NovelToon NovelToon
A Choice For Gaby

A Choice For Gaby

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Teen / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:934
Nilai: 5
Nama Author: BiMO33

Daripada penasaran, yuk mampir ><

[Update Tergantung Mood]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BiMO33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Gaby?

Keheningan yang tercipta terasa begitu tipis dan rapuh, seolah satu tarikan napas yang terlalu keras bisa menghancurkan segalanya kembali menjadi debu.

Gaby masih tenggelam dalam dekapan Emrys. Kepalanya bersandar di dada pria itu, mendengarkan detak jantung yang berdegup kencang. Sebuah irama kehidupan yang tidak mungkin ada dalam sebuah delusi. Kehangatan tubuh Emrys menembus pakaiannya, nyata dan padat, bukan lagi sekadar bayangan dingin yang biasa menghantuinya di tengah hamparan air dalam mimpinya.

Emrys perlahan melonggarkan pelukannya, hanya cukup untuk menjauhkan sedikit tubuh Gaby agar ia bisa menatap wajah gadis itu. Jemarinya yang gemetar bergerak menyentuh pipi Gaby yang masih basah oleh sisa air mata.

Suhu kulit yang bersentuhan, tekstur lembut yang terasa di ujung jari, dan napas hangat yang beradu di udara pagi yang dingin... semuanya menjadi bukti yang tak terbantahkan.

"Gaby..." bisik Emrys, kali ini suaranya tidak lagi serak karena kantuk, melainkan berat karena beban emosi yang tumpah ruah. "Ini bukan mimpi, kan?"

Gaby menggeleng perlahan. Ia meraih tangan Emrys yang berada di pipinya, menggenggamnya erat seolah takut pria itu akan memudar jika ia melepaskannya. Sentuhan itu terasa solid. Nyata. Berdarah dan berdaging.

Akhirnya, di bawah siraman cahaya matahari pagi yang mulai meninggi, kesadaran itu menghantam mereka berdua dengan telak. Semua ini bukan lagi fatamorgana yang hilang saat fajar tiba. Semua ini nyata. Emrys benar-benar ada di sana, mendekapnya di atas ranjang yang nyata, di dunia yang tidak lagi hanya berisi bayang-bayang.

.

.

.

_____

Di sisi lain, keheningan di ruang kerja Melvin kini terasa mencekam, bukan lagi menenangkan.

Melvin berdiri mematung di balik meja ek eksekutifnya. Jemarinya yang biasanya stabil saat menggoreskan sketsa kini terasa dingin. Ingatannya berputar kembali pada kejadian beberapa jam yang lalu. Malam tadi, setelah menguras seluruh energinya pada tumpukan pekerjaan, ia melangkah menuju kamar dengan satu harapan sederhana. Melihat wajah damai Gaby yang terlelap untuk membasuh rasa lelahnya.

Namun, yang ia temukan hanyalah hamparan seprai yang rapi dan dingin.

Awalnya, Melvin bersikap rasional. Ia melangkah ke kamar mandi, menduga gadis itu sedang mencuci muka atau sekadar berada di sana. Nihil. Ruangan itu kosong dan sunyi. Pikirannya mulai berpacu, namun nuraninya masih menolak kenyataan pahit. Ia belum benar-benar sadar bahwa gadis yang telah ia "jaga" dengan begitu ketat selama tiga belas bulan terakhir kini tak lagi berada dalam jangkauannya.

Langkah kaki Melvin terdengar bergema di lorong rumah yang luas. Ia memeriksa dapur, menyisir taman yang gelap, hingga berdiri di tepi batas properti.

"Gaby?" bisiknya pada kegelapan.

Ia tahu betul Gaby sangat takut pada kegelapan. Tidak mungkin gadis itu nekat melangkah ke arah hutan yang mengepung kediaman ini. Dan sekalipun ia melakukannya, untuk apa? Kabur? Melvin menepis pikiran itu dengan angkuh. Gaby tidak punya alasan untuk pergi darinya atau begitulah yang selalu ia tanamkan pada dirinya sendiri.

Perasaan tidak enak mulai merayap, bergelayut berat di hati dan pikirannya bak kabut hitam. Melvin kembali ke ruang kerja, segera menyalakan deretan monitor yang menampilkan setiap sudut rumah. Ia memutar kembali rekaman CCTV.

Semuanya nampak normal. Dari siang yang terik hingga malam yang tenang, aktivitas Gaby terpantau jelas. Namun, tepat saat jarum jam menunjukkan waktu yang krusial, jantung Melvin seolah berhenti berdetak.

Di layar, Gaby nampak sedang tertidur lelap di kasurnya. Namun, secara misterius, seekor makhluk kecil..seekor kupu-kupu dengan pendar biru yang aneh mendekat ke arah gadis itu. Belum sempat Melvin mencerna apa yang ia lihat, layar monitor itu tiba-tiba bergetar hebat.

Garis-garis statis muncul menutupi gambar, disusul dengan deretan teks berwarna merah yang berkedip dingin.

[ SYSTEM ERROR ]

[ SIGNAL LOST ]

Lalu, layar itu padam sepenuhnya. Gelap.

Melvin menatap pantulan wajahnya sendiri di monitor yang mati. Ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar "kabur" yang sedang terjadi. Keamanan yang ia bangun dengan teknologi tercanggih baru saja ditembus oleh sesuatu yang tidak masuk akal.

Gaby-nya telah lenyap..

1
delta_core127
up lagi dong~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!