Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.
Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.
Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.
Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
media yang tak di ketahui
...penuh tantangan.
“Kalau gak kuat lihat aku sama laki-laki lain… ya jangan suka sama aku.”
Jeffry langsung terdiam.
Sedangkan Sella tersenyum tipis penuh kemenangan sebelum merapikan rambutnya pelan.
“Dan satu lagi,” ucapnya dingin. “Jangan pernah ganggu Raffa.”
Jeffry tertawa miris.
“Oh? Jadi kamu suka sama dia?”
Untuk pertama kalinya, Sella diam sepersekian detik. Namun hanya sebentar. Karena setelah itu ia kembali tersenyum santai.
“Rahasia.”
Jeffry menatapnya penuh emosi, rasa cemburu dan sesuatu yang tidak bisa ia katakan dengan apapun.
"keterlaluan kamu, Sella.."
"kalau tidak mau mengenalku, jangan urusi hidupku... Jangan cari tahu tentangku, aku tidak butuh orang sepertimu, juga tidak butuh nasehat mu."
Sella lantas melangkah pergi tanpa rasa bersalah.
Jeffry masih berdiri di tempatnya dengan rahang mengeras.
Pintu apartemen yang baru saja ditutup Sella bergema pelan di ruangan itu.
Wanita itu benar-benar membuatnya muak. Namun yang paling membuatnya marah bukan karena ditolak. Melainkan karena Sella sama sekali tidak peduli' seolah perasaannya tidak ada artinya. Seolah semua laki-laki yang mendekatinya hanyalah hiburan semata.
"Kurang ajar..." gumam Jeffry sambil mengepalkan tangan.
Bayangan Sella yang tertawa bersama Raffa kembali terlintas di kepalanya. Ia membanting ponsel ke sofa.
"Aku gak akan diam."
Matanya menyipit tajam.
Kalau Sella tidak mau mendengarkannya baik-baik... Maka ia akan membuat semua orang melihat wajah asli wanita itu.
Dan kalau perlu... Ia juga akan menyeret Raffa ke dalam masalah yang sama.
***
Sementara itu...
Di pusat kota.
Bank tempat Andreas bekerja masih cukup ramai meski waktu sudah menunjukkan jam makan siang.
Sebagai kepala cabang, Andreas baru saja menyelesaikan rapat panjang dengan beberapa nasabah penting.
Kini ia duduk sendirian di ruang kerjanya, Jas biru navy yang dikenakannya tampak rapi seperti biasa. Ia membuka kancing kerah sedikit lalu menyandarkan tubuh.
"Capek juga..."
Tangannya mengambil ponsel. Sekadar ingin mengistirahatkan pikiran beberapa menit. Namun baru beberapa detik membuka Instagram... Ekspresinya langsung berubah.
Deg.
Alisnya berkerut lalu semakin lama semakin tajam. Di layar ponselnya terpampang foto-foto yang sangat familiar.
Raffa Dan Sella.
Foto saat mereka berjalan berdampingan, tertawa bersama. Dan foto saat Raffa terlihat merangkul bahu Sella.
Meski Andreas tahu kemungkinan besar itu hanya momen spontan... Tetap saja pemandangan itu membuat dadanya panas.
"Jadi ini alasanmu..." gumam Andreas pelan.
Ia memperbesar salah satu foto.
Tatapannya semakin dingin.
"Raffa..."
Dalam benaknya terlintas percakapan mereka malam di mall itu.
Tentang Shintia, Tentang keseriusan Raffa, Tentang janjinya yang akan datang kembali.
Namun sekarang... Foto-foto ini justru menunjukkan hal berbeda. Andreas meremas ponselnya kuat-kuat.
"Sella..."
Suara itu keluar hampir seperti geraman.
"Jadi selama ini kamu juga main belakang?"
Ia teringat beberapa kali Sella menolak teleponnya. Beberapa kali menghilang dengan alasan sibuk. Dan kini semuanya terasa mencurigakan.
Brak!
Tinju Andreas menghantam meja. Beberapa berkas sampai bergeser. Napasnya memburu.
"Kalau ini yang kalian mau..." Tatapannya mengarah ke jendela besar. "Aku akan cari tahu semuanya."
Ia tidak akan langsung menuduh. Tapi ia juga tidak akan tinggal diam. Karena ada terlalu banyak hal yang mulai terasa janggal.
Dan Andreas sangat membenci kebohongan.
***
Di tempat lain.
Universitas Mandala justru dipenuhi suasana yang jauh lebih cerah.
Tiga hari menjelang wisuda' Seluruh kampus sibuk mempersiapkan acara besar itu.
Spanduk terpasang, Dekorasi mulai dirapikan. Mahasiswa tingkat akhir terlihat hilir mudik membawa berkas dan toga.
Dan di tengah keramaian itu... Shintia kembali menjadi dirinya yang dulu.
