Erika Putri seorang office girl dan pelayan kafe bekerja keras membiayai pengobatan ibunya yang sakit kanker usus.
kehilangan ibu, dan mendapat ayah...
menemukan cinta lalu kehilangan cinta...
memilih antara menjadi musuh atau seorang istri, kisah tentang mencintai orang yang tepat...
selalu ada kata terlambat untuk cinta, miliki sekarang atau kehilangan selamanya...
cintai lah orang yang mencintai kamu berjuang dan kembali ke sisi nya. selalu ada pilihan bertahan atau pergi...
lalu kembali di saat yang tepat,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
teman Erika
sudah jam 4 Erika bersih bersih sedikit dan mengganti pakaiannya lalu keluar dari gedung tempatnya bekerja dan berjalan menuju taman. kakek Arif sudah terlihat dari kejauhan Erika berlari menuju tempat kakek duduk
" kakek..... Erika ada cerita mulai hari ini Erika kerja dilantai 16 dan 17 aja Erika buatin pak Arjuna itu kopi. semalam pak Arjuna kek kafe tempat Erika kerja terus Erika diantar pulang mobilnya bagus kek...
" jadi kamu mau diantar pulang karena mobilnya bagus
" nggak, karena hemat ongkos Erika pulang
Hahahaha mereka ber dua tertawa,sementara dikejauhan Arjuna sedang memperhatikan mereka
" ternyata benar itu kakek , kenapa jam tangan mama diberikan pada gadis banyak omong itu...
Arjuna terlihat kesal dan kembali ke kantornya
" kakek Erika tanya boleh ya, kakek kenapa duduk disini terus, bukan karna mau temani Erika kan?
" Erika yang temani kakek dirumah sepi cucu kakek satu satunya kerja terus dan sangat pendiam. dulu tidak seperti itu sejak mama papa nya meninggal jadi gitu. kakek sangat senang bicara dengan Erika...
" makasih ya kek, Erika juga senang bicara dengan kakek, Erika cuma punya ibu nggak punya siapa-siapa lagi, kakek mau ya jadi kakek Erika...
" kalau gitu kamu harus menikah dengan cucu kakek...
" hahaha kakek bercanda aja, Erika kerja dulu ya, kakek mau ikut Erika ke kafe?
" tidak cucu kakek sebentar lagi datang jemput
" ya udah hati hati ya kek Erika pergi dulu
seperti biasa Erika mencium tangan kakek Arif sebelum pergi kerja.
kakek Arif sendiri serius ingin menjodohkan Erika dengan cucu laki laki nya. Erika adalah pilihan yang tepat menurut kakek. namun kakek sendiri juga ragu apakah cucunya mau dijodohkan. cucu kakek Arif sangat pendiam dan juga tegas susah didekati. tapi melihat Erika yang ceria kakek yakin Erika bisa mendekati dan membuat cucunya itu jatuh cinta.
Erika sudah dikafe dan mulai mengelap ngelap meja jam 5 Arya datang ke kafe tempat Erika kerja
" mas Arya beneran kesini, mau minum apa?
" kamu sampai jam berapa?
" jam 10 malam
" mau mas Arya jemput nggak?
" nggak usah Erika bisa pulang sendiri lagian rumah Erika nggak jauh , mas Arya sendiri aja?
" iya, mas mau kopi y
" oke sebentar ya
tak lama Erika datang dengan membawa secangkir kopi
" kamu temani mas dulu, kan lagi sepi ,ujar Arya sambil menatap wajah cantik Erika
" iya deh, mas Arya kenapa liatin Erika gitu ntar naksir loh... Erika tertawa...
" emang udah naksir, kamu ceria dan pekerja keras nggak cengeng
" ih tau dari mana Erika nggak cengeng Erika suka nangis tau, lagian nggak usah becanda Erika juga nggak sempat suka sukaan dengan laki laki, nggak sempat. Erika tinggal dulu y
Arya menatap Erika lagi, Arya benar benar naksir dengan Erika. Arya juga kasihan melihat Erika kerja di dua tempat tapi masih tetap ceria.
jam 7 Arya keluar dari kafe itu, Arya tidak sempat pamitan dengan Erika karna kafe lagi ramai Erika terlihat sangat sibuk.
sudah jam 10 malam Erika mau bersiap pulang dan pintu kafe terbuka ternyata pak Arjuna masuk
" pak Arjuna...kafe udah mau tutup pak
" tau, ayo saya antar pulang
" bapak kesini mau jemput saya?
" udah jangan banyak tanya saya tunggu didepan
" sebentar ya saya bersih bersih dulu
Erika bersih bersih, mengganti pakaiannya dan merapikan rambutnya. sekitar 15 menit Erika keluar dan melihat pak Arjuna menunggu didepan mobilnya bersandar dengan keren... Erika terpana melihat ketampanan Arjuna..
" ternyata tampan sekali... kenapa baru keliatan ya, gumam Erika sambil berjalan mendekati pak Arjuna
" maaf ya nunggu lama
" oh kamu tau itu lama?
" maaf, jadi antar pulang nggak? kos kosan saya dekat kok
" masuk... di...depan
" iya iya...
Erika masuk dan mobil pun jalan, Erika pulang ke kos kosan nya malam ini. Erika menunjukkan arah jalan ke kosan nya tapi mobil nya malah melewati saja arah rumah Erika
" e....salah pak yang tadi jalannya
Arjuna hanya diam tidak menjawab Erika. Erika pun hanya menunduk kesal
" ya.... udah lewat pak Juna... bapak harus antar sampai rumah ya,jangan turunin saya di jalan, kalo udah sampai sini saya nggak tau arah pulang ke rumah saya...
" kalau kamu nggak banyak omong saya antar sampai rumah kalau kamu nggak bisa diam saya turunin disini
" ih...kalo gitu bagusan nggak usah antar aja.
" kamu kenal kakek Arif
" ah iya kakek Arif teman saya . kenapa bapak kenal juga?
" HM....
" kakek Arif yang kasih jam ini ke saya,kalo nggak percaya tanya aja.
" kamu nggak ada teman lain, kok temannya kakek Kakek
" ih ya ada teman kerja, selain dari teman kerja ya hanya kakek Arif itu, kakek Arif terlihat kesepian. apa menurut bapak seorang kakek udah usia segitu duduk ditaman setiap hari ditempat yang sama itu baik baik aja? nggak pak, kakek Arif kesepian... makanya saya temani ngobrol ajak bicara dan membuatnya tertawa... eh saya banyak ngomong jangan turunin saya ya. ini mau kemana kok kayaknya jauh kali
Arjuna hanya terdiam sesekali menatap Erika.
Arjuna adalah cucunya kakek Arif. setalah kepergian anaknya, orang tuanya Arjuna dalam kecelakaan mobil, kakek Arif jadi kesepian apalagi sikap Arjuna yang juga berubah kasar, pendiam dan tidak mengizinkan siapa pun mendekati dirinya. kakek Arif jadi kesepian. mendengar ucapan Erika Arjuna menjadi sadar dan kasihan pada kakeknya. harusnya Arjuna menghibur Kakek Arif yang sama sama kehilangan orang yang mereka sayangi...
" maafin Juna kek... Juna berkata dalam hati. setelah mutar mutar membawa Erika , Juna pun mengantar Erika pulang
" terimakasih ya pak, rumah saya jadi terasa jauh bapak antar
" kamu menyindir saya?
" nggak, saya hanya berterima kasih bapak ajak muter muter keliling kota baru ini saya melihat banyak tempat di kota ini. Erika tersenyum dan meninggalkan pak Juna