Ini novel pertama ku,smoga suka
"tuan tolong hentikan,ssshhh sakit...."
Pria bertubuh kekar itu menarik paksa tangan Delia, dia membawa delia masuk kedalam kamar nya dan menghempaskan tubuh delia ke atas ranjang yang berujuran king size
"tolong bantu aku hhmmmm,aku akan membayar untuk pelayanan mu malam ini "
Silahkan mampir dicerita ku ini, smoga pada suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aspriyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 8
Farel merupakan anak dari sahabat ibu nya Gilang, tapi karena ibu nya lebih dulu meninggal makanya dia sudah menganggap ibu nya Gilang sebagai ibu nya sendiri hingga akhirnya ayah Gilang meninggal dan membuat ibu Gilang seperti orang gila.
Ayah Farel meminta Farel untuk belajar bisnis dan menyuruhnya untuk menjadi asisten Gilang sebagai hukuman karena Farel yang sudah membuat anak teman ayah nya keguguran dan wanita itu mengaku kalau dirinya yang sudah menghamili nya. Farel membantah nya dan dia sama sekali ngak mengenal wanita itu,makanya dia terus menolak nya dan diusir oleh ayah nya hingga akhirnya dia tinggal dengan keluarga Gilang.
Ayah nya Farel bukan tak percaya dengan anak nya sendiri, hanya saja desakan dari keluarga wanita yang meminta nya untuk tetap menikahi anak temannya itu membuat ayah nya Farel mengatakan kalau Farel sudah dia campakan dari keluarga nya dan kini hanya menjadi asisten saja. Karena itu lah keluarga wanita itu tidak lagi meminta Farel untuk bertanggung jawab.
Sejak saat itu lah Farel menganggap semua wanita hanya ingin mencari kesempatan untuk mendekati nya,dia ngak ingin menjalin hubungan dengan wanita mana pun hingga kini . Dia lebih suka menyendiri,sama seperti Gilang .
"Panggilkan Maya kesini,saya ingin berbicara dengan nya mengenai wanita yang akan merawat bos besar" perintah Farel dengan tegas .
Bu Sari pun langsung berjalan keluar untuk memanggil Maya,dia tidak ingin nanti nya dirinya jadi kemarahan untuk Farel. Bu Sari sangat tau bagaimana sikap Farel yang tak bisa di bantah sama sekali,dia mulai sedikit berlari unyuk segera memanggil Maya.
"May,kamu dipanggil oleh pak Farel. Cepat, jangan sampai beliau marah dan kita semua kena imbas nya " ucap bu Sari dengan nafas yang sedikit tersentak
"Ad....ada apa bu? Kok aku dipanggil pak Farel?" tanya maya yang merasa bingung, dia mulai ketakutan .
"Apa karena yang tadi ya bu?" tanya Maya dengan nada sedih nya,dia menyesal karena sudah menatap tajam pada Farel tadi.
"Aku rasa sih ngak,tapi untuk menanyakan mengenai wanita yang mau bekerja . Tadi kau bilang kalau pengasuh nenek mu mau bekerja kan? Mungkin dia akan di suruh menjadi perawat ibu nya pak Gilang, makanya saat ini kau di minta pak Farel . Pak Farel ingin menanyakan mengenai wanita itu" jelas bu Sari, kemudian dia berjalan menuju meja kerja milik nya .
Maya langsung menuju pintu yang tak jauh dari meja nya,dia mulai mengetuk pintu itu dan masuk saat suara Farel meminta nya masuk . Maya masuk dengan perlahan,dia menatap ke arah Farel yang sedang duduk santai dengan mata yang masih mengamati berkas yang ada di atas meja karena dia harus memeriksa semua laporan sebelum minggu depan .
"Duduk lah,ada yang ingin aku tanya kan " ucap Farel tanpa melihat Maya ,Maya pun duduk di kursi tepat didepan nya .
Cukup lama Maya menunggu disana ,dia memperhatikan wajah Farel yang terbilang sangat tampan didepan nya. Tapi dia ngak suka dengan sifat dan sikap Farel yang sombong dan angkuh,sama seperti atasan nya .
