Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama bagi bara,kini mereka sudah sampai divilla pukul 8 karena terjadi kemacetan.
Ia membuka pintu villa dengan pelan karena mengira gea sudah tidur,lampu ruang tengah pun sudah gelap.
"Istirahatlah lucky kita lanjutkan besok"ucap bara yang diangguki oleh lucky
Bara berjalan kearah kamarnya,membuka pintu dengan sangat pelan takut menganggu tidur gea. Namun saat sudah masuk ke kamar bara tak melihat istrinya tidur,ia melirik pintu balkon villa yang terbuka. Bara melepaskan jas nya dan hanya menyisakan kaos oblong nya saja,ia berjalan ke arah balkon dan tersenyum saat melihat keberadaan istrinya.
"Kenapa masih diluar hmm"ucap bara memeluk gea dari belakang
"Mas kamu mengagetkan ku"sahut gea yang memang terkejut dengan kehadiran bara
"Maaf,kamu memikirkan apa hingga tidak sadar dengan kehadiran saya?"tanya bara
"Aku tidak memikirkan apa-apa mas,aku hanya menikmati suasana disini sangat sejuk dan menenangkan"jawab gea
"Kamu suka disini?"tanya bara
"Sangat suka"jawab gea tersenyum
Cup!
Bara mencium pipi gea membuat wanita tersebut merona,bara sungguh gemas dibuatnya.
"Besok saya akan meminta lucky untuk membeli villa ini untuk kamu"ucap bara
Gea langsung berbalik dan menatap suaminya,bara tersenyum menatap mata bulat gea yang sungguh terlihat lucu.
"Mas jangan kamu jangan menghamburkan uang,aku memang menyukai suasana disini tapi bukan berarti kamu harus membelikan villa ini untukku"sahut gea
"Apapun akan saya lakukan untuk kebahagian kamu,saya sudah berjanji akan membahagiakan kamu"ucap bara
"Mas kenapa kamu begitu baik? Kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini? Padahal kamu tahu jika aku belum bisa membalas perasaan kamu"sahut gea
Bara tersenyum dan membawa gea untuk duduk dikursi,ia mendudukan gea diatas pangkuannya.
"Saya paham jika saat ini kamu belum memiliki perasaan kepada saya,saya juga tak masalah dengan itu semua karena memang kita menikah atas paksaan saya. Jangan pikirkan hal itu,yang perlu kamu tahu saat ini adalah saya begitu tulus mencintai kamu"ucap bara lembut
Mata mereka saling tatap,terlihat sekali binar cinta bara untuk gea. Gea tersenyum dan memeluk bara,bara terkejut namun ia juga ikut membalas pelukan istrinya.
"Aku akan berusaha untuk mencintai kamu mas,saat ini aku sudah merasa nyaman dan aman berada didekat kamu"ucap gea lirih
"Saya menunggu dimana kamu akan menyatakan perasaan mu kepada saya"sahut bara lalu membawa gea masuk
Gea memeluk erat leher bara karena takut jatuh,bara meletakkan gea dengan pelan diatas ranjangnya. Bara tak turun ia justru mengukung tubuh istrinya,gea menelan salivanya dengan susah payah saat melihat tatapan tajam bara kearahnya.
"M-mas"panggil gea pelan
"Hmm"sahut bara berdehem
"K-kamu mau ngapain?"tanya gea dengan wajah gugupnya
"Menurut kamu saya ngapain?"tanya bara balik
"M-mas kamu harus tidur cepat besok kamu akan kerja"ucap gea
"Jika saya tidur jam 2 malam pun saya masih bisa terbangun pagi"sahut bara
Gea sudah tak tahu harus mengatakan apa lagi,bara semakin mendekatkan wajahnya kepada gea. Gea spontan menutup matanya,bara tersenyum melihat wajah takut istrinya.
Cup!
Bara mengecup bibir mungil istrinya,tak hanya kecupan bara juga melumat dengan lembut bibir gea. Gea menegang mendapat perlakuan seperti itu,ia tak tahu harus melakukan apa karena ini adalah hal yang pertama bagi gea.
