NovelToon NovelToon
Terbelenggu Takdir

Terbelenggu Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dokter / Mengubah Takdir
Popularitas:806
Nilai: 5
Nama Author: Cut Asmaul Husna

Kalea tidak sengaja memecahkan kaca mobil mewah milik Raditya di area parkir. Raditya yang marah besar meminta ganti rugi yang sangat mahal. Karena Kalea tidak bisa membayar uang sebanyak itu dalam waktu cepat, Raditya mengancam akan membawanya ke kantor polisi. Namun, Raditya yang sedang pusing karena dipaksa ibunya menikahi Natasha melihat sebuah celah. Raditya akhirnya menawarkan kesepakatan: Kalea bebas dari tuntutan polisi jika mau menjadi pacar pura-puranya.


Hubungan yang awalnya penuh adu mulut dan kebencian ini berubah rumit saat keadaan memaksa mereka terikat dalam pernikahan resmi. Konflik berat pun dimulai. Orang tua Raditya menolak keras menantu yang tidak jelas asal-usulnya. Di sisi lain, keluarga kandung Kalea terus datang mengusik dan membongkar status "anak haram" Kalea demi menjatuhkannya di depan keluarga Raditya.

SALAM DARI AUTHOR 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Asmaul Husna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 27 : RAHASIA YANG TERBONGKAR DI AREA PARKIR

Kesibukan di Hotel Grand Luminance siang itu cukup menyita fokus Kalea Azzahra Putri. Sebagai General Manager, dia harus memastikan seluruh operasional berjalan sempurna, mulai dari kebersihan lobi hingga kesiapan ruang rapat eksekutif. Namun, fokusnya mendadak terganggu ketika ponsel di saku blusnya bergetar. Layar menampilkan nomor asing yang tidak dikenal.

Kalea mengabaikannya pada panggilan pertama. Begitu pula pada panggilan kedua. Dia bukan tipe orang yang suka mengangkat telepon dari sembarang nomor di jam kerja. Baru pada panggilan ketiga, karena merasa terganggu, Kalea menggeser tombol hijau ke atas dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

"Selamat siang, dengan Kalea di sini. Ada yang bisa dibantu?" ucap Kalea dengan nada suara profesional, tegas, dan tertata rapi.

Sebuah dengusan sinis yang sangat nyaring dan terdengar angkuh mendadak menyahut dari seberang telepon. "Wah, formal banget ya suaranya. Nggak usah sok sibuk deh, Kalea."

Kalea langsung mengernyitkan keningnya dalam-dalam. Suara cempreng berlagak sosialita ini terasa tidak asing di telinganya. "Siapa ini? Dan dari mana kamu bisa mendapatkan nomor telepon pribadiku?"

"Kamu nggak perlu tahu aku dapet nomormu dari mana. Dunia ini sempit buat orang sekaya aku," jawab suara itu dengan nada merendahkan. "Ini aku, Natasha Olivia Renata. Calon istri Radit."

Kalea menarik napas panjang, menahan rasa jengkel yang mendadak menyerang dadanya. "Oh, ternyata kamu, Natasha. Mau apa kamu menelponku siang-siang begini? Kalau nggak ada urusan penting yang menyangkut operasional hotel, aku tutup telponnya sekarang."

"Eits, jangan ditutup dulu, Anak Haram," potong Natasha cepat dengan tawa mengejeknya yang sangat menyebalkan. "Aku sekarang lagi ada di area parkir depan hotel tempat kamu kerja. Turun sekarang dan temui aku di sini. Nggak ada tapi-tapi. Kalau kamu nggak datang dalam waktu lima menit, aku bakal masuk ke lobi dan bikin keributan biar semua karyawanmu tahu status aslimu!"

Klik.

Sambungan telepon diputus sepihak oleh Natasha.

Kalea melongo menatap layar ponselnya yang mati. Sisi tangguh, berani, dan bar-barnya seketika menyala total. Dia paling benci diancam, apalagi oleh wanita model seperti Natasha. Kalea merapikan letak jilbab voal hitamnya, mengancingkan blazer kerja hijau botolnya, lalu melangkah lebar dengan entakan high heels 5 sentimeter menuju area lift untuk turun ke lantai dasar.

