**Sinopsis:**
Di dunia nyata, Arka mati tragis karena dikhianati. Bukannya ke akhirat, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh Tian, murid buangan Sekte Awan Hijau yang sedang sekarat karena disiksa dan difitnah.
Di dunia baru yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Tepat saat Tian pasrah akan mati untuk kedua kalinya, sebuah layar holografis muncul di kepalanya dengan bunyi: *[Ding! Sistem Cheat Code Jagat Raya Aktif!]*
Di saat orang lain butuh puluhan tahun untuk bertapa, Tian cukup melihat notifikasi sistem untuk naik level secara instan, kebal dari serangan, dan menduplikasi jurus dewa. Berbekal kode curang ini, Tian bangkit dari pecundang menjadi penguasa tunggal jagat raya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ujang Bonang@_@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
**Bab 16: Berburu Sang Pemburu**
**Bab 16: Berburu Sang Pemburu**
Kabut tebal di dalam Hutan Binatang Buas Utama terasa sangat dingin dan beraroma lembap. Suara teriakan para murid luar yang sedang bertarung melawan monster terdengar bersahut-sahutan dari berbagai penjuru hutan. Namun, semakin dalam seseorang melangkah, suasana justru terasa semakin sunyi dan mencekam.
*Sret. Sret.*
Feng Tian berjalan dengan santai di atas tumpukan daun kering, kedua tangannya terbenam di dalam saku jubah abu-abunya. Langkah kakinya lambat, seolah-olah dia sedang menikmati jalan-jalan pagi di taman, bukan sedang berada di tengah ujian hidup dan mati yang dipenuhi ribuan pembunuh.
Di dalam kesadarannya, layar sistem terus berkedip, memetakan setiap pergerakan makhluk hidup di sekelilingnya dengan akurasi seratus persen.
"Sistem, berapa banyak ekor babi klan Zhao yang saat ini sedang mengikutiku?" tanya Feng Tian dalam hati.
**[Ding! Memindai area sekitar dalam radius 300 meter...]**
**[Mendeteksi 12 target manusia agresif yang bergerak membentuk formasi pengepungan. Target utama: Zhao Ma (Pengumpulan Qi Tingkat 7 Akhir). Sisa target berada di Tingkat 5 dan 6.]**
Feng Tian menyunggingkan senyum tipis yang sangat dingin. "Dua belas orang... tampaknya Tetua Guntur benar-benar menggerakkan seluruh pion klan Zhao di jajaran murid luar untuk memastikanku tidak keluar dari hutan ini hidup-hidup."
Tiba-tiba, dari balik lebatnya pepohonan kuno di sekelilingnya, dua belas sosok murid luar melompat keluar secara serentak. Mereka langsung menghunus senjata masing-masing, mengunci setiap rute pelarian Feng Tian dengan formasi lingkaran yang rapat.
Di barisan paling depan, Zhao Ma melangkah maju dengan wajah bopengnya yang dipenuhi oleh seringai kemenangan yang sangat kejam.
"Hahaha! Feng Tian, kamu benar-benar bodoh atau terlalu percaya diri?!" Zhao Ma tertawa terbahak-bahak, menatap Feng Tian seperti melihat mangsa yang sudah masuk perangkap. "Kamu sengaja berjalan ke bagian hutan yang paling dalam dan terisolasi ini sendirian? Kamu baru saja mempermudah tugas kami untuk melenyapkanmu tanpa ada saksi mata!"
Feng Tian menghentikan langkahnya. Dia menatap dua belas orang di sekelilingnya satu per satu dengan pandangan malas yang sama sekali tidak memancarkan rasa panik sedikit pun.
"Aku sengaja berjalan ke sini bukan karena aku bodoh, Senior Zhao Ma," Feng Tian berkata dengan nada santai, memiringkan kepalanya sedikit. "Aku hanya tidak ingin ada murid lain yang mengganggu jalannya panen raya poin pengalamanku hari ini."
