NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Mafia

Benih Rahasia Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Tujuh tahun lalu, malam penyerangan musuh menghancurkan segalanya.

Venus terpaksa pergi membawa rahasia kehamilan yang belum sempat diungkapkan pada suaminya—Dante.

Kini, Venus harus bertahan hidup bersama Sean, putra mereka yang memiliki tatapan sedingin es milik ayahnya.

Saat takdir mempertemukan mereka kembali, dunia Venus seketika runtuh. Dante telah menikah lagi dengan wanita yang menyelamatkan nyawanya.

Meski Dante tak pernah mencintai istri barunya dan terus mencari Venus, Venus memilih bungkam. Venus tak ingin menghancurkan rumah tangga pria itu.

Namun, saat mata Dante tertuju pada sosok Sean, rahasia tujuh tahun itu terancam

Akankah Dante berhasil menemukan Venus dan mengenali Sean sebagai putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15 Makan Malam Berdua

"Jadi, ini rencanamu sejak awal? Merangkak masuk ke hidup suamiku dan menghancurkan keluargaku?"

ucap Bianca melempar sebuah map hitam ke atas meja kerja Venus.

Sebuah berkas perceraian yang masih bersih tanpa tanda tangan tercecer di hadapan wanita bertopeng itu.

Venus tidak bergeming. Matanya yang tenang menatap lembaran kertas itu sekilas, lalu beralih menatap Bianca yang nampak seperti singa betina yang terluka.

"Selamat pagi, Nyonya Carson," ucap Venus dengan nada sedingin es. "Ada yang bisa saya bantu dengan dokumen pribadi anda ini?"

"Jangan berlagak bodoh!" Bianca menggebrak meja, wajahnya memerah karena amarah yang memuncak.

"Gara-gara kau, Dante meminta cerai! Gara-gara kau, pria yang kurawat selama tujuh tahun itu tega mengusirku dari rumah kami sendiri! Kau puas sekarang, jala-ng kecil?" makinya sembari menunjuk wajah Venus.

Venus menyandarkan punggungnya di kursi seraya melipat tangan di depan dada. Di balik topeng kulit yang menutupi wajah rusaknya, ia diam-diam memuji ketegasan Dante.

"Akhirnya kau mengambil langkah yang benar," batinnya.

Namun, di hadapan Bianca, ia tetap menampakkan wajah tanpa ekspresi.

"Tuan Dante adalah pria dewasa dengan akal sehat, Nyonya. Jika dia memutuskan untuk bercerai, saya yakin dia punya alasan yang sangat kuat. Dan saya rasa, alasan itu bukan karena saya, melainkan karena apa yang selama ini Anda sembunyikan darinya," sahut Venus tenang.

"Kau menghinaku?!" teriak Bianca. "Kau hanyalah wanita cacat dengan wajah monster! Apa yang kau berikan padanya sampai dia begitu terobsesi padamu? Apa kau menggunakan sihir? Atau kau menjual cerita sedihmu agar dia merasa kasihan?"

Venus terkekeh kecil, sebuah suara yang membuat Bianca semakin meradang. "Wajahku mungkin rusak, tapi setidaknya hatiku tidak sebusuk seseorang yang merencanakan pembunuhan demi mendapatkan cinta yang bukan miliknya."

Bianca tersentak, langkahnya mundur satu tindak. "Apa... apa maksudmu?"

"Kita berdua tahu apa yang terjadi tujuh tahun lalu, Nyonya Bianca," bisik Venus. "Surat cerai itu adalah jalan keluar paling terhormat yang tuan Dante berikan padamu. Jika aku jadi kau, aku akan menandatanganinya dan menghilang sebelum kebenaran yang lebih besar terungkap ke publik."

Bianca mengepalkan tinjunya, mencoba menguasai gemetar di tangannya. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu tersenyum miring, sebuah senyum penuh kebencian.

"Aku belum menandatanganinya. Dan aku tidak akan pernah melakukannya. Dante bilang dia menceraikan ku karena dia yakin istrinya, Venus, masih hidup. Dia gila! Dia terobsesi pada mayat!"" ucap Bianca dengan suara yang mendadak rendah. Ia memajukan wajahnya ke arah Venus.

Venus tetap diam, mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir bergetar wanita di depannya.

