Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Gea terpaku ditempatnya,dadanya berdebar tak karuan apalagi saat melihat bara semakin mendekatinya. Bara sudah berada tepat dihadapan gea yang masih terdiam,bara memajukan wajahnya mendekati gea. Ia seorang pria dewasa yang tentu saja jiwa kelakiannnya akan memberontak jika melihat pemandangan seperti ini.
"Kamu berniat menggoda saya?"tanya bara dengan suara seraknya
"E-engga mas,aku tidak tahu jika kamu akan masuk secepat ini"jawab gea lirih
"Lalu sekarang bagaimana? Saya tak bisa menahan nya lagi"ucap bara semakin mendekatkan wajahnya
Hembusan napas bara terasa menerpa wajah gea membuat bulu kuduknya meremang,bara tak peduli lagi jika nanti gea akan marah atau bagaimana.
Cup!
Gea melotot saat benda kenyal itu mendarat dibibirnya,bara pun ia sedang meresapi rasa manis dibibir ranum istrinya.
Tok! Tok!
"Siall!"ucap bara saat ada yang mengetuk pintu kamarnya
Gea menggunakan kesempatan itu kabur ke kamar mandi,bara tersenyum melihat tingkah gea seperti itu. Bara berjalan ke arah pintu dengan raut wajah kesalnya,ia membuka pintu dan menatap lucky dengan pandangan tajamnya.
"Ada apa?''tanya bara
"Bersaiplah mereka sudah dalam perjalanan"jawab lucky
"Mengapa cepat sekali? kau bilang jam 7 malam"ucap bara
"Aku merubahnya,apa kau tega meninggalkan gea sendirian divilla ini?"tanya lucky diakhir
"Tidak,baiklah atur saja"jawab lucky lalu menutup pintu kamarnya
Bara menatap gea yang sudah menggunakan piyama,bara gemas sekali ingin rasanya ia menerkam gea saat ini juga.
"Kamu mau mandi sekarang mas?"tanya gea biasa saja seolah tak terjadi apa-apa
"Iya saya pergi sekarang saja agar pulang tak malam,nanti saya pesankan kamu makanan"jawab bara
"Yaudah kamu mandilah biar aku siapkan pakaian kamu dulu''ucap gea
Bara menurut,ia langsung begerak ke arah mandi. Gea juga menyiapkan segala keperluan bara. 20 menit menunggu bara pun sudah selesai mandi,ia keluar dengan bertelanjang dada dan handuk yang hanya menutupi bagian bawahnya.
"Kamu yakin tidak ingin ikut?"tanya bara lagi
"Engga mas aku juga rasanya ngnatuk,paling nanti habis makan aku tidur"jawab gea
"Yaudah nanti saya usahakan untuk pulang sebelum jam 10"ucap bara
"Iya mas jangan buru-buru juga aku gapapa kok"sahut gea
Bara hanya menganggukan kepalanya,ia bersiap menggunakan pakaian yang sudah disiapkan oleh gea. Gea sendiri kini sedang membuka laptopnya untuk mengerjakan tugas yang belum selesai ia kerjakan.
"Saya berangkat dulu,nanti kurir akan datang mengantarkan makanan"ucap bara
"Iyaa hati-hati ya mas"sahut gea
Bara mendekat ke arah gea dan mencium kening istrinya. Gea hanya diam terpaku ia tak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini sebelumnya. Gea mengantarkan bara sampai kedepan,ia melambaikan tangan ketika mobil bara sudah meninggalkan area villa.
Kini didalam mobil bara sudah fokus dengan pekerjaanya,besok mungkin ia akan turun keperusahaan untuk mengecek semuanya. 45 menit perjalanan kini bara dan lucky sudah sampai direstoran tempat dimana mereka janjian dengan klien. Bara turun dari mobil dengan wajah datarnya,lucky lebih dulu bergerak dan menanyakan ruangan yang sudah dipesan oleh kliennya. Mereka pun diarahkan keruangan vip.
"Permisi tamu anda sudah sampai"ucap pegawai disana
"Suruh mereka masuk"sahut perempuan didalam sana
Bara dan lucky langsung masuk,perempuan tersebut tersenyum menyambut kedatangan bara.