Bara sengaja menggigit bibir gea sedikit agar terbuka,ia langsung bermain dengan bibir gea yang sudah menjadi candu untuknya. Bara menyudahi ciumannya ia mencium kening gea lalu menjatuhkan diri kesamping. Gea membuka matanya dan melirik ke arah bara yang sedang memejamkan matanya. Napas bara memburu begitu juga dengan gea,hawa kamar pun terasa panas.
"Mas"panggil gea
"Hmm"sahut bara masih dengan posisinya tadi
"Jika kamu ingin meminta hak mu maka lakukanlah,sudah kewajiban ku sebagai istri untuk memberikan hak yang seharusnya kamu dapatkan setelah kita menikah"ucap gea
Bara langsung membuka matanya dan menatap gea yang sudah berbaring miring menghadap dirinya,bara juga berbaring miring dan kini mereka saling berhadapan.
"Jika kamu belum siap tidak usah,saya akan menunggu sampai kamu siap"sahut bara tersenyum
"Aku sudah siap mas,mungkin kita bisa memulai dari sini untuk membangun hubungan kita yang terlihat kaku"ucap gea dengan senyumnya
"Kamu yakin? Saya tak masalah jika harus menunggu sampai kamu siap"sahut bara
"Lakukanlah mas aku siap,justru jika aku tidak memberikan hak kamu aku takut kamu akan mencari wanita lain diluar sana untuk mem-
Ucapan gea terputus ketika bara mencium bibirnya,bara sudah tahu kemana arah pembicaraan gea. Ia bahkan tak pernah terpikirkan untuk mencari kesenangan dengan wanita diluar sana. Bagi bara gea adalah hidupnya dan tak akan ada yang bisa menggantikan posisi gea saat ini.
Kegiatan panas mereka pun terus berlanjut,bara mendominasi permainan malam ini,gea hanya bisa diam melenguh merasakan gelenyar aneh yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Mas"panggil gea lirih
"Saya sudah tak bisa berhenti jika kamu meminta berhenti"ucap bara yang sedang asik dengan mainan barunya
"Mas"panggil gea lagi
"Hmm"sahut bara
"Apakah ini sakit?"tanya gea pelan
Bara mengangkat kepalanya dan menatap ke arah gea,ia terkekeh melihat wajah takut istrinya.
"Saya tidak tahu,tapi saya dengar dari orang-orang itu sedikit sakit diawal namun setelah itu hanya rasa nikmat yang kamu rasakan"jawab bara sambil mengedipkan matanya
Gea menutup wajahnya malu,ia sungguh gugup sekali saat ini. Ada rasa takut namun tadi ia sendiri yang ingin meneyrahkan tubuhnya untuk bara.
"Jangan khawatir saya akan pelan-pelan"ucap bara
Gea hanya menganggukan kepalanya,ia memejamkan matanya merasa aneh dengan tubuhnya. Bara juga memulai aksinya,ia tak akan seperti pria yang haus nafsu dan bermain kasar. Bara berusaha untuk selemnbut mungkin agar tak menyakiti gea.
"Ah!" lenguh gea
"M-mas ini sakit"ucap gea meringis
"Apa sangat sakit? Kalau begitu sudahi saja saya tak tega membuat kamu sakit"sahut bara tak tega
"Tak apa,lakukanlah tapi pelan-pelan"ucap gea
Bara menganggukan kepalanya,ia kembali melanjutkan aksinya. Gea menggigit sarung bantal untuk menyalurkan rasa sakitnya,sakit yang sulit untuk ia dekskripsikan.
"Aah s-sakit"ringis gea
"Tahan sayang sedikit lagi"ucap bara
"Uh!"lenguh bara saat sudah berhasil membobol gawang milik gea
Ia tak menggerakan tubuhnya,bara menatap gea yang sedang memejamkan matanya. Bara mencium kening gea dengan tulus,ia merasa senang karena gea sudah menjaga mahkotanya untuk dirinya.
"Terima kasih sudah menjaga mahkota ini untuk saya"ucap bara lirih
Klap!
Pulang-pulang yaaw jangan ganggu hihi