"Dengar baik-baik, Detektif," lanjut Bianca. "Aku akan menandatangani surat ini hanya jika kau bisa membuktikan padaku bahwa Venus benar-benar masih hidup. Tunjukkan padaku wanita itu, tunjukkan di mana dia bersembunyi. Jika tidak, aku akan tetap menjadi nyonya Carson sampai mati, dan kau tidak akan pernah bisa memiliki Dante seutuhnya!"

Bianca menyambar kembali mapnya dengan kasar, lalu berbalik menuju pintu. Sebelum keluar, ia menoleh sekali lagi.

"Nikmati kemenangan sementaramu, Ve. Tapi ingat, selama aku belum menandatangani surat itu, kau hanyalah selingkuhan di mata hukum. Dan Dante, tetap milikku."

Brak!

Pintu tertutup keras. Venus menarik napas panjang, melepaskan ketegangan yang sejak tadi ia tahan. Ia meraih gelas air mineral di mejanya, meminumnya perlahan.

"Kau benar-benar keras kepala, Bianca," gumam Venus lirih. "Kau ingin melihat Venus? Berhati-hatilah dengan keinginanmu, karena saat dia muncul, itu adalah akhir dari segalanya bagimu."

*******

Malam itu, restoran klasik di sudut kota Amsterdam yang dulu menjadi tempat saksi bisu janji-janji suci mereka, kembali menyala.

Venus memilih meja di pojok yang paling tersembunyi, jauh dari jangkauan mata orang awam.

Saat ia menghubungi Dante sore tadi, ia bisa mendengar nada getar bahagia di suara pria itu, sebuah kebahagiaan yang sebenarnya membuat hati Venus terasa nyeri.

Dante datang lebih awal. Ia mengenakan setelan jas terbaiknya, membawa sebuah kotak beludru kecil dan seikat bunga lili putih kesukaan Venus. Wajahnya berseri-seri, seolah beban tujuh tahun ini baru saja terangkat dari pundaknya.

"Kau datang," bisik Dante saat melihat sosok bertopeng itu duduk dengan tenang. "Terima kasih, Venus. Terima kasih sudah memberiku kesempatan."

"Aku datang bukan sebagai istri yang kembali ke pelukan suaminya, Dante. Aku datang sebagai rekan kerjamu yang ingin membahas masa depan," ucap Venus.

Dante tidak menyerah. Ia menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Venus. "Aku punya berita besar. Aku sudah melayangkan gugatan cerai pada Bianca. Aku sudah mengakhirinya, Sayang. Aku tidak akan membiarkan wanita itu berada di antara kita lagi."

Venus menyesap anggur merahnya perlahan. Ia merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah map hitam yang sangat dikenal oleh Dante. Map berisi surat cerai yang pagi tadi dilempar Bianca di ruang kerjanya.

"Kau cukup berani, Dante. Aku memuji keputusanmu untuk akhirnya melepaskan diri dari racun itu," ucap Venus sambil meletakkan berkas itu di meja.

Dante tersentak. Matanya membelalak menatap map tersebut. "Bagaimana berkas ini bisa ada padamu?"

"Istrimu mendatangiku tadi pagi. Dia murka. Dia melemparkan ini di hadapanku seolah aku adalah selingkuhanmu," jawab Venus tenang. "Kau memang berani, tapi kau bodoh karena kau tidak tahu seberapa jauh Bianca bisa bertindak saat dia terpojok. Kau menganggapnya remeh, sementara dia adalah ular yang sudah kau pelihara selama tujuh tahun."

Dante meraih tangan Venus di atas meja, namun Venus menariknya kembali.

"Aku akan menyelesaikannya, Venus. Percayalah padaku. Aku akan mengurus Bianca, aku akan mengurus keluarganya, dan aku akan memastikan kau serta Sean aman. Aku tidak akan membiarkan kalian terseret ke dalam masalah ini."

"Kau terlalu percaya diri, Dante," sahut Venus sambil mulai memotong steak di piringnya. "Bianca tidak akan menandatangani itu sampai dia melihat Venus masih hidup!"

Dante terdiam sesaat, menatap wajah bertopeng itu dengan penuh rasa bersalah dan cinta yang mendalam.

