NovelToon NovelToon
In Between

In Between

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Cellestinee

Krystal dinikahkan dengan seorang pengacara muda oleh kakeknya sendiri tanpa sepengetahuannya. Ketika pernikahannya sudah sah dan terdaftar secara legal, suaminya datang dan membawanya pergi dari kediaman pamannya. Tidak ada pilihan lain bagi Krystal selain menerima pernikahan ini. Lalu apa jadinya jika sang suami menuntut Krystal untuk memberinya keturunan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestinee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Let Out the Tension 1

Gue gregetan.

Gue nggak paham emosi apa yang gue rasain saat ini. Marah? Kesel? Kecewa? Malu? Arrggghh... semua campur aduk jadi satu. Dan gue benci karena gue nggak paham sama diri gue sendiri.

Masih terngiang kejadian di kolam beberapa jam yang lalu. Gue bener-bener inget gue sempat berontak saat suami gue menjamah tubuh gue. Tapi gue juga inget akhirnya gue bales ciuman dia. Gue nggak ngerti, tiba-tiba tubuh gue nggak bisa diajak kompromi. Otak gue bilang gue harus berhenti, tapi tubuh gue berkata sebaliknya. Gue hanyut dalam permainannya.

Masih terasa di bibir gue rasa manis bibir bawahnya, lidahnya yang basah membelit lidah gue, dan deruan nafasnya yang terasa panas di leher gue. Kedua lengan gue memeluk lehernya, membawanya lebih dekat. Meskipun gue masih berpakaian tipis tapi bisa gue rasain dada bidangnya yang menggesek-gesek ** gue. Kolam yang panas itu terasa semakin panas.

Salah satu jarinya masuk ke lubang bawah gue sementara jarinya lainnya menggesek-nggesek kewanitaan gue. Emmhhh... gue bener-bener lemes saat itu. Apalagi waktu dia tambahin jarinya ke dalam lubang gue, menggerakkannya keluar masuk diselingi dengan gerakan buka tutup seperti gunting, ahhhh. Dan tepat pada saat itu, saat gue hampir sampai di puncak kenikmatan gue, saat bagian bawah gue udah kedutan bukan main, menunggu detik-detik pelepasan pertama gue, dia berhenti. Iya, dia berhenti gitu aja, narik jarinya dari dalam tubuh gue,  melepaskan rangkulan tangan gue di lehernya, dan keluar dari kolam dengan satu kata maaf meluncur dari mulutnya.

Gue masih mematung, mencoba mencerna apa yang terjadi. Tubuh bagian bawah gue sakit bukan main karena pelepasan yang tertunda. Dan gue baru menyadari bahwa gue hampir aja menyerahkan diri gue. Gue marah. Gue kesel. Tapi gue nggak tahu marah karena apa. Apa karena gue yang dengan bodohnya membiarkan dia nyentuh gue? Atau karena dia nggak ngasih gue pelepasan?

Habis itu gue diemin dia. Waktu kita makan malam dia ngoceh panjang kali lebar, mencoba menjelaskan bahwa dia bener-bener nyesel nggak bisa ngontrol dirinya sendiri. Dia bilang maaf berulang kali. Dia bilang kalau nggak seharusnya dia maksa gue ataupun nyentuh gue tanpa persetujuan dari gue.

Dan sampai sekarang pun, saat kita udah siap-siap buat tidur, dia masih ngoceh.

"Dek, kok kamu betah banget sih diemin Mas. Mas kan udah minta maaf dari tadi"

Gue masih kekeh diem.

"Itu bibir cemburut mulu. Minta dicipok ya???" Kai cengingiran mulai bercandaiin gue.

"Apa emang mau dicipok makanya cemburut mulu?"

Gue tetep diem.

"Ya udah sini cipok dulu" kata Kai sambil menarik tubuh gue mendekat.

"Iihh lepasin..! Nggak usah sentuh-sentuh aku" bentak gue melepaskan tangganya dari bahu gue.

"Galak banget sih eneng. Kan jadi tambah cantik" goda Kai.

Gue memalingkan muka dan berbaring memunggungi Kai.

"Kamu sebenarnya marah kenapa sih? Marah gara-gara aku maksa kamu atau marah gara-gara nggak aku lanjutin tadi?

Gue tersentak. Gue juga bingung marah kenapa. Karena nggak bisa jawab, gue diem aja.

Melihat nggak ada tanggapan, Kai mendekat dan berbisik di dekat telinga gue.

"Yakin nggak mau lanjutin??" tanyanya dengan nada sedikit menggoda. "Beneran nih..??? Jawab dong tal... sayang... istriku.." lanjut Kai yang tanpa pantang menyerah terus ngajak gue ngomong.

"Beneran nih nggak mau? Yang tadi enak kan? Mas bisa kasih yang lebih enak lagi lho.."

Muka gue merah.

"Apaan sih kamu... sana jauh-jauh" tolak gue sambil ngedorong badan dia menjauh.

"Ya daripada kamu marah-marah kayak gini kan mending dituntasin... Ayo dong, hmm??" dia tetep ngotot.

"Nggak mau ya nggak mau. Udah diem!" bentak gue.

"Beneran nih?? Yah, padahal punya Mas gedhe lho. Kan mantap" goda Kai sambil ngasih satu kedipan ke gue.

Mata gue melotot. Tanpa pikir panjang gue lemparin bantal-bantal di sekitar gue ke dia, "Dasar mesum.. pergi sana jauh-jauh... pergi..!"

"Loh mesum apaan sih, orang sama istri sendiri. Aww... Dek, sakit, awww jangan dipukul gini, aduh.. aww..."

"Pergi sana.. Tidur diluar!" teriak gue sebelum membanting pintu.

 

 

1
Anonim
kai yg merdeka...🤭
Syarah Syafira
Luar biasa
Hank Hank
sad bangetttt
indy
i
indy
b
indy
f
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
seruuu
indy
vv
dalla.dalla
🤣🤣🤣🤣
dalla.dalla
kek merek mobil ya namanya 😂😂
dalla.dalla
😂😂😂😂
Nita Ayu
bagus kak...gak ngebosenin tulisannya
Ani Ani
mampus lo kisrytal, mkn tu krs kepala
Faylan Laurantica
kehamilan simpatik ini mah wkwkw
Faylan Laurantica
hamil kek nya dia Sola nya sensi banget Ama mawar juga suka jail yg tiba² wkwkwk
Faylan Laurantica
Kai Oneng Krystal koplak😂
Efvi Ulyaniek
ini apa sih menganggu bgt lho
Vlink Bataragunadi 👑
idiiiih seenaknya bilang Krystal egois, lah dia punya trauma, ciba aj lu di posisinya dia, menyaksikan sendiri kematian ortu lu, gara2 seseorang, eh org yg nyebabin ortu lu meninggal skrg malah jd suami lu
Vlink Bataragunadi 👑
ya ampuuuun Kleeee, dosa apa luu bisa ketiban sial nyaksiin mereka bercinta wkwkwk
Vlink Bataragunadi 👑
ih keren bgt sih kata2nya Chelsea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!