"Ada apa ? Apa ada sesuatu di wajah ku hah? Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Farel yang kita tatapan nya sudah menyatu dengan tatapan Maya.
Maya pun menundukan kepala nya, bibir nya cemberut karena merasa kesal dari tadi di cueki oleh Farel. Farel tersenyum tipis melihat wajah Maya cemberut, sangat menggemaskan menurut nya.
"Siapa wanita itu hah ?" tanya Farel, dia tidak ingin memberikan perawat yang tidak baik untuk wanita yang sudah dia anggap sebagai ibu nya.
"Dia bernama Delia,hhmmm pengasuh nenek saya pak " jawab Maya dengan sedikit takut ,karena Farel bisa membaca sikap nya .
"Pengasuh?" tanya Farel dengan tatapan mengintimidasi
Maya hanya menganggukan kepala nya saja,tapi dia yakin jika Farel ngak akan menyadari kalau Delia adalah sepupu nya. Farel masih mengamati wajah Maya yang masih menundukan kepala nya,dia belum pernah seintens ini memperhatikan wanita tapi seperti nya Farel tertarik pada Maya.
Sebenar nya Maya terbilang cukup baik,hanya saja dia iri pada Delia yang selalu saja menjadi perhatian dan di sayang banyak orang. Maya sombong dan sedikit angkuh pada bawahan nya karena mungkin dia cantik dan memiliki jabatan yang cukup tinggi di sana ,makanya dia memilih milih teman.
"Besok kau bawa dia kesini ,saya ingin melihat nya dan mempertemukan nya dengan ibu Sofia. Jika ibu Sofia suka,maka dia bisa menandatangani surat perjanjian kerja nya "ucap Farel membuat Maya takut jika nanti nya Farel menyukai Delia.
Maya ngak masalah kalau Gilang yang jatuh cinta pada Delia, walaupun dia yakin jika tuan muda pewaris keluarga Atmadja itu tidak akan mau berurusan dengan perawat rendahan seperti nya. Maya merasa khawatir kalau Farel akan direbut oleh Delia seperti pria lain yang memuja Delia, Maya tau kalau Delia yang baik hati ngak akan mau mengambil pasangan nya tapi siapa tau nanti nya Delia seperti sahabat nya saat kuliah dulu
Maya pernah memiliki kekasih yang dia percaya, tapi kekasih nya itu malah bercinta dengan sahabat nya. Mungkin memang karena Maya yang ngak pernah mau disentuh dan dicium oleh kekasih nya, sehingga kekasih nya itu mencari pelampiasan pada sahabat Maya yang memang sering bersama dengan mereka.
"Tapi pak,hhmmm apa saya boleh ikut dengan pengasuh saya itu?" tanya Maya dengan gugup membuat Farel mengernyitkan dahi nya cukup dalam
"Untuk apa? Aku hanya akan membawa nya ke ibu Sofia saja,karena pak Gilang akan pulang minggu depan " ucap Farel dengan tegas membuat Maya terdiam
Diam nya Maya membuat Farel penasaran apalagi Maya menggigit bibir bawah nya dengan cukup kuat,membuat Farel juga ingin menggigit nya. Farel berdiri dan mendekati Maya yang masih duduk di depan nya,Maya tau kalau Farel mendekati nya hingga wajah nya kembali tertunduk.
Farel yang sudah berdiri di samping kursi yang maya duduki,kini dia menarik dagu maya hingga kedua mata mereka saling menyatu. Wajah Maya memerah,membuat Farel semakin merasa gemas hingga akhirnya dia mendekatkan wajah nya dan meraup bibir Maya yang sedari tadi menggoda nya.
Farel menghisap dan menggigit bibir Maya dengan lembut,kemudian melepaskan nya begitu saja membuat Maya terkejut. Mata nya membulat sempurna ,dia tak menyangka ciuman pertama nya akan di ambil oleh Farel.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentar nya, makasih