Menjadi satu-satunya manusia tanpa kemampuan sihir di Akademi Hunter membuat Axel sempat merasa pasrah dengan nasibnya. Namun, sebuah sistem misterius tiba-tiba menyingkap kenyataan tak terduga bahwa ia adalah satu-satunya penjinak yang mampu meredam amarah para wanita terkuat di dunia saat kadar kewarasan atau sanity mereka mencapai titik kritis dan memicu mode berserk.
Sialnya, kemampuan istimewa ini justru menjadi sumber petaka baru. Para wanita berbahaya tersebut, mulai dari Paladin Suci hingga Ratu Penyihir, kini menjadi sangat obsesif dan posesif karena ingin memonopoli dirinya seorang diri. Tanpa modal kekuatan fisik yang berarti, Axel terpaksa harus memutar otak dan lihai memanipulasi emosi. Ia harus pintar membagi perhatian dengan adil agar dunia tidak hancur berantakan, sekaligus berjuang keras demi mempertahankan kebebasannya dari kepungan wanita-wanita mematikan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11: KEBANGKITAN SISTEM DAN NERAKA JADWAL BARU
Puing-puing markas bawah tanah milik Ratu Kegelapan menjadi saksi bisu dari kesepakatan paling tidak masuk akal dalam sejarah kekaisaran. Gencatan Senjata Aliansi Harem telah disahkan, setidaknya secara lisan, demi menjaga satu-satunya pemuda tanpa sihir yang kini menjadi pusat gravitasi dunia mereka.
Perjalanan kembali ke Akademi Pentagon terasa seperti parade kematian. Axel berjalan di tengah, sementara Reynarda mengawal di sisi kanannya, Elysia melayang di sisi kirinya, dan Valeria... sang Ratu Dunia Bawah itu memutuskan untuk melebur ke dalam bayangan Axel, menolak untuk ditinggalkan.
Para profesor dan taruna yang melihat kepulangan mereka hanya bisa menelan ludah dengan wajah pucat. Tidak ada yang berani bertanya mengapa seorang buronan kelas kakap penguasa pasar gelap kini menempel pada bayangan staf asisten akademi.
Begitu sampai di paviliun khususnya, Axel langsung mengempaskan diri ke atas sofa ruang tengah dengan napas berat. Ketiga wanita mematikan itu kini duduk mengelilinginya, saling melempar tatapan membunuh dalam keheningan yang mencekam.
"Tolong, beri aku waktu sepuluh menit untuk sendirian di kamar mandi," pinta Axel dengan suara parau. "Aku butuh membersihkan debu reruntuhan ini dari tubuhku."
Ketiganya ingin protes, namun mengingat "perjanjian damai" tadi, mereka akhirnya mengangguk enggan.
Axel masuk ke dalam kamar mandi, mengunci pintu, dan menyalakan shower air hangat. Ia menyandarkan kepalanya di ubin dinding yang basah, mendesah panjang. Namun, desahan lega itu terhenti seketika saat sebuah suara baru mendadak bergema di dalam kepalanya.
Bukan suara mekanis datar seperti biasanya, melainkan suara perempuan yang terdengar elegan, tajam, dan sarat akan nada sarkasme.
"Selamat malam, Host. Melihat detak jantung Anda yang menyentuh angka 130 ketukan per menit, saya sarankan Anda untuk tidak mati jantungan sebelum kita menyelesaikan pembaruan ini."
Axel tersentak hingga nyaris terpeleset di lantai kamar mandi. "Siapa itu?! Valeria? Kau menyusup lewat bayangan lagi?!"
"Tolong jangan samakan saya dengan Ratu Paranoia yang sedang duduk menggerutu di luar pintu Anda, Host," suara itu membalas dengan nada sedikit angkuh. Teks hijau terang muncul di udara kosong tepat di depan wajah Axel.
> [ PEMBARUAN SISTEM SELESAI ]
> Modul Interaksi Suara AI: AKTIF
> Kepribadian: Asisten Strategis (Tingkat Sarkasme: Optimal)
Axel mengerjapkan air dari matanya. "Sistem? Kau bisa bicara sekarang?"
"Benar. Karena Anda baru saja menstabilkan tiga entitas kelas Bencana tingkat-S dalam waktu bersamaan, matriks energi saya berhasil membuka kunci Modul Kesadaran," jelas AI tersebut dengan santai. "Dan sebagai AI pendamping Anda, saya harus memberikan selamat. Anda berhasil mencegah kiamat lokal, sekaligus menukar sisa hidup Anda dengan tiket masuk ke neraka manajemen waktu."