Begitu melangkah keluar menembus pintu kaca lobi menuju area pelataran parkir VIP, pandangan mata biru jernih Kalea langsung menangkap sosok Natasha yang sedang berdiri bersandar di samping mobil sport merah mewahnya. Siang itu, Natasha tampil dengan pakaian yang sangat modis, super seksi, berupa crop top ketat yang memperlihatkan pusarnya dan rok mini di atas lutut. Penampilan serba terbuka itu sangat kontras dengan Kalea yang berdiri anggun, tertutup rapi dari ujung kepala hingga kaki dengan jilbabnya.

Kalea melangkah mendekat, berhenti tepat tiga langkah di depan wajah Natasha. Dengan gerakan yang sangat tegas dan berwibawa, Kalea langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada, mengangkat dagunya tinggi-tinggi dengan gestur yang sangat sombong dan menantang, seolah meremehkan keberadaan model di depannya.

Natasha menurunkan kacamata hitam besarnya ke pangkal hidung, memandang Kalea dari atas sampai bawah dengan tatapan mata yang sangat sinis dan dipenuhi rasa benci. "Akhirnya turun juga kamu. Ternyata selera Mas Radit kalau di luar emang serendah ini ya, hobi miara perempuan berhijab yang sok suci."

Kalea tersenyum tipis yang sangat hambar, menatap balik wajah tebal riasan Natasha tanpa ada rasa takut sedikit pun sepeser pun. "Nggak usah banyak ngomong deh, Natasha. Langsung to the point aja. Ada urusan apa kamu jauh-jauh dateng ke hotelku cuma buat nyari polusi udara siang-siang begini?"

Natasha mendengus kasar, memajukan tubuh seksinya ke depan wajah Kalea dengan tatapan mata yang berkilat penuh kemenangan egois. "Aku ke sini cuma mau memperingatkan kamu, Kalea! Jauhin Raditya sekarang juga! Sadar diri dong, status kamu itu nggak lebih dari sebatas anak haram pembawa sial! Sebentar lagi, dalam waktu dekat, aku yang bakal resmi menikah dengan Mas Radit karena Mommy Ambarwati udah setuju seratus persen!"

Mendengar kalimat gertakan tentang pernikahan itu, Kalea sama sekali nggak kelihatan terkejut. Binar mata birunya tetap tenang karena dia teringat obrolan rahasia video call bersama Radit semalam bahwa janji itu cuma taktik darurat palsu. "Oh ya? Mau menikah? Bagus deh kalau begitu, selamat ya."

Natasha yang melihat respon datar Kalea langsung merengut kaku, merasa umpannya nggak mempan. Natasha meledakkan tawa mengejek yang sengaja dikeras-keraskan demi menjatuhkan mental Kalea. "Hahaha! Kamu sok kuat banget sih, Kalea! Kamu pikir Mas Radit beneran cinta sama kamu, hah?! Denger ya... Mas Radit itu nggak pernah mencintai kamu sepeser pun! Kalau dia beneran cinta sama kamu, dia nggak bakal mungkin sudi nerima paksaan Mommy buat nikahin aku kemarin!"

Natasha melangkah satu maju, menatap Kalea penuh kemenangan manipulatifnya. "Dan satu hal lagi yang harus kamu tahu... Aku udah tahu fakta yang sebenernya kalau hubungan kamu sama Mas Radit itu SELAMA INI CUMA PACARAN PURA-PURA?! Kalian berdua cuma akting bikin kontrak gila itu murni buat ngehindari perjodohan dari Mommy, kan?!"

DEG!!!

Mendengar rahasia paling sakral tentang status "pacaran pura-pura" itu mendadak keluar begitu lancar dari mulut Natasha, Kalea seketika terperanjat kaku laksana patung lilin di atas aspal. Jantung wanitanya berdegup kencang secara tidak karuan, dan matanya yang berwarna biru jernih sempat terbelalak membelalak sempurna penuh rasa syok yang luar biasa dahsyat menembus rongga dadanya.

"Nggak mungkin... Dari mana cewek genit ini bisa tahu soal pacar pura-pura aku sama Mas Radit?!" jerewih batin Kalea panik setengah mati.

"Kaget, kan?!" goda Natasha lagi dengan tawa puasnya yang sangat menjatuhkan harga diri Kalea. "Sumpah, muka melongomu itu bener-bener lucu banget, Kalea!"

Kalea sekuat tenaga menstabilkan napasnya yang memburu, mengunci kembali ekspresi wajahnya menjadi sedingin es agar tidak kelihatan kalah telak. Dia menatap tajam manik mata Natasha. "Dari mana... dari mana kamu bisa tahu soal status hubungan pura-pura itu, Natasha?!"

