NovelToon NovelToon
Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Saat membuka mata kembali, Aruna mendapati dirinya hidup kembali, terbangun di masa lalu, tepat sebelum segala kehancuran dalam hidupnya dimulai.

‎Dengan ingatan yang masih utuh akan luka dan kematiannya, dia berjanji akan membuat Rafael dan semua orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan berkali lipat lebih berat.

Di tengah rencananya yang penuh dendam itu, Aruna mencari kembali Zeffrano - pria dingin, misterius, dan berkuasa yang di kehidupan sebelumnya pernah dia tolak lamarannya.

‎"Kali ini bukan lagi aku yang ada di bawah kakimu. Kali ini, akulah yang akan berdiri di puncak tertinggi bersama orang paling berkuasa di kota ini." ~ Aruna Kirana Dirgantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

‎"Zeffrano, berhenti kamu disitu!"

‎‎Rafael pun terkejut dan segera ikut berdiri saat melihat kekasihnya tiba-tiba berdiri dan memanggil nama pria itu. Dia berusaha meraih lengan Aruna, namun wanita itu menepis tangannya begitu saja tanpa menoleh sedikit pun, lalu melangkah cepat menerobos di antara meja-meja makan yang penuh tamu, mengejar sosok tinggi besar yang baru saja berjalan melewatinya seolah dia tidak ada artinya.

‎‎"Zeffrano!" panggil Aruna lantang, suaranya terdengar jernih dan sedikit bergetar membelah musik lembut yang mengisi ruangan. Langkah kakinya terhenti tepat di belakang pria itu, lalu dengan berani dia berputar dan berdiri menghadap, memotong langkah Zeffrano dan rekan bisnisnya.

‎‎Zeffrano terpaksa berhenti. Dia menatap Aruna dengan sorot mata dingin, datar, tak ada ekspresi apapun, persis seperti menatap orang asing yang tidak dia kenal.

‎‎"Kenapa? Kenapa kamu berpura-pura tidak mengenalku? Kenapa kamu melewati aku begitu saja seolah aku ini hanya debu di jalanan? Bukankah kemarin kita masih bicara?" Aruna melirik sekilas ke arah pria paruh baya di samping Zeffrano, lalu kembali menatap tajam ke manik mata hitam itu, "Kenapa kamu bersikap seolah kita tidak pernah saling kenal sama sekali?"

‎‎"Tuan Mahesa, apakah Anda mengenal wanita ini?" tanya Tuan Willy, klien penting yang berdiri di samping Zeffrano.

‎‎"Tidak. Saya tidak mengenalnya."

‎‎Dua kata itu keluar begitu saja, begitu menusuk hingga membuat napas Aruna tercekat di tenggorokan. Meski dia sudah menduganya, meski dia menginginkan reaksi ini, namun dia pura-pura hancur mendengar penyangkalan itu.

‎"Mengapa kamu bohong?!" seru Aruna lagi, suaranya meninggi, matanya membelalak seolah tak percaya. "Kamu yang kemarin bilang---"

‎‎Belum sempat Aruna menyelesaikan kalimatnya, langkah cepat terdengar mendekat. Rafael tiba-tiba sudah berada di samping Aruna, tangannya mencengkeram lengan wanita itu dengan kuat, menariknya menjauh sedikit sambil membungkukkan badan berulang kali ke arah Zeffrano dan Tuan Willy.

‎"Maaf, maafkan kami Tuan-tuan," ucap Rafael sopan, nadanya penuh permohonan maaf. Dia menatap Aruna sekilas, lalu kembali menatap kedua pria di hadapannya.

‎‎"Maaf sekali lagi. Kekasih saya ini sepertinya sudah terlalu banyak minum. Dia sedikit tidak sadarkan diri dan bingung, jadi mengira orang lain sebagai kenalannya. Saya benar-benar minta maaf atas kelakuan dan keributan yang dia buat ini. Dia biasanya tidak seperti ini, sungguh."

