NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Berondong

Terbelenggu Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Janda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mahlina

Mau menyimpan bangkai serapat apa pun, pada akhirnya akan tercium juga.

Niat hati memberi kejutan untuk suami tercinta di tahun ke 2 pernikahan. Nyatanya aku, yang di beri kejutan yang menjadi awal runtuhnya kepercayaan dan hancurnya hati ku. Hingga perpisahan gak lagi bisa ku hindari. Dari pada hidup bersama pria yang sudah menghianati.

Di balik ruang kebesaran Joseph.

"Pelan pelan, sayang!"

"Gak bisa, mas! Aku udah gak sabar pengen piton kamu!"

"Kamu ini, selalu saja pandai memu4skan ku! Kamu agresif, inisiatif, aku suka itu!"

"Siapa dulu dong, Karin! Kekasih mu! Karena aku, kamu bisa berada di posisi ini! Ingat itu! Aku pahlawan mu, mas!"

"Dan sayangnya aku harus berkorban menikahi si Jenny. Wanita bodoh, manja, menyusahkan, dan gak bisa apa apa!" gerutu Joseph.

Ceklek.

"Je- Jenny, ka- kamu ngapain ke sini?"

Hingga aku di pertemukan kembali, dengan bocah yang mampu mengusik hidup ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

...🥀🥀🥀🥀...

‘Kenapa gua jadi ngikutin itu mbak cantik ya? Niat awal kan mau ke minimarket terus langsung ke kantor papa. Ah udah lah! Ikutin aja dulu! Gak dapat kontak telepon, tau rumah nya lebih bagus lagi kan!’ pikir Alan.

Sementara di dalam mobil.

Jenny terus melajukan mobilnya. Sesekali ia akan melirik kaca spion tengah, memastikan Joseph gak lagi mengikutinya.

“Bisa bisa nya mas Jo nemuin aku di minimarket! Gak tau apa aku udah muterin itu jalan 2 kali! Heran aku tuh!” gerutu Jenny dengan wajah kesal.

Jenny menghirup nafasnya dalam, saat percakapan Joseph dengan Karin kembali terngiang di kepalanya. Rasa kesal, kecewa pada Joseph tumpah kembali menjadi satu. Air mata kembali luluh memba5ahi wajah cantiknya.

“Bisa bisanya aku di tipu mas Jo! Dia berani bermain di belakang ku! Berani membodohi ku! Kita lihat mas, aku yang akan membuat mu menyesal mengkhianati pernikahan kita!

Pake ngatain aku anak manja, istri gak berguna di depan selingkuhan mu! Memuji permainan Karin! Si manja ini yang akan membuat mu menderita mas! Nyesel aku pernah mencintai mu, mas!”

Jenny menyeka air matanya kasar, “Aku gak boleh cengeng! Aku kuat! Aku gak sendiri! Aku masih punya papa. Kali ini papa pasti akan mendukung keputusan ku. Sama saat seperti papa mendukung ku untuk menikah dengan mas Jo! Meski aku sedikit mengancam papa.”

^^^“Om, di mana? Bisa kita ketemu sekarang juga?” cerocos Jenny dengan suara sumbang. Jelas habis menangis, saat sambungan telepon nya sudah tersambung.^^^

^^^[ “Om lagi bertemu klien, Jen! Tapi setelah urusan om selesai, kita bisa ketemu!” ]^^^

^^^“Ya udah kirimin lokasinya, om! Nanti Jenny bisa tunggu sampai urusan om selesai.”^^^

^^^[ “Nanti om kirim alamatnya, kamu hati hati di jalan, Jen!” ]^^^

Jenny langsung menuju lokasi yang di kirim pada nya. Tanpa tau ada Alan yang membuntutinya.

Jenny langsung ke luar dari mobil, memasuki sebuah restoran yang cukup ternama di daerah itu.

“Lah bujuk, kirain mau pulang ke rumah! Kenapa tuh si mbak cantik malah masuk restoran ya? Apa mungkin dia bekerja di sini kali ya? Coba masuk dah!” pikir Alan, kembali mengikuti langkah Jenny usai memarkir motornya.

Jenny hendak langsung duduk di sebuah kursi, yang berhadapan langsung dengan dinding kaca, mengarah ke luar jalan. Usai melihat sosok yang ia cari.

“Jenny!” seru Rendra, dengan lambaian tangannya dari meja lain. Sementara pria paruh baya lainnya tampak mengamati wajah Jenny. Wanita yang di panggil rekannya itu.

‘Ihs pake di panggil lagi! Udah jelas om masih ada klien!’ jerit batin Jenny.

Wanita berparas cantik, dengan mata sembab itu melangkah menghampiri Rendra. Memaksakan senyum di bibirnya meski suasana hatinya tengah buruk.

“Kamu ini! Udah sampe kenapa gak kasih tau om?” protes Rendra, menyambut Jenny dengan pelukan hangat.

“Takut ganggu! Om Ren kan masih ada klien!” kilah Jenny, saat Rendra melerai pelukan nya.

“Dia ini bukan hanya klien, Jen! Tapi teman lama om. Kami berdua ini berteman baik dengan mendiang mama mu dan papa mu! Namanya Rayan Kusuma. Kamu bisa panggil dia om Ray!” cerocos Rendra, menatap hangat Ray.

Jenny membola gak percaya, “Benarkah? Tapi ko papa gak pernah ungkit nama om Ray?”

Ray angkat suara, dengan wajah menegang, "I- itu mungkin karena papa mu ..."

“Jelas gak pernah di ungkit! Ray ini meninggal kan indonesia gak lama mama dan papa mu menikah, Jen!” sela Rendra.