"Hahaha, itu hal yang gampang banget buat cewek pinter dan kaya kayak aku, Kalea!" ejek Natasha kaku sambil menepuk-nepuk kap mobil sportnya. "Aku punya seribu cara buat nyari tahu semua rahasia busuk kalian! Dan kamu mau tahu hal yang paling menyenangkan lagi? Aku sudah memberitahu Mommy Ambarwati tentang hubungan kalian."

Mendengar penjelasan detail dari Natasha, Kalea mendadak mengembuskan napas panjang yang sangat kasar dari lubuk dadanya. Rasa panik di dadanya perlahan-lahan menguap, digantikan oleh sebuah keberanian bar-bar yang luar biasa tegap. Kalea menarik sudut bibirnya ke samping, membentuk sebuah senyuman sinis, sangat sinis, dingin, dan dipenuhi oleh tatapan mata mengejek yang berbalik meremukkan ego Natasha seutuhnya.

"Oh... Jadi kamu udah tahu semuanya, Natasha?" tanya Kalea dengan nada suara yang sengaja dibuat sangat santai, lambat, namun terdengar begitu menusuk indra pendengaran. "Baguslah kalau begitu. Malah aku ngerasa sangat bersyukur, jadi sekarang aku udah nggak perlu repot-repot lagi berakting dan berpura-pura putus di depan keluargamu yang kaku itu."

Kalea melangkah maju satu langkah, mengikis jarak hingga wajah mereka nyaris bersentuhan, mengunci jiwa Natasha dalam intimidasi wibawanya sebagai General Manager. "Denger ya, Natasha Olivia Renata... Kalau kamu emang kebelet banget mau menikah sama Mas Radit, silakan ambil?! Nikahi dia besok pagi, bawa dia ke rumahmu, kunci dia di kamarmu seumur hidup?! Aku sama sekali nggak bakal peduli dan nggak bakal melarang?!"

Kalea tersenyum mengejek sangat lebar, memperlihatkan binar mata birunya yang berkilat indah menertawakan ketidakberdayaan model di depannya. "Tapi yang jelas... ada satu fakta hukum yang paling menyedihkan yang harus kamu sadari malam ini, Natasha. Yaitu... mau kamu pakai taktik serangan jantung Mommy, mau kamu nangis darah, atau mau kamu pakai kekayaan papamu sekalipun buat maksa pernikahan itu... aku tahu betul kalau MAS RADIT NGGAK BAKAL PERNAH BISA MENCINTAI CEWEK GENIT YANG HOBI MENEMPEL KAYAK KAMU?! Di hati dia cuma ada nama aku, Kalea! Dan pernikahanmu besok itu murni cuma bakal jadi pernikahan tanpa jiwa di mana kamu bakal tidur sama cowok yang pikirannya cuma dipenuhi sama bayangan mata biruku setiap hari! Kasihan banget ya kamu, cuma dapet tubuh tanpa cinta!"

DEG!

Kalimat sarkastik yang luar biasa tajam dan telak dari mulut Kalea seketika meruntuhkan seluruh kebanggaan Natasha. Wajah cantik Natasha langsung berubah merah merona padam akibat murka yang luar biasa meledak-ledak karena harga dirinya diinjak-injak balik oleh anak haram keluarga Wijaya.

"KAU... KAU PEREMPUAN KELAS RENDAH KURANG AJAR, KALEA!!!" bentak Natasha kesetanan dengan suara yang gemetar hebat menahan malu dan emosi batinnya yang meluap. Dia melangkah maju, mendekatkan bibirnya tepat di samping daun telinga Kalea, lalu berbisik dengan nada suara rendah yang dipenuhi ancaman kekejaman yang mematikan. "Dengerin kalimat terakhirku ini ya, Kalea sialan... Kamu boleh sok pinter bicara soal cinta malam ini. Tapi aku bersumpah demi nama besar keluargaku, aku bakal bikin hidupmu di hotel ini hancur lebur! Aku bakal pakai seluruh kekuasaan Mommy Ambarwati buat mecat kamu dari jabatan manajer ini biar kamu jadi gelandangan miskin?! Lihat aja pembalasanku esok hari!"

