NovelToon NovelToon
Pengganti Yang Dipilih

Pengganti Yang Dipilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat / Misteri
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayyun

Olivia Nugraha, gadis 18 tahun yang baru lulus SMA, terpaksa menggantikan kakaknya, Olin, untuk menikah dengan Juna demi menjaga nama besar keluarga mereka. Ia mencoba melawan, namun Oma selalu selangkah lebih maju. Pernikahan tetap terjadi.

Sementara itu, keberadaan Olin masih menjadi tanda tanya. Benarkah ia kabur? Atau ada alasan lain di balik menghilangnya? Dan mengapa namanya kembali disebut saat ia resmi menjadi bagian dari dinasti?

Karena mungkin… Olivia tidak pernah benar-benar dipilih untuk menggantikan Olin, tapi ia dipilih karena seseorang sudah mengincarnya sejak awal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Kekacauan soal gaun dan KUA seolah ditelan bumi dalam semalam. Oma bergerak cepat.

Vendor ditelepon ulang. Dokumen “diluruskan”. Gaun diperbaiki. Undangan revisi dipastikan sudah sampai ke semua tamu. Bahkan pihak KUA datang langsung untuk memastikan tidak ada “kesalahpahaman administratif”.

Satu hari sebelum akad, semuanya kembali rapi. Terlalu rapi.

Rumah berubah jadi taman bunga. Karpet putih terhampar. Kursi tertata. Spanduk nama besar terpampang jelas:

JUNA PRADIPTA & OLIVIA NUGRAHA

Nama Olivia. Bukan Olin. Tidak ada lagi ruang untuk salah cetak. Malam itu wajah Olivia kembali masam. Di dapur terdengar bisik-bisik.

“Kayaknya Olin deh pelakunya…”

“Atau jangan-jangan Olivia sendiri…”

Olivia pura-pura tidak dengar. Ia naik ke kamar, menarik napas panjang, lalu menekan nomor Juna. Di rumahnya sendiri, Juna mengangkat panggilan itu dengan suara yang terdengar lelah.

“Ada apa, Liv?”

“Kak…” suara Olivia bergetar, tapi ia memaksakan terdengar tegas. “Besok pas akad… sebut nama Kak Olin aja.”

Sunyi.

“Jangan ngaco,” jawab Juna pelan.

“Sebutin Kak Olin. Jadi technically lu nikah sama dia. Gue cuma duduk doang. Secara spiritual gue nggak sah.”

“Liv,” suara Juna terdengar lebih dalam sekarang, “itu mempermalukan keluarga. Dan itu nggak lucu.”

Olivia tertawa pendek. “Lah ini lucu banget buat gue, Kak. Gue baru lulus SMA. Kuliah belum. Tiba-tiba jadi istri orang. Elu enak, udah masuk umur nikah!”

“Bukan soal umur,” jawab Juna tenang. “Ini soal tanggung jawab.”

“Gue nggak mau tanggung jawab yang bukan pilihan gue!” bentaknya.

Di seberang sana, Juna terdiam beberapa detik.

“Besok tetap akad. Semua sudah diatur.”

Kalimat itu seperti palu terakhir. Olivia menutup telepon tanpa pamit. Ia menatap cermin. Wajahnya terlihat asing dengan bayangan kebaya yang sudah tergantung di pintu lemari. Semua orang mengira ia akan pasrah. Padahal kepalanya sedang bekerja keras.

Ia berdiri, berjalan ke meja belajar, dan membuka kembali map kecil yang sudah ia siapkan sejak tiga hari lalu. Tiket? Tidak. Uang? Tidak. Sesuatu yang lebih sederhana. Sesuatu yang sangat kecil. Sesuatu yang bisa membuat akad sah… atau tidak sah… dalam satu detik. Olivia tersenyum tipis.

“Kalau nggak bisa kabur,” gumamnya pelan, “ya bikin sistemnya yang bingung.”

*

Subuh itu rumah sudah seperti sarang lebah.

Make up artist mondar-mandir. Sepupu-sepupu sibuk selfie. Oma duduk di kursi ruang tamu seperti ratu yang sedang menunggu penobatan.

Ruang akad.Penghulu membuka berkas yang diberikan keluarga. Membaca. Diam. Ijab kabul berlangsung lancar. Suara Juna tegas, satu napas, tanpa gagap.

“…Olivia Nugraha…”

“Saya terima nikahnya Olivia Nugraha…”

“Sah!”

Para saksi langsung menyahut.

Namun penghulu mengangkat tangan.

“Sebentar.”

Ruangan kembali sunyi.

“Di berkas ini tertulis Olivia Nugros. Sedangkan tadi disebut Olivia Nugraha. Mohon klarifikasi.”

Beberapa orang mulai panik. Papi Olivia terlihat bingung. Oma berdiri perlahan.

“Mustahil ada kesalahan.”

Penghulu mengulang, lebih tenang, “Jika berbeda, saya perlu memastikan identitasnya sama.”

Di kamar pengantin, Olivia menggenggam ponselnya erat. Jantungnya berdetak cepat.

Namun lima detik kemudian—Oma menoleh ke arah asistennya.

“Tolong ambil map cadangan.”

Cadangan? Olivia membeku. Asisten itu kembali membawa map cokelat lain. Lebih tebal. Lebih rapi. Dibuka. Isinya lengkap.

Nama: Olivia Nugraha.

Semua identitas sesuai. Penghulu membandingkan dua berkas itu, lalu mengangguk kecil.

“Baik. Yang digunakan adalah berkas resmi yang terdaftar di sistem kami. Tadi hanya salinan yang keliru. Akad sah.”

Sah.

Sah.

Sah.

Kata itu terdengar seperti gema di kepala Olivia. Di luar, tepuk tangan pecah. Di dalam kamar, Olivia menatap layar ponselnya.

Pesan masuk dari Jesica.

Liv…Oma punya backup.

Dan… dia bilang tadi pagi, “Saya tau cucu saya terlalu kreatif.”

Olivia menutup mata. Pintu kamar diketuk.

“Pengantin wanita siap?” suara tante dari luar.

Olivia berdiri perlahan. Kebayanya berat. Hatinya lebih berat.

Saat ia melangkah keluar menuju ruang akad yang kini sudah berubah menjadi ruang ucapan selamat, ia melihat Oma menatapnya. Bukan marah, bukan kecewa. Tapi seperti seseorang yang baru saja memenangkan permainan catur. Oma mendekat, berbisik pelan di telinganya,

“Kamu pikir cuma kamu yang bisa tukar map?”

Olivia mematung. Lalu Oma tersenyum tipis dan menambahkan,

“Lain kali, jangan pakai kertas HVS 70 gram. Terlalu tipis untuk menipu Omamu.”

Olivia menatapnya tidak percaya

1
Paradina
semangat kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!