NovelToon NovelToon
Alfian&Aluna

Alfian&Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / CEO
Popularitas:429
Nilai: 5
Nama Author: Queen kaka Agustin

seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..

penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

   Wanita muda yang baru masuk kedalam rumah, melemparkan tas nya ke sopa dengan kasar kalau duduk

"sialan, aku harus memisahkan mereka"

Ucapnya menggebu

Lalu memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan,

dia tersenyum licik, di otaknya sudah banyak rencana2 jahat untuk memisahkan Alfian dan Aluna

...****************...

mobil yang mereka tumpangi memasuki gerbang mewah rumah Alfian

Hera,Aluna dan nenek Mita melangkah masuk kedalam

Sedang Alfian masih mengambil barang-barang ibu dan neneknya.

Mereka melangkah menuju ruang tamu

"duduk dulu sayang" ucap Hera

"iya mama , terimakasih" jawab Luna

Hera melangkah ke dapur menyuruh pelayan menyiapkan minum dan cemilan

Sedang nenek Mita pamit ke kamar, untuk istirahat

Alfian melangkah masuk ke dalam rumah meletakan belanjaan di meja dekat sopa

Lalu duduk di dekat Aluna

"cape mas" tanyanya perhatian

"lumayan sayang"jawabnya menghela napas lega

Hera muncul dari arah dapur di ikuti pelayan yang membawa nampan berisi minuman dan cemilan2 buatan nya sendiri

"ayo sayang di cicipi dulu, kue2 ini buatan mama loh" ucapnya antusias

Aluna tersenyum "iya mama, "

Lalu dia mengambil kue bawang, mencicipinya, matanya berbinar

"wah enak sekali ma, kebetulan ini cemilan kesukaan Aluna, "ucapnya

" benarkah?, syukurlah kalau kamu suka sayang, nanti akan mama bawakan " ucap Hera senang

Aluna tersenyum malu mendengarnya "terimakasih mama"

Hera tersenyum lalu berdiri melangkah menuju dapur

Dia menyuruh pelayan untuk membungkus semua stok kue bawang.

Setelah selesai hera membawa satu paperbag kue bawang

"ini sayang bawalah, nanti kalau kurang bilang, mama akan buatkan lagi" ucapnya lembut

Aluna terkejut pasalnya kue bawang yang hera berikan sangat banyak

"ini banyak sekali ma, apa tidak apa-apa, " ucapnya lirih

Dia merasa tidak enak sekaligus malu

"tidak apa-apa sayang ,Karana di sini tidak ada yang terlalu suka dengan kue bawang, hanya mama saja yang suka"ucapnya

"dan mama senang ternyata kamu juga suka , jadi mama punya partner penyuka kue bawang, mulai hari ini mama akan lebih semangat membuat nya"lanjutnya antusias

Aluna terharu mendengarnya, dia tersenyum lembut " terimakasih mama, sudah menyayangi ku seperti anak sendiri,"

"kamu memang anak mama sayang" jawabnya tersenyum bahagia

Aluna balas tersenyum hangat..

Alfian yang melihat itu hanya tersenyum tipis, dia juga bahagia melihat senyum lebar mama dan calon istrinya.

"ya sudah ma aku antar Aluna pulang dulu" ucap Fian

"kenapa buru-buru sekali nak" tanyanya

"iya ma maaf , nanti sore teman Aluna mau ke rumah "jawabnya

"oh baiklah, sering2lah main ke sini sayang" ujarnya sambil memeluk Aluna hangat

" iya mama ," jawabnya lalu mencium tangan Hera

"ma Aluna belum pamit sama nenek dan kakek" ucapnya

"iya mama hampir lupa, sebentar mama ke kamar nenek dulu" jawabnya berlalu ke arah kamar ibu mertua nya

Setelah menunggu beberapa saat Hera, nenek Mita dan kake Hanggono muncul mereka melangkah mendekat

Aluna yang lebih dulu menghampiri

"nenek, kakek terimakasih hadiahnya, semoga nenek dan kake selalu sehat, Aluna mau pamit pulang dulu" ucapnya lembut

"sama-sama sayang, aamiin, ya hati2 di jalan, sampaikan salam nenek pada Oma mu"jawab Mita ,sambil mengelus kepala Aluna

Lalu memeluknya hangat

Aluna beralih ke arah kakek Hanggono menyalaminya

"hati-hati nak" ucapnya

"iya kakek " jawabnya

Lalu mereka mengantar Aluna sampai depan rumah

Menunggu sampai mobil sudah keluar gerbang dan tidak terlihat.

