Terlahir menjadi anak orang kaya raya pemilik Qolb Corporation pengusaha di bidang perhotelan. Zhafira Pradipta Qolb memilih hidup sendiri tanpa nama besar ayahnya menjalani kehidupan biasa.
Ketika menjalani kehidupan biasanya dia bertemu dengan Barra yang berhasil merebut hatinya namun bagaimana jika ada pria mapan dan tampan yang sudah mengincarnya sedari lama ingin memiliki Zhafira yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zha..., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wisuda
Author Pov
/aku tunggu didepan kampus sayank/
Pesan dari Barra yang baru di buka Zhafira seusai jam kuliyah.
'Kenapa scepat ini' gerutu Zhafira dalam hati dan beranjak meninggalkan kelas
"Zhaf,,," panggil Gladist menyamakan langkahnya disamping nya
"makasih ya zhaf bantuan kemarin dan maaf membuatmu celaka" ucapnya menyesal
"Aku baik baik saja gladist, aku kan teman mu"
"Aku dan kakak ku akan sgera mengembalikan uang mu zhaf"
"Apa yang akan kau lakukan"
"Aku akan cari kerja "
"Aku tak menyuruhmu untuk mngembalikknya"
"Mana bisa, bahkan kau rela kerja sampingan di kesibukan kuliah untuk menabung dan uangnya udah aku gunakan"
Dengan senyum simpul Zhafira menghentikan langkahnya dan menatap lekat sahabatnya itu
" dengarkan gladist, kau sahabat ku bahkan tanpa bekerja pun aku mash bisa hidup, aku bekerja(melatih renang) slama ini hanya unyuk hobii saja kau tau, jadi jangan kau risau kan uang itu, jangan cari kerja kita sudah di ambang skripsi, bahkan aku sudah tak melatih lagi sekarang karna mau fokus skripsi"
"Tapi zhaf,,,"
"Carilah kerja nanti kalau kau sudah selesaikan kuliahmu, ini bukan permohonan tapi perintah" tegasku
"Kenapa kau malah merintah ku" rajuk Gladist
"Karna aku teman mu" merangkul Gladist dan berjalan lagi
"Seberuntung itu kah menjadi satu satunya sahabat zhafira" ledek nya
"Kau nyindir aku yang gak punya teman ini,heemb"
Tawa pun menghiasi percakapan keduanya
"Aku duluan ya gladist, barra sudah menunggu ku didepan" langkah ku percepat dan meninggalkan Gladist
"Sampaikan makasih ku padanya"
...
Didepan gerbang kampus motor sport warna hitam bergaris emas sudah menunggu Zhafira.
"Kenapa secepat ini baru jam dua barra" ucap Zhafira menghampiri Barra yang sudah siap di atas motor sportnya
"Aku ubah acaranya" sambil memberikan helem ke Zhafira
"Mau bawa aku kemana mayooor" senyum Zhafira menaiki motor sport dan melingkarkan tangannya di perut Barra
Tanpa jawaban barra melesatkan motornya menebus keramainan kota ,hingga meninggalkan hiruk pikuk jalanan yang padat sampai di ujung pinggir kota itu tepatnya kearah puncak, motor sport itu akhirnya berhenti disuatu parkiran di pinggir jalan
Barra mengajak Zhafira mendaki bukit tempat yang pernah ia kunjungi dengan Zahfira ,untuk sekedar menatap bintang di puncak bukit dan berbincang melewati waktu
Nafas yang memburu pertanda Zhafira yang memang sudah lama tidak melatih fisiknya saat tinggal selangkah lagi menuju puncak
"Apa kau lelah fir"
"Seprtinya fisik ku sudah tak sperti dulu,he"
"Kau sedang sibuk skripsi"
"Iya bahkan untuk berenang sudah tidak ku lakukan"
Kerlap kerlip lampu kota terlihat indah dipandang dari puncak bukit, Zhafira merebahkan badanya seketika sampai puncak disusul barra ikut merebahkan badannya disampingnya.
"Akhirnya sampai juga "ucap Zhafira sambil mengatur nafas.
"Sudah lama kita tidak melakulan perjalanan seperti ini" sambil membuka ransel yang sudah dibawanya dan mengeluarkan minuman dan beberapa roti dan snek.
Hening Barra menghadapkan badannya kesamping dan menumpu kepalanya dengan tangan yang menyangga sembari memandang Zhafira yang tengah menutup matanya meresapi suasana malam dipuncak bukit, tangan satunya meraih kening Zhafira menyingkirkan helaian rambut Zhafira yang menutupi sebagian wajahnya.
"Apa yang kau pikirkan sayank"
" apa kau mencitai ku bara?" tanya Zhafira yang kemudian duduk dan memeluk sikunya pandanganya melihat kerlap kerlip lampu kota
Barra pun ikut duduk dan memeluk Zhafira dari belakang, kemudian Zhafira menyandarkan badannya didada Barra yang berada dibelakangnya.
"Kenapa kau berkata seperti itu"
"Aku hanya takut, takut terluka karna kehilangan ketika kau tak kembali dari tugas mu"ucap Zhafira tetap memandang pemandangan malam yang indah didepannya.
"Aku mencintai mu fira, aku ingin selalu ada disisimu melindungimu menjaga mu, tapi tanggung jawab ku kepada negara lebih aku utamakan, karna aku seorang prajurit " ucapnya mantap
"apa kau mncintaiku fira?"
