NovelToon NovelToon
Belenggu Janji Dan Rasa

Belenggu Janji Dan Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: "Emy"

seorang pria dingin yang terjebak di situasi tak terduga. Pria itu di nikah paksa oleh warga setempat, menikahi gadis sma kelas 3 bernama Rara Sephyra. Dalam hitungan detik statusnya berubah menjadi seorang suami.
Namun di sisi lain dia juga memiliki tunangan seusianya.
Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya.
Apakah si pria akan mempertahan pernikahannya?
Atau akan memilih tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Emy", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Sementara itu, di kontrakan tripleks, ponsel Athur bergetar. Nama Evan berkedip di layar. Athur berjalan ke teras depan yang sepi untuk mengangkatnya.

"Bos laknat, temen laknat lu tau ngak si Alden tadi sore ngamuk di markas gue," ujar Evan di seberang telepon dengan nada serius.

"Dia ngeliat motor sport gue terparkir di kafe lu pas lu gendong Rara. Sekarang anak itu mengira kalau gue adalah pria misterius yang selama ini jagain Rara. Dia minta kejelasan dari gue."

Evan menjeda kalimatnya, lalu menambahkan, "Gue sengaja gak meluruskan, biar rahasia lu aman. Tapi lu harus tau kayaknya adik lu itu beneran punya perasaan sama Rara."

Athur terdiam sesaat di bawah temaram lampu jalanan gang. Sorot matanya yang dingin tampak tidak terkejut. "Saya sudah tahu, Van," sahut Athur dengan suara berat yang tenang. "Alden memang menyukai Rara. Biarkan dia salah paham denganmu untuk sementara waktu. Itu lebih aman bagi Rara."

Evan di seberang telepon sempat terkejut, namun ia segera mengangguk paham. "Terus langkah kita selanjutnya gimana? Tempat lu sekarang udah gak aman. Jesika atau musuh lu yang lain bisa aja nemuin kontrakan.

Athur menatap ke dalam rumah melalui celah pintu, memperhatikan Rara yang sedang beristirahat di dalam kamar tengah. "Kita harus pindah secepatnya. Atur penjemputan besok malam secara rahasia."

Athur menegaskan bahwa ia tidak akan membeli rumah mewah seperti mansion keluarganya yang megah dan mencolok. Ia tahu betul karakter Rara. Gadis polos itu pasti akan merasa sangat terintimidasi, tidak nyaman, dan merasa asing jika langsung dipindahkan ke tempat yang terlalu elite.

"Bagas sudah saya perintahkan untuk mencari rumah lantai dua yang sederhana namun kokoh di lingkungan yang tenang," lanjut Athur memberikan instruksi pada Evan.

"Pastikan rumah itu memiliki ruang yang cukup. Fino dan Nina harus memiliki kamar tidur yang terpisah karena mereka sudah remaja. Saya dan Rara juga membutuhkan kamar utama sendiri, serta siapkan satu ruangan khusus di lantai atas yang kedap suara untuk saya mengendalikan pekerjaan perusahaan dan jaringan kita."

"Siap, Bos. Berkas pendaftaran pernikahan lu sama Rara ke catatan sipil negara juga sudah beres diurus Bagas secara rahasia. Besok malam, rumah baru dan status baru kalian sudah siap," jawab Evan mantap sebelum mengakhiri panggilan.

Athur menutup ponselnya, lalu melangkah kembali ke dalam kontrakan yang sempit itu. Matanya menatap Fino yang ketiduran di tikar karena kelelahan setelah menjaga kakaknya. Besok, kehidupan baru bidadari kontrakan ini akan dimulai, bersamaan dengan badai besar dari aliansi Jesika dan Tasya yang siap mengintai mereka.

Malam yang sunyi di gang sempit itu mendadak terasa mencekam ketika dua mobil MPV hitam dengan kaca gelap gulita berhenti tepat di depan kontrakan Rara. Pintu mobil terbuka, menampilkan sosok Bagas yang berpakaian rapi dan Evan yang melangkah tegap dengan tatapan waspada khas mafia.

"Bos, semua sudah siap. Kita harus bergerak sekarang," ucap Bagas begitu memasuki ruang tamu.

Seketika, ruang tamu kecil itu dipenuhi kepanikan. Rara, Fino, dan Nina saling berpandangan dengan wajah bingung setengah mati. Fino yang baru terbangung dan terusik oleh percakapan bagas dan juga Athur. Rara yang memang belum tidur kini sedang memegangi jemarinya yang masih diperban langsung menggelengkan kepala, mundur beberapa langkah menolak mendekati pintu.

"Nggak! Aku nggak mau pindah dari sini!" seru Rara, menyuarakan penolakannya dengan tegas.

