Ini kisah tentang 4 orang sahabat. Keyafaza, gadis yang selalu menduga bahwa persahabatan yang ia jalin itu bukan benar - benar sahabat. Karna candaan yang teman nya keluarkan hanya saat berada di sekolah saja. Bahkan mereka tidak tau rumah keya hingga kelulusan datang.
Beradu dalam kecerdasan adalah cara mereka berteman. Setiap TES di sekolah akan berlangsung, mereka pula langsung menjadi musuh dalam hitungan detik. dan bukan lagi teman baik.
Kenapa keya menemukan 3 orang seperti mereka. Bahkan keluh kesal yang keya punya jarang mereka ketahui. 1 alasan yang selalu membuat keya minder untuk bercerita adalah kecerdasan yang di miliki mereka.
Pertemanan seperti apa?
Mungkin kah setelah lulus kita juga akan asing?
________________
IG : khairina_naa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khairina_annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 8
Keesokan harinya. Dipagi yang sangat dingin ini, aku bangun dan duduk di atas kasur. Mengucek mata yang pandangannya masih kabur. Merapihkan rambut yang terhelai tidak beraturan arahnya.
Ku tengok jam di meja belajar ku, masih pukul 05.00 hari ini tidak ada kegiatan di sekolah. Aku bisa berangkat agak siang hari ini.
Kretekk..kretek....
Ku miringkan badan ku, ke arah kiri dan kanan ku. Begitu nyenyak tidur malam tadi, badan yang sudah cape untuk kegiatan hari kemarin rasannya terbayar dengan tidur satu malam.
Aku buka selimut yang menutupi tubuh ku itu, menurunkan kaki dari atas kasur. Menuju kamar mandi untuk mengambil air wudu lalu solat subuh.
Setelah solat sudah aku tunaikan, aku duduk di kasur dengan memegang bantal yang ku ambil dari belakangku. Kufikirkan sesuatu dalam otak ku.
Fikiran ku menuju candaan kemarin dengan ke tiga teman ku itu. Saat caca mengatakan sedih jika saat ulang tahunnya tidak di ucapkan oleh pacarnya.
Ku raih hp ku di atas meja belajar, segera ku buka menu dalam hp itu. Terakhir ku buka hp saat baru duduk di pantai kemarin, itu hannya untuk mengecek pesan masuk dari hafis.
Setelah ku ketahui tidak ada pesan masuk dari hafis, aku langsung mematikannya lagi hingga malam tadi.
Pagi ini aku kembali berharap, mendapat satu saja pesan dari hafis saat hendak membuka hp ini. Ku berharap besar pagi ini karena teringat omongan caca kemarin. Semoga saaja hafis tidak memeberiku kekecewaan pagi ini, karna aku memeng sedang merindukannya.
Beberapa pesan telah masuk dalam notifikasi hp di layar atas. Ku buka satu - persatu pesan itu.
Hatiku berseri - seri pagi ini, bagaimana tidak? Yang aku tunggu sejak 2 minggu kemarin akhirnya muncul juga. Memberi sedikit obat rindu pagi ini.
Dari; Hafis
Untuk; Keya
"Key" pagil pertamannya.
"Key?"
"Keya"
"Aku minta maaf udah ngilang gaada kabar 2 minggu terakhir. Aku fokus PTS kemarin, maafin aku ya?" kataanya berlanjut,
Tidak ada ucapan selamat ulang tahun sedikit pun. Padahal aku hannya menunggy ucapan itu jauh - jauh hari. Mungkin kah dia lupa ulang tahun ku? Aku tidak tahu itu.
Hati ku jatuh lagi membaca pesan dari hafis, aku mencoba kuat dan berfikir positif pagi ini.
Ku pilih menu balas setelah membaca pesan hafis, mencoba untuk menghargai permintaan maaf hafis tidak memberiku kabar 2 minggu terakhir ini.
Dari; Keya
Untuk; Hafis
"Yaa" kujawab singkat, karena masih ada sedikit yang mengganjal di hati ini.
Tidak terlalu banyak ku ketik pesan balasaan untuk hafis pagi itu. Aku belum keluar dari pembicaraan ku dengan hafis setelah membalas pesan hafis.
✔✔
Tulisan online di bawah nama hafis langsung muncul. Ternyata hafis sedang memegang ponselnya pagi ini.
Dari; Hafis
Untuk; Keya
"Maafin ya key" balas hafis segera
"Iya" Ku ulang jawaban ku.
"Jangan marah key?" lanjut hafis memastikan.
"Aku gak marah." Jawab ku masih agak dingin.
"Kamu marah?" Ulang hafis mulai mengetahui.
Kutarik nafasku sebelum membalas pesan dari hafis lagi.
"Nggak fis" jawabanku masih sama.
