NovelToon NovelToon
ALVEGAR

ALVEGAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Di balik tembok gedhe SMA Dirgantara, ada lima cowok paling kece dan berkuasa yang jadi most wanted sekaligus badboy paling disegani: ALVEGAR. Geng ini dipimpin Arazka Alditya Bhaskara, si Ketua yang mukanya ganteng parah, dingin, dan punya rahang tegas. Pokoknya dia sempurna abis! Di sebelahnya, ada Rangga Ananta Bumi, si Wakil Ketua yang sama-sama dingin dan irit ngomong, tapi pesonanya gak main-main. Terus ada Danis Putra Algifary, si ganteng yang ramah, baik hati, dan senyumnya manis banget. Jangan lupa Asean Mahardika, si playboy jago berantem yang hobinya tebar pesona. Dan yang terakhir, Miko Ardiyanto, lumayan ganteng, paling humoris, super absurd, dan kelakuannya selalu bikin pusing kepala tapi tetep jago tebar pesona.

AlVEGAR adalah cerita tentang cinta yang datang dari benci, persahabatan yang solid, dan mencari jati diri di masa SMA yang penuh gaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Perjanjian Rahasia dan Kegilaan Cinta

Maura menghabiskan sisa harinya dalam keadaan shock. Ciuman singkat Arazka di rooftop itu terus terulang di benaknya. Ia merasa marah, terhina karena dominasi, tapi pada saat yang sama, ada sensasi aneh yang tak bisa ia sangkal.

🤯 Kegalauan The Queens

Sore itu, di rumah Maura, The Queens berkumpul. Maura tampak lesu, tidak seenerjik biasanya.

"Loe kenapa, Maur? Loe kayak abis liat hantu di rooftop," tanya Fanila curiga, sambil mengunyah keripik.

"Gue gak apa-apa," jawab Maura cepat, menghindari kontak mata.

"Gak mungkin. Loe habis ketemu Arazka, kan? Pasti dia bikin ulah lagi," desak Yasmin. "Dia ngomong apa? Klarifikasi media?"

Maura hanya menggeleng. Ia tidak mungkin menceritakan ciuman itu kepada siapapun. Itu terlalu memalukan, dan terlalu intim.

"Dia... dia bilang kita harus terus tampil sebagai pasangan serasi untuk menjaga image dan influence ALVEGAR," Maura berbohong, mencoba menyusun kalimat yang terdengar profesional.

"Terus?" tanya Keysha, tatapannya yang tenang selalu terasa menginterogasi.

"Terus dia bilang, kita harus bikin perjanjian rahasia untuk pura-pura jadian di depan umum, sampai urusan event dan image kita stabil," lanjut Maura, menggunakan kebohongan itu sebagai cover.

Fanila langsung terkejut. "APA?! Pura-pura jadian sama Lord Kulkas itu?! Gak waras! Loe gila, Maur?!"

"Gue juga gak mau! Tapi dia mengancam akan menarik semua support ALVEGAR. Loe tahu sendiri, kalau press udah liat kita serasi, tiba-tiba putus bakal jadi scandal yang gak bagus buat nama sekolah," jelas Maura, berhasil membuat alasan Arazka terdengar masuk akal.

Yasmin berpikir sejenak. "Dilihat dari sisi image building, Arazka gak salah. Loe jadi makin terkenal, Maur. Tapi loe harus kuat mental. Loe harus pura-pura suka sama cowok sedingin dia."

Kinara menatap Maura dengan mata polos. "Tapi... kalau pura-pura jadian, nanti Kak Arazka jadi pacar Kak Maura beneran dong?"

"GAK!" seru Maura, terlalu keras. Ia langsung menarik napas. "Gak akan, Kinara. Ini cuma sandiwara. Dan gue bakal bikin dia nyesel nantang gue!"

🌹 Perjanjian di Greenhouse

Keesokan harinya, Arazka mengirim pesan singkat ke Maura: "Temui gue di greenhouse sepulang sekolah. Sendirian. Kita buat perjanjian."

Greenhouse adalah tempat yang tenang dan jarang dikunjungi. Maura datang dengan hati berdebar, ia sudah menyiapkan pertahanan terbaiknya.

Arazka berdiri di antara bunga-bunga yang rimbun, terlihat kontras dengan jas sekolahnya yang rapi dan wajahnya yang dingin. Dia memegang sebuah amplop kecil.