"Panen raya? Sampai mati pun kamu masih berani membual!" Wajah bopeng Zhao Ma berkedut karena marah. Dia menghentakkan kakinya ke tanah, memancarkan aura *Qi* elemen tanah berwarna cokelat pekat dari tubuhnya. "Dua belas orang di sini semuanya berada di Tingkat 5 ke atas! Tanpa jimat sihir tingkat tinggi yang kamu pakai kemarin, kamu yang hanya berada di Tingkat 6 hanyalah seekor kelinci yang siap kami cincang!"
"Bunuh dia! Patahkan anggota tubuhnya terlebih dahulu!" Teriak Zhao Ma memberi perintah.
"Serang!!!"
Dua murid luar Tingkat 6 yang memegang tombak panjang langsung bergerak terlebih dahulu. Mereka menerjang dari sisi kiri dan kanan Feng Tian, mengarahkan mata tombak yang dilapisi energi tajam langsung ke arah kedua bahu Feng Tian.
Menghadapi terkaman dua tombak berkecepatan tinggi tersebut, Feng Tian bahkan tidak menyentuh gagang *Pedang Meteorit Hitam* di punggungnya.
"Terlalu lambat. Gerakan kalian penuh dengan celah fatal," bisik Feng Tian.
*Wush!*
Menggunakan *Jurus Langkah Bayangan*, tubuh Feng Tian mendadak kabur, bergeser beberapa jengkel ke belakang dengan sangat halus. Dua mata tombak tersebut melesat melintasi udara kosong, hanya beberapa sentimeter di depan dada Feng Tian.
Sebelum kedua murid itu sempat menyadari bahwa serangan mereka meleset, tangan kiri Feng Tian sudah melesat maju seperti kilat. Dia mencengkeram kedua gagang tombak tersebut secara bersamaan, lalu dengan sentuhan kekuatan fisik murni Fondasi Dasarnya, Feng Tian menarik kedua senjata itu dengan sangat kuat ke arah dalam.
*Bugh!*
Kedua murid luar itu tidak mampu menahan gaya tarik yang begitu masif. Tubuh mereka terseret maju dan saling bertubrukan dengan keras dari depan. Kepala mereka beradu hingga mengeluarkan bunyi *krak* yang renyah. Keduanya langsung memuntahkan darah dan ambruk pingsan di tanah dengan mata memutih.
Hanya dalam satu detik, dua murid Tingkat 6 langsung tumbang secara konyol!
"Apa?!" Zhao Ma membelalak horor, langkah kakinya spontan mundur satu langkah. Kekuatan fisik murni macam apa yang bisa menumbangkan dua orang dalam sekejap tanpa menggunakan energi *Qi* sedikit pun?
"Jangan panik! Gunakan serangan jarak jauh! Hancurkan dia!" Teriak Zhao Ma panik kepada sepuluh anak buahnya yang tersisa.
Sepuluh murid itu segera mengumpulkan energi mereka, melepaskan puluhan bilah angin, bola api, dan duri bumi dari kejauhan, menciptakan badai energi spiritual yang mengarah langsung ke posisi Feng Tian.
Feng Tian hanya tersenyum dingin menatap badai serangan tersebut.
"Sistem... *Cheat Code: Refleksi Serangan 200%*, aktifkan."
*Sret!*
Sebuah lingkaran perisai cermin emas transparan setinggi dua meter mendadak muncul melingkupi tubuh Feng Tian, memancarkan keagungan kuno yang menekan udara di sekitarnya.
*BOOOOOOMMMM!!!*
Seluruh bilah angin, bola api, dan duri bumi menghantam perisai cermin tersebut secara bersamaan, menciptakan ledakan cahaya yang sangat menyilaukan di tengah hutan. Zhao Ma menyeringai puas melihat serangan gabungan itu mengenai sasaran dengan telak.
Namun, seringai di wajah bopengnya membeku sepenuhnya sedetik kemudian.
Lingkaran cahaya merah menyala dari perisai itu bergetar hebat. Bukannya hancur, seluruh serangan gabungan dari sepuluh murid itu justru tersedot masuk, berlipat ganda menjadi dua kali lipat lebih besar, berubah menjadi badai energi raksasa berwarna merah darah yang melesat balik ke arah para penyerangnya sendiri!
"T-Tidak mungkin! Menghindar!!! Aaarrgghhh!"