Tidak sinkron dengan hati memang.
"Jangan bohong key?" kata hais mulai tau,
"Nggak fis"
"Terus kenapa dingin?" kata hafis
"Kata siapa?"
"Aku"
"Kamu gak lihat aku" alasanku mulai mengada.
"Aku memang gak lihat kamu. Aku tau, dan aku sadar. Tapi cara kamu balas chat punya ku aku mengetahui keadaan mu" kata hafis menjelaskan.
"Aku gak marah fis, aku juga sibuk PTS kemarin. Aku cuma kesel kamu lupa sesuatu" jawabku langsung buka gembok.
"Apa?" tannya hafis polos
"Lupa?" ku tannya dia kembali.
"Iya apa?"
"16 Sep" jawabku singkat.
"Kamu ulang tahun" jawab hafis langsung
"Lupa?"
"Nggak" kata hafis agak dingin.
"Ohh" lanjutku mulai malas membahas.
"Maafin ya?" kata hafis melanjutkan.
"Yaa" jawab ku semakin malas
"Aku terlalu fokus mempersiapkan PTS kemarin" penjelasan hafis
"Yaa"
"Jangan marah sama aku?"
"Nggak"
"Serius key?"
"Yaa"
"Pagi - pagi gak boleh cuek" kata hafis mulai menghoda.
"Iya fis, gapp. Aku ikhlas" kata ku
"Sipp. Udah yah mau mandi" lanjut hafis
"Yaa"
Tak melanjutkan pembicaraannya hafis menghilang dan hanya meninggalkan 2 centang berwarna biru dan tulisan online di bawah namannya segera hilang.
Aku masih merindukan hafis saat itu, entah kenapa saat aku sedang berkomunikasi dengnnya aku merasa dunia ku penuh warna. Dan dia mewarnai setiap kegelapan di dalam tubuh ku.
Aku selalu menerima kekurangannya yang aku ketahui seiring dengan berjalannya waktu ini.
Dia yang mulai suka marah - marah saat aku pergi menghilang, dan dia yang suka menangis saat aku bersikap dingin kepadanya.
Orang itu selalu mengajariku sebuah kesabaran yang sabarnya benar - benar sangat sabar menurut ku. Aku selalu merasa tidak berguna di matanya, tapi dia selalu meyakinkan ku bahwa aku adalah orang spesial di hidip nya.
Dia selalu berkata bahwa aku adalah obat luka nya, aku sudah menyembuhkan luka dalam hatinya saat luka itu mulai membesar.
Aku telah mengajarinya untuk selalu memaafkan dan tidak benci pada orang yang telah melukai hati kita. Katanya pada suatu malam yang gelap.
Tak peduli seburuk apa dirimu di masa lalu, atau justru kau selalu baik di masa lalu hingga sekarang. Rasa sayang yang aku lontarkan bukan rasa sayang yang kau anggap main - main. Tapi ini rasa sayang yang hatiku juga menyutujuinya.
Kata hafis saat aku kembali ragu.
Orang yang aku kenal 2 tahun lalu itu memang benar - benar sosok yang aku idam - idamkan saat aku baru saja mengenal kasih sayang.
Aku tidak berjanji untuk selalu akan menemani mu di samping dan hati mu. Tapi aku akan selalu berdoa pada Tuhan, untuk tidak boleh memisahkan kita lagi saat badai masuk dalam cela.
Sudah pukul 05.30 ternyata,
Tidak sadar aku lakukan waktuku untuk memandang nama hafis di hp ku ini. Aku segera bangun dari duduk. Keluar kamar untuk menuju kamar mandi.
"Siang amat neng" gumal seseorang saat aku hendak mengambil handuk.
"Bodo" ku jawab tanpa memandang wajah nya.
Aku tau siapa orang yang berbicara tadi, kaka kesya yang suka nyinyir pada ku saat aku sedang bahagia.
Tebakan itu tak akan meleset. Karena di rumah cuma ada kaka kesya dan ibu. Abang ku sudah berangkat jauh - jauh hari ke jakarta untuk bekerja. Dan bapa sedang ada di surabaya untuk mengerjakan proyek nya.
"Siang amat kay" kata ibu saat aku baru saja keluar dari kamar mandi.
"Iya, gak ada KBM hari ini. Cuma lomba - lomba antar kelas" ku jawab sambil menaruh handuk di tempatnya.
"Gak usah berangkat ajah" sambung kak kesya yang sedang mengambil roti di meja.
"Aku kan teladan" jawab ku sambil melipat ke dua tangan ku di perut.
"Mangkat terlambat balik edan" (dalam bahasa jawa. Berangkat terlambat pulang gila).
Lanjut kaka kesya.
"Enak ajah" kujawab dengan muka di tekuk.
