NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Tidak pernah terpikirkan oleh Sarah bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup.
Seumur hidup, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengajar cinta Marvin yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Sarah mencelakai wanita yang dicintai Marvin, Kayla. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Sarah sering membawa kesialan dan membuat hidup Marvin dan Kayla menderita, mereka masih berbaik hati memberi Sarah bantuan ketika gadis itu sedang menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut.
Di kehidupan kali ini, Sarah hanya ingin mencoba membahagiakan dirinya sendiri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya.
Tapi siapa yang sangka kehidupan keduanya ternyata lebih rumit daripada yang Sarah bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Sarah berjalan menuju kamarnya dengan emosi yang menggebu-gebu setelah mendapatkan sebuah kesan yang membuat suasana hatinya menjadi buruk.

"Brengsek!! Dari mana sih dia tahu nomor gue?!!"Sarah menggeram kesal kemudian melepas SIM cardnya dan membuangnya dengan asal.

"Oke Sarah, Lo tenangin diri Lo," Sarah beberapa kali mengambil nafas lalu menghembuskannya perlahan.

Sarah harus memikirkan cara untuk menyingkirkan orang gila seperti Yogi. Di kehidupan sebelumnya, Yogi adalah seseorang yang tanpa sengaja secara temui di sebuah klub malam. Sarah yang memang suka berpesta kala itu, meminum banyak alkohol dan berfoya-foya dan tak sengaja dia bertemu pria brengsek seperti Yogi.

Laki-laki itu memeras Sarah hanya dengan memperlihatkan foto-foto mereka yang tengah tidur bersama. Yogi menipu Sarah bahwa mereka telah melakukan sesuatu hal saat itu. Sarah awalnya tidak percaya karena memang tidak ada perubahan dalam dirinya, tapi laki-laki itu mengatakan bahwa mereka bermain aman. Sampai beberapa tahun kemudian Sarah mengalami kecelakaan akibat menunggang kuda dan dokter mengatakan bahwa sesuatu di area pribadinya robek akibat kecelakaan itu. Dari sanalah Sarah sadar bahwa dirinya belum pernah melakukan hal itu dengan siapapun.

Lihat saja, Sarah akan membuat laki-laki itu menderita Jika saja dia masih mengganggu kehidupan Sarah kali ini.

"Awas aja Lo, cowok brengsek!"

....

Tidak terasa tiga bulan telah berlalu. Akhirnya tangan kanan saraf sudah sembuh dan tidak menggunakan gips lagi sejak beberapa minggu yang lalu.

Selain tangan kanannya yang sudah sembuh, sarah juga semakin akrab dengan Tamara dan juga Kayla. Kedekatan mereka tentu saja membuat teman-teman yang lain keheranan, Kak karena sebelumnya mereka adalah musuh bebuyutan apalagi sara yang dulu sangat gencar menindas Kayla. Maka dari itu tidak heran jika kedekatan mereka jadi perbincangan hangat.

Semakin dekat Sarah dengan Kayla, ia jadi sadar bahwa Kayla memang memiliki sifat yang baik dan juga perhatian. Meski begitu jangan sampai membuat gadis itu marah, karena sekali saja dari situ marah maka emosinya bisa mengalahkan emosi Sarah ketika sedang marah.

Sedangkan Tamara, ia tidak menyangka bahwa dirinya cocok dengan gadis itu. Terlalu banyak kesamaan yang mereka sukai dan banyak hal-hal menyenangkan yang Tamara ajarkan padanya.

Selama 3 bulan ini juga, Sarah sudah mengganti nomor teleponnya. Dan sejak saat itu Yogi tidak pernah menghubunginya lagi. Entah apa yang direncanakan laki-laki itu, kaki Sarah tidak mau ambil pusing.

"Sarah, kita pulang yuk." Teriak Tamara di depan pintu kelas Sarah sembari menyandarkan tubuhnya di daun pintu.

Sarah yang memang sedang berbincang dengan Fabian pun menoleh. " Sebentar, tunggu dulu ya." Balasnya.

"Bian, nanti gue kirim lokasi tempatnya ya,"ucap Sarah sembari mengemas alat tulisnya yang berada di atas meja.

"Oke deh, gue tunggu." Balas Fabian dan dijawab anggukan oleh Sarah.

"Lo lagi ngomongin apa sama Fabian?" Tanya Tamara penasaran.

"Itu, gue sama dia lagi ngomongin tugas, kebetulan kita sekelompok,"jawab Sarah, Mereka pun berjalan berdampingan menuju keluar area sekolah.

"Cuma berdua?" Kali ini Kayla yang bertanya.

Sarah menggelengkan kepalanya. " Berempat, ada gue, Fabian, Marvin dan juga intan."

"Intan juga? Duh kemarin sekelompok sama cewek gatal itu?" Sarkas Tamara sambil menunjukkan wajah jijiknya. Sarah jadi teringat di kehidupan sebelumnya Tamara selalu menunjukkan ekspresi seperti itu setiap kali melihat wajahnya.

"Udah ah, jangan ngomongin orang, kita pulang aja yuk. Lu Mau langsung pulang kan?" tanya Kayla pasa Sarah.

Sarah menggeleng." Engga, gue mau take foto produk dulu di studio."

"Oh iya gue lupa, Lo kan udah jadi terkenal. Hebat juga ya Lo ternyata," ujar Tamara bangga pada Sarah.

"Kalau begitu kita duluan ya, Sarah." Pamit Kayla.

Cara melambaikan tangan kepada dua temanya itu. Ia kemudian memesan ojek online untuk mengantarkannya ke studio.