"Udah datang," sambut Arazka tanpa ekspresi. "Gue gak punya banyak waktu. Ini draf perjanjiannya."

Maura mengambil amplop itu. Isinya adalah lembaran kertas dengan beberapa poin yang diketik rapi.

Perjanjian Kerjasama (Status Hubungan)

Status: Di depan publik dan media, kedua pihak wajib berperan sebagai pasangan kekasih yang serasi dan powerful.

Jangka Waktu: Status ini berlaku selama tiga bulan atau hingga tujuan image building tercapai.

Batas Fisik: Dilarang ada kontak fisik yang melewati batas (selain rangkulan profesional, genggaman tangan di depan umum, atau hal yang diperlukan untuk menjaga citra).

Kerahasiaan: Poin 1-3 adalah rahasia mutlak.

Klausul Arazka: Selama masa perjanjian, Maura wajib menuruti semua permintaan Arazka yang berkaitan dengan citra hubungan mereka.

Klausul Maura: Arazka harus menraktir Maura kopi dan makanan ringan setiap kali Maura merasa kesal dengan aktingnya.

Maura membaca poin 3, dan wajahnya langsung memerah. Ia teringat ciuman di rooftop kemarin.

"Loe serius sama poin tiga? Setelah yang loe lakuin kemarin?!" tuntut Maura.

Arazka menatap Maura tajam. "Justru itu. Yang kemarin itu warning dan pre-test. Supaya loe gak panik kalau gue tiba-tiba harus peluk loe di depan kamera. Tapi selama perjanjian ini, gue gak akan melanggar. Gue gentleman yang terikat janji."

Maura mendengus. "Poin lima gak adil! Kenapa gue harus nurutin loe?"

"Karena loe yang paling banyak drama. Tanda tangan atau gue anggap loe batal dan gue declare di media kalau loe yang terobsesi sama gue, tapi gue tolak," ancam Arazka.

Maura menelan ludah. Dia tahu Arazka mampu melakukan itu. Dengan terpaksa, ia mengambil pulpen dan menandatangani kertas itu dengan coretan cepat, tepat di bawah tanda tangan Arazka.

"Puas?!" desis Maura.

Arazka tersenyum tipis—senyum kemenangan. "Sangat. Selamat datang, pacar."

"Ini cuma perjanjian, Arazka. Jangan terlalu berharap!" balas Maura, lalu ia buru-buru keluar dari greenhouse.

💘 Update Danis

Saat Maura berjalan cepat di koridor, ia melihat Danis sedang menunggu di dekat loker Kinara.

"Hai, Maura! Loe habis dari mana? Kelihatan capek banget," sapa Danis ramah.

"Ketemu setan," gumam Maura. "Loe ngapain di sini, Dan?"

"Gue mau nemenin Kinara pulang. Dia lagi ada tugas kelompok di rumah," jawab Danis, senyum manisnya tak pernah pudar.

Tiba-tiba, Kinara muncul. "Kak Danis!" seru Kinara senang. Wajahnya berseri-seri.

Danis memberikan Kinara sebuah kantong kertas kecil. "Ini, Kinara. Gue beliin loe cheese cake kesukaan loe. Buat energi biar gak lemot saat ngerjain tugas."

Kinara menerima kantong itu dengan mata berbinar. "Makasih banyak, Kak Danis! Kakak baik banget!"

Maura hanya bisa tersenyum melihat interaksi tulus mereka. "Loe berdua manis banget sih. Gak kayak gue sama pacar gue," sindir Maura.

Danis tertawa. "Arazka kan memang beda, Maur. Dia dingin, tapi gue tahu dia peduli sama loe. Dia cuma gak tahu gimana nunjukkinnya."

Maura memutar bola mata. Peduli? Dia cuma peduli sama egonya.

"Duluan ya, Maur. Hati-hati di jalan!" pamit Danis, lalu menggandeng Kinara (dengan jarak yang sopan) menuju parkiran.

Maura menatap punggung mereka. Ah, betapa beruntungnya Kinara. Pacaran dengan Danis pasti tenang. Maura kemudian meremas kertas perjanjian di tangannya. Sementara gue? Terjebak perjanjian konyol sama cowok es yang brengsek.

TO BE CONTINUED

1
Anggi Anggara
semanagtt💪
Anggi Anggara
masih baru dan blum banyak yang baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!