"Udah - udah makan" kata ibu melerai.
"Nanti ah, mau ke kamar dulu" jawab ku.
"Yaudah, nanti makan" lanjut ibu
"Iya"
Aku segera lari menuju kamar ku. Mengambil hp yang aku letakan di atas kasur sebelum mandi tadi.
Hari ini sedang bebas. Aku bisa berleluasa bermain hp setelah PTS berakhir, sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung kembali. Aku bisa memuaskan diri di waktu - waktu ini.
Ku lanjut membuka menu pesan, melihat siapa saja yang menghubungi ku pagi ini setelah aku selesai mandi pagi. Ada beberapa pesan masuk saat ku lihat.
Dari; Fit
Untuk; Keya
"Key, mau berangkat jam berapa?" tannya fit meninggalkan pesan itu 15 menit lalu.
Ku jawab pesan fit dengan cepat.
Dari; Keya
Untuk; Fit
"Dari rumah setengah 7 fit. Kamu ngimbangin yah? Biyar sampenya bareng" kata ku pada fit.
Rumah ku paling jauh di antara ke tiga tan dekat ku itu. Jadi terkadang jika membuat janji suka ngadet jam nya. Makannya kita gak pernah bikin janji.
Pesan masuk dengan cepet, setelah aku membalas pesan dari fit.
Dari; Fit
Untuk; Keya
"Okh key, nanti aku ngimbangin" kata fit melalui chat.
Tidak membalas pesan lanjutan dari fit, karena di rasa sudah selesai bicaranya. Aku membuka pesan yang sama dari fada dan caca.
Menanyakan keberangkatan ku menuju sekolah tentunnya, apa lagi yang mereka tannyakan kalo bukan sampe sekolah bareng - bareng.
Aku membuka pesan berikutnya, setelah meladeni ke tiga teman ku itu.
Dari ; Hafis
Untuk; Keya
"Key?" panggil hafis 25 menit terlewat.
Aku segera mengetik untuk menjawab pesan dari hafis itu.
Dari; Keya
Untuk; Hafis
"Iya fis"
Tanda di baca langsung terlihat di pocok pesan itu. Kebiasaan hafis selalu main hp saat pagi, sebelum mandi dan sebelum berangkat sekolah.
"Udah mandi?" tannya hafis langsung membalas.
"Udah" kujawab jelas.
"Lagi apa?" tannya hafis,
"Duduk"
"Udah makan?" lanjut hafis
"Belum"
"Makan sana" kata hafis langsung.
Aku sudah menduga hafis akan marah jika mengetahui aku belum makan, hafis selalu marah setiap kali tau aku belum makan. Entah marahnya memang benar - benar marah atau cuma acting di depan ku.
"Nanti_-" ku jawab mulai marah.
"Sekarang." kata hafis seperti meninggikan suara.
"Nanti ah" keluh ku mulai kesal
"Sekarangg."
"Nanti fis"
"Sekarang key."
"Nanti li"
"Sekarang gak?"
"Nanti"
"Aku bilang sekarang."
"Nanti"
"Sekarang"
"Nanti hih"
"Pokoknya sekarang."
"Nanti"
"Harus sekarang."
"Nanti"
"Wajib sekarang."
"Yang makan siapa?"
"Pokoknya sekarang."
Dasar! Keras kepala. Aku benci hafis saat dia sedang ada mau. Dia selalu mau apa yang dia inginkan, orang itu terlalu takut aku tidak melakukannya.
Aku selalu bilang ke dia, bahwa aku tidak suka jika dia memaksa. Dan dia selalu bilang aku akan mencoba. Tapi tidak ada hasil percobaannya.
Dia selalu ingin keinginannya di laksanakan. Tidak mau hannya di dengar, apalagi di tinggalkan. Dia selalu punya alasan menyuruh dengan tidak sabar.
Untuk kebaikaan mu, itu selalu di ucapkan dia setiap kali aku ngeyel. Tapi bukan kebaikan dengan di paksa yang aku mau. Bukan seperti itu yang aku mau.
Egois. Dasar mausia paling egois. Dia itu paling egois saat memaksa kehendak. Tapi tidak pernah merasa bahwa dirinnya itu selalu memaksa.
Hanya kesabaran hati ini karena sebuah rasa yang nyaman di dekatnya. Membuat aku selalu menyerah saat dia sedang keras kepala.
Aku menyayanginnya ya Tuhan. Rasa ku besar padannya. Jiwaku senang ada di dekatnya. Dan tubuh ini merasa nyaman untuk melangkah lebih dekat dengannya.
Beri aku rasa kasih sayang, dan ketenangan juga beri dia rasa sabar bukan keegoisan seorang diri ya Tuhan. Agar kita bisa menyatukan perbedaan ini.
