Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Siapa yang memberikan
" Boleh ya Om " Kata Lala duduk lebih dekat menghadap Alex .
" Lepas heels nya" kata Alex yang diangguki Lala dan menaikkan kedua kakinya keatas paha Alex .
" Duh, duhhh, nyeri Om " kata Lala kesakitan hingga Alex membantu mengangkat kakinya bahkan kembali memijit kaki Lala yang sudah berada di atas pahanya .
Alex menutup kaki Lala dengan jas nya dan melanjutkan kembali pekerjaan nya .
" Hwaaaa, lama-lama aku minta nih Om " batin Lala yang bermain di iPad itu curi-curi pandang menatap Alex yang sibuk bekerja .
" Pesona khas nya keluar banget kalau lagi fokus dan sibuk bekerja begitu " batin Lala yang benar mabuk dengan pesona Alex .
" Aaaaaa terimakasih Papi, benar-benar tau selera anaknya " diam-diam Lala menemukan satu persatu alasan kenapa Papi menikahkan nya dengan Alex .
2 Jam berlalu tiba-tiba Alex mengambil iPad yang Lala pegang " Om kok diambil , baru juga mau menang " rengek Lala mencoba mengambil kembali .
" Sudah dua jam lebih kamu main jadi istirahat dulu, nanti mata sakit " ucap Alex melihat Lala yang tidak ada lelahnya ketika bermain .
" Om juga sudah 2 jam lebih lihat laptop , berhentilah kalau begitu nanti mata sakit " kata Lala membalikkan ucapan Alex .
" Aku bekerja bukan main " jawab Alex kembali mengetik di laptopnya.
" Ya tapi,"
" Jangan membantah " kata Alex dengan tegas .
" Ihhhhh, Om mah nggak asik " cemberut Lala memangku kedua tangannya.
" Balikin iPad nya Om" rengek Lala yang keasikan main game itu .
" Tidak " tegas Alex .
" Kalau gitu aku ganggu Om " kata Lala yang masih ingin main lagi .
" Coba saja" cuek Alex .
Tok
Tok
Lala ikutan menoleh ketika seseorang mengetuk pintu dan begitu di suruh masuk ternyata yang masuk 7 orang .
" Ihhhhhh, apaan sih Om Alex , masa mau rapat sama mereka disini " batin Lala menatap kakinya yang masih diatas paha Alex sehingga tidak mungkin pergi walaupun Lala merasa sungkan .
Lala mendadak gugup melihat ketujuh direktur itu !.
" Sudah bawa laporan yang saya minta?" pertanyaan Alex yang diangguki mereka.
" Masuk Rey" ucap Alex ketika seseorang juga mengetuk pintu .
Mata Lala melotot melihat beberapa bodyguard yang datang mengantarkan kursi pertanda benar Alex akan mengadakan rapat di ruangan nya .
" Om, Lala pulang aja ya" bisik Lala dengan suara kecil lebih mendekat pada Alex .
" Nanti saja bersama kan kakinya masih sakit " jawab Alex .
" Silahkan duduk kita mulai " kata Alex dengan profesional sekalipun Lala terus mepet-mepet minta pulang .
" pulang " suara kecil Lala memegang tangan Alex merasa sungkan dan malu saja berada ditengah mereka .
di tatapan mereka semua membuat Lala menjadi kaku dan salah tingkah .
Alex mengembalikan iPad Lala agar dia ada kegiatan, jika tidak begitu dia akan terus gugup dan mengganggu Alex .
" Shhht, jangan bersuara " ucap Alex yang diangguki Lala .
.............
Malam harinya.
Lala naik keatas ranjang setelah memakai piyama dan duduk disebelah Alex yang sedang rebahan santai .
" Ihhhhh, Bubub nya jangan di himpit Om nanti dia sakit " komplen Lala mengambil bonekanya dengan cepat dibawah lengan Alex .
" Sakit?" Alex tertawa sambil geleng kepala mengambil bantal guling untuk menopang kepalanya agar lebih tinggi lagi .
" Ya waras , boneka begitu sakit terhimpit " ledek Alex menatap Lala yang duduk memeluk bonekanya.
" Mmmm, Lala sayang Bubub nggak boleh ada yang himpit dia " pernyataan tegas Lala .
" Kecuali kamu?" pertanyaan Alex mengangkat sebelah alisnya.
" Kenapa Om bilang gitu?" pertanyaan Lala , perasaan dia tidak pernah menghimpit bonekanya dengan sengaja .