‎‎Rafael menoleh ke Aruna, menarik tubuh wanita itu mendekat ke dadanya, berusaha membalutnya dengan perlindungan palsu. "Sayang, ayo kita pulang. Kamu sudah lelah dan sedikit mabuk."

‎‎"Aku tidak mau pulang bersamamu!" seru Aruna sambil menepis kasar tangan Rafael yang kembali mencengkeram lengannya, hingga membuat beberapa tamu menoleh kaget.

‎‎Aruna melangkah maju, jemarinya menarik ujung jas hitam yang melekat rapi di tubuh Zeffrano. Dia menariknya seperti anak kecil yang sedang merajuk, lalu dengan berani dia melingkarkan kedua tangannya ke pinggang pria itu, memeluknya erat sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang itu.

‎‎"Zeffrano..." panggilnya dengan nada manja, kepalanya mendongak menatap wajah dingin pria itu dengan tatapan memohon. "Jangan pura-pura tidak kenal aku lagi ya. Aku tahu kamu marah, aku tahu kamu kecewa, tapi aku tidak mau pulang sama dia. Aku mau kamu yang antar aku pulang. Aku cuma mau pulang sama kamu, Zeff."

‎‎Dengan gerakan tegas Zeffrano mengangkat kedua tangannya, lalu perlahan namun pasti melepaskan tautan tangan Aruna dari pinggangnya. Dia mundur selangkah, menjauhkan jarak di antara mereka, wajahnya tetap datar dan dingin seolah tidak ada getaran apapun di hatinya. Dia menatap Aruna lekat-lekat, sorot matanya tajam dan penuh penolakan.

‎‎"Sudah cukup, Nona Aruna," ucap Zeffrano pelan namun tegas, suaranya rendah dan dingin tanpa ada nada belas kasihan sedikit pun. "Kamu punya kekasih. Dia yang akan mengantarmu pulang. Bukan aku."

‎‎Rafael sudah mulai kehilangan kesabaran, dia mulai melangkah maju lagi dan kembali meraih lengan Aruna, kali ini dengan cengkeraman yang lebih kuat dan kasar.

‎‎"Maafkan kelakuan kekasih saya ini, Tuan Mahesa," ucap Rafael sambil memaksakan senyumnya, berusaha menarik Aruna menjauh kembali ke sisinya. "Seperti yang saya bilang tadi, dia benar-benar sudah tidak sadar karena terlalu banyak minum. Ayo, Sayang, jangan bikin malu disini. Ayo pulang denganku. Aku antar kamu sampai rumah."

‎‎Aruna memberontak, melepaskan diri dari cengkeraman Rafael. Dia mundur kembali hingga punggungnya hampir menyentuh dada Zeffrano, lalu berbalik kembali menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca.

‎‎"Lihat dia, Zeff... Dia kasar padaku! Dia memaksaku! Apa kamu tega dan akan membiarkan wanita yang kamu cintai ini diperlakukan kasar seperti ini?" seru Aruna, suaranya bergetar hebat, campuran antara kepedihan asli dan akting yang sangat meyakinkan. Dia kembali meraih tangan besar Zeffrano.

‎‎"Jangan dingin begini padaku, Zeff. Aku tidak mau sama dia. Aku mau sama kamu. Hanya kamu yang aku percaya."

‎‎Jantung Zeffrano berpacu liar. Sentuhan kulit halus itu, tatapan mata yang memohon itu, kata-kata itu... semuanya mengancam akan meruntuhkan benteng pertahanan yang dia bangun susah payah. Dia ingin sekali menarik Aruna ke dalam pelukannya, membawa wanita itu pergi jauh dari sini dan menghancurkan tangan Rafael yang berani menyakiti wanitanya. Tapi akal sehatnya masih bertahan. Dia ingat laporan Alvin. Dia ingat fakta bahwa Rafael adalah kekasih resmi Aruna. Dia ingat bagaimana Aruna dulu menolaknya demi pria ini.

‎‎Zeffrano menarik kembali tangannya dari Aruna. Dia memalingkan wajah, menatap ke arah Rafael dengan pandangan yang tajam.