"WOI TARI! BURUAN!"
Tari yang sedang membawa map langsung mendelik.
"Ngapain teriak-teriak?!"
Shintia tertawa keras. "Lucu aja lihat muka kamu panik."
"Dasar tengil!"
Mereka berdua saling dorong ringan sambil tertawa. Untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu... Wajah Shintia terlihat benar-benar hidup.
Ceria, Pecicilan, Dan penuh energi. Seolah beban yang selama ini menghimpitnya mulai perlahan menghilang.
Bukan karena ia melupakan Raffa, Melainkan karena ia mulai menerima kenyataan. Kalau memang pria itu sudah tidak ada... Maka hidupnya harus tetap berjalan. Ia tidak bisa terus terjebak dalam kesedihan.
Dan kalau ternyata suatu hari Raffa masih hidup...
Maka itu akan menjadi kejutan yang tak pernah ia duga.
"Shin!"
"Hm?"
"Kamu cantik banget deh akhir-akhir ini."
Shintia langsung tertawa.
"Apaan sih."
"Serius."
Tari menyipit curiga. "Jangan-jangan ada cowok."
Shintia refleks mencubit lengan sahabatnya.
"Enggak ada."
"Boong."
"Serius."
Tari mendecakkan lidah. Namun akhirnya menyerah. Karena memang sejak awal Shintia sangat pandai menyimpan rahasia.
Dan satu rahasia terbesar itu... Tetap tersimpan rapat. Tentang laki-laki bernama Raffa, Tentang dua hari yang mengubah banyak hal. Dan tentang rasa kehilangan yang tidak pernah sempat ia akui.
***
Sementara itu.
Di lantai tertinggi Hotel Permata. Ruang kerja direktur utama tampak tenang.
Raffa duduk di kursi kerjanya. Tablet berada di tangannya.
Dan di layar itu... Terlihat sosok yang sangat ia kenal.
Shintia.
Gadis itu sedang berjalan bersama Tari di area kampus. Tertawa, bercanda.
Sesekali berlari kecil. Raffa memperhatikan tanpa berkedip, Sudut bibirnya perlahan terangkat.
"Udah ceria lagi ternyata."
Ia menyandarkan tubuh, Perasaan hangat menjalar perlahan di dadanya.
Selama beberapa hari terakhir ia memang meminta seseorang mengawasi keadaan Shintia.
Bukan untuk mengganggu' Melainkan memastikan gadis itu baik-baik saja. Dan melihat senyum Shintia sekarang... Membuatnya lega.
Meski ada sedikit rasa iri, karena senyum itu tidak lagi muncul karena dirinya.
Aswin yang masuk membawa berkas melirik layar tablet. "Kelihatannya Nona Shintia sudah jauh lebih baik, Pak."
Raffa mengangguk.
"Iya."
"Jadi kapan Bapak mau muncul?"
Pertanyaan itu membuat Raffa terdiam.
Tatapannya tetap tertuju pada layar.
"Tiga hari lagi."
"Wisuda."
"Iya."
Aswin tersenyum tipis.
"Semoga Nona Shintia tidak pingsan dan kaget, karena bapak."
Raffa tertawa kecil.
"Bisa aja."
Namun jauh di dalam hatinya...Ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan.
Antara rindu, Gugup, Dan bahagia. Karena setelah semua penantian ini... Akhirnya hari yang ia tunggu semakin dekat.
Yang tidak ia ketahui...
Di luar sana perlahan mulai muncul masalah baru.
Foto-fotonya bersama Sella terus menyebar, Jeffry mulai bergerak dalam diam. Dan Andreas mulai menyelidiki sesuatu.
Raffa masih tersenyum melihat wajah Shintia di layar tabletnya, Sama sekali tidak menyadari bahwa badai kecil sedang terbentuk.
Badai yang mungkin akan mengubah banyak hal.
Tepat ketika ia berpikir semuanya berjalan sesuai rencana.
...
Ketika jam menunjukkan pukul setengah tiga sore, Sella masuk membawa coffee milk. Raffa terpaksa menerimanya. Aswin masuk, berdeham memberi kode, lantas Sella pamit. Aswin menggoda, meliriknya
“Katanya sudah punya Shintia…”
Raffa tertabrak.? 🥲🥲
di tunggu updatenya ya author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuuu🥰🤗💪
tapi syg nya Shintia terlanjur marah 🥲🥲
kira² Andreas bakal cerita ke Raffa gk yaa??
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyyy quuu 🤗🥰💪
pasti Shintia salah paham🥲
duhhh kapan Raffa sadar akan berita itu yaaa
duhhh gmn nnt reaksi nya Raffa jika tahu yaaa
takutnya Shintia kecewa 🥲🥲
fuhhh Sella...
kasihan Andreas punya pacar kyak Sella
kira² Andreas bakal kasih tau Shintia gk yaaa??
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲
jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