NovelToon NovelToon
Rosalina (Untold Story)

Rosalina (Untold Story)

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Single Mom / Wanita Karir / Ibu Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Nilam Sari

Ditinggalkan oleh calon suami seminggu sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.

"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.


Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya? Dan bayi siapa itu sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengatasi Gangguan

Raungan gelisah itu terus membuat Rosa bergerak-gerak dari gendongan bibi. Rasa panas di tubuhnya membuatnya tak berhenti menangis.

Bibi mengayunkan pelan berharap tangisan Rosa reda, dia berusaha memanggil Asep untuk keluar dari kamarnya dan menyalakan mobil untuk kerumah sakit.

"Iya-iya, sebentar ya sayang. Nenek akan membawamu ke rumah sakit."

"Asep! Sep! Sep! Buka pintunya! Sep!" Tapi panggilan bibi tertelan oleh suara angin bercampur hujan yang turun dengan deras.

Melihat tidak ada jalan lain dan hampir 30 menit menunggu. Bibi akhirnya beranjak dari sana membawa Rosa yang terus-menerus menangis dalam gendongan nya. "Iya sayang, kita akan segera pergi."

Bibi memilih memanggil taksi langkahnya tergesa-gesa menuju pintu. Matanya juga tidak melihat kehadiran Alina yang sebelumnya berada di ujung tangga tadi.

"Nenek akan membawamu, kau akan baik-baik saja Rosa." Dengan cepat tangannya membuka pintu. Tapi......

"Aghh!" Bibi dikejutkan dengan sosok pria yang seperti bayangan saat guntur berkilat.

"Astaga!" Bibi langsung mendekap erat Rosa yang juga terkejut dan semakin menangis kencang.

"Maaf, aku dokter yang dipanggil karena keadaan darurat." Jelas pria itu dengan wajah yang dihiasi hujan dan tangannya yang basah mencoba memperbaiki pakaian nya. Bibi terdiam sejenak sambil berpikir, namun tangisan Rosa membuat bibi segara membawa dokter itu masuk. Hembusan angin yang menggapai bibi, langsung berhenti saat pintu tertutup.

"Bagaimana dokter?" Tanya bibi dengan cemas. Baby Rosa dibaringkan di ranjang dengan tubuh yang terus bergerak-gerak seperti ulat.

"Sudah berapa lama demamnya?" Tanya dokter sambil memeriksa bayi cantik itu.

"Baru saja dok. Tengah malam ini, sebelumnya dia baik-baik saja. Tapi mendadak tubuhnya panas." Jelas bibi membuat dokter itu mengangguk.

"Dia meminum ASI eksklusif kan?" Bibi langsung terdiam beberapa saat, dan membuat dokter itu mengerti sesuatu.

"Orang tua bayinya, dimana?" Tanya dokter kembali.

"Tidak ada dokter, aku yang mengurus nya. Apa dia akan baik-baik saja? Dia terus menangis dengan suhu tubuh yang panas." Gurat cemas belum hilang dari wajahnya.

"Dia sudah ditangani dengan cepat, untuk selanjutnya kita harus mengompresnya dengan air hangat. Menjaga suhu ruangan agar tidak terlalu panas atau dingin, Memberikan pakaian dengan bahan yang mudah menyerap keringat, tidak terlalu tebal, dan nyaman digunakan olehnya. Jangan berikan pakaian atau selimut yang berlapis agar demamnya cepat turun. Dan setelah itu suhunya akan kembali normal." Bibi mengangguk mendengar penjelasan dokter.

"Terimakasih Dok." Bibirnya tersenyum kecil, ada keajaiban saat dia sudah di tahap yang sulit.

"Sama-sama. Semoga bayi cantik ini cepat sembuh."

"Rosa, namanya Rosa." 

"Cantik, seperti wajahnya." puji dokter menatap baby Rosa yang berusia 6 bulan itu.

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

Keesokkan harinya, bibi melihat Alina yang bersiap berangkat menuju kantor nya. "Nona!" Cegat bibi segera.

"Ada apa bi?" Tanya Alina sambil memperbaiki posisi jam tangan nya.

"Terimakasih, karena nona.... Demamnya Rosa sudah turun." Ujar bibi. Tidak ada balasan dari Alina, dia melanjutkan langkahnya menarik gagang pintu.

"Bibi tau, nona yang memanggil dokter." Lanjut bibi menatap punggung Alina dengan blazer putih dan dipadukan celana putih yang cocok dengan postur tubuh Alina.

"Tidak, aku hanya ingin mengatasi masalah yang membuat telinga ku terganggu karena tangisannya. Aku pergi." Bibi hanya menatap kepergian Alina dengan tarikan napas.

Bersambung......

Hai reader, boleh berikan komentar dan juga ulasan bintang 🌟 lima nya agar author semakin semangat untuk menulis novel ini. Terimakasih banyak 🥰🙏🙏

1
Harmanto
ditempat baru apa tdk punya tetangga. kok tdk ada dialog dg tetangga
Harmanto
kenapa anak itu tdk diserahkam saja ke panti asuhan
Harmanto
kok belum disebut rosa itu ibunya diapa, kenapa dititipkam ke Aluna dan diaduh bibiknya
Inay
💪
nikatha
suka
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
Musdalifa Ifa
demon jangan terlalu sombong,gengsi dan terlalu PD dan belajar lah berbicara lembut Karna Alina itu orang nya lembut tidak suka kekerasan
mustika ikha
🤣🤣 anak ma emaknya kompak banget buat alina ma demon malu2 kucing🤣🤣🤣
kyknya Rosa sm rhea bakalan jd mak comblang nih antara alina ma demon💪💪💪💪
Tutuk Isnawati
lgsg dah ntar kebayang2 mlu demon🤣
Tutuk Isnawati
bagus
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
Tutuk Isnawati
🤣🤣jd ketagihan masakan mama rosa kan
Tutuk Isnawati
ada yg terpesona neh😍
mustika ikha
wah, kyknya sudah ada benih2 cinta di antara mereka 🤣🤣, semangaaaat 💪💪💪
Tutuk Isnawati
😍😍
Tutuk Isnawati
kasihan ed rela brkorban nyawa demi keponakannya
Nandi Ni
mungkin Alina bisa merawat Rhea,demi kesembuhannya dan tdk menjauhkan Rosa darinya dan dari Alina sendiri.
mustika ikha
thor jangan pisahksn alina sm rosa, biarkan mereka bahagia💪💪💪💪💪
falea sezi
taruh aja di panti
Nandi Ni
kan udah dikate dia maknya Rosa,Alina ! ya mirip dong..🤭
mustika ikha
kira2 kenapa ya edward membawa lari Rosa saat kecil, apakah dendam atau Rosa anak edward sm perempuan itu, hanya othor yg tahu🤣🤣
Nandi Ni
orang yg menolak kebenaran dg sadarnya,adalah sebenar benar orang sombong ! seolah kebenaran hakiki itu hanyalah kebenaran menurutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!