NovelToon NovelToon
Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Anime Danmachi Sebagai Seorang Penulis

Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Anime Danmachi Sebagai Seorang Penulis

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: the anonym

Dulu aku adalah pria biasa di Bumi, tapi suatu hari aku tewas tersambar petir dan terbangun di dunia lain. Namun, aku tidak memiliki sistem atau kemampuan curang; aku hanyalah manusia biasa. Lalu, aku memutuskan untuk menulis novel yang terinspirasi dari game Honkai Star Rail, dimulai dari High Cloud Quintet
dan saya juga setelah selesai dari dunia anime danmachi saya memutuskan untuk menambahkan alur nya ke berbagai dunia mulai dari anime hingga game
(Pernyataan penolakan: Saya bukan pemilik anime Danmachi; pencipta Danmachi adalah Fujino Omori, dan saya juga bukan pemilik Honkai Star Rail) Ini hanyalah cerita fanfiction yang saya buat
dan saya membuat fanfiction ini dengan bantuan AI, jadi jika Anda tidak ingin membaca cerita ini, itu tidak masalah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the anonym, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Mawar Perak dan Tatapan dari Menara Babel

Udara malam di gang sempit itu terasa membeku. Cermin kecil di tanah itu tidak memantulkan bayangan langit berbintang Orario, melainkan sepasang mata berwarna perak keunguan yang menembus langsung ke relung jiwaku.

​Tatapan Freya. Sang Dewi Kecantikan.

​Tubuhku kaku, lumpuh oleh pesona magis yang memancar hanya dari sebuah cermin. Namun, tatapan itu tidak membawa niat membunuh. Ada sesuatu yang lain di sana—rasa lapar yang elegan, sebuah obsesi terhadap keindahan dari tragedi yang baru saja kutulis.

​Cermin itu retak dengan sendirinya sedetik kemudian, memutus kontak mata kami dan melepaskanku dari cengkeraman sihirnya. Aku terengah-engah, memegangi dadaku yang bergemuruh hebat. Tanganku dengan cepat menyambar mawar perak dan pecahan cermin tersebut, lalu berlari sekencang mungkin kembali ke kamarku, memastikan tidak ada anggota Familia Freya—entah itu Allen Fromel si Vana Freya atau para Bringar—yang mengintaiku dari kegelapan.

​Sesampainya di kamar, aku mengunci pintu rapat-rapat, bersandar pada kayu dingin itu, dan merosot ke lantai.

​Di kehidupan masa laluku, ada sebuah pepatah Jawa kuno yang selalu kupegang erat saat menghadapi masa sulit: ana awan ana pangan. Selama ada siang, selama matahari masih bersinar, maka akan selalu ada rezeki dan jalan untuk bertahan hidup. Prinsip itulah yang membuatku tetap waras di kota labirin yang gila ini. Tapi sekarang, aku berurusan dengan Dewi yang mengatur siang dan malam para petualang terkuat di Orario.

​Aku berjalan ke meja kerjaku, meletakkan mawar perak itu di bawah cahaya lampu batu sihir. Mengapa Freya? Mengapa dia repot-repot mencari titik jatuh rahasia dari seorang penulis anonim?

​Jawabannya menghantamku bagai palu godam. Jiwa.

​Freya tertarik pada warna jiwa yang bersinar terang dalam keputusasaan, keberanian, dan tragedi. Dalam novel "The Xianzhou Alliance", aku tidak hanya mendeskripsikan pertarungan pedang. Aku mendeskripsikan kehancuran jiwa. Pengorbanan Baiheng, dosa keabadian Dan Feng yang menentang para Dewa, dan beban dosa yang ditanggung oleh mereka yang tersisa. Aku telah melukiskan sebuah tragedi yang begitu hidup, hingga Sang Dewi Kecantikan mengira jiwa-jiwa pahlawan itu benar-benar nyata dan bersembunyi di suatu tempat.

​Aku harus mengklarifikasi ini sebelum Freya membongkar seluruh Orario untuk mencari "Dan Feng" atau "Jingliu" yang sebenarnya tidak pernah ada. Aku bisa menggunakan ketertarikannya sebagai perisaiku melawan Hermes.

