Dunia yang dihuni setiap manusia memiliki makna yang berbeda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peri
Hari-hari yang leon jalani sekarang adalah membuat sebuah tempat mandi dengan kayu yang dia temukan didalam hutan,tanpa mendapatkan perintah dari chloe, leon mengisi waktunya dengan hal yang membutnya penasaran.
"dia terlihat menikmati waktunya,syukurlah tuan leon tidak selalu marah-marah, aku tidak bisa memintanya terang-terang untuk pergi kegunung itu, aku tidak tau apa yang akan terjadi disana,dan lagi pula gunung itu dijaga oleh prajurit, tanpa tanda pengenal party aku tidak bisa masuk kesana kecuali menyusup."
"hei....!!! Apa kau tidak ada kerjaan apa kau seorang mandor ?? Berikan aku beberapa tali rotan,cepat !!!"
"baik tuan leon..."
Chloe yang akan memanggil leon untuk makan siang terhenti saat leon mengetahui keberadaan chloe yang sedang melamun.
Chloe sedikit membantu leon untuk menuntaskan pekerjaannya,setelah dipastikan selesai, leon kembali kedalam rumah dalam keadaan berantakan berkat kerja kerasnya.
"hah...,,sial...tubuhku banyak sekali berkeringat...!!!"
"tidak....ini tidak pernah terjadi sebelumnya,aku hanya melakukan hal yang tidak menyenangkan dan membosankan,sampai aku tidak tau kapan aku melakukan suatu pekerjaan diduniaku,dengan melakukan sesuatu, ternyata tubuhku merasa ringan dan aku baru menyadari kalau aku tidak ingin segera tidur."gumam leon.
Sepertinya ramuan dari chloe membantu leon melupakan barang haram itu dari tubuhnya,
Setelah makan leon menyempatkan diri untuk berolahraga sampai sore hari,sedangkan chloe menyiapkan air hangat untuk leon mandi.
"hei....apa kau sudah menyiapkan airnya.?"
"kau kembali begitu cepat tuan,sebentar lagi...,,"
Kedatangan leon membuat chloe menjadi gugup saat menyiapkan air dan memasak, kebiasaan yang kini dia jalani sedikit mengganggu misi sebenarnya pada chloe.
Leon menghabiskan waktu yang lama untuk membersihkan dirinya dengan air hangat,leon sudah merasa terbiasa dengan keadaannya sekarang dan sedikit tenang.
"aku menyisakan air hangat untukmu...pakailah..!!!"ucap leon pada chloe yang sedang menyajikan makanan.
"baik tuan...."
Chloe menyelesaikan pekerjaan didapur dengan cepat dan pergi membersihkan diri sebelum air itu menjadi dingin.
"tuan leon membuat semua ini, ini bekerja dengan baik, semua ruang tertutup rapat,aku bahkan tidak bisa melihat keluar."
Chloe menikmati mandi hangatnya dengan santai,sebenarnya chloe bisa saja membuat air dingin itu menjadi hangat saat dia siram pada tubuhnya,namun chloe tidak yakin kalau sihir itu bekerja pada orang lain, chloe menghargai sedikit kebaikan leon yang menyisakan air yang sudah sedikit dingin itu karena udara luar yang dingin apa lagi di pegunungan.
"lama sekali kau..!!!"
"jika tuan sudah lapar,jangan menungguku tuan,makan saja dahulu...."
"siapa yang lapar...!! Aku hanya memastikan makanan ini bisa dimakan atau beracun.!!"
"kenapa itu bisa beracun tuan.??"
"bisa saja kau meracuniku...!!!"ucap leon sedikit berteriak.
"untuk apa.?? Aku membutuhkanmu tuan,untuk apa aku melukaimu.??"
Mendengar kata-kata itu lagi,leon menjadi membisu dan memulai sesuap nasi dan ayam bakar yang telah disajikan oleh chloe.
"tuan....???
"ada apa..!!!"
"apa kau sungguh mau membantuku bertemu dengan orang tuaku.??"
"itu tergantung padamu...!!!"
"padaku ?? Maksud tuan apa.??"jawab chloe kebingungan.
"iya...,,bagaimana kau bisa membuatku senang,itu mempengaruhi diriku mau melakukannya untukmu atau tidak."
"apa yang membuatmu senang tuan.??aku akan berusaha menbuatmu bahagia..."jawab chloe dengan polos.