Melihat ada noda saus kecil di sudut bibir topeng Venus, tanpa sadar, Dante mengulurkan tangannya, menggunakan ibu jarinya untuk mengusap lembut sudut bibir Venus.

"Jangan bergerak," bisik Dante lembut. "Ada noda sedikit."

Sentuhan pria itu membuat Venus terpaku. Kehangatan kulit Dante yang sudah lama tidak ia rasakan merayap masuk ke dalam sanubarinya, meruntuhkan tembok pertahanan yang ia bangun susah payah.

Untuk beberapa detik, mereka hanya saling menatap dalam keheningan yang menyesakkan.

Namun, di kegelapan luar jendela restoran, sebuah lensa kamera panjang menangkap momen tersebut.

Seorang mata-mata yang bersembunyi di dalam mobil van hitam tidak jauh dari sana tersenyum sinis. Foto Dante yang sedang mengusap wajah wanita bertopeng itu terlihat sangat intim, sangat eksplisit bagi siapapun yang melihatnya sebagai sebuah perselingkuhan.

"Dapat," gumam si mata-mata.

Hanya dalam hitungan detik, foto tersebut terkirim melalui pesan terenkripsi kepada seseorang yang sedang menunggu dengan penuh amarah di sebuah mansion mewah.

"Kau seharusnya tidak melakukan itu di tempat umum, Dante. Musuhmu punya mata di mana-mana," ucap Venus perlahan menjauhkan wajahnya dari tangan Dante.

"Aku tidak peduli," jawab Dante tegas. "Biarkan seluruh dunia tahu kalau aku mencintai wanita ini."

Venus mendengus kecil. "Cinta tidak akan melindungimu dari peluru atau skandal, Dante. Selesaikan dulu urusanmu dengan ular itu, baru kita bicara lagi soal perasaan."

"Jadi kau akan memberiku kesempatan?" tanya Dante.

"Semua kembali pada Sean. Jika dia setuju aku tak masalah dan kalau tidak..."

"Kalau tidak apa?"

"Mungkin kita lebih baik berpisah dan memilih jalan masing-masing," jawab Venus membuat wajah Dante langsung pucat.

1
Kinara Widya
😂😂😂😂😂
Tiara Bella
pedes bngt loh Dante kata² anakmu...
Nice1808
bacanya sambil mewek lihat sean yg menangis dlm pelukan dante😭.Ayolah sean terima dan maafkan papamu agar bianca gk ambil papamu lagi🤣
Senja: kyak Teletubbies😆
total 3 replies
Arbaati
othooor...tanggung jawab...aku mewek ini
Senja: peluk jauh kak😚
total 1 replies
Sri Rahayu
ayolah Sean maafkan papa mu...karena semuanya itu bukan keinginan Dante...lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Senja: Siapp
total 1 replies
tinie
akhirnya mulai luluh tembok dingin itu😭😭😭
Senja: huuhuhum
total 1 replies
Sri Rahayu
baru tau kamu Dante....anak mu Sean sangat cerdas, mulutnya pedas dan pemberani...lanjut Thorr😘😘😘
tinie
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/🤣rasakan kau dantee
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tidak bergeming = tidak diam?
Senja: Beda2 ya kak, 🤣🤭
total 4 replies
tia
nikmati benih u dante 😁😁
🇧🇬
😆😆😆
D
infooo si Venus makan apa sih waktu hamil??
sampe punya anak seJenius Sean??
Eh tapi kayaknya Anak seJenius Sean cuma ada di Novel deh 🫪
D
tau tuh si Dante, loe mau anak istri loe kembali,
tapi loe masih punya istri lain???
Huweeeeekkkkkkk, Venus gak akan sudiii Oiiiiii 😠
D
Udah didalem kamar pun masih nyaut 🥸
Tiara Bella
papahmu itu Sean....
D
bener kata Sean Ve,,,,, Suami mafia mu itu,, Oneng nya tuh Ngoneng bangettt /Scream//Scream/
D
Wkwkwkkwkwkwk
Boleh juga idenya si Leo 🤪🤣🤣
lovely_day
ayo Sean.. makan with papa🤗
D
Ttttaaapiiiii ucapan Sean bener loh 😳
D
Sayangnya suami mamamu itu adalah papamu Sean 👀👀
gimana donk??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!