​Malam itu, aku mencelupkan penaku lebih dalam ke tinta hitam. Aku menulis kelanjutan dari tragedi Kuintet Awan Tinggi. Kali ini, aku menceritakan nasib sang Kapten, Jingliu.

​Di duniaku yang dulu, Jingliu terkena Mara-struck, kutukan umur panjang yang membuatnya gila. Di Orario, aku mengadaptasinya menjadi 'Kutukan Dungeon'.

​"Darah naga chimera yang memercik ke wajah Jingliu saat ia menebas monster yang dulunya adalah Baiheng, tidaklah menguap. Darah itu membawa kutukan murni dari Pohon Keabadian. Kutukan itu merayap masuk ke dalam Falna-nya, menggerogoti kewarasannya dari dalam."

​"Sang Transcendent Blade tidak kehilangan kekuatannya, ia kehilangan dirinya sendiri. Untuk mencegah dirinya membantai penduduk kota yang tak bersalah saat kegilaan itu mengambil alih, Jingliu menutup matanya dengan kain hitam pekat. Ia meninggalkan gelar kaptennya, meninggalkan Dewa Lan, dan berjalan sendirian ke dalam kegelapan Dungeon, menjadi entitas yang lebih menakutkan dari monster mana pun: seorang pahlawan tanpa arah yang dihantui oleh bayangan masa lalu."

​Tulisan itu mengalir deras, dipenuhi oleh emosi yang pekat. Aku menyatukan naskah khusus ini ke dalam sebuah map kulit premium. Di halaman paling depan, aku tidak menuliskan sapaan untuk para patron berlanggananku. Aku menuliskan satu kalimat yang ditujukan langsung pada mawar perak.

​"Kepada Sang Pengamat dari Menara. Ini hanyalah tinta di atas perkamen, bukan jiwa yang bernapas. Lindungi pencerita ini dari burung hantu yang mengganggu, maka Sang Pengamat akan selalu menjadi yang pertama melihat tragedi ini terukir."

​Keesokan malamnya, aku kembali ke titik jatuh rahasia. Aku tidak menemukan siapa pun, tapi aku meninggalkan map kulit tersebut beserta mawar peraknya di atas tumpukan peti mati yang sudah tak terpakai di Jalan Daedalus.

​Beberapa hari berlalu dengan ketegangan yang mencekik. Namun, sesuatu yang aneh terjadi di Orario.

​Patroli Familia Hermes di sekitar percetakan Tuan Danton tiba-tiba ditarik mundur tanpa alasan yang jelas. Asfi Al Andromeda tidak lagi terlihat menyisir distrik perbelanjaan. Desas-desus di bar bawah tanah The Rusty Coin menyebutkan bahwa Familia Freya memberikan "peringatan halus" kepada Familia Hermes untuk tidak mengganggu jalur perdagangan tertentu di area kumuh.

​Aku menghela napas panjang saat mendengar kabar itu dari sang bartender bermata satu. Uang langganan dari para patron gelapku terus mengalir deras, jauh lebih banyak dari sebelumnya.

​Di puncak Menara Babel, Freya telah menerima tawaranku. Ia melindungiku dari Hermes. Bukan karena ia peduli padaku sebagai manusia biasa, melainkan karena ia tidak ingin mainan barunya disentuh oleh orang lain. Ia telah menjadi "Patron" terbesarku, VIP eksklusif dari "The Xianzhou Alliance".

​Namun, bermain api dengan Dewa adalah hal yang berbahaya. Aku tahu Freya tidak akan selamanya puas hanya dengan membaca kertas. Suatu hari nanti, dia akan menuntut untuk melihat wajah di balik pena ini. Dan sebelum hari itu tiba, aku harus merencanakan langkah selanjutnya bagi kelangsungan hidupku, sekaligus kelanjutan nasib anggota Kuintet Awan Tinggi yang tersisa: Yingxing dan Jing Yuan.

1
l.."..l
aku suka novel ini, makin lama ceritanya menarik
Ero-Sensei
oke ini semakin menarik
Ero-Sensei
buseng dah repot amat MC skizo padahal tinggal bilang cuma fiksi dan ngapain juga perlu ngumpet.
Ero-Sensei
repot amat, tinggal bilang aja ini cuma karya fiksi. lagian kisah argonot aja cuma karya fiksi khayalannya argonot yang pengen jadi pahlawan. aslinya mah bocah cupu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!