‎‎"Bawa kekasihmu ini pergi. Dan jangan sampai dia muncul lagi di hadapanku."

‎‎Setelah mengucapkan kalimat terakhir yang menusuk itu, Zeffrano tidak menunggu jawaban lagi. Dia berbalik badan, melangkah tegap dan tegas menuju ruang privat bersama Tuan Willy.

‎‎Aruna menatap kepergian Zeffrano, senyum tipis tersembunyi di balik tangannya yang menutupi mulutnya seolah sedang terisak sedih. Sementara Rafael yang sudah sangat marah dan kesal, dia mencengkram kuat pergelangan tangannya.

"Ayo kita pulang sekarang!" bentaknya, menarik kasar tangan Aruna dan membawanya keluar dari restoran.

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
idihhhhhh nyebelin banget kamu tania... celamitan.... sok²an mau ngelakuin apa aja....
🔥Violetta🔥: Kangen belaian plus belalai dia kak ,🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
W I 2 K
mimpi terindah... khayalan belaka....
bangun woyyyy... bangun Tania... udah siang..... mimpinya dilanjut si balik jeruji aja... 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Perlu diceburkan ke comberan sepertinya dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
secangkir kopi sm Sajen bunga sekebon meluncur.. biar authornya tambah cemangat....... 💃
🔥Violetta🔥: Wah... terimakasih banyak kakak /Grin//Pray/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
langsung ciut🤣
〈⎳ FT. Zira
siap siap bangun dari mimpi dengan seember air yak🤣
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
Faunai siapa??? apa itu panggilan?
〈⎳ FT. Zira
bicaramu sungguh manis bang/Hammer//Hammer//Hammer/
〈⎳ FT. Zira
tinggikan saja percaya dirimu.. semakin tinggi semakin sakit saat jatuh🤧
W I 2 K
slow Rafael.... baru juga disedot dasar bumi.... belum sedot dasar neraka kan... aman.. aman... aman..
🔥Violetta🔥: astaga 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
dateng zeff... siapa tau kejutannya bikin terkejot.. kejott.... 🤣
🔥Violetta🔥: Zeff langsung guling-guling di ranjang... ehhh 🤭🤭🤭
total 3 replies
W I 2 K
astaga drama apa lagi Rafael... mimpi mana lg yg km mau gapai... nanti jatuh sejatuhnya sakit loh🤭
🔥Violetta🔥: EEEE.... AAAAA 💃💃💃💃🕺🕺🕺🕺
total 7 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa..
kisah balas dendam yang ditulis dengan apik. definisi wanita bisa melakukan apa saja setelah disakiti, bisa bangikit dan kuat dari rasa dakit yang sudah diterima.
kisah ini memang reinkarnasi, tapi mengajarkan jika kesempatan itu bisa datang dua kali,
karyamu luar biasa Kak..
semangat berkarya😍😍😍
🔥Violetta🔥: Wah, terimakasih banyak kakak /Pray//Grin/ Semangat juga untuk kakak /Good/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mimpi Rafael ternyata belum berakhir🤧🤧
🔥Violetta🔥: Berakhirnya kalau sudah mau end 🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mokondonya kental dong ya Rafael ini🤧
〈⎳ FT. Zira: rujak biar asem, enak di makan. lah rafael di mana bagian enaknya../Silent//Silent/
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
nikah aja dah.. mending mereka nikah biar gak jadi masalah setelahnya
〈⎳ FT. Zira
puas puasin dah mau ngapain aja gak ada yg larang
〈⎳ FT. Zira
nampar doang mah napa gak berani
〈⎳ FT. Zira: hilanglah masa depan🤧🤧
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
makin berani aruna🤣
🔥Violetta🔥: Biar Zeff meleleh' 😂😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
percaya saja pada kemampanmu, ada Zef yg siap berdiri di garda depan ini
W I 2 K
sok suci banget Rafael... lah km aja peluk sana peluk sini sm cewek lain loh...
W I 2 K: du du du.... ngalamat viral nanti lipen gosong.... 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!