Jenny mengangguk mengerti, “Oowwh gitu ya!”

Tanpa ragu, Ray menepuk bahu Jenny. Dengan sorot mata yang sulit di artikan, “Kamu ini memang putri Jena, wajah kalian serupa tapi sedikit berbeda.”

“Om Ray orang kesekian kalinya yang mengatakan itu pada Jen!” timpal Jenny dengan ceria. Menyembunyi kan kesedihan hatinya.

“Wajah mereka itu seperti pinang di belah 2.” timpal Rendra.

Ray mempersilahkan Jenny duduk di meja yang sama dengan keduanya.

“Ayo duduk, Jen! Kamu ini berdiri aja! Nanti tambah tinggi kamu itu!”

Jenny menolak, “Gak usah om! Jen biar duduk di sana aja! Biar om Rendra bisa fokus dengan urusan om Ray.”

Ray hendak protes, “Tapi …”

Sayangnya Rendra menyela lebih dulu, “Ya udah kalo itu mau kamu! Nanti setelah urusan om selesai, om yang akan menghampiri meja kamu!”

Jenny membungkuk hormat sebelum berlalu meninggal kan keduanya.

“Jen permisi ya, om!”

Baik Ray dan Rendra sama sama duduk kembali, melanjutkan pembahasan mereka.

“Apa Jenny sudah menikah, Ren?” tanya Ray, dengan netranya fokus ke arah perginya Jenny.

Rendra mengerutkan keningnya dalam, “Kenapa memangnya? Jangan bilang kamu mau melamarnya!”

Ray mengerdik kan bahunya, berseru dengan santai, “Apa ada masalah, jika aku melamar Jenny? Aku yakin, Jaya pasti juga setuju jika aku melamar putrinya!”

Rendra mendengus kesal, “5inting! Mau kamu kemana kan istri mu, Alena? Aku jamin, Alena gak akan setuju kamu menikahi wanita lain. Satu wanita aja sudah cukup, Ray! Jangan tambah lagi!”

“Kamu yang 5inting! Aku tidak katakan akan melamar untuk ku! Tapi aku ingin melamar Jenny untuk putra ku. Menjadikannya menantu di keluarga Kusuma.” terang Ray dengan bangga.

Rendra menggelengkan kepalanya gak habis pikir, “Itu lebih gak masuk akal lagi, bodoh! Buang aja jauh jauh harapan mu itu!”

Ray mengerdik kan dagunya, “Kenapa lebih gak masuk akal lagi?”

“Jenny sudah menjadi seorang istri dari pria yang bernama Joseph! Pria yang di cintainya. Pernikahan mereka sudah masuk tahun ke 2.” jelas Rendra, sebelum menyeruput cangkir kopinya.

Ray mengibaskan tangannya di depan wajah, dengan nada santai, “Alah gak masalah itu! Aku yakin, putra ku bisa menunggu jandanya Jenny!”

Rendra mengepakkan tangannya gemas di udara. Mendengar jawaban Ray.

“Orang tua gila! Putra mu itu masih duduk di sekolah menengah atas. Yang benar saja! Masih berstatus pelajar sudah mau kau nikahkan!” gerutu Rendra dengan nada gak santai.

“Bagi ku itu tidak jadi masalah, Ren! Asal bisa menjadikan Jenny menantu di keluarga Kusuma. Putra ku pasti gak akan keberatan jika aku jodohkan dengan wanita yang beberapa tahun lebih tua usianya darinya!” elak Ray, kelewat santai.

Tring tring tring.

"Aku jawab telepon dulu!" beo Ray, sebelum menjawab teleponnya.

^^^"Iya sayang!" beo Ray, men3mpel kan benda pipihnya ke daun telinga kanannya.^^^

^^^Suara nyaring dari Alena langsung terdengar, [ "Putra mu buat masalah lagi, pah! Sampai detik ini, putra mu belum juga sampai ke kantor! Kamu sudah minta dia untuk datang kan?" ]^^^

^^^"Nanti biar papa coba hubungi dia. Mama tenang ya!"^^^

Rendra mengerdik kan dagunya pada Ray, "Ada apa? Apa ada masalah?"

Ray terkekeh, namun tidak dengan jemarinya. sibuk mencari nama kontak sang putra.

"Biasa, kenakalan anak muda. Masih ingin main dengan teman seusianya udah di suruh sibuk dengan urusan kantor! Ya dia mangkir lah."

"Kirain putra mu melarikan putri orang!" timpal Rendra.

Tring tring tring.

Bersambung …

1
lina
lu mah ngelunjak jadi pembantu. mentang2 paling tua
lina
bocah yg pling u benci. awas tar senewen. siapin pasokan oksigen y jen 🤣🤣🤣
lina
eh bujuk itu kga d saring bacot 🤣
lina
klo skrg akal udh waras jen ?
lina
🤣🤣 kaga tau dia
lina
mantul. geber om. jgn ksih kendor 🤣🤣🤣
lina
trs knp msh milih selingkuh? dasar
lina
waduh
lina
yah begitu lah pentingnya restu
lina
emng itu yg d arepin 🤣🤣🤣
lina
lama amat makan doang ampe 1 jam
lina
wah wah wah. enaknya d apain y 🤔
lina
🤔🤔 kalo mabok... suka dvluar nurul gitu sikapnya?
lina
kaga mabok. cuma minum dikit doang 🤣
lina
obsesi lah itu mah
lina
udah bulet nih. mau ngejer janda 🤣
lina
tul itu
lina
udh brpa kali pindah kerja bi? bneran di pecat gegara devi? lempar bae anak begitu mah
lina
pede gila u 🤣🤣
lina
keracunan iya 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!