam manik mata jernih istri Willem Daendels itu.

"Katakan padaku... Katakan kalau kau akan bercerai dari suamimu dan menikah dengan putraku, Aiden! Demi Tuhan... Bercerailah dari suamimu, dan menikahlah dengan putra tunggalku!"

Kalimat permohonan yang keluar dari mulut Nora seolah menjadi keajaiban yang memutarbalikkan takdir dalam sekejap.

Suzanne menatap wanita di hadapannya dengan tatapan linglung, lalu beralih menatap Aiden yang kini berdiri diam dengan dada yang bergemuruh hebat, menantikan jawabannya.

Pernikahan dengan Willem adalah penjara bawah tanah yang selama ini menyiksa jiwanya.

Dan kini, pintu gerbang untuk keluar dari penderitaan itu terbuka lebar melalui tangan dinasti terkuat di Chicago.

Senjata finansial yang digunakan Willem untuk mengancam nyawa ayahnya telah dipatahkan oleh Aiden semalam.

Tidak ada alasan lagi baginya untuk bertahan di dalam neraka apartemen nomor 202 itu.

Dengan sisa kekuatan batin yang ia miliki, Suzanne mencengkeram balik tangan Nora, menatap lurus ke dalam mata sang dokter dengan anggukan kepala yang tegas di sela tangisnya.

"Bantu saya bercerai dari Willem Daendels, Dokter... Saya mohon bantu saya, Nyonya," lirih Suzanne dengan suara yang sarat akan kepasrahan sekaligus permohonan perlindungan.

"Bantu saya keluar dari neraka pernikahan itu... Dan saya... Saya berjanji akan memberikan seluruh hidup saya untuk mendampingi Putra anda, Aiden."

Aiden yang mendengar kalimat persetujuan mutlak dari bibir Suzanne seketika merasakan seluruh dunianya kembali dipenuhi oleh binar cahaya yang benderang.

Sepasang mata elangnya berkilat cerah, diliputi oleh rasa lega dan kebahagiaan yang teramat luar biasa hingga dadanya sesak.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Aiden langsung menjatuhkan dirinya ke lantai, merengkuh tubuh ibunya dan Suzanne ke dalam satu pelukan hangat yang teramat erat.

Pria muda delapan belas tahun itu menyembunyikan wajah tampannya di ceruk leher sang Mommy, meluapkan seluruh rasa terima kasihnya yang tak terhingga.

"Mom... Terima kasih, Mom... Terima kasih banyak," bisik Aiden dengan suara yang serak dan bergetar penuh emosi, mengecup pelipis ibunya berulang kali sebelum beralih menatap Suzanne dengan pandangan memuja yang mutlak.

"Anne menerimaku, Mom... Dia akan menjadi milikku seutuhnya sekarang."

Martin Luther Stone yang berdiri menyaksikan drama emosional di atas lantai marmer itu akhirnya hanya bisa menghembuskan napas panjang.

Sebuah senyuman tipis yang sarat akan rencana taktis terukir di bibirnya yang tegas.

Jika istri dan anaknya telah menetapkan hati, maka tugasnya sebagai kepala keluarga Luther adalah memastikan bahwa proses perceraian Suzanne dengan Daendels Group akan menjadi kehancuran paling berdarah dan legal bagi Willem Daendels dalam sejarah bisnis Chicago.

...ooOoo...

Di tengah riuhnya emosi yang menyelimuti lantai marmer ruang VVIP Suite itu, kehangatan yang tak terduga mulai menyusup di antara dua wanita yang beberapa saat lalu saling bertolak belakang.

Suzanne, yang masih terduduk dengan air mata yang belum kering di pipinya, perlahan merasakan rangkulan tangan Nora yang begitu tulus.

Tidak ada lagi ketegangan di antara mereka, yang tersisa hanyalah pengakuan akan kelemahan sebagai sesama perempuan yang sama-sama terseret dalam pusaran cinta dan proteksi.