"hah....,kau benar-benar bodoh..!! Lupakan itu...,,"
Leon kembali makan dengan lahap,chloe yang tidak dapat jawaban semakin membuatnya pusing.
"besok aku akan mencari bebrapa wewangian untuk membuat busa mandi tuan,apa kau mau ikut.???"
"terserah padamu..!!!"
Jawaban yang tidak jelas membuat chloe semakin bingung,namun pada akhirnya pasti leon akan ikut mengingat kebosanan yang dilakukan dirumah itu.
"tuan kenapa kau berdiri saja disitu.???"
Benar saja..,,keesokan harinya leon mengikuti chloe mencari tanaman di hamparan rumput yang ditumbuhi oleh bunga-bunga yang indah dan wangi.
"lakukan sesukamu...,,aku tidak mau terkena sinar matahari..!!!"
Leon memilih berteduh di bawah pohon sambil melihat aktivitas chloe.
"hah...,sial...aku memakai pakaian apa ini, apa ini kualitas paling baik di dunia ini ? Sangat gerah...!!!"
leon mengalah dengan egonya saat chloe memberi beberapa pakaian yang terlihat sama antara satu dan yang lainnya dan dengan berat hati leon memakainya sebagai baju gantinya.
"hanya melakukan itu kenapa wajahnya sangat senang, apa yang menbuatnya senang ??
"woy....,,jangan pergi terlalu jauh..!! Aku tidak akan mengikutimu lagi..!!"teriak leon.
"baik tuan..,,aku kembali..."
Chloe sedikit mendekat kearah leon sambil berlari dari kejauhan.
"pendengarannya sangat tajam,dia bahkan bisa mendengar orang yang datang saat itu,berarti dia bisa mendengar saat aku bicara lirih ??" gumam leon.
"hei....penyihir...!!! Kenapa kau hidup sendiri di gunung ini ? Apa kau di bully.??
"di bully ?apa itu tuan.??"
"hah....,,dibully artinya kau mendapat ketidak adilan dari salah satu kenalanmu,misalnya temanmu atau bahkan warga desa lain..."
"tidak....,tidak seperti itu,,"
"lalu seperti apa.??" leon menjadi penasaran.
Leon ikut memetik beberapa bunga yang tumbuh disekitar pohon sambil mendengar cerita dari chloe.
"sebenarnya aku hidup dengan pamanku dulu,mengetahui bahwa ibuku adalah seorang penyihir dan saat itu terjadi kekacauan di desa yang membuat banyak orang meninggal membuat bibi sangat marah,terlebih lagi dalam insiden itu mereka kehilangan anaknya,
"rumor penyihir semakin banyak terdengar negatif saat tragedi itu terjadi,dan bibi mengusirku dari rumah mereka."
"bodoh..!! dimana saja drama keluarga memang membosankan..!!!"
"tidak...,mereka bukan keluarga orang tuaku,paman jean adalah teman ayahku,dia merawatku saat orang tuaku menghilang,,"
"menghilang kau bilang ?bukankah itu hanya akal akalan mereka saja tidak mau merawat anaknya.,,manusia sama saja mereka hanya bisa membuat tapi tidak mau merawatnya.!!!"
"kenapa kau berkata begitu tuan ? Orang tuaku tidak seperti itu,maka dari itu aku ingin menemuinya..,,aku yakin mereka berada di sana..,,aku akan memastikan semuanya..,,kau bersedia membantuku kan tuan..."
"ya...sesuai upah,aku akan melakukannya jika upahnya besar..!!!"
"baiklah...,,aku akan membayarmu dengan harga yang pantas saat aku bisa bertemu kembali dengan mereka."
Chloe merangkai bunga saat bercerita dengan leon dan memakai rangkaian bunga itu dikepalanya,dengan sentuhan sihir chloe mampu merubah pakaiannya sesuai yang dia pikirkan.
"ayo tuan....,,aku akan menunjukan sesuatu yang indah untukmu...."
Chloe mengulurkan tangannya pada leon yang masih berjongkok,dengan wajah yang tersenyum membuat chloe semakin terlihat seperti seorang peri dengan pakaiannya,leon menjadi terpaku melihat semua itu.
"kemana....!!!"
"ayo ikut saja denganku....!!!
leon sedikit ragu untuk meraih tangan chloe,namun pandangannya tidak terlepas pada wajah cantik itu saat tersenyum,leon akhirnya meraih tangan kecil itu dan berlari mengikuti chloe yang menggandeng tangannya.