...

Ketika kegiatannya di studio sudah selesai, tidak terasa hari sudah mulai gelap. Hari ini Sarah memang melakukan banyak pengambilan foto sehingga waktunya di studio cukup lama. Sarah memegang perutnya yang berbunyi karena kelaparan.

"Duh, lapar banget," guman Sarah sambil memegangi perutnya.

Saat ini Sarah sedang berada di tengah kota. Banyak kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya. Tadinya dia akan langsung menghubungi sopirnya supaya menjemputnya, tapi dia urungkan. Sarah memilih untuk mencari kedai makanan terlebih dahulu sebelum dia pulang ke rumah.

Setelah mencari tempat yang pas untuknya makan, pilihannya jatuh pada salah satu kedai ramen yang berada di seberang jalan. Sarah menelan ludahnya seakan-akan sudah membayangkan bagaimana nikmatnya ramen yang disajikan di sana.

Begitu masuk ke kedai itu Sarah disambut ucapan selamat datang oleh pramusaji. Desain kedai itu persis seperti kedai-kedai ramen pada umumnya.

"Mau pesan apa kak?" Tanya salah satu pramusaji begitu Sarah sudah duduk di tempat.

"Chicken kari ramen satu, minumnya ocha panas aja."

"Baik, tunggu sebentar ya kak."

Sarah menggosok-gosokkan telapak tangannya karena kedinginan. Ia kemudian mengecek ponselnya sembari menunggu ramainya datang.

Tidak lama kemudian sebuah mangkuk tersaji di depan Sarah. Bisa gadis itu lihat, asap yang mengepul dari mangkok itu menandakan bahwa makanan yang dia pesan masih hangat.

Sarah menatap makanan yang ada di depannya dengan wajah berbinar. " Makasih ya ma-" senyuman gadis itu luntur seketika digantikan dengan wajah terkejutnya begitu melihat orang yang menyajikan makanannya.

"Loh, Marvin?" Ucap Sarah tidak percaya.

Marvin hanya menatap Sarah dengan wajah datar tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia lalu kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan Sarah.

Sarah masih terpaku karena saking terkejutnya. Sarah sungguh tidak tahu bahwa Marvin juga bekerja di sebuah kedai ramen. Pantas saja Sarah sangat sulit menemukan laki-laki itu saat dirinya mencari laki-laki itu dulu. Ternyata Marvin bekerja di mana-mana, sebenarnya berapa banyak sih pekerjaan laki-laki itu?

Diam-diam Sarah melirik ke arah Martin yang terlihat sangat profesional dalam memasak dan menggunakan pisau. Salah satu hal yang baru Sarah ketahui dari hidup Marvin. Kini Sarah kembali tersadar bahwa ternyata banyak hal yang tidak dia ketahui dari laki-laki itu.

Sarah mengalihkan atensinya untuk menikmati makanan yang tersaji di depannya, sembari menikmati makanannya sesekali dia melirik ke arah Marvin. Tapi sialnya tanpa dia sangka ternyata laki-laki itu juga tengah menatapnya sehingga tatapan mereka bertemu.

Sarah tersedak, segera Dia meminum ocha nya yang masih panas. "Gue lupa kalau ini masih panas." Pekiknya sambil mengibas-ngibas lidahnya yang terasa terbakar.

Tanpa diduga Marvin menuangkan segelas air mineral dan memberikannya kepada Sarah. Tanpa berkata-kata lagi, Sarah segera menebuk habis air tersebut. Setelah merasa lega, ia kembali menetap ke arah Marvin yang masih menatapnya. Tak lama kemudian senyum menyebalkan menikmatin terlihat jelas di wajahnya.

....

"Lo belum dijemput?"

Suara Marvin yang tiba-tiba muncul begitu Sarah sedang menunggu jemputan di depan, membuat garis itu sedikit terperanjat.

Cara melihat Marvin telah berganti pakaian. Laki-laki itu terlihat kasual dengan pakaian yang dia pakai sekarang, Sarah cukup terperangah. Kenapa Marvin bisa setampan ini? Sarah takut jika niatnya untuk melupakan Marvin akan gagal.

"Belum."

"Oh, yaudah gue duluan."

Sarah merasa kecewa mendalam ketika Marvin, dengan langkah gontai, berjalan meninggalkan tempat mereka bertemu tanpa menawarkan diri untuk menunggu atau mengantarnya pulang. Segera, dalam gerakan yang hampir tak terkendali, Sarah menarik baju Marvin, memaksa pria itu berbalik menghadapnya. "Marvin," suaranya terdengar gugup namun tegas. "Seorang pria yang gentle biasanya akan menawarkan tumpangan atau setidaknya bertanya apakah saya perlu ditemani sampai dijemput," lanjutnya, matanya menatap Marvin dengan campuran rasa malu dan kekecewaan.

Marvin, yang terlihat terkejut dengan tindakan Sarah, mengernyitkan dahi sejenak sebelum raut wajahnya melunak. "Gue gak bisa nunggu Lo, gue ada urusan," ujar laki-laki itu

"Kecuali kalau Lo mau gue anter pulang," lanjut Marvin.

"Apa?" Tanya Sarah memastikan. Sarah sampai mengerjapkan matanya beberapa kali lalu menepuk telinganya takut dirinya salah dengar.

"Lo mau gue antar pulang atau enggak?" tanya Marvin dengan wajah datarnya.

Sarah terdiam sebentar lalu kemudian dia mengangguk." Anter gue pulang."

1
Queen AL
baru satu bab, bab berikut2nya jangan pake gue lo thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!