" Ya karena setiap malam kamu tidak hanya menghimpit tapi sudah menjadikan nya kasur " ucap Alex yang memang melihat itu setiap malam .
" Ihhhh, mana ada , cerita akal-akalan Om " tak percaya Lala menunduk malu , bingung antara harus percaya atau tidak.
" Apa wajahku terlihat bercanda?" pertanyaan Alex dengan wajah serius .
" Aaaaa, maafin Lala ya Bub " kata Lala malah minta maaf pada boneka yang dipeluknya sampai Alex shock mendengarnya.
" Lala janji nggak himpit Bubub lagi, tidur disamping Lala aja ya kalau gitu " kata Lala berbaring lebih ketengah dan meletakkan boneka disisi kiri nya bahkan diselimuti.
" Hehhhh, jangan melewati batas " komplen Alex yang berbaring di sisi kanan langsung meletakkan bantal guling sebagai pembatas antara mereka.
Lala mengambil bantal guling itu dan melemparkannya kebawah ranjang " Kenapa kamu membuangnya?" pertanyaan Alex.
" Bikin sempit " kata Lala .
" Tapi,"
" Lala mau bobok , diem " kata Lala berbaring telentang dan menarik selimut sampai keleher .
Hanya berselang beberapa saat Lala benar-benar sudah tertidur pulas dan itu dapat terdengar dari deruan nafasnya .
" Secepat itu dia tidur " Alex merapikan bantalnya dan juga ikut berbaring tepat di samping Lala .
" Mmmmmm," Alex terkejut ketika Lala yang sudah tertidur pulas itu menghadap dan memeluk sebelah tangan nya .
" Lala" Alex mencoba melepaskan pelukan Lala di tangan nya .
" Ini boneka kamu " ucap Alex menjangkau boneka Lala dan memberikan hingga Lala langsung tidur tenang begitu memeluk boneka nya kembali .
" Apa yang membuat Lala begitu sayang dan nyaman dengan boneka ini?" pertanyaan Alex yang jadi kepikiran orang yang memberikan boneka ini hingga begitu berarti dalam hidup Lala.
Tengah malam .
Drettt
Drettt
Lala meraba ponselnya yang terus bergetar " Kenapa?" tanya Lala menjawab telfon dengan mata mengantuk belum lagi kondisi kamar yang begitu gelap.
" Selamat malam Lala " sapa seseorang diseberang sana dengan hangatnya.
" Ini udah tengah malam ngapain nelfon-nelfon ?" pertanyaan Lala melihat foto profil orang yang menelfon nya .
" Aku kangen " pernyataan nya .
" Dihhhh, wuekkkk" geli Lala mendengarnya.
" Lala apa kamu sudah menerima hadiah dariku?" pertanyaannya.
" Belum, hadiah apa?" pertanyaan Lala yang jadi tidak mengantuk .
"Sebenar aku kirimkan fotonya , mungkin akan sampai besok"
Mereka mengobrol cukup lama sampai perlahan Alex yang memang belum tidur itu geram mendengarnya.
Keesokan paginya.
" Selamat pagi Om " sapa Lala dengan senyum ceria nya menghampiri Alex yang duduk dimeja makan menikmati segelas kopi.
" Ihhhh, Om kok diam aja " kata Lala menatap wajah Alex yang datar sekali .
" Ehhhh ada Asisten Rey juga, selamat pagi " sapa Lala melambaikan tangan nya pada Rey yang berdiri tak jauh dari mereka bersama beberapa bodyguard dan pelayan .
" Pagi, nyonya kecil " senyum lebar Rey menatap gadis manis yang sudah membuat Alex bad mood sepagi ini , entah apa yang dia lakukan semalam .
" Kita berangkat" kata Alex pada Rey bahkan tidak menatap Lala .
" Sarapan dulu Om " kata Lala memegang tangan Alex yang sudah berdiri .
Alex tidak bicara sepatah katapun menepis tangan Lala dan melangkah pergi " Om, kenapa kok gitu sih " kata Lala berlari mengejar Alex yang berjalan cepat sekali diiringi Asisten dan bodyguard nya keluar rumah .
" Om kenapa?" pertanyaan Lala berdiri di hadapan Alex agar berhenti berjalan .
Alex menatap seorang pelayan yang masuk membawa kotak berukuran sedang " sopir dari rumah orang tua nyonya datang mengantarkan paket " ucap pelayan itu dengan sopan .
" Wahhh, paketnya sudah datang " senang Lala melepaskan tangan nya yang memegang tangan Alex akan mengambil paket itu .
" Apa itu ?" ketus Alex malah memegang tangan Lala
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