NovelToon NovelToon
Kelas Abadi

Kelas Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:512
Nilai: 5
Nama Author: TEMOLLA

Reuni kelas yang seharusnya menjadi malam penuh tawa berubah menjadi titik balik kehidupan.
Di hadapan murid-muridnya, Mo Yuan mengungkapkan rahasia yang terdengar mustahil—ia berasal dari dunia kultivasi dan akan segera kembali ke sana. Tak seorang pun mempercayainya, hingga semuanya benar-benar terjadi.
Dalam sekejap, Qin Shang dan seluruh teman sekelasnya terlempar ke dunia yang dipenuhi para kultivator, iblis, dan berbagai bahaya yang belum pernah mereka bayangkan.
Di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mereka harus memulai kehidupan baru dan menapaki jalan kultivasi dari titik nol. Namun, semakin jauh melangkah, semakin banyak rahasia yang tersembunyi di balik perpindahan mereka ke dunia ini.
Akankah Qin Shang mampu mengubah takdirnya, atau justru tenggelam di tengah kerasnya persaingan menuju keabadian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEMOLLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Detik berikutnya, cahaya matahari yang menyilaukan menerpa mata Qin Shang.

Saat membuka mata, ia mendapati dirinya sedang berbaring di pangkuan Lu Chen.

Di tangan Lu Chen terdapat semangkuk cairan merah pekat berbau menyengat.

Yang lebih parah, rasanya begitu tajam di tenggorokan, pedas membakar seperti menelan arak berkadar tinggi hingga nyaris mustahil ditelan.

Saat itu, Lu Chen sedang menyuapkan cairan merah aneh itu ke mulut Qin Shang.

“Qin Shang! Akhirnya kau sadar! Aku sampai mengira kau benar-benar bakal mati!”

seru Lu Chen dengan wajah berseri.

Qin Shang buru-buru mendorong mangkuk itu menjauh.

“Apa ini? Kenapa rasanya seburuk ini?”

Lu Chen segera menjelaskan,

“Senior Lin bilang ini Sup Peningkat Darah. Katanya ampuh banget buat latihan bela diri! Dan memang luar biasa. Tadi aku jatuh sampai wajahku lebam dan badan penuh memar, kan? Begitu minum ini, rasa sakitnya langsung jauh berkurang!”

Lu Chen menggulung lengan bajunya, memperlihatkan bekas luka akibat jatuh sebelumnya.

Memar yang tadinya terlihat jelas kini tinggal menyisakan sedikit bekas.

“Kalau benda ini dibawa ke Bumi, tanpa berlebihan, khasiatnya jauh lebih hebat daripada salep paling mahal sekalipun. Bangun perusahaan bernilai puluhan miliar juga pasti gampang!”

Lu Chen membayangkannya dengan penuh semangat.

Sayangnya...

Itu hanya angan-angan belaka.

Saat ini, sebagian orang duduk di tanah sambil menikmati Sup Peningkat Darah.

Sebagian lainnya mengantre di depan sebuah gerobak untuk mengambil semangkuk sup.

Yang membagikannya adalah seorang wanita berparas cantik.

“Setiap orang hanya mendapat satu mangkuk setiap hari. Sup ini digunakan untuk proses peningkatan darah sekaligus menjadi sumber nutrisi kalian selama sehari penuh. Jadi, jangan disia-siakan.”

Mendengar bahwa mereka hanya mendapat semangkuk sup untuk sehari penuh, semua orang tercengang.

Ketua kelas Gu Yang pun bertanya,

“Senior Lin, apa semangkuk sup sekecil ini benar-benar bisa mengenyangkan?”

“Tentu saja.”

Lin Yan berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung sambil berkata,

“Sup Peningkat Darah memiliki banyak khasiat. Pertama, merangsang potensi darah dalam tubuh. Kedua, kandungan gizinya cukup untuk membuat kalian tidak merasa lapar sepanjang hari.”

“Sebagian besar biaya yang dikeluarkan Pak Mo untuk kalian digunakan membeli Sup Peningkat Darah ini. Di luar sana, semangkuk sup seperti ini nilainya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan satu keluarga beranggotakan empat orang selama tiga tahun. Bahkan, sekalipun punya uang, belum tentu kalian bisa membelinya.”

Mendengar penjelasan itu, tak seorang pun berani menyia-nyiakannya lagi.

Bahkan, mereka menjilati mangkuk hingga benar-benar bersih.

Meski begitu, Sup Peningkat Darah terasa sangat pedas.

Banyak orang hanya sanggup meminumnya sedikit demi sedikit.