Perbedaan yang timbul dan bisa ada karena sebuah rasa. Saat aku dekat dengannya, saat aku berbicara dengannya dan saat aku mulai belajar menyayanginnya.
Tidak menjawab pesan dari hafis aku segera keluar dari kamar. Meninggalkan jejak pada hafis dengan hanya memberi 2 centang biru di pesan terakhirnnya.
Aku mulai panas lagi. Mulai sebal kepadanya lagi. Mulai kesal. Dan mulai emosi untuk terus meldeninya. Untuk apa di lnjutkan, dia sudah marah. Jiwa ku mulai sensitif.
Saat sampai di meja makan, aku segera duduk dan mengambil makanan untuk sarapan pagi ini. Memakan setumpuk roti yang ku balut dengan slai warna warni, dan susu kental manis berwarna coklat di dalam gelas.
Ku habiskan menu pagi ini dengan cepat. Rumah sudah mulai sepi, kaka kesya sudah berangkat bekerja. Dan mungkin ibu sedang berbelanja.
Setelah roti sudah ku habiskan, aku segera minum susu kental manis itu tidak dengan gelasnya.
Aku segera pergi ke kamar, mengambil tas dan bersiap memakai sepatu di kursi depan rumah ku.
Sebelum aku memasukan hp dalam tas, aku coba membuka pesan di dalamnya. Ada pesan masuk saat aku sedang sarapan pagi tadi.
Dari; Hafis
Untuk; Keya
"Key"
"Ngilang yah?"
"Hari ini bebas, pokoknya kamu harus buka hp di sekolah nanti" kata hafis memintaku.
"Jangan lupa"
Aku segera membalasnya, sebelum hp itu masuk ke dalam tas.
"Iya" kujawab singkat.
"Awas kalo gak buka" Ancam hafis langsung masuk.
"Iya" ku jawab masih singkat.
"Jangan lupa"
"Iya. Udah aku mau berangkat" kataku mulai emosi, karena pembicaraannya tidak selesai - selesai.
"Yaudah hati - hati. Jangan ngebut" kata hafis.
Tidak membalas pesan hafis. Aku segera lari menuju pintu depan untuk mengambil sepatu dan memakainnya.
"Udah mau berangkat?" tannya ibu yang baru masuk dari balik pintu pagar.
"Iya bu" jawabku sambil memakai kaos kali.
"Ini udah siang. Yakin gak terlambat?" tannya ibu.
"Nggak bu. Kan habis PTS itu bebas, udah ada informasi dari wali kelas kemarin. Katannya boleh berangkat agak siang hari ini dan 3 hari ke depan." penjelasanku sambil masih memakai sepatu.
"Yaudah hati - hati. Jangan ngebut. Jangan kosong fikirannya. Semoga lombannya sukses" lanjut ibu memberi nasihat dan doa.
"Iya bu aamiin. Berangkat dulu ya bu?" ijin ku lalu cium tangan dengan ibu.
Tidak menunggu aku pergi, ibu lngsung masuk ke dalam rumah terburu - buru.
Mungkin ibu ingin setor pagi hari pada wc. Makannya sangat terburu - buru.
Aku segera bergegas pergi menuju sekolah, menyiapkan badan untuk melawan anak baru yang tengik itu kata fit kemarin.
Bertanding futsal dengan kelasnnya di tenfah lapangan, syukur - syukur dia ikut main melawan kelasku. Atau justru menjadi pecundng dengan banyang omong kosong doang.
Wwewewewweeeeesaasaaa...
Motor ku segera melaju kencang, meninggalkan rumah untuk ku beristirahat malam. Menuju sekolah dengan beberapa pertandingan hari ini..
***
Mungkin orang bilang,
"Sudah egois tinggal di tendang."
"Sudah egois tinggal di tinggal."
"Sudah egois pasti gak sayang"
Tapi rasa sayang meleleh saat ke duannya saling memulai ada rasa untuk bersatu.
Menyatukan 2 kepribadian berbeda untuk saling melengkapi.
Saat ini aku belum percaya saat orang mengatakan "Jodoh itu cerminan diri"
Kenapa? Jika jodoh itu cerminan diri, tidak ada manusia yang merubah sifatnya.
//
Karena orang tidak baik akan bercermin, dan merasa dirinnya tidak baik. Lalu dia mendapatakan pasangan yang tidak baik pula? Bagaimna itu?
Pasangan lebih bisa melengkapi. Yakan?
Mampir "I Have 2 Husband's"
membawa 20 like 👍👍
like like
jangan lupa saling mndukung😊
kutunggu kelanjutan bomlike kk di novelku Who is He, ya😁💕
ini aja aku sempatin
masih kerja 😂😂😂
Semangat up-nya Thor!