Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 08
Mendapatkan tatap dari kakanya, membuat Aditya merasa tak nyaman, ia mengusap tengkuknya dan nyengir, "Biasanya cewe-cewe suka jajan seperti itu," ujar Aditya yang sering melihat.
Clarissa mengangguk, ia tidak ingin membuat adiknya jadi malu, ia dapat melihat Aditya sedikit tidak nyaman, "Aku suka," ujar Clarissa lalu segera mengambil sosis dan mencicipinya.
"Hmm, enak. Aku suka," ujar Clarissa mengangguk anggukan kepalanya, lalu menatap Aditya dan kembali berkata, " Apa kamu mau? "
Aditya menggeleng, "Aku sudah kenyang, Kakak habiskan saja, setelah itu baru Kakak istirahat," ujar Aditya lalu pergi ke luar tanpa menutup pintu kamar kakaknya.
Melihat itu Clarissa tertawa kecil, "Ternyata tidak berubah... " ujarnya lalu melahap kembali jajanannya.
Tak lama Aditya kembali datang membawa botol berisi air minum lalu menyodorkannya pada Clarissa, membuatnya berkedip kedip tak percaya.
"Aku pergi tidur ya Kak," ujar Aditya lalu pergi ke luar dari kamar Clarissa, tak lupa Aditya menutup pintu kamar itu membuat Clarissa mengangga tak percaya.
"Sejak kapan dia begitu pengertian...?" gumamnya. Lalu kembali menyantap bakso bakar yang terasa lezat itu.
Clarissa berusaha melupakan kesedihannya, ia bukan wanita yang selalu larut dalam kesedihan, meski sesekali bayangan itu seakan datang mengingatkan, Clarissa menggeleng ia tidak ingin mengingat ingat kenangan pahit itu.
Jajanannya sudah habis, ia pun minum air yang di bawakan Aditya, Clarissa menarik nafas dan menghembuskannya, Clarissa membuka ponsel ada beberapa pesan, namun Clarissa abaikan, karena tidak ada yang spesial di sana.
Clarissa membuka ponselnya hanya untuk melihat gambar yang di ambilnya tadi, gambar Zayn Austin yang sangat dekat dan kebetulan menatapnya, seketika senyum manis muncul di wajah cantik Clarissa.
"Zayn Austin...Kenapa kau begitu tampan, apa kau tahu Aku begitu mengagumimu... " gumam Clarissa lalu mencium gambar Zayn Austin.
Clarissa seperti sudah gila jika menyangkut tentang Zayn Austin, bahkan hanya gambarnya saja sudah mampu membuatnya tersenyum bahagia dan melupakan masalah yang terjadi.
...****************...
Di tempat yang jauh, sosok pria tampan dengan ekspresi wajah datarnya, terlihat kesulitan memejamkan matanya, sejak jam sepuluh ia sudah naik ke ranjang. Tapi hingga jam sebelas malam, ia masih terjaga, tidak seperti malam-malam sebelumnya, yang dengan mudah akan terlelap.
Ia adalah Zayn Austin, pria tampan yang hidupnya sangat teratur, bahkan ia memiliki jam tidur, ia tidak boleh tidur terlalu malam, hidupnya sangat teratur, ia sangat disiplin.
Namun jam sudah menunjukkan jam sebelas malam. Tapi sepertinya ia belum bisa terlelap, entah apa yang membuatnya sulit tidur. Biasanya Ia tidak pernah tidur lewat dari jam sebelas malam. Tapi malam ini, entahlah.
Zayn Austin pun turun dari ranjang, ia mengambil sesuatu di laci, lalu berjalan ke arah balkon, ia duduk di sana dengan pandangan lurus. Tapi pikirannya entah kemana.
"Sial! " kesalnya lalu menghisap rokok.
Jarang sekali Zayn Austin merokok. Tapi jika sudah pusing ia akan merokok, baginya merokok bisa mengurangi sedikit tekanan.
Asap mengepul keluar dari mulutnya, gerakannya terlihat elegan, ia memandangi langit malam, tanpa bersuara.
.
Setelah cukup lama ia duduk di balkon, akhirnya ia kembali masuk ke kamar, Zayn Austin tidak langsung tidur, ia menatap langit-langit kamarnya. Tapi pikirannya entah kemana.
"Wanita itu benar-benar... " gumamnya lalu memejamkan mata.
...****************...
Clarissa sudah membereskan seluruh rumahnya, piring kotor yang menumpuk sudah bersih, dan pakaian kotor kini sudah di jemur, namun pagi ini sepertinya Clarissa sariawan, karena gadis cantik itu tidak bersuara sedikit pun, karena biasanya ia akan beberes rumah sambil bernyanyi, tidak peduli lagu apa yang ia nyanyikan asal dia ingat, maka ia akan menyanyikannya.
Clarissa sudah rapi, ia bersiap berangkat kerja, meski caffe buka jam 10:00 . Tapi para staff harus datang lebih awal, karena harus menyiapkan segalanya, dan ketika Jam 10:00 sudah buka dan semua sudah siap.
Clarissa menenteng tas selempang, tak lupa kacamata yang sudah bertengger di batang hidungnya, membuatnya terlihat semakin cantik.
Saat keluar dari pintu utama, ia melihat ibu dan kakak iparnya yang sedang bersantai, bu Mulan sedang asyik mengobrol dengan menantunya. Seketika langsung terdiam saat melihat Clarissa.
Bu Mulan melirik Clarissa dengan tak senang, Clarissa tahu itu, tatapan sinis itu sudah biasa ia terima sejak Clarissa kuliah. Jika Clarissa sudah rapi ibunya seperti sangat membenci dirinya.
Diana sang kakak ipar menatap kagum adik iparnya, yang cantik dan bentuk tubuhnya yang begitu indah di pandang, meski Diana perempuan. Tapi ia mengagumi kecantikan adik iparnya, "Sa, kamu mau berangkat kerja? "
Clarissa tersenyum dan mengangguk, "Ia Kak, Aku berangkat dulu ya," ujar Clarissa lalu menatap ibunya yang justru memalingkan wajah.