Qin Shang tidak berani menghabiskan jatahnya.

Ia khawatir penyakit laparnya kambuh lagi dan tidak memiliki makanan cadangan.

Karena itu, ia meminta Lu Chen menjaga mangkuknya, sementara dirinya kembali ke gua untuk mengambil tas.

Di sana, ia menemukan sebuah cangkir, lalu menuangkan sebagian besar Sup Peningkat Darah ke dalamnya sebagai persediaan.

“Berlatih Teknik Tiang Yuyang setelah meminum Sup Peningkat Darah akan memberikan hasil terbaik. Cepat naik ke atas tiang!”

desak Lin Yan.

Semua orang segera memanjat tiang.

Qin Shang pun kembali naik dan melanjutkan latihannya.

Waktu berlalu tanpa terasa.

Mereka terus berlatih tanpa henti.

Sup Peningkat Darah itu memang benar-benar luar biasa.

Biasanya, penyakit lapar Qin Shang kambuh setiap dua jam.

Namun, setelah meminum beberapa teguk sup itu, ia mampu bertahan lebih dari dua setengah jam.

Setiap kali rasa lapar mulai menyerang, Qin Shang segera meminum beberapa teguk lagi dari sup yang disimpannya.

Begitulah...

Lima hingga enam jam berlalu dalam sekejap.

Matahari mulai tenggelam, dan langit perlahan diselimuti kegelapan.

“Di dunia ini juga ada matahari... Tapi, apa itu benar-benar matahari?”

Qin Shang menatap matahari yang perlahan tenggelam di ufuk sambil bergumam dalam hati.

Dibandingkan matahari di Bumi, matahari di dunia ini tampak jauh lebih besar.

Warnanya pun sangat aneh.

Merah dengan semburat kebiruan.

“Baik, latihan hari ini selesai.”

“Sekarang aku akan mengajari kalian tiga puluh karakter tulisan yang paling umum digunakan di Dunia Xuanwu. Hafalkan baik-baik.”

Selama sekitar sepuluh menit, Lin Yan mengajarkan tiga puluh karakter yang paling sering digunakan di Dunia Xuanwu beserta cara membacanya.

Sebelum pergi, ia juga mengingatkan agar mereka tidak meninggalkan perkampungan itu.

“Tulisan di Dunia Xuanwu ini kok mirip aksara piktograf di Bumi, ya?”

ujar Lu Chen heran.

“Memang agak mirip. Jangan-jangan dunia ini memang ada hubungannya dengan Bumi?”

Qin Shang kembali menyentuh liontin ambar yang tergantung di lehernya.

Mo Yuan mampu berpindah antara dua dunia.

Begitu pula liontin ambar miliknya.

Keduanya sama-sama berasal dari Bumi.

Mungkinkah...

Bumi sendiri menyimpan sebuah rahasia besar?

“Qin Shang, ayo! Cepat kembali tidur.”

Lu Chen memanggilnya.

Semua orang pun masuk ke dalam gua untuk beristirahat.

Tak lama kemudian, lebih dari dua puluh penduduk asli Dunia Xuanwu ikut memasuki gua.

Banyak di antara mereka diam-diam melirik ke arah kelompok Qin Shang.

Qin Shang kembali ke tempat yang telah dipilihnya, lalu duduk.

Tak jauh di sampingnya duduk seorang penduduk asli yang berpakaian bersih dan rapi.

Saat itu, tiga penduduk asli menghampirinya.

Masing-masing membawa sebuah wadah yang ternyata masih berisi Sup Peningkat Darah.

Mereka menuangkan seluruh isi wadah itu ke dalam botol besar milik pria berpakaian rapi tersebut.

Jumlahnya hampir tepat menjadi semangkuk penuh.

"Apa maksudnya ini?"

Qin Shang merasa heran.

Pria berpakaian rapi itu seolah menyadari dirinya sedang diperhatikan.

Ia menoleh ke arah Qin Shang.

Qin Shang membalas tatapannya tanpa mengalihkan pandangan.

Keduanya saling bertatapan beberapa saat, hingga akhirnya Qin Shang memejamkan mata untuk beristirahat.

Tak lama kemudian, suara dengkuran mulai memenuhi seluruh gua.

Qin Shang pun segera terlelap.

Namun kali ini, ia tidak memasuki ruang di dalam kepompong itu.

Setiap malam, ia hanya memiliki kesempatan sekitar beberapa puluh menit untuk memasuki ruang tersebut.

Malam berlalu tanpa terjadi apa pun.

Menjelang dini hari keesokan harinya, Qin Shang terbangun karena mendengar langkah kaki yang pelan.