Nora, dengan tatapan yang kini melembut penuh kasih, menyisir rambut Suzanne yang sedikit berantakan dengan jemarinya. Ia benar-benar telah luluh.

Sebagai seorang ibu, ia menyadari bahwa keberanian Suzanne untuk mengakui penderitaannya di hadapan keluarga Stone—keluarga yang memiliki kuasa mutlak di kota ini—membutuhkan kekuatan batin yang luar biasa.

Ketakutan yang selama ini Suzanne sembunyikan di balik topeng istri Daendels akhirnya pecah menjadi sebuah kejujuran yang mengharukan.

"Maafkan aku, Suzanne," bisik Nora dengan suara yang teramat halus, nyaris tak terdengar.

Ia memeluk Suzanne semakin erat, membiarkan wanita muda itu menyandarkan kepala di bahunya.

"Aku telah bertindak gegabah sebagai seorang ibu yang panik. Aku menamparmu karena aku melihat putraku terluka, dan dalam pandanganku yang sempit, aku pikir kaulah penyebabnya. Aku tidak menyadari bahwa kaulah yang sebenarnya selama ini sedang berjuang sendirian di dalam perangkap orang lain."

Suzanne terisak pelan di bahu Nora, merasakan ketenangan yang sudah bertahun-tahun tidak pernah ia rasakan dari sosok figur ibu.

"Tidak, Dokter... Maksud saya, Nyonya Nora. Andalah yang harus memaafkan saya. Saya sadar bahwa kehadiran saya di hidup Aiden telah membawa masalah besar bagi keluarga Anda. Saya hanya seorang wanita yang terjebak dalam pernikahan yang tidak diinginkan, dan saya tidak pernah berniat menjadikan Aiden sebagai pelarian."

Mereka berpelukan dalam keheningan yang sarat akan makna.

Di dalam dekapan itu, ada sebuah kesepakatan bisu yang terbentuk.

Nora kini melihat Suzanne bukan lagi sebagai wanita yang akan merusak masa depan putranya, melainkan sebagai sosok perempuan tangguh yang membutuhkan perlindungan.

Ia melihat luka, lelah, dan sisa-sisa harapan yang dipancarkan oleh wanita di depannya.

Aiden, yang masih setia dalam posisi berlutut di samping mereka, menatap kedua wanita yang paling berarti dalam hidupnya dengan binar mata yang berkaca-kaca.

Ia merasa beban seberat gunung di pundaknya kini terangkat. Tidak ada lagi rahasia, tidak ada lagi ketakutan akan penolakan dari ibunya.

"Mommy..." panggil Aiden dengan suara parau, meraih tangan Suzanne dan Nora, menyatukannya di atas pangkuannya.

"Terima kasih karena telah melihat apa yang aku lihat selama ini. Terima kasih telah memilih untuk mempercayai hatiku."

Martin Luther Stone, yang sedari tadi berdiri memperhatikan dari jarak beberapa langkah, perlahan berjalan mendekat.

Aura dingin yang tadinya menyelimuti dirinya perlahan mencair, digantikan oleh sorot mata seorang pelindung yang kini memiliki target baru.

Ia menatap Suzanne dengan tatapan yang lebih hangat, seolah memberikan isyarat bahwa mulai detik ini, Suzanne Klatten bukan lagi orang asing yang berdiri sendiri melawan Daendels Group.

"Bangunlah kalian semua," ucap Martin dengan suara yang kembali berwibawa namun kini mengandung nada protektif.

"Suzanne, mulai saat ini, segala urusan hukum, keamanan, dan kesehatan ayahmu adalah tanggung jawab Luther-Stone. Jika kau ingin keluar dari pernikahan itu, aku sendiri yang akan memastikan Willem Daendels berlutut memohon ampun sebelum menandatangani surat cerai kalian."

Mendengar janji sang kepala keluarga Stone, Suzanne merasakan secercah harapan yang begitu nyata.

Kehangatan dari pelukan Nora dan dukungan dari Martin memberinya keberanian yang tidak pernah ia miliki sebelumnya. Ia kini tidak lagi berjalan sendirian di lorong-lorong gelap kehidupannya.

