Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.
Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.
Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.
Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.
Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.
Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RPD: Chapter 13
Zhou Xuan terdiam sembari menatap kakek tua dihadapannya dengan tatapan yang menilai.
Dia tak pernah menyangka! Bahwa sahabat ayahnya itu, jauh lebih tua dibandingkan ayahnya. Itu jelas. Zhou Tianxuan masih berusia empat puluh tahunan, terpaut tiga puluh tahun usia lebih muda dari sahabatnya, Fang San.
"Mu'er! Dong'er! Pergilah, berlatih bersama Xiao Ling'er. Kalian harus benar-benar mempersiapkan diri kalian masing-masing untuk memasuki Alam Rahasia Naga Kuno. Dengan tingkatan ranah kalian saat ini, kalian benar-benar akan menjadi yang terlemah, dan di antara murid-murid Sekte Embun Pagi lainnya, kalian bertiga adalah murid terbaik yang akan mewakili sekte kita ini." ujar Kakek Fang San 'Pemimpin Sekte Embun Pagi'.
"Maaf, guru! Seharusnya, Sekte Embun Pagi bisa mengirimkan empat murid ke Alam Rahasia Naga Kuno itu." kata Shen Mu, berbicara dengan kedua tangannya yang bertumpuk di depan. Begitulah cara mereka menunjukan salam hormatnya kepada guru mereka, kepada senior, dan salam hormat sebagai sesama kultivator.
Pria tua itu terdiam sembari memandang Shen Mu dengan kedua matanya yang sayu. Lalu, ia pun berbicara, "Empat orang? Maksudmu... Xu Hei itu? Dia hanya berada di tingkatan Ranah pertama tahap Penyulingan Qi. Memasuki Alam Rahasia itu, sama saja tindakan bunuh diri!" kata Fang San.
"Tidak, Guru! Yang aku maksud bukanlah Xu Hei, melainkan Junior Zhou!" sahut Shen Mu.
Kakek tua Fang San pun memalingkan pandangannya, mengarah kepada Zhou Xuan.
"Dia ...?!" kata Fang San.
"Benar, Guru! Junior Zhou telah mencapai Ranah Lima Elemen. Jika dia benar-benar bergabung dengan Sekte Embun Pagi kita ini, maka peluang yang akan kita miliki di Alam Rahasia cukup besar. Kita juga tidak perlu cemas lagi ketika berhadapan dengan Sekte Penakluk Naga, bahkan jika bertemu dengan musuh-musuh lainnya, kita juga mempunyai fondasi yang lumayan kuat." jelas Shen Mu.
Fang San mengingat isi gulungan pesan yang diterimanya. Yang di mana itu adalah pesan yang di tulis langsung oleh Zhou Tianxuan. Di dalam pesan itu, Zhou Tianxuan menitipkan anaknya yang bernama Zhou Xuan kepada Fang San.
Zhou Tianxuan juga mengungkap kan bahwa Zhou Xuan terlahir dengan keadaan yang cacat dengan Akar Spiritual yang rusak. Namun sekarang, dia mendengar salah satu muridnya yang mengatakan bahwa Zhou Xuan telah berada di Ranah Lima Elemen.
Itu benar-benar membuat Fang San terkejut, tetapi ia juga tidak sepenuhnya percaya. Karena selama ini, selama masa perjalanannya bersama Zhou Tianxuan. Sahabatnya itu tidak pernah berbicara omong kosong apalagi berbohong kepadanya dalam hal sekecil apapun.
Sebagai Kultivator Six Direction Tahap Awal. Fang San pun memejamkan matanya, menggunakan kekuatannya untuk mengukur kekuatan yang dimiliki Zhou Xuan.
Ketika kesadaran ilahi milik Fang San menyelam ke dalam alam kesadaran Zhou Xuan. Dia benar-benar terkejut. Anak muda itu benar-benar berada di Ranah Lima Elemen. Namun, kesadaran ilahi nya tiba-tiba dihempaskan keluar, seolah-olah ada sesuatu yang melarangnya untuk mengintip alam kesadaran Zhou Xuan.
"Wha...!!" Fang San pun memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, setelah menerima serangan yang begitu kuat yang langsung menyerang kesadaran ilahi miliknya.