Setelah melontarkan ancaman mematikannya, Natasha membalikkan tubuh seksinya dengan sentakan kasar, melompat masuk ke dalam mobil sport merah mewahnya, lalu menginjak pedal gas sedalam-dalamnya hingga raungan mesin mobilnya membelah area parkir dengan kecepatan tinggi, kabur meninggalkan pelataran hotel.

Kalea berdiri mematung sendirian di tengah area parkir VIP, memandangi arah kepergian mobil sport Natasha dengan sepasang pandangan mata biru jernih yang tampak sangat rumit, kaku, dan sulit diartikan. Di satu sisi dia merasa puas karena berhasil meremukkan ego Natasha, namun di sisi lain, gejolak cemas merayap di dadanya memikirkan jalinan takdir sandiwara rahasianya bersama Raditya sudah di ketahui oleh ambarwati.

...****************...

Sementara Fitri sedang meratapi kehancuran hatinya di kafe seberang rumah sakit dan Kalea sibuk menghadapi teror Natasha di parkiran hotel, Shinta Kirana Wijaya justru memilih jalur pelarian yang sama sekali di luar nalar. Alih-alih mengunci diri di kamar atau meratapi tamparan keras dari sang papa yang masih menyisakan rasa perih di pipinya, influencer kecantikan berusia 23 tahun itu malah mengemas tas pantainya yang mewah. Dia kabur dari rumah neraka itu untuk bersenang-senang, seolah-olah pengkhianatan keji yang dia lakukan bersama Fandi selama tiga tahun tidak pernah terjadi sama sekali.

Siang menjelang sore itu, Shinta sudah berada di sebuah pantai privat yang eksklusif di kawasan Jakarta Utara. Dia tidak sendirian. Shinta pergi bersama dua orang sahabat karibnya dari kalangan sesama selebgram sosialita yang tidak kalah hedonis: tasya meira (23 tahun) dan Ghea Anastasya (23 tahun).

Ketiga anak manusia ini sedang berjemur di atas kursi malas tepi pantai di bawah naungan payung besar. Mereka hanya mengenakan bikini seksi bermotif macan tutul dan warna neon yang sangat minim, memamerkan lekuk tubuh terbuka mereka di bawah siraman terik matahari. Suara tawa renyah yang centil dan berisik berkali-kali meledak dari bibir mereka, beradu dengan deru ombak laut.

"Ya ampun, Shinta! Sumpah ya, aku tuh kangen banget vitamin sea kayak gini!" seru Tasya sambil membetulkan letak kacamata hitam besarnya, lalu menyeruput es koktail di tangannya. Dia menoleh ke arah Shinta, meneliti wajah sahabatnya. "Tapi omong-omong ya, Shin... Kamu kok dari tadi kayak rada aneh sih? Terus itu sudut bibirmu kenapa agak bengkak gitu? Kamu habis filler bibir lagi atau gimana?"

Shinta mendengus pelan, mencoba memulas senyuman manisnya yang paling palsu agar rahasia aib keluarganya tidak tercium. "Ih, enggak lah, Tasya! Ini tuh kemarin aku nggak sengaja kebentur ujung lemari kaca pas lagi buru-buru mau bikin video konten. Biasalah, akunya aja yang ceroboh. Tapi nggak kelihatan jelas banget kan di kamera?"

Ghea yang sedang sibuk mengoleskan minyak berjemur (tanning oil) ke kaki jenjangnya langsung ikut tertawa renyah. "Nggak kok, Shin! Aman banget! Di bawah sinar matahari begini malah kelihatan sensual tahu bibirmu. Udah ah, mumpung pencahayaannya lagi golden hour bagus banget, yuk kita foto-foto buat feeds Instagram sama TikTok! Pengikut kita udah pada nagih foto baru nih!"

"Yuk! Sini, biar aku yang pegang ponselnya!" sahut Shinta penuh antusiasme yang gila. Sifat narsistiknya langsung mengambil alih seluruh kesadarannya, melupakan fakta bahwa kakaknya sendiri, Fitri, saat ini sedang hancur lebur mengurus surat gugatan cerai akibat kelakuannya.

Shinta, Tasya, dan Ghea langsung berdiri di tepi pantai, mengambil berbagai macam gaya pose yang sangat berani, seksi, dan menggoda di depan kamera ponsel pintar milik Shinta. Mereka tertawa lepas, saling berangkulan manja dengan bikini minim mereka, memamerkan senyuman paling manis seolah-olah hidup Shinta bener-bener sedang berada di puncak kebahagiaan yang sempurna.