"Terima kasih..." ucap Suzanne sekali lagi, menatap mereka satu per satu dengan keteguhan hati yang baru.

Di ruangan yang mewah namun penuh dengan jejak perjuangan ini, sebuah persekutuan baru telah lahir.

Di bawah perlindungan dinasti Stone, Suzanne mulai merajut rencana baru untuk membebaskan dirinya, sementara Aiden, yang masih memeluk ibunya dengan erat, merasa bahwa inilah awal dari hidup yang sesungguhnya.

Kebencian yang sempat ada di antara sang ibu dan kekasihnya telah lebur menjadi ikatan solidaritas yang tak terpisahkan, menjanjikan bahwa apa pun badai yang akan datang dari pihak Daendels nantinya, mereka akan menghadapinya sebagai satu kesatuan.

1
nayla tsaqif
"duaarrr!!! Nya knp pke tanda baca sih thor,, berasa di kagetin sama bang eiden
😌
Ainun Mahya
lanjutkan karyamu kakak author💪💪💪
Rosdianah: Ma'aciww kak reader 🫶🥰
total 1 replies
Shankara Senja
Kadang suka kasihan sama anak yg menikah karena perjodohan atau hutang budi..dan lebih kasihan lg bertahan dng menyakiti hatinya demi ortu yg kek gini ini ..
Rosdianah: huhuhu iya banget kak🥲
total 1 replies
Mia Camelia
yah nora jadi jahat gitu ya, kasian anne terpojok terus🤣🤣🤣
Rosdianah: wkwkwk😅🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ulat bulu licik udah mulai keluar nih, aduh semoga aiden gk kena jebakan lgi😔🤔
Rosdianah: huhuhu🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo ngaku aja sih aiden klo cewe itu anne 🤣🤣🤣
Rosdianah: Dicoret dari KK kaaa🤣 bini orang soalnya 🤣🤣🤣
total 1 replies
Debu Nakal
thor... tlng kasih tahu suzzy, suruh nongol tuh anak. ni ku dh nungguin ampe berjamur tp dianya ka gak nongol2 😅🤣
Rosdianah: huhuhu seminggu ini author sibuk Di dunia nyata🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk bpk gk anak,, sikapnya dewsa sebelum waktunya,,, 😌😌😌 good boy!
Rosdianah: kesayangan author dan kak reader 🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo thor bikin wiliiam cemburu🤔
Rosdianah: siap kak🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ih gemes deh aiden so sweet banget🥰😄
Rosdianah: hihi biar jadi kesayangan kak reader 😅
total 1 replies
Mia Camelia
waduh siapa lagi nih🤔
Rosdianah: Paparazi kak🤭😅
total 1 replies
Mia Camelia
ngebayangiin nih kalo mereka beneran udh jadian, pasti romantic banget🤔😂
Rosdianah: author juga suka ngebayangin kak🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
😄😄😄
Rosdianah: ma'aciww sekali Komentar nya adalah semangat author 🤭😅🥰
total 1 replies
Mia Camelia
omg 🥰🥰🥰 aiden gentlemen bangat sih😄😄😄
sukaaak thor sama tokoh pria yg begini👍
Rosdianah: brondongnya kak Reader 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo aiden lindungiin anne, 🥰😄
Rosdianah: Author Jabanin 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayoooo berontak anne, kejar tuh berondong👍🤣
Mia Camelia
wah aiden udh mulai panas nih sisi obsesif nya, pingin liat klo brondong ngejar2🥰🥰🥰
Rosdianah: hahah author Jabanin kak🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
wiliam kaya nya udh mulai kepoo sm suzanne🤔🤔
nayla tsaqif
Ceritanya brondong terus, thorr,?? , ada cerita sugar duda gk...?? 🤭
Rosdianah: Nanti Author buatkan kak reader 🤭🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Vexana istri bang landon,, 😌
Rosdianah: sorry typo ya Kak Reader 🙏🏻 syukur diingatin 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!