Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.
Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.
apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6.
Hari minggu di pagi hari. HP Bela sudah berdering ada telpon masuk. -Ayo goyang dumang, biar hati senang Pikiran pun tenang, galau jadi hilang...-
Bela yang baru keluar kamar mandi pun langsung mengangkat panggilan yang berasal dari Lula.
" halo La kenapa? Tumben amat pagi- pagi telpon gue. Mau ngajak joging? Hayu gue udah siap nampung jajanan di gor hehe." Bela langsung nyerocos aja tanpa dia tau bahwa di sebrang sana ada temannya yang sedang kritis di rumah sakit.
" hiks.. Bel. Galang Bel.. Hiks" terdengar suara tangis Lula di sebrang telpon nya, Bela yang mendengar Lula menangis pun panik apalagi dia menyebut nama teman gelut Bela. " HEH LU KENAPA LA? GALANG KENAPA?"
" hiks.. Ga-Galang kecelakaan.. hiks.. Wa-waktu balap semalem.. Huhuhuhu.. Di-dia kritis Bel.. Huhuhuhu." Lula sudah nangis tergugu, Bagas yang di sebelah nya pun langsung mengambil alih telpon nya.
" halo Bel " suara berat Bagas terdengar sedih, " lo bisa ke rumah sakit sekarang? Tolong jaga Galang sebentar. Gue sama Lula mau balik sebentar buat ganti baju. Orang tua Galang masih di luar negri, mereka lagi nyari tiket yang bisa langsung terbang hari ini ke Indonesia."
Jedeerr.. Kabar buruk di pagi hari membuat Bela sangat terkejut. Temannya Galang.. Teman gelutnya, teman yang slalu bantu dia, sekarang lagi terbaring di rumah sakit.
" i-iya gue kesana sekarang, kasih tau aja di mana ruang rawat Galang." Klik telpon terputus.
Bela langsung gedabag gedebug siap-siap untuk pergi kerumah sakit, saat keluar kamar Bela berpas-pas an dengan bunda.
" Mau kemana nak? Pagi-pagi udah rapih." Tanya heran bunda yang melihat anak gadis sematawayangnya sudah rapih tapi bunda melihat mata anaknya merah seperti menahan nangis.
" Bun.. B-bela izin pergi ke rumah sakit ya." Suara sendu Bela membuat sang Ibunda panik. " kamu kenapa? Kamu sakit? Ayo biar ayah dan bunda antar."
Bunda hampir menemui suaminya yang sedang di ruang kerjanya. Tapi sebelum itu Bela melarang nya.
" eh gausah bun, bukan aku yang sakit. Tapi temen Bela, semalam dia habis kecelakaan motor." Jelas Bela.
" innalillahi.. Ya Allah kasian sekali, ya sudah bunda bantu doa ya biar temenmu cepet sembuh. Ywdah gih pergi tapi hati-hati di jalan."
" iya bun, Bela berangkat ya. Assalammualaikum." Salam Bela.
"Wa'allaikusalam"......
Bela tiba di rumah sakit "CEPAT SEMBUH". Dan langsung kekamar inap VVIP Galang, di dalam ada Lula dan Bagas. Dengan keadaan yang berantakan, mata merah tidak tau karna kurang tidur atau karna menangis dari semalam. Di ranjang ada Galang yang tertidur dengan infus di tangan nya. Bela langsung mendekati brankar Galang.
" Ga-Galang.. Huhuhuhu, lo kenapa bisa begini sihh, lo gob*** atau beg*. Hiks.. L-lu kan tau balapan itu ga ada manfaatnya lang..Huhuhuhu." Bela nangis tersedu-sedu sambil memeluk Galang.
Lula dan Bagas saling tatap dan nahan ketawa.
" enak aja gue di katain beg*" suara berat dan serak berasal dari Galang yang sudah senyum-senyum di peluk Bela.
Bela yang sedang menangis sambil memeluk Galang pun terdiam, seperti mencerna sesuatu.
" nyaman ya badan gue? Sampai ngga di lepas pelukkanya." Suara tengil Galang terdengar lagi sampai Bela melepas pelukkanya dan melihat Galang yang sudah mesam mesem. Lalu melihat Bagas dan Lula yang sedang menutup mulut agar tidak tertawa lepas.
" kalian ngerjain gue? " suara dingin Bela membuat ketiga temannya pun langsung terdiam. " gue tanya sekali lagi, lo, lo dan lo ngerjain gue pagi-pagi begini?. Kalian ngga tau apa bahayanya becandaan kalian itu, asal kalian tau.. Gue dari rumah bawa mobil sambil pikiran gue kemana-mana. Dan kalian di sini malah ketawa ketiwi karna berhasil ngerjain gue. Kalian ga tau kah bahayanya orang panik yang lagi di jalan. Becandaan kalian ga lucu." Bela pergi ninggalin teman-teman nya terpaku atas perbuatan mereka.