"Terima kasih tuan lucky sudah mau mempertimbangkan kerja sama ini"ucap wanita tersebut
"Hmm"sahut bara berdehem
"Astaga jadi benar bara ini tampan dan hot,gilaa baru melihatnya saja aku sudah dibuat terpana"batin dinar
"Maaf apa bisa kita mulai waktu kami tak banyak"ucap lucky yang sudah melihat wajah kesal bara karena terlalu lama
"Ah iya maaf mari kita mulai"sahut dinar
Mereka pun mulai membahas kerja sama ini,bara hanya diam mendengarkan. Jika dilihat dari semua penjelasannya bara tak memiliki ketertarikan sama sekali untuk bekerja sama dengan perusahaan dinar.
"Jadi apa keuntungan yang akan kami dapatkan jika kami menerima kerja sama ini? Sejak tadi saya dengar tidak ada hal menarik dari perusahaan anda,bahkan kinerja karyawan anda pun tak memuaskan''ucap lucky
Dinar diam dan memperbaiki posisi duduknya,rok singkat miliknya ditarik keatas sedikit entah apa maksudnya.
"Saya memang tak bisa memberikan keuntungan yang besar karena perusahaan saya juga mengalami masalah,namun saya akan berusaha untuk tidak mengecewakan perusahaan anda"sahut dinar
Tring!
Ponsel lucky berdering pertanda ada telpon masuk,lucky pamit keluar untuk menerima telpon tersebut,kini didalam ruangan itu tinggal bara dan dinar. Bara sedang fokus membolak balikan semua berkas-berkas laporan perusahaan dinar. Bara tak sadar jika saat ini dinar sudah mendekat ke arahnya.
"Pak bara"panggil dinar dengan suara yang dibuat seksi
Bara menoleh dan terkejut ketika melihat dinar sudah berada didekatnya,bara menggeser duduknya. Namun dinar masih saja terus mendekati bara,sepertinya ia sudah benar-benar terpesona dengan bara hingga hilang akal seperti ini.
"Mundur"ucap bara dingin
"Pak saya akan memberikan keuntungan yang berbeda kepada anda,keuntungan yang hanya kita berdua yang bisa menikmatinya"ucap dinar tersenyum
"Menjijikan"sahut bara lalu pergi dari sana
Dinar yang memang sudah terpana kepada bara juga ikut berdiri dan memeluk bara dari belakang,ia sengaja mengelus dada bidang bara.
Pats!
Bara menghempaskan tangan dinar yang sudah kurang ajar memeluknya,ia menatap dinar dengan tajam namun yang ditatap hanya cengengesan tidak jelas. Lucky masuk dan terkejut ketika merasakan aura didalam ruangan tersebut berubah menjadi mencekam.
"Urus dan hancurkan"ucap bara membuat dinar melotot
"Pak bara apa maksud nya ini?"tanya dinar
"Anda sudah melewati batas nona,jika memang anda serius untuk bekerja sama dengan perusahaan kami mungkin kami bisa mempertimbangkannya.Namun melihat dari marah pak bara anda sudah melakukan hal yang kurang ajar,dan anda tahu? Manusia seperti anda akan dihancurkan oleh pak bara hanya dalam hitungan detik"jawab lucky yang sudah paham dengan keadaanya
Dinar menggelengkan kepalanya kuat,ia tak ingin perusahaan dan harta satu-satunya hancur begitu saja. Dinar merutuki dirinya sendiri yang kelepasan menggoda bara karena pesona bara tak main-main. Bara sudah melangkah keluar,ia membuka ponselnya dan melihat foto pernikahannya dengan gea yang ia jadikan walpaper ponselnya.
"Belum ada 1 jam saya pergi tapi saya sudah merindukan kamu,jika saja tadi saya tak pergi ketempat ini mungkin kita sudah membuat cebong gea"monolog bara
Ia menjadi kesal sendiri saat ini,ia tak pernah main-main jika menerima orang untuk bekerja sama,namun jika orang tersebut seperti dinar jangan harap ia mau menerimanya.