Namanya Alesha Khalila seorang office girls di sebuah perusahaan besar yang berada di Ibukota. Dia mempunyai cowok yang bernama Dani Pratama . Alesha berpacaran sama Dani sudah lama sekali tapi setiap Alesha meminta untuk meresmikan hubungan mereka Dani selalu menghindar dan mempunyai seribu alasan untuk menolak.
Suatu hari Alesha sengaja pergi ke Bandung untuk memberikan surprise untuk sang pacar tapi sampainya di Apartemennya sang cowok. Alesha terkejut ketika membuka pintu Apartemennya, Alesha mendapatkan Surprise yang sangat menyakitkan dari sang Cowok...
Apakah Surprise yang didapatkan Alesha dari sang Cowok..
Ikuti kelanjutannya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
SELAMAT MEMBACA !!!
Di tempat makan terjadi keheningan setelah Alesha bertanya kepada Tuan Kusuma. "Ada apa Opa? Apa ada yang salah dengan ucapannya Alesha, Opa ?" Tanya Alesha bingung.
Tuan Kusuma menggelengkan kepalanya. Ronald tau apa yang membuat mantan Tuannya ingin menangis.
" Nggak Nak, Opa hanya terharu sama perilaku kamu ke Opa. Keponakan Opa saja yang dulu semua Opa cukupi kebutuhannya, mereka semua meninggalkan Opa sendirian. Tapi kamu yang bukan siapa-siapanya Opa sangat memperhatikan Opa, Nak ." Pecah tangis Tuan Kusuma.
Semua orang yang mendengarkan ucapan Tuan Kusuma sangat prihatin sekali, seperti teriris hatinya.
" Sudah Opa tinggal disini saja sama Alesha sama yang lain. Nggak perlu pikirkan mereka lagi Opa. Disini Opa bisa tenang karena tetangganya semua baik Opa. Nanti Opa bisa menghabiskan waktu bersama para tetangga kalau sore atau malam ada juga yang selalu nongkrong didepan rumahnya Alesha di sebrang jalan Opa ." Ucap Alesha menenangkan hati Tuan Kusuma.
" Benar sekali Tuan Kusuma disini saja sama Alesha, Bayu sama Fahrul juga tinggal disini kok tapi tinggalnya di samping rumah ini. Para tetangga juga semua baik dan lebih kekeluargaan Tuan. Kalau untuk tempat tongkrongan memang ada disebrang jalan didepan rumah ini. Alesha juga sering memberikan jajan untuk para warga yang nongkrong. Jadi depan rumahnya sana kalau malam suka banyak yang nongkrong Tuan !" Seru Pak RT membenarkan ucapan Alesha .
Tuan Kusuma terdiam sambil menimbang keputusan apa yang mau diambilnya.
" Lebih baik Tuan disini saja, lebih ramai daripada dirumah cuma sendirian. Paling Bibi sama Pak Satpam kalau sudah malam juga mereka lebih suka istirahat di kamarnya sendiri !" Ucap Ronald kembali kasih solusi untuk Tuan Kusuma.
" Apa nggak apa-apa Opa ikut tinggal disini Nak, apa kamu nggak keberatan ada orang tua renta seperti Opa ini ?" Tanya Tuan Kusuma, air matanya kembali mengalir menatap wajah Alesha.
" Nggak apa-apa Opa, kan tadi Alesha sudah bilang malah suka kalau rumahnya ramai. Jangan pikirkan yang lain Opa, kalau cuma untuk makan Opa. Insya Allah uang Alesha cukup Opa, sudah jangan dipikir lagi Opa tinggal disini saja kalau pergi Bibi disuruh kesini sekalian biar bisa bantu Mbak Widya dan Alesha yang akan membayarnya ." Ucap alesha penuh kemantapan.
Tuan Kusuma melihat mata Alesha, dia bisa melihat kejujuran, ketulusan dan penuh kasih sayang akhirnya dia berkata, " Baik Opa akan ikut tinggal disini, tapi seandainya kamu sudah nggak sanggup merawat Opa bilang ya Nak hik hik hik ." Pecah tangisnya Tuan Kusuma dengan ketulusan Alesha.
Hik hik hik
Tangis Rara terdengar, Alesha mengambil Rara dari strollernya." Kenapa nangis Sayang, kamu ikut-ikutan Opa Buyut yang lagi nangis ya Sayang ?" Tanya Alesha langsung memangku tubuhnya Rara .
Tangannya Rara ingin menggapai tangannya Tuan Kusuma. " Kenapa Nak? Mau ikut sama Opa Buyut ya Nak ?" Tanya Tuan Kusuma tersenyum haru. Disini dia mendapatkan perhatian dari orang sekelilingnya.