Jeritan histeris massal bergema memecah keheningan hutan. Sepuluh murid luar klan Zhao itu tidak sempat bereaksi saat ditabrak oleh energi gabungan mereka sendiri yang telah digandakan oleh sistem menjadi setara dengan kekuatan penghancur Tingkat 9 Pengumpulan Qi!
*Duar! Duar! Duar!*
Tubuh kesepuluh murid itu terlempar deras ke berbagai arah, menghantam pohon-pohon kuno hingga tumbang sebelum akhirnya terkapar tak berdaya dengan pakaian robek dan dada terbakar. Mereka semua sekarat dalam sekali serangan balik!
**[Ding! Anda berhasil melumpuhkan 12 target agresif Klan Zhao!]**
**[Menyerap sisa energi Qi yang tersebar... Memproses hadiah...]**
**[Selamat! Anda mendapatkan 1.200 Poin Pengalaman (EXP) dan 400 Koin Sistem!]**
*Sisa EXP saat ini: 2.950 / 5,000 (Menuju Fondasi Dasar Tahap Menengah Puncak).*
Di tengah halaman hutan yang kini hancur berantakan dan dipenuhi erangan kesakitan, hanya tersisa Zhao Ma seorang diri yang masih berdiri tegak. Seluruh tubuh pemuda bermuka bopeng itu gemetar hebat seperti daun yang ditiup angin kencang. Celana bagian dalamnya basah kuyup karena ketakutan yang teramat sangat.
"Ka-kau... setan... kamu bukan Tingkat 6! Sihir macam apa ini?!" Zhao Ma berteriak histeris, pedang di tangannya jatuh terlepas ke tanah. Dia menatap Feng Tian seolah-olah sedang melihat dewa kematian yang berjalan keluar dari neraka.
Feng Tian berjalan perlahan mendekati Zhao Ma. Setiap langkah kaki sandal jepitnya seolah menginjak langsung di atas urat saraf ketakutan Zhao Ma.
"Tadi kamu bilang ingin menguliti tubuhku dan menyerahkan kepalaku kepada Tetua Guntur, kan?" Feng Tian berdiri tepat di depan Zhao Ma, menatapnya dengan sepasang mata keemasan yang tersembunyi di balik penyamarannya. "Sekarang, pemburunya sudah berubah menjadi buruan. Menurutmu, apa yang harus kulakukan pada kepalamu?"
*Gubrak!*
Zhao Ma langsung berlutut, membenturkan kepalanya ke tanah berkali-kali hingga berdarah. "Ampun, Kakak Feng Tian! Ampun! Saya hanya menjalankan perintah dari Tetua Guntur dan Tuan Muda Chen! Saya dipaksa! Tolong jangan bunuh saya!"
Feng Tian hanya menatapnya dengan pandangan dingin yang kosong. Tangan kanannya bergerak secepat kilat, mencengkeram kerah jubah Zhao Ma dan mengangkatnya ke udara.
"Jika kamu ingin hidup, jawab pertanyaanku dengan jujur," bisik Feng Tian, suaranya mengandung tekanan spiritual murni yang membuat jiwa Zhao Ma gemetar. "Di mana posisi Zhao Chen saat ini di dalam hutan ini, dan apa rencana cadangan yang mereka siapkan untukku?"
> **💬 Catatan Penulis (Author's Note):**
> **PEMBERSIHAN YANG SANGAT MEMUASKAN!** 😎🔥 Dua belas orang langsung rata tanah tanpa Feng Tian perlu mencabut pedang meteoritnya sekali pun! Sifat *Cheat Refleksi* bener-bener perusak logika dunia kultivasi! 😂
> Sekarang Zhao Ma udah kena mental total dan siap membocorkan semua rahasia serta posisi Zhao Chen di dalam hutan! Kira-kira konspirasi apa lagi yang bakal dihadapi Feng Tian selanjutnya?
>
✨ SPESIAL UCAPAN SELAMAT IDUL ADHA ✨
Berhubung sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Adha, Author pribadi ingin mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H buat seluruh pembaca setia novel ini yang merayakan! Semoga semangat berkurban selalu membawa berkah dan kekuatan spiritual buat kita semua (biar bisa se-OP Feng Tian!). Jangan lupa bakar sate ya malam ini! 🥩🔥