NovelToon NovelToon
Perfect Billionaire

Perfect Billionaire

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / Tamat
Popularitas:531.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: sofy adisty

Iblis berwajah tampan. Memiliki sifat kejam namun bisa juga membuat wanita terlena dengannya. Dia Al Deventer Stevenson, orang mengenalnya dengan sebutan Venter.

Pria yang mampu membuat banyak wanita mabuk kepayang namun takut untuk mendekat. Bukan karena mereka pengecut namun mendekati Venter, mereka harus siap menerima resiko.

Baik di permainkan, di perjual belikan bahkan di bunuh jika mereka mengganggu Venter.

Sampai di suatu malam, Venter melakukan hubungan dengan wanita asing namun dapat membuatnya terlena. Sentuhan wanita itu, wajahnya bahkan tubuhnya. Venter jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Sialnya, setelah malam itu ia tidak melihat wanita yang sudah ia renggut barang berharga nya. Wanita itu seperti hilang tidak pernah hidup di sekitarnya.

Nama yang terngiang di telinganya yang ia ingat saat malam itu adalah Vee. Entahlah, mungkin nama samaran. Yang pasti Venter akan mendapatkan wanita itu kembali ke pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7.

Vee merasa terusik saat merasakan sebuah tangan memeluknya. Ia pun membuka matanya perlahan lalu menunduk. Ia terkejut sepasang tangan kekar memeluknya. Ia pun menoleh.

"Kenapa dia ada disini?" tanya Vee dalam hati.

Tangan yang memeluk nya teryata tangan Venter, pria itu tertidur sambil memeluknya. Vee mengedarkan pandangannya, kenapa rasanya kamar yang tadi terasa berbeda. Dan dimana kedua putranya.

Vee berusaha menyingkirkan tangan Venter dengan perlahan agar tidak membangunkan pria itu. Vee berjalan dan ingin membuka pintu namun tidak bisa, pintunya terkunci.

"Kau sudah bangun," suara berat itu membuat Vee menoleh.

"Ini dimana?" tanya Vee menatap Venter yang tengah menyadarkan tubuhnya di pinggir kasur.

Lihat lah cara dia duduk, sangat menggoda dengan rambut yang berantakan. Kancing kemeja yang terbuka dan pakaiannya yang kusut namun malah terlihat seksi di mata Vee.

Tunggu, seksi? Vee langsung menggelengkan kepalanya.

"Rumahku. Tentu saja," balas Venter seadanya.

"Aku harus pulang," ucap Vee langsung membalikkan badannya.

"Pulang? Disini rumahmu. Rumahku menjadi rumahmu. Mulai sekarang," ucap Venter, Vee menoleh menatap heran.

"Tidak aku izinkan kau meninggalkan rumah ini bahkan selangkah pun,"

...∆∆∆...

Vee bergerak mundur saat Venter berjalan mendekat. Tubuhnya terhenti saat dirinya berada di antara pintu yang tertutup. Venter menghalangi tubuh Vee dengan kedua tangannya.

"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Aku tidak akan pernah membiarkan kau pergi lagi seperti malam itu," ucap Venter. Ia mendekatkan wajahnya namun Vee memalingkan wajahnya dengan gugup.

"Kau bahkan tidak meninggalkan apapun saat itu. Apa kau pikir aku adalah gigolo mu?" bisik Venter sambil menggigit telinga Vee dengan pelan.

Vee memberanikan diri menatap Venter walaupun jantungnya berdetak tidak karuan di hadapan makhluk tuhan yang tampan ini.

"Aku ingin pulang," cicit Vee dengan pelan.

"Tidak aku izinkan!" ucap Venter dengan tegas, ia menatap tajam Vee.

"Kenapa?" tanya Vee.

"Aku belum membuat perhitungan padamu dasar wanita nakal," balas Venter.

Venter menatap Vee dari atas hingga bawah. "Apa yang harus aku lakukan padamu ya?!" ucapnya dengan seringainya yang khas.

Mata Vee membola. "Jangan macam macam!" ucapnya.

Venter terkekeh kecil melihat tingkah Vee yang seperti kucing. "Hanya satu macam," bisiknya

......∆∆∆......

Nick menatap lelah karena dirinya di perintahkan untuk mengawasi kedua putranya yang aktifnya luar biasa.

"C'mon boys! Apa kalian tidak lelah? Aku yang melihat nya saja begitu lelah," ucap Nick pada Alvaro dan Alano.