"Gu— guru... ada apa?" Chen Dong terkejut. Ini pertama kalinya dia melihat gurunya memuntahkan darah. Selama berkuasa di Desa Embun Pagi, membangun Sekte Embun Pagi yang telah berdiri selama sepuluh tahun terakhir, ini adalah pertama kalinya Fang San mengalami luka dalam.
'Dasar bajingan Tianxuan! Bisa-bisanya dia membohongiku dengan mengatakan bahwa anak ini terlahir sebagai manusia yang cacat. Hmm... buah memang tidak akan jatuh jauh dari tangkainya. Ayahnya adalah orang terkuat di Timur, anaknya yang masih berusia tujuh belas sampai delapan belas tahunan, bahkan sudah memiliki kekuatan seperti ini. Benar-benar keluarga monster!' gumam Fang San, di dalam hatinya.
"Mu'er! Dong'er! Kalian, pergilah. Biarkan Junior kalian ini bersamaku." kata Fang San, memerintahkan Chen Dong dan juga Shen Mu untuk segera pergi berlatih.
Chen Dong bersama Shen Mu pun menganggukkan kepala mereka. Namun, ketika Chen Dong bersama Shen Mu hendak pergi, Fang San tiba-tiba kembali berbicara, "Oh, ya! Ke depannya, jangan panggil junior kalian dengan Marga Zhou. Sebaiknya... gunakan saja marga Chen, Chen Xuan. Mulai saat ini, namamu adalah Chen Xuan!" kata Fang San.
"Kenapa, Tetua Fang? Kenapa aku harus mengganti nama margaku?" tanya Zhou Xuan, heran.
"Ya, benar. Kenapa junior Zhou harus mengganti nama marganya? Dan... kenapa harus menggunakan marga Chen?" tanya Chen Dong. Nada bicaranya sedikit kesal karena Fang San yang tiba-tiba menggunakan nama marga Chen untuk Zhou Xuan.
Fang San pun menghela nafas panjangnya.
"Orang-orang bermarga Zhou adalah orang-orang kuat dari Timur Kekaisaran Api Agung. Dominasi mereka di dunia kultivasi sangatlah besar. Bahkan, Istana Awan Es dan Istana Kekaisaran Bintang Biru sekali pun, tidak berani menyinggung Keluarga Zhou secara langsung. Menyinggung mereka, sama saja dengan menyinggung Istana Kekaisaran Api Agung. Terlebih lagi, garis darah keturunan Klan Zhou adalah garis darah keturunan Klan Kuno. Saat ini, Zhou Xuan masih terlalu lemah, bahkan Sekte Embun Pagi kita ini hanyalah sekte kecil di Kekaisaran Bintang Biru. Kita tidak akan bisa melindungi Zhou Xuan, jika ada orang yang ingin merebut garis darah keturunan Klan Zhou yang istimewa. Ini demi kebaikan junior kalian dan... Klan Chen sudah menghilang dari seluruh daratan Benua Tian Yuan. Bukankah... kau selalu berambisi untuk kembali membangkitkan Klan Chen?" jelas Fang San. Di akhir, dia bertanya kepada Chen Dong.
"Aku mengerti, Guru." sahut Shen Mu.
"Baiklah, Guru. Aku mengerti." kata Chen Dong. Lalu, ia pun memalingkan pandangannya kepada Zhou Xuan, lalu berkata: "Mulai saat ini, namamu adalah Chen Xuan. Kamu bisa memanggilku dengan sebutan Senior Chen, atau kakak sepupu sebagai dua orang terakhir yang berasal dari Klan Chen." kata Chen Dong, lagi.
Zhou Xuan pun menganggukkan kepalanya. Tidak ada sedikitpun penolakan. Dia tahu bahwa ini mungkin hal terbaik baik dirinya yang masih sangat lemah. Terlebih lagi, Klan Zhou dari timur Kekaisaran Api Agung, telah membuangnya.
Saat itu, Shen Mu dan juga Chen Dong pun pergi untuk berlatih bersama junior mereka yang disebut-sebut Xiao Ling'er. Dan Zhou Xuan, mengikuti Fang San dari belakang, menuju kediaman Pemimpin Sekte Embun Pagi.
Sejak saat itu, nama Zhou Xuan telah benar-benar ia tinggalkan. Kini, dengan identitas nya yang baru sebagai Chen Xuan, memulai perjalanannya di dunia Kultivasi yang kejam ini.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