"Ini rumah kami, tempat tinggal kami satu-satunya yang tersisa setelah Ayah meninggal. Kenapa tiba-kira kami harus pergi bersama kalian ke tempat asing?"

Fino yang biasanya tengil pun kali ini ikut memasang wajah serius, ia melangkah maju menghalangi Bagas. "Benar kata Kak Rara! Biarpun kontrakan ini sempit dan dindingnya tripleks, kami nggak bisa asal ikut orang asing begitu saja!"

Melihat kepanikan ketiga remaja itu, Athur melangkah maju. Ia meletakkan tangan kekarnya di bahu Rara, memaksa gadis itu menatap langsung ke dalam manik mata tajamnya.

"Dengarkan saya, Rara. Tempat ini sudah tidak aman lagi untuk kalian," ucap Athur dengan suara berat yang menenangkan namun sarat akan ketegasan mutlak.

Athur menatap lekat-lekat wajah Rara, mengingatkan gadis itu pada obrolan rahasia mereka beberapa malam lalu.

"Kamu ingat cerita saya tentang bagaimana saya bisa terdampar di sini dengan luka tembak di perut? Musuh-musuh saya dan orang-orang yang ingin menghancurkan saya sudah mulai mencium keberadaan saya. Jika kalian tetap tinggal di sini, Jesika, Tasya, atau jaringan dunia hitam di luar sana akan menjadikan kamu, Fino, dan Nina sebagai target utama untuk memancing saya."

Mendengar penjelasan Athur, ingatan Rara langsung berputar pada malam di mana ia membersihkan darah di perut pria itu. Ketakutan yang nyata mendadak merayap di dadanya. Rara menyadari bahwa keberadaan mereka di kontrakan ini memang sudah dalam bahaya besar.

Rara menghela napas panjang, menatap kedua adiknya yang masih ragu. Sebagai kakak tertua, ia harus mengambil keputusan berat demi keselamatan mereka.

"Fino, Nina... bereskan barang-barang kalian. Kita ikut Mas Athur," ujar Rara dengan suara bergetar namun bulat.

Fino sempat mendengus tidak setuju dan melirik Athur dengan pandangan kesal, namun melihat sang kakak yang sudah mengambil keputusan, remaja itu akhirnya pasrah dan membantu Nina mengemas pakaian seadanya ke dalam tas ransel kusam mereka.

Perjalanan malam itu berlangsung hening hingga kedua mobil hitam tersebut berhenti di sebuah pekarangan rumah baru. Begitu melangkah turun dan memasuki pintu utama, Rara, Fino, dan Nina seketika terbelalak mematung di ambang pintu. Mereka benar-benar sangat terkejut dengan pemandangan di hadapan mereka.

Padahal, Bagas sudah mati-matian mencari rumah yang menurutnya paling sederhana sesuai dengan perintah dan persekutuan rahasia bersama Athur agar Rara tidak merasa terintimidasi. Namun tetap saja, standar "sederhana" bagi seorang bos mafia kelas atas seperti Athur berada jauh di luar nalar anak kontrakan tripleks seperti mereka

"Mas bilang ini sederhana?"

"Ini sangat mewah, pasti mahal. Tapi ini rumah siapa mas?'' Perkataan dan pertanyaan Rara membuat Bagas dan Evan Melongo.

Bener- benar sangat polos istri kecil bos mereka, yang membuat heran lagi. Ternyata gadis itu mampu mematahkan hati sang raja iblis itu dari Jesika. Jujur saja Evan pertama kali melihat Rara dia juga terpesona. Wajah polos tanpa make up namun begitu sangat cantik dan mulus bibir kecil berwana pink, senyum manis nya juga membuat semua pria meleleh.

Bagas berbisik di telinga Evan. "Van, dia istri Bos. Cantik kan? Gua aja tertarik Van, apa lagi lu. Tapi Gua sadar Van, sudah tidak ada lagi kesempatan untuk Gua lu bersaing dapetin dia."

Evan berpaling menatap Bagas di sampingnya. "Memang benar apa yang di katakan olehmu. Do'akan saja mereka agar tetap bersama." Keduanya mengangguk bersamaan.

1
Embhul82
bagus ceritanya q suka
Emy: makasih sudah mau mampir. Jangan lupa kritik dan saran
total 1 replies
Embhul82
up lagi kak 🤭
Brigita
kurang paham di ini sih
Emy: makasih bnyak kak sudah di koreksi. sebagai manusia pasti tetap ada kesalahan. Alhamdulillah kak sudah di perbaiki
total 1 replies
Brigita
lanjutt truss kakk😍👍💪
Emy: terimakasih kak
total 1 replies
Brigita
semangat kakkk💪💪💪👍😍
Emy: Makasih sudah hadia kak. kritik dan sarannya y kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!