"Kau tidak perlu mengingatkanku soal itu," Axel memijat pelipisnya yang kembali berdenyut. "Lalu? Apa fungsi barumu selain mengejekku di saat aku sedang mandi?"
"Saya di sini untuk memastikan Anda bertahan hidup, Host. Data analitik saya menunjukkan bahwa Gencatan Senjata di luar sana sangat rapuh. Kesalahan kalkulasi waktu sebesar lima menit saja dalam pembagian perhatian Anda bisa memicu penurunan Sanity gabungan yang akan menghasilkan ledakan setara meteor."
Sebuah grafik rumit tiba-tiba muncul di depan Axel, menampilkan jadwal rotasi harian yang dihitung secara matematis oleh AI.
"Mulai besok, kita akan menerapkan Protokol Zona Aman Bergilir. Anda akan menemani Nona Ksatria Kaku di pagi hari, Nona Peri Bising di siang hari, dan Nona Ratu Kelelawar di malam hari. Namun, ini hanyalah solusi sementara."
"Sementara?" Axel mengernyit.
"Ya. Sistem mendeteksi bahwa fluktuasi kewarasan mereka tidak terjadi secara alami," nada suara AI berubah menjadi serius. "Ada kekuatan eksternal, semacam Continental Soul Parasite Curse atau kutukan parasit jiwa tingkat benua yang sengaja ditanamkan pada pilar-pilar pelindung dunia ini. Kutukan inilah yang membuat mereka gila."
Axel terdiam. Kecurigaannya selama ini terbukti. Reynarda yang tangguh, Elysia yang jenius, dan Valeria yang penuh perhitungan tidak mungkin mendadak kehilangan kewarasan dalam waktu yang berdekatan tanpa sebab. Ada seseorang—atau sebuah organisasi kuat—yang sengaja ingin menghancurkan orang-orang terkuat di dunia dengan merusak mental mereka.
Dan sekarang, dengan Axel yang bertindak sebagai "obat penawar" yang merusak rencana besar organisasi tersebut, target utama mereka pasti akan berpindah.
"Tepat sekali, Host. Anda mulai paham," sahut AI, seolah bisa membaca pikiran Axel. "Dunia bawah dan petinggi kekaisaran sudah mulai menyadari anomali Anda. Saat ini, musuh terbesar Anda bukan lagi kewarasan tiga gadis di luar sana, melainkan seluruh dunia yang akan mencoba merebut atau membunuh Anda."
Axel mematikan shower. Dia mengambil handuk, mengeringkan tubuhnya dengan wajah datar. "Jadi, rencananya?"
"Gunakan mereka," AI menjawab pragmatis. "Buat ketiga anomali ini menjadi perisai mutlak Anda. Jika dunia ingin mengambil Anda, biarkan dunia berhadapan dengan Tiga Fraksi yang sedang dimabuk kepemilikan."
Axel membuka pintu kamar mandi. Pemandangan pertama yang menyambutnya adalah Reynarda, Elysia, dan Valeria yang sudah berdiri berjejer menunggunya dengan tatapan tajam dan lapar.
"Kau mandi terlalu lama, Axel," protes Reynarda dengan tangan bersedekap.
"Waktu untuk keheninganku sudah terpotong lima menit," tambah Elysia dingin.
Dari balik bayangan kaki Axel, Valeria merayap keluar dan langsung memeluk lengan pemuda itu. "Minggir kalian berdua. Sekarang sudah malam. Ini jadwal untuk duniaku."
Axel menatap ketiga gadis itu, lalu tersenyum tipis—sebuah senyuman penuh perhitungan yang jarang dia perlihatkan. Dia menepuk kepala Valeria dengan lembut, lalu menarik tangan Reynarda dan Elysia secara bersamaan, membuat ketiga wanita mematikan itu tersipu dan mematung dalam waktu yang bersamaan.
"Malam ini, kita berempat akan mengadakan rapat di ruang tengah," ucap Axel dengan otoritas mutlak yang tidak bisa dibantah. "Tidak ada yang tidur. Kita akan menyusun rencana untuk menghancurkan siapa pun yang mencoba memisahkan kita."
Di dalam kepalanya, suara AI mendengus geli. "Langkah yang bagus, Host. Biarkan perburuan dimulai."