Hidup Anaya tidak pernah beruntung, sejak kecil ia selalu di jauhi teman-temannya, dirundung, di abaikan keluarganya. kekacauan hidup itu malah disempurnakan saat dia di jual kepada seorang CEO dingin dan dinyatakan hamil setelah melakukan malam panas bersama sang CEO.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melahirkan
"Farah," Suara nya menggema di rumah kayu sederhana itu.
Farah menoleh pelan, wajahnya tampak pucat menahan sakit. Tubuhnya bergetar hebat, keringat bercucuran di pelipis.
Antara sadar atau tidak Farah melihat sosok pria yang berdiri di ambang pintu. Tinggi, gagah. Wajahnya terlihat panik, dan entah kenapa Farah merasa familiar dengan wajah itu.
"Ja... Jackson." Suaranya bergetar nyaris tak terdengar seiring datangnya kontraksi yang menyerangnya.
Jackson melangkah cepat mendekati Farah lalu menangkap tubuh Farah yang hampir terjatuh.
Farah memalingkan wajahnya, nafasnya memburu. Air mata jatuh di pipi wanita itu, bukan hanya karna sakit melahirkan saja. Tapi karna luka lama tiba-tiba terbuka kembali.
"Kenapa kamu bisa ada disini?" Bisik Farah lemah.
Jackson menatap wajah pucat itu. "Aku sudah mencari kamu selama ini, Farah. Diamlah ini bukan waktunya untuk bercerita. Kamu harus segera di bawa kerumah sakit." ucap Jackson khawatir melihat keadaan Farah saya ini.
Farah menarik kuat lengan baju Jackson hingga baju pria itu koyak ketika kontraksi itu datang kembali.
"Ahh... Sakit sekali." Raung Farah.
Rasanya ia sudah tua tahan lagi.
Jackson melihat begitu banyak air keluar dari sela kakinya mengalir ke lantai langsung panik.
Pak Harto yang baru saja tiba terkejut melihat keadaan itu.
"Astaghfirullah... Ini nak Farah mau melahirkan. cepat bawa ke bidan Rini." Ucap pak Harto.
"Me... melahirkan?" beo Jackson. Ia baru menyadari bahwa perut Farah sangat besar.
Jackson menoleh panik dan langsung menggendong Farah. "Tolong panggilkan bidan, cepat!" teriaknya.
Pak Harto langsung berlari menuju jalan desa untuk meminta bantuan warga sekitar di bantu oleh beberapa anak buah Jackson.
Sementara itu Jackson meletakkan Farah di atas kasur. Terlihat tubuh wanita itu bergetar hebat bahkan nafasnya semakin melemah. Jackson mengalasi kain di sekitar tubuh Farah.
Ia sangat panik, ia tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini. Tapi ia tahu stau hal— dia tidak akan meninggalkan Farah sendirian lagi.
Jackson menuntun Farah untuk mengatur nafasnya.
"Dengarkan aku Farah. Tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan. Aku disini aku ngak akan kemana-mana." suaranya tegas namun penuh getaran emosi.
Farah mengikuti arahan itu membuat nafasnya kembali teratur. Namun tetap saja sakit itu tak kunjung reda.
Jeritan Farah kembali pecah. Jackson menggenggam tangannya erat, seolah ikut merasakan rasa sakit bersama wanita yang dulu ia hancurkan hidupnya.
"Tunggu lah sebentar, dokter akan segera tiba." ia menggenggam tangan Farah.
"Sakit sekali."
Farah hanya bisa pasrah, ia sangat ingin melepaskan genggaman tangan itu namun ia sudah Tidak bertenaga untuk itu.
Melihat kondisi Farah yang semakin lemah membuat Jackson khawatir.
"Sial! Kenapa lama sekali." Kesalnya.
Tak lama kemudian bidan desa tiba membawa tas darurat. Ia segera memeriksakan keadaan Farah.
"Ya Allah... sudah pembukaan lengkap ini." serunya panik. "Bapak suaminya? tolong dampingi ibunya ya. pegangin." pinta nya.
Tanpa banyak berfikir Jackson mengikuti arahan itu. Ia berdiri di atas kepala Farah, menggenggam erat tangannya.
Bidan mulai memberikan arahan, "Ayo Bu sedikit lagi. tarik nafas dalam-dalam lalu buang perlahan."
"Huh huh huh aaaaaaaa..."
Jackson membisikkan sesuatu. "Kuat sedikit lagi, ya." kata-kata itu meluncur dengan sendirinya.
"hah hah hah huhhhhh!"
Tak lama Farah mengejan, satu tangisan kecil terdengar.
Oeekkkk ooekkk
Lalu satu lagi.
Suara tangisan itu memenuhi ruangan. Dua nyawa kecil akhirnya lahir kedunia.
Jackson menitikkan air matanya menyaksikan bagaimana perjuangan Farah untuk melahirkan bayinya, bukan satu tapi dua sekaligus.
Farah terisak bahagia. Lelah, sakit, yang ia rasakan tadi seketika hilang saat mendengar suara bayi-bayi nya.
"Selamat ya Bu, anda telah melahirkan anak kembar berjenis kelamin perempuan laki-laki. Mereka sehat. cantik dan ganteng. Sama seperti ibu dan ayahnya." ucap bidan itu tersenyum.
Farah mencium pipi putra putri nya. "Selamat datang ke dunia anak-anak, mama," bisiknya di telinga kedua bayi itu.
Jackson menatap kedua bayi merah itu Dengan mata berkaca-kaca.
Tangannya bergetar saya menyentuh wajah mereka. "Apa kalian anak-anak ku?" suaranya pelan hampir tenggelam dalam isak.