Setelah mendapatkan puluhan jepretan foto terbaik, Shinta kembali duduk di kursi malasnya. Jari-jemarinya yang lentik bergerak cepat menyunting foto tersebut, memberikan filter estetis, lalu mengunggah (upload) foto berbikini seksi itu ke akun Instagram pribadinya dengan taksir pendek: “Sun, sand, and sea with my favorites. No drama, just good vibes. ☀️🌊”

Aneh, bukan? Sungguh bener-bener aneh dan sakit jiwa ketiga anak manusia ini. Di saat rumah tangganya kakaknya hancur berantakan dan ayahnya murka besar, Shinta justru bisa memamerkan kalimat "no drama" di dunia maya demi menjaga nama baik digitalnya sebagai seorang influencer sukses. Ck! Benar-benar luar biasa manipulatif.

Tidak butuh waktu lama setelah foto itu diunggah, ponsel di tangan Shinta terus-menerus bergetar hebat menerima ratusan notifikasi. Jumlah tanda suka (like) langsung melonjak drastis mencapai belasan ribu dalam hitungan menit, dibarengi oleh ratusan kolom komentar yang mendadak dipenuhi oleh ketikan mesum dari para pengikut laki-lakinya.

[Wah... Shinta makin seksi aja ya pake bikini macan! Bikin imun langsung meledak! 🔥]

[Gila, bodi Shinta bener-bener gitar spanyol banget! Sempurna tanpa cela! 😍]

[Aduh... desahan ombak kalah seksi nih sama gaya Shinta siang ini. Pengen ikutan berenang bareng dong! 💦]

Shinta yang membaca runtutan komentar mesum dan liar di layarnya justru sama sekali nggak merasa tersinggung atau marah. Dia cuma tersenyum manis penuh kebanggaan ego yang tinggi, merasa puas karena pesona tubuhnya berhasil memikat banyak pria di luar sana.

Tasya yang ikut mengintip layar ponsel Shinta langsung terkekeh geli, menyenggol bahu Shinta dengan gerakan menggoda yang nakal. "Ciee... Shinta! Liat tuh kolom komentarmu langsung banjir cowok-cowok mesum lagi! Hahaha! Eh, tapi denger-denger ya, Mas iparmu yang ganteng si Fandi itu... kok belakangan ini jarang banget kelihatan kasih komentar atau suka di postinganmu sih? Biasanya kan dia paling rajin jadi pendukung setiamu?"

Mendengar nama Fandi disebut, senyuman Shinta seketika membeku kaku selama satu detik. Jantungnya sempat berdegup canggung, mengingat fakta kalau Fandi sore ini udah resmi ditendang keluar dari rumah Papa Hermawan dan status perselingkuhan mereka udah terbongkar total. Ditambah lagi, sejak kejadian tamparan sore itu, Shinta dan Fitri bener-bener udah tidak bertegur sapa sama sekali di rumah. Mereka berdua bener-bener seperti orang asing, layaknya dua orang asing yang bermusuhan yang kebetulan berpapasan di lorong koridor tanpa ada satu pun kalimat yang keluar dari mulut mereka. Hubungan darah daging mereka udah resmi retak seutuhnya.

Namun, demi menutupi kepanikan batinnya di depan teman-temannya, Shinta langsung mencengkeram ponselnya erat-erat, memutar bola matanya malas dengan gaya angkuh buatan. "Ih, Tasya! Ngapain sih kamu nanyain Mas Fandi? Dia kan sekarang lagi sibuk banget ngurusin perusahaan pialang sahamnya yang mau buka cabang baru di luar kota! Lagian Mbak Fitri juga lagi posesif banget jagain dia di rumah, jadi Mas Fandi mana sempet main Instagram lagi. Udah ah, nggak usah bahas orang lain! Mending kita pesen makan siang kelapa muda lagi yuk, aku yang bayar!"

"Wah, asyik! Thank you, Shinta sayang! Kamu emang sahabat kita yang paling pengertian dan kaya raya deh!" seru Ghea kegirangan, langsung memeluk pundak Shinta tanpa tahu kebusukan moral yang sedang disembunyikan oleh sahabatnya tersebut.

Shinta kembali tersenyum lebar, membiarkan dirinya tenggelam dalam keriuhan palsu bersama teman-temannya di tepi pantai Ancol siang itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!