NovelToon NovelToon
My Sexy Lady

My Sexy Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:476k
Nilai: 5
Nama Author: lena linol

"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.

"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.

DOR!

Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.

Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria sialan!

"Tuan, aku rasa Anda terlalu keras padanya." Ava menatap Nero dari spion tengah karena pria itu duduk di jok belakang, sedangkan dirinya di balik kemudi. Seperti inilah pekerjaannya, selain menjadi sekretaris, koki, dan pelayan, ia juga menjadi sopir pria arogan tersebut. Meski berat, ia tetap menjalani pekerjaannya dengan sepenuh hati, mengingat gajinya sangat besar yang dapat memenuhi kebutuhan hidup mewahnya.

"Tutup mulutmu, Winters! Dan fokus menyetir!" sahut Nero dingin, tanpa menoleh, pandangannya fokus pada layar ponselnya.

Ava langsung melipat bibir, tak berani membantah.

*

Ele benar-benar bosan berada di rumah. Ia berencana keluar rumah hanya untuk menghirup udara segar dan melihat pemandangan Kota Italia, akan tetapi ia mengurungkan niat saat dua bodyguard-nya pasti akan selalu mengikutinya.

"Nona, pelatih Anda sudah tiba, mohon untuk segera bersiap," ucap Botak pada Ele yang tengah duduk di ruang tengah.

Ele menoleh, menatap Botak dengan alis bertaut, "pelatih? Pelatih apa?"

"Pelatih menembak. Tuan Nero yang mengatur semua ini," jawab Botak, tersenyum meringis saat gadis itu menatapnya tajam.

"Apa dia sudah gila?! Dia bertindak sesuka hatinya tanpa meminta pertimbangan dariku! Sialan!" Ele berteriak kencang dengan perasaan emosi. Suaranya sampai menggema memenuhi ruangan tersebut.

"N-Nona tenangkan diri Anda." Botak berusaha menenangkan gadis itu yang tengah kesetanan. "Ini demi kebaikan Anda," imbuhnya, masih berusaha menenangkan.

"Kebaikan apanya? Apa dia itu buta, aku ini cantik, dan elegan, kenapa malah disuruh belajar menembak!" Ele masih nyerocos sembari memperlihatkan kuku cantiknya pada Botak. "Katakan pada boss-mu, aku tidak mau berlatih menembak!" Ia menunjuk wajah Botak rengan ujung jari ya.

"Nona, tolonglah. Kami bisa di pecat jika Anda menolaknya."

"Aku tidak peduli!" Ele menjawab dengan nada keras, lalu beranjak dari sana tanpa memedulikan Botak yang terus memanggilnya.

Botak menatap kepergian gadis itu dengan perasaan tak karuan, kemudian segera menghubungi Nero untuk melaporkan semua sikap Ele.

Nero menghela nafas panjang seraya memijat pelipisnya yang mendadak terasa pening. Dirinya belum sampai perusahaan tapi gadis itu sudah membuat ulah. Pantas saja Ben tak sanggup mendidik putri bungsunya, ternyata Ele sangat bar-bar, sulit di atur, dan selalu melanggar aturan.

"Anda, baik-baik saja, Tuan?" tanya Ava, cemas.

"Putar balik!" perintah Nero, tegas.

Ava mengangguk, lalu memutar balik mobilnya menuju rumah. Meski penasaran yang tengah terjadi, tapi dia memilih diam dan menekan rasa penasarannya itu agar tidak muncul ke permukaan lagi.

*

Sampai di rumah. Nero meminta Ava untuk kembali ke perusahaan tanpanya, karena ia harus mengurus Ele yang semakin menjadi sikapnya.

"Kalian!!" teriak Ele seraya menunjuk para bodyguard yang berusaha menghalanginya. "Aku hanya ingin keluar sebentar tapi kenapa kalian memperlakukanku seperti tahanan?! Kalian sama saja gila, seperti boss kalian!" bentak Ele seraya menunjuk semua orang yang ada di sana penuh emosi.

"Apa kau bilang!?" sahut Nero dari ambang pintu, menatap tajam gadis tersebut.

Para bodyguard langsung membubarkan diri saat melihat kehadiran boss mereka.

Nero mendekati gadis itu tanpa mengendurkan tatapan tajamnya.

Kedua mata Ele membola saat melihat pria itu berada di sana, tapi bukan berarti dia takut pada pria itu.

"Kau gila! Dasar perjaka tua menyebalkan!!" teriak Ele seraya menghentakkan kakinya dengan kesal.

"Hei, tutup mulutmu!" Nero malu sendiri mendengar umpatan gadis bar-bar tersebut.

1
Yuliana Purnomo
kacian bang botak
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dulu gak perduli sekarang kelimpungan kan...
Tuti Tyastuti
𝘧𝘰𝘬𝘶𝘴 𝘢𝘫𝘫 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘶𝘮𝘣𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵𝘮𝘶 𝘱𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘣𝘰𝘵𝘢𝘬🤣🤣🤣🤣
Yennie Ika
kepala botak bisa meledak kalo makin fanass thorrrr,🤣🤣🤣 semangat dabel uppp lagi thoorrrr🔥🔥🔥
LANY SUSANA
nyesel kan km. botak 🤣🤣🤣🤣
dulu km hina berta terus, galak sekarang ada pria yg meragukan berta dan bikin percaya diri looo🤣🤣🤣
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
mau ngomong apa, botak?
Neni
botak botak panas nih🤣
🐣☜Frizka>🐣🍆
makin penasaran berta bner² sama camora menikah 🫶
Rita
bnr kt gondrong kmu tllu meremahkan Berta
XTeeN
ya ampunnn ikut ngakak pamannn🤣
XTeeN
wkwkwk sad botak
Rita
mau ngmg apa?
sansan
kesian Botak...
Hanima
🤭🤭
Sri Aastuty Julyantii Sadega
aduh botak cembokur, bener kata berta dulu kamu selalu merendahkan berta menindas juga, sekarang udah ada laki2 yang bikin berta nyaman dan percaya diri kamu malah kepanasan 😅😅
Syarifah Komsiyah
rasain botak, menyesalkan 🤣🤣🤣
Hanima
👍😍
Ainal Fitri
ih mau bicara ap sich klo manmelamar Berta udh telat dan klo pun mau menasehati Berta untuk pilih pilih terhadap pasangan hisupnyentu saja ad Elle dan Nero yg akn berdiri d garda terdepan untuk melindungi Berta ap bila cammora binuat jahat terhadap Berta.
jd ap yg paman botak inginkan 🤔🤔
Yuliana Purnomo
menyesal kah paman botak??
Maharani Rani
lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!