Setelah selesai makan malam, mereka masih duduk santai di karpet. Mbak Widya sama Nisa mengangkat piring kotor membawanya ke dapur. Rara bermain sama Nino karena pekerjaan rumahnya sudah selesai dikerjakannya.
" Dek Rara, ini bonekanya, jangan dibuang lagi !" Seru Nino dengan wajah cemberutnya dan kesal sama Rara karena selalu membuang boneka dan selalu ingin diambilkan Nino.
Rara tersenyum melihat wajah cemberutnya Nino. Dan dia membuang boneka lagi dengan tertawa seakan mengajak main Nino.
" Kak Alesha lihatlah Rara sangat mengjengkelkan selalu membuang bonekanya ." Ucap Nino ke Alesha yang lagi mengobrol sama orang tua.
Alesha tersenyum senang Rara bisa terbawa begitu. " Itu tandanya Dek Rara mau main sama Kak Nino. Iya kan Sayang ?" Tanya Alesha ke Rara yang masih tersenyum melihat ke arah Nino.
Bang Bayu bercerita tentang perekrutan karyawan yang akan dibuka untuk umum esok hari.
" Dek, besok aku akan kirim email ke kamu. Untuk menempatan Karyawan yang lama ke tempat yang sesuai dengan bidangnya ya !" Seru Bang Bayu menoleh ke arah Alesha.
" Siap, Bang !" Seru Alesha dengan semangat empat lima.
Malam semakin larut Pak Rt, Bu Rt, Nisa sama Nino pamit untuk pulang ke rumahnya. Disusul Ronald juga pamit dan berjanji pada Tuan Kusuma, besok sebelum berangkat ke Perusahaannya. Dia akan mampir ke rumahnya untuk mengambilkan bajunya dan mengajak Bi Imas ke rumahnya Alesha.
Rara di gendong Siska dibawa ke kamarnya Alesha dan langsung ditidurkan ke ranjang box milik Rara. Sedangkan Alesha membawa Tuan Kusuma, ke kamar yang letaknya di lantai bawah. Supaya Tuan Kusuma nggak kecapekan kalau harus naik turun tangga.
Alesha membuka pintunya. " Ayo Opa! Ini kamarnya Opa. Semoga Opa betah disini ya !" Seru Alesha yang sudah masuk ke dalam kamar yang diperuntukkan untuk Opa barunya.
Tuan Kusuma mengikuti Alesha dari belakang sambil mengitari kamar yang akan di tempatinya.
" Terima kasih Nak, kamu sudah mau merawat orang tua ini !" Seru Tuan Kusuma ingin menangis lagi atas kebaikan Alesha.
" Ya sama-sama Opa, sudah Opa sebaiknya istirahat dulu ya. Besok kita lanjut lagi mengobrolnya, Alesha lihat Opa kelelahan mungkin kebanyakan nangis tadi. Selamat malam Opa semoga mimpi indah ." Ucap Alesha langsung keluar dari kamar Tuan Kusuma.
Tuan Kusuma memandangi punggung Alesha sampai hilang karena pintu ditutup oleh Alesha.
" Ya Allah kebaikan apa yang aku lakukan dulu, sehingga aku diterima di rumah ini dan Alesha mau menganggap aku sebagai Opanya. Sedangkan keponakan kandungku saja ada tiga orang, mereka nggak ada yang peduli dengan aku yang sudah tua dan sudah bangkrut ini ." Ucap lirih Tuan Kusuma.
Dia memejamkan matanya karena sudah berat banget, mungkin efek nangis karena terharu sama Alesha.
Keesokan harinya di kamar Alesha sudah ramai dengan ocehan Rara yang sudah bangun dari setengah jam yang lalu.
" Yuk turun ke bawah yuk, kita jalan-jalan ke rumahnya Mbak Karina yuk !" Ajak Alesha langsung menggendong Rara menuju lantai bawah.
Sampainya di bawah diruang tamu sudah ada Tuan Kusuma sudah melihat Tv. " Selamat pagi Opa Buyut !" Sapa Alesha dengan suara kecil menirukan suara anak kecil.
Tuan Kusuma membalikkan badannya dan membalas sapaan Alesha ." Pagi juga Cicitnya Opa Buyut, sini Sayang ikut Opa Buyut yuk Sayang ." Jawab Tuan Kusuma sangat bahagia. Disini sepagi ini sudah ramai sedangkan di rumahnya jam segini sepi kayak nggak ada penghuninya.
" Bagaimana tidurnya Opa semalam, nyaman nggak Opa? Maaf kalau kasurnya nggak nyaman Opa, nanti siang kita cari kasur yang cocok buat Opa ?" Tanya Alesha takut Tuan Kusuma nggak nyaman kasurnya atau kamarnya nggak nyaman.
semangat kk 💪💪
semangat