Mereka melangkah masuk kedalam rumah

"Hera" panggil ayah mertuanya

"iya yah" jawabnya

"kita ke ruang kerja Ammar, aku ingin bicara dengan kalian, dan aku sudah menghubungi Ammar tadi untuk pulang sebentar" ucapnya

"iya ayah" jawabnya

mereka melangkah menuju ruang kerja Ammar

Hera membatin' pasti ada hal penting, '

biasanya kalau ada hal-hal penting Hanggono selalu mengajak mereka bicara di ruang kerja Ammar

......................

Ammar melangkah masuk kedalam rumah dengan langkah yang sedikit tergesa

Wajahnya dingin, tatapan nya tajam

melangkah menuju ruang kerja

Membuka pintu pelan Lalu melangkah masuk

dan duduk di sebelah istrinya

Hanggono menatap putranya

"apa kamu sudah tau tentang wanita itu"ucap nya

"iya yah, aku menyelidiki nya" jawabnya

"dia mulai bergerak, apa rencanamu" tanyanya menatap Ammar tajam

"untuk saat ini aku ingin lihat dulu dia akan melakukan apa" jawabnya

Hanggono yang mendengar itu menatap tajam

"sampai kapan ? Sampai menantumu celaka lalu putramu sakit lagi" bentak nya

Semua yang ada di ruangan itu menegang

"apa kamu gila Ammar, sudah jelas dia mengincar cucu menantuku, lalu apa yang kamu tunggu hah? Tanyanya lagi.

" maaf yah, bukan itu maksudku "jawab Ammar lirih

" lalu ?" tanyanya

Lalu Ammar mulai memberitahu langkah apa saja yang sudah dia pikirkan

dia ingin melihat dulu rencana awal wanita sialan itu. Setelahnya dia baru akan bergerak

Hanggono mengangguk mengerti

"baiklah ayah ingin lihat dulu pergerakan mu , tapi jiga terjadi sesuatu yang fatal terhadap cucuku, maka aku sendiri yang akan menangani nya" jawabnya tegas

Ammar mengangguk mengerti

"kalian harus hati-hati, ibu tidak mau cucu ibu sakit lagi seperti dulu, ibu melihat cintanya begitu besar untuk Aluna" ucap Mita

"iya Bu, itu tidak akan terjadi" jawab Ammar

" baiklah, ayah ke kamar dulu, ayo Bu " ajaknya ke arah Mita,

Mereka melangkah keluar dari ruang kerja

Kini hanya tinggal Ammar dan Hera saja di ruangan itu

Hera mengelus lembut tangan suaminya

" kita akan hadapi ini bersama mas"

Ucapnya menenangkan , punggung yang tegang itu sedikit mengendur mendengar ucapan istrinya

Dia menoleh menatap wanita yang sudah bertahun-tahun menemaninya itu

"terimakasih sayang" jawabnya Lalau memeluk Hera

"ya kita harus kuat, dan hadapi ini bersama-sama, jangan biarkan mereka menghancurkan lagi putra kita" ucap Ammar

"iya kamu benar, dan itu tidak akan terulang" jawabnya

"lalu apakah kamu akan bicara dengan Daniel"tanyanya

Ammar terdiam sejenak " ya dia harus tau, bagaimanapun ini menyangkut Aluna" jawabnya

Tidak ada lagi obrolan, Meraka sama2 merenung,

Keadaan ini membuat suasana terasa sulit, dengan beban pikiran yang berat.

...****************...

"hallo, ada apa"

"aku ada pekerjaan untukmu"

" pekerjaan seperti apa"

"nanti aku kirim fotonya. Edit yang bagus, jangan terlihat seperti editan harus mulus, "

"baiklah, tapi ingat bayaran di awal"

Si wanita yang mendengarnya tersenyum miring

" tenang saja , aku akan TF hari ini

"oke"

Tut. Panggilan terputus

Dia tersenyum miring,

mengirim foto-foto itu,

Lalu mentransfer uang ke no rek seseorang,

Setelah selesai dia duduk menyandarkan tubuhnya ke sopa, lalu meminum alkohol, menyesapnya dan tersenyum puas

"ini baru langkah awal Al, sebentar lagi kau akan jadi milikku "ucapnya menyeringai

"dan aku akan menguasai kekayaan keluarga mu, Lalu setelahnya aku akan menyingkirkan kalian semua"

Hahahahahah tawa itu menggema di ruang kamar yang sunyi.

Wanita itu Susan,

1
ana Ackerman
thor ,,.awas aja kalau nggak up.... 😤
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤
ana Ackerman: iya kak 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!