Hamburan bunga yang tertiup angin serasa menyelimuti tubuh leon,wangi yang semerbak menenangkan hatinya,pemandangan didepan mata seakan membawa leon terbang ke langit saat lambaian rambut chloe menyentuh wajahnya.
leon menjadi bingung dengan apa yang terjadi padanya,seperti sebuah hayalan namun terasa nyata,leon sesekali mengusap jarinya pada tangan chloe,dan sesekali chloe menoleh sambil melempar senyum lada leon.
"ini nyata..,,aku seperti sedang diculik oleh bidadari...,,kemana dia akan membawaku berlari ??" gumam leon.
"sampai...."
"bug...."
Chloe yang berhenti secara tiba-tiba membuat leon menjadi hilang fokus saat sedang melamun dan menabrak chloe yang berdiri didepannya.
"ma...maf...."kata leon spontan.
"tidak masalah...tuan leon."
kata yang tidak pernah leon ucapkan tiba-tiba terdengar oleh telinganya sendiri.
"sial...!! Dimana ini penyihir.!!!"
Leon merubah sikapnya setelah merasa disihir oleh chloe,
"kenapa tuan leon,apa kau tidak menyukainya.?? Ini danau warna,saat kau menaburkan serbuk bunga di atas danau itu,nanti danaunya akan berubah warna sesuai warna bunga yang kau taburkan."jelas chloe dengan lembut.
"bohong..!! Keindahan macam apa yang terdengar sangat mustahil,kau pasti memakai sihirmu kan.??"
"benar tuan.,,untuk mencapai kesini kita bisa berjalan setengah hari,dengan berlari kita hanya memakan waktu sedikit bukan.?"
"mustahil..!! Semua yang aku lihat itu pelan,bagaimana kita bisa berlari sejauh itu.??"
Chloe tersenyum saat wajah leon terasa lugu saat kebingungan.
"kenapa...!! Apa kau menertawaiku.??"
"tidak tuan, benar aku memakai sihirku,jadi apa yang kau lihat memang nyata,tapi kau merasakan sensasi yang berbeda,antara kenyataan dan ilusi,sebenarnya kita berlari sangat cepat,tapi kau merasakan kebalikannya,seperti itu tuan...."
"berisik..!! Kau membuatku semakin bingung !!!
"pfftt....,,"
Chloe menahan tawa saat leon tidak mampu berpikir dan wajah yang menyeramkan itu terlihat konyol meskipun kata-katanya masih saja sedikit kasar.
"apa yang akan kita lakukan disini.??"
Chloe berjalan sedikit mendekat ke danau dan meraih air itu dengan tangannya.
"sebenarnya tempat ini adalah tempat favoritku tuan,aku sering berlatih disini, terkadang aku merasa penuh energi saat menyentuh air ini,"
"omong kosong apa lagi yang penyihir itu katakan..,,"gumam leon.
Leon merasa bosan dan dengan iseng menyebarkan bunga yang ada di rambut chloe kedalam danau,
"apa yang anda laku..-
"bur.....,
Leon menunggu bunga itu jatuh ke air dan tidak terjadi apapun.
"sialan kau membohongiku ya.!!!"
"tidak tuan, aku juga tidak tau..."
Chloe menjadi bingung saat danau itu tidak berubah warna saat leon menabur serbuk bunga ke danau.
Chloe mencobanya untuk memastikannya.
"bur...."
Danau berubah warna menjadi warna jingga sesuai bunga yang ditabur oleh chloe.
"ah...dasar penyihir,itu semua akal akalanmu saja kan.??aku benar-benar tertipu olehmu...!!!"
Chloe berdiri tertegun melihat perubahan yang terjadi pada danau itu,chloe memikirkan bagaimana leon tidak bisa melakukannya,
"tidak...,,aku tidak menggunakan sihir sedikitpun,kenapa danau ini tidak bereaksi pada tuan leon ?? Apa karena dia bukan penyihir ? Sekalipun aku tidak menggunakan sihir,kenapa danaunya bereaksi padaku ??"
misteri pada diri chloe semakin menarik,chloe merasa bingung sendiri dengan dirinya.
Untuk waktu yang lama chloe melatih sihirnya disekitar danau itu,sedangkan leon dengan bosan tiduran diatas batu sambil melihat chloe menggunakan berbagai sihir yang telah dia latih selama ini.