" Gas.. Bela kan belom lancar nyetir mobil, kalo dia sampai begitu kayaknya kita keterlaluan deh ngerjainnya." Pelan suara Lula tapi masih bisa di dengar Bagas dan Galang.
Galang merasa sangat bersalah.. Ya dia yang merencanakan ide gila itu. Galang langsung turun dari brankar walaupun kepalanya masih sakit, badan masih lemas tapi dia paksa buat nemuin Bela dan meminta maaf.
" EH ANJIR MAU KEMANA LO." Bagas langsung nahan Galang yang hampir jatuh.
" gue mau susul Bela, ini kan ide gue" Galang sambil meringis karna badannya masih terasa sakit.
" udah lo istirahat aja, biar gue yang susul Bela." Lula langsung keluar kamar inap dan mencari Bela.
Di kantin rumah sakit, Bela duduk sambil menikmati bubur ayam dan teh tawar hangat. Kebetulan dia belom nyarap pagi.
" haha mampu* lo pada, suruh siapa ngerjain gue. Ywdah gue kerjain balik." Bela cekikikan sendiri. " lagian mana bisa gue bawa mobil sendiri, gue ke sini aja naik taksi hehe" Gumam Bela sambil lanjut menyendok bubur ayam.
----
Di rumah mewah dan megah di pagi hari para pelayan sibuk menyiapkan sarapan, di meja makan terdapat hidangan yang lezat. Ada nasi goreng, buah, sandwich dan lain-lain. Namanya juga orang khaaya menu sarapan harus lengkap walaupun nanti yang di icip cuma roti atau buah.
Papih dan mamih Arga sudah berada di meja makan dan jangan lupakan ada Bastian yang matanya masih merem tapi mulutnya ngunyah sandwich.
Arga baru turun dari kamar dan melihat Bastian yang masih ngantuk-ngantuk ayam, dengan jailnya langsung nabok pundak Bastian.
" Bangun bocah. Pagi- pagi masih ngantuk aja lo." Ucap Arga sambil terkekeh yang melihat Bastian tersedak.
" uhuk.. Uhuk.." Langsung meminum yang di sodorkan oleh mamih. " iseng banget sih bang" gerutu Bastian.
" Arga jangan mulai, kasian adik sepupumu." Tegur papih, Arga hanya nyengir aja.
" gimana kamu di sekolah? Apa sudah kelihatan busukny wanita itu?" Cetus mamih sambil mengoleskan roti untuk anak tercinta.
Arga yang dapat pertanyaan dari mamih langsung terdiam. Pasalnya setelah Arga bertemu Ratna tempo hari di kafe. Dia tidak mendapatkan chat atau telpon dari Ratna bahkan chat yang dia kirim pun dari 3 hari yang lalu belom di balas. Padahal sebelum dia menjalankan rencana ini Ratna selalu kasih kabar walaupun ujung-ujungnya minta belanja.
" kenapa diam? Benerkan apa yang mamih duga, kalo wanita itu hanya menginginkan hartamu aja." Mamih hanya tersenyum tipis.
" e-engga ko mih, Ratna masih nerima Arga apa adanya." Bela Arga.
" halah kamu ini ngelak aja, udah tinggalin aja wanita itu. Mending kamu sama anak temen mamih aja."
" loh kok curi start sih mih, padahal kan papih juga mau jodohin Arga sama anak sahabat papih."
" apa sih pih, kan mamih duluan yang bilang ke Arga."
Papih dan mamih pun mulai berdebat masalah perjodohan, padahal yang di jodohin pun belum tentu mau.
" pih mih udah stop, lagian siapa juga yang mau di jodohin. Ingat mih pih, Arga masih punya Ratna dan Arga masih mencintai nya." Tolak Arga dengan tegas.
Bastian yang sedari tadi hanya mengamati tiba-tiba nyeletuk. " Abang.. Abang. Mau aja di bodohi bu Ratna, sewaktu Abang masih di kota B.. Gue sering liat Bu Ratna jalan sama cowok. Kadang jalan sama yang tua atau yang muda, Kepala sekolah pun juga pernah jalan sama Bu Ratna."
Mendengar celetukan Bastian. Semua menjadi diam, ada yang terkejut dan ada yang puas.
" tuh kan bener apa yang mamih duga, wanita itu tuh ga bener Gara. Bukan cuma mau harta kamu aja tapi wanita itu juga selingkuh dari kamu." Mamih puas dengan saksi Bastian.
" lo jangan asal ngomong, Ratna ngga mungkin kaya gitu. Jangan-jangan lo sekongkol sama mamih kan biar lo bisa balapan motor lagi." Tuduh Gara dengan muka yang sudah merah menahan marah dan pikiran-pikiran buruk tentang Ratna.
" ck, gini kalo ngomong sama budak cinta, ngga bakal di gubris." Bastian langsung meninggalkan meja makan dan pergi ke kamar nya.
Arga hanya diam dan melanjutkan sarapannya.