Nick acungi jempol untuk Vee karena wanita itu sanggup mengurus kedua nya tanpa bantuan orang lain.

"Paman? Kenapa disini banyak sekali mainan? Aku ingin memainkan semuanya," ucap Alvaro.

Nick tersenyum. "Apa kau suka? Daddy mu yang memilihkannya," ucapnya.

Alvaro dan Alano mengangguk kepalanya secara bersamaan dengan antusias.

"Mommy juga memberikan kami mainan," ucap Alano. "Tapi tidak sebanyak ini,"

Nick mengusap rambut Alano. "Menurutmu. Bagaimana mommy kalian berdua?" tanyanya penasaran.

"Mommy baik. Mommy sangat perhatian bahkan saat Alano sakit Mommy tidur tengah malam untuk memeriksanya," ucap Alvaro. Nick mengangguk, Vee memang wanita yang kuat.

"Tapi Mommy terkadang tidak sempat untuk makan karena harus melayani pembeli," ucap Alano.

Nick mengangguk paham, berarti selama ini wanita itu berjualan untuk membiayai putra kembarnya.

"Mommy kalian sangat hebat. Kalian harus bisa menjaga mommy kalian dengan baik, ok boys?"

...∆∆∆...

Vee berjalan menelusuri rumah milik Venter yang sangat amat besar menurutnya, bahkan nyalinya semakin menciut melihat perbandingan dirinya dengan Venter.

Rumah ini bahkan lebih besar empat kali lipat dari rumah yang ia huni dengan si kembar. Bahkan rasanya ia berlari pun bisa jika disini.

"Seberapa besar rumah ini? Bahkan mengelilinginya saja begitu melelahkan," gumam Vee, ia pun menuruni anak tangga satu persatu.

Ia berhasil keluar dari kamar tersebut. Keluar dari zona menyeramkan menurut Vee karena ia harus berada terus di sisi pria yang tampak menggoda itu.

"Kau sudah bangun," suara tersebut membuat Vee terkejut.

Nick terkekeh pelan. "Maaf, aku tidak bermaksud untuk membuat mu terkejut," ucapnya.

"Apa tidurmu nyenyak?" tanya Nick.

Vee mengangguk. "Sepertinya begitu. Aku juga tidak sadar jika sudah berada di tempat ini dalam keadaan tertidur," ucapnya.

Nick tertawa kecil. "Wajar saja, kau kelelahan. Ah, aku lupa bilang. Selamat datang di kediaman Venson Vee," ucapnya.

Vee menatap canggung tidak enak. "Aku hanya sementara disini," ucapnya.

Nick mengangkat bahunya acuh. "Aku tidak yakin kau bisa lepas dari Venter lagi. Lagipula dia pria yang sangat berambisi terutama padamu Vee," ucapnya.

Vee menatap bingung sambil mencerna perkataan Nick. Pria itu hanya tertawa kecil lalu mengusap rambut Vee. "Jangan di pikirkan. Bagaimana pun Venter, dia tidak akan melepaskan orang yang sudah membuatnya menjadi gila selama tiga tahun,"

"Dan itu karena kau Vee,"

...∆∆∆...

...TBC...

1
Erlinda
aneh si venter ini bukan nya menyelesaikan masalah keluarga terlebih dulu malah sibuk dengan perasaan nya ..terlalu lebay dan ga cocok dgn gelar nya diawal cerita
Yuli Yanti
aq mamfir lgi thor
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita yg sangat bagus 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter 🤦‍♀️
Bundanya Pandu Pharamadina
perbuatan cucu mu kek🤭🤣
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter sultan mah bebas, beli apapun tinggal perintah dan tunjuk
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter gercep juga 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
berjumpa dgn Ayahnya si kembar kah 🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita bagus... sat set sat set langsung mengena pada intinya 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
like
favorite
👍❤
imhe devangana
pasti zen & ghea berhnti sejenk bernafas krn mendengr venter berbicara
imhe devangana
zen dkk klian tenang sj krn yg akan masuk itu pawangnya tuan venter
imhe devangana
😂😂😂😂😂
imhe devangana
membuat marga baru 👏👏👏 Venter tdk ada lawan.
awesome moment
sequelnya udh rilis kah?
sofy: belum sayang
total 1 replies
meimei
kewrenn
meimei
kewrennn
Leli Robiati
katanya tamat tapi blm tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!