Zhafira pun berbalik badan dan berhadapan langsung dengan barra saling memandang.
"Kau akan selalu menjadi orang yang ku cintai,
Walaupun suatu hari nanti, aku jatuh cinta dengan orang lain aku akan ingat ingat pada cinta yang kau beri padaku"
Barra pun langsung memeluk Zhafira dengan erat "apa ini jawaban atau benteng pertahanan dari kegundahan mu kemarin" Zhafira pun mengaguk tanpa menjawab
"kau selalu melakukanya dengan baik, membuat benteng perthanan agar tak terluka dengan jatuh cinta dengan orang lain" ledek Barra melepaskan pelukanya mereka saling melempar senyum
" jika kamu tidak bisa pasti kembali karna tugas kenapa aku tidak bisa jatuh cinta kepada yang lain heemb"
"Baiklah , jika suatu hari nanti kau jatuh cinta kepada yang lain ingatlah aku yang pertama mengenalkan cinta kepadamu dan kupastikan kau akan kembali dalam dekapan ku fira sayank"
"Apa kau seyakin itu"meragukàn
"Karna aku barra kael krisan sudah bisa mendapatkan hatinya zhafira pradipta qolb" teriak Barra bangga
"Menyebalkan,"
Bara pun memandang lekat wahah Zhafira suara jangkrik malam menghiasi suasan ,kedua tanganya medekap pipi Zhafira, degub jantung Zhafira berkecambuk tatkala Barra mendekatkan wajahnya akan mencium, Zhafira mendorong bahu Barra dan merunduk
"Kenapa" tanya Barra sedikit kesal yang gagal mencium Zhafira
"Aku belum bisa"
"Kita sudah sama sama dewasa sayank,"
Zhafira menggeleng kepalanya
"Kenapa kau begitu polos di usiamu yang sudah 21 tahun" senyum geli
" bahkan ciuman tak akan membuatmu hamil fira" lanjut Barra
"Barra kau menggoda ku" memanyunkan bibirnya kesal
" stidaknya gadis di depan mu ini menjaga kehormatanya meski dari kekasihnya yang tak bisa menahan hasrat" ledek Zhafira
"Sepertinya papah mu berhasil mendoktrin mu "
"Sepertinya begitu" ucapnya mengingat betapa kerasnya mama papa selalu menekan kan menjaga kehormatan sebagai seorang wanita.
Senyum simpul terlihat di sana, Barra pun memeluk Zhafira lagi lebih erat dan nyaman.
"Baiklah Setidaknya aku bisa memelukmu "
"Dan aku merasa nyaman ketika di peluk"
...
Enam bulan kemudian
Di aula kampus swasta telah di gelar wisuda, berdiri di jajaran paling depan dari ratusan peserta wisuda ada Zhafira dengan slendang khusus cumlode, dari 11 wisudawan Zhafira salah satu peraih, tak ada yang heran karna otak Zhafira sedari kecil memang cerdas teman temannya juga mengakuinya sehingga bukan hal yang istimewa, tapi tidak sama ketika sang moderator memanggilnya untuk maju pemindahan gelar yang di capainya.
" zhafira pradipta qolb"
Seketika semua memandang nya, semua orang tau nama Qolb rajanya perhotelan perusahaan yang mempunyai ratusan cabang hotel di seluruh penjuru negri, nampak juga Stevanus yang datang dengan 2 pengawalan.
Yah semua mata keheranan tidak pernah menyangka bahwa teman angkatanya adalah anak seorang milyader, yah dia berhasil menipu atau menutupi jati dirinya selama ini.
Tak lupa Gladist satu satunya teman Zhafira sedari semester pertama tak luput dari keterkejutanya, sosok di mata Gladist Zhafira adalah anak angkuh yang pendiam namun setia kawan pintar cerdas tapi menyebalkan begitu kata teman teman
"pantas kau mudah sekali mengeluarkan uang puluhan juta untuk ku, mungkin itu uang jajan mu selama sminggu zhaf" gerutu Gladist ditengah keramaian
Banyak mahasiswa yang membicarakan sosok Zhafira yang fenomenal, jati dirinya terkuak kala wisuda, tak ada yang menyangka, gadis cantik jutek dingin itu anak konglomerat negri ini.
Selesai acara semua enggan dan jadi begitu hormat kepada Zhafira, tak seperri biasanya Zhafira hanya di pandang gadis biasa yang jutek.
Di luar gedung, Zhafira berjalan dengan Stevanus yang akan meninggalkan tempat tersebut sebelum berpapasan dengan pria dengan membawa buket bunga mawar yang cantik dengan kostum seperti biasa celana cargo kaos ketat yang memerplihtkan kegagahan tubuhnya.
Zhafira pun terenyum di hampirinya
"Barra,,,"
"Congratulations on graduation and the ratings best frock" ucapnya memberikan buket bunga
"Papa tunggu di mobil fira, jangan lama lama dengan brandalan ini"ucap Stevanus yang masih tidak suka dengan Barra
pertengahan cerita sedikit bosan
dilanjut karena penasaran endingnya ternyata bagus ceritanya, mungkin karena kurang menikmati saja saya hehe...
tatanan bahasanya keren
ceritanya bagus tapi kayanya hanya berputar² di peran laki² yang memperebutkan zafira
agak bosan sedikit sampe sini hehe
semangat aja Thor berkarya