Ia membuka mata dan melihat pria berpakaian rapi itu sudah lebih dulu bangun.

Pria itu langsung menghabiskan Sup Peningkat Darah yang semalam diberikan oleh ketiga orang tersebut.

Setelah itu, ia berjalan keluar dari gua.

Qin Shang kini benar-benar terjaga.

Karena sudah tidak bisa tidur lagi, ia pun ikut keluar.

Ternyata pria berpakaian rapi itu sudah mulai berlatih di atas tiang.

"Begitu rupanya."

Qin Shang langsung memahami.

Pria itu sengaja berlatih saat khasiat Sup Peningkat Darah berada pada puncaknya.

Yang membuat Qin Shang penasaran adalah...

Bagaimana pria itu bisa membuat tiga orang rela menyerahkan jatah Sup Peningkat Darah mereka kepadanya?

Mungkin mereka adalah para pengikutnya.

Atau mungkin mereka memang memiliki suatu kesepakatan.

Dilihat dari pakaiannya, kehidupannya jauh lebih baik daripada penduduk asli lainnya. Ditambah lagi dia berlatih sekeras ini... bagaimana kami, yang dulu dikenal sebagai murid paling malas, bisa bersaing?

Qin Shang segera memanjat tiang.

Pria berpakaian rapi itu meliriknya sekilas, lalu kembali memusatkan perhatian pada latihannya.

Qin Shang pun mulai berlatih tanpa henti.

Ia menyadari bahwa gerakan pria itu memang belum sesempurna Lin Yan.

Namun, dibandingkan yang lain, gerakannya jauh lebih baik.

Selain itu, pria tersebut tampaknya telah menguasai seluruh rangkaian Teknik Tiang Yuyang.

Gerakan-gerakan setelah sembilan posisi pertama bahkan belum pernah diajarkan oleh Lin Yan.

Qin Shang memahami bahwa terlalu memaksakan diri justru akan menjadi bumerang.

Karena itu, ia hanya terus mengulang sembilan gerakan pertama dengan tekun.

Ia mengikuti latihan pria berpakaian rapi itu selama hampir tiga jam.

Barulah setelah itu, satu per satu orang lain keluar dari gua untuk mulai berlatih.

“Qin Shang benar-benar rajin!”

Banyak teman sekelas tercengang saat melihat Qin Shang masih bertahan di atas tiang.

Mereka sama-sama murid yang dulu dikenal berprestasi buruk.

Di sekolah, selain Su Yao selaku ketua bidang akademik, hampir tidak ada yang pernah belajar atau berlatih sekeras itu.

“Lihat gerakannya!”

“Jauh lebih lancar daripada kita!”

“Anak ini...”

Di tengah kerumunan, Wen Ren, yang sejak dulu bermusuhan dengan Qin Shang, sempat terdiam.

Sesaat kemudian, ia segera memanjat tiang dan mulai berlatih mati-matian.

Sekitar setengah jam kemudian, Lin Yan kembali memasuki perkampungan.

Tatapannya menyapu seluruh area sebelum akhirnya berhenti pada Qin Shang.

"Bagus."

"Perkembangannya sangat cepat. Anak ini benar-benar bibit yang layak dibina."

Sesekali Lin Yan memberikan petunjuk kepada semua orang.

Waktu terus berlalu.

Menjelang siang, Qin Shang menghabiskan tegukan terakhir Sup Peningkat Darah yang disimpannya.

"Celaka. Masih ada lebih dari tujuh jam sebelum jatah Sup Peningkat Darah berikutnya dibagikan. Sepertinya penyakit laparku akan kambuh lagi."

Benar saja.

Dua jam kemudian, penyakit laparnya kembali menyerang.

Untungnya, ia sudah lebih dulu turun dari tiang.

Dengan bantuan Lu Chen yang menopangnya, ia berjalan perlahan menuju gua.

“Ada apa?”

“Penyakitmu kambuh lagi?”

Lin Yan yang melihat wajah Qin Shang sepucat kertas segera menghampiri.

“Ya... hipoglikemiaku kambuh lagi.”

Suara Qin Shang terdengar begitu lemah.

Lin Yan mengernyit, lalu melambaikan tangan.

“Masuklah dan istirahat.”

Memandangi punggung Qin Shang yang perlahan menjauh, Lin Yan menggeleng pelan.

"Fondasi tubuhnya sangat bagus."

"Sayang sekali dia memiliki penyakit yang terus menghantuinya."

"Sungguh disayangkan."

1
TEMOLLA
Mohon dukungannya🙏🏻😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!