NovelToon NovelToon
Ray, My Love

Ray, My Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:15.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: RizkiTa

Celine, seorang mahasiswi cantik yang kabur dari rumah karena ingin menghindari perjodohan yang telah direncanakan oleh Ayahnya. Selama pelariannya, ia bertemu dengan seorang laki-laki dengan tingkah laku yang nakal, bernama Raymond. Dan ternyata Ray adalah Dosennya dikampus.

"Kak Ray lo jangan berani macam-macam ya sama gue." Celine.

"Bibir lo itu selalu menggoda gue, tau nggak?" Raymond

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terungkap

Satu minggu berlalu...

Ray masih mencoba mendekati dan merayu Celine untuk menerima tawarannya, semakin Celine menolak semakin Ray mendekat. Diantara begitu banyak wanita yang ia temui di berbagai bar dan club malam, entah kenapa ia begitu tertarik pada Celine. Dan selama satu minggu itu juga ternyata Celine tidak berubah pikiran sama sekali untuk berhenti bekerja di bar, dengan alasan kuat ya karena butuh uang.

Senin pagi, Ray terpaksa membuka kedua matanya, meski sangat berat, karena malam tadi ia pulang kerumah jam empat dini hari. Dengan langkah gontai ia buru-buru beranjak ke kamar mandi sebelum terlambat mengingat hari ini ia ada jadwal mengajar pagi hari.

Setengah jam kemudian, ia keluar kamar menuju ruang makan dan sudah di tunggu oleh Bu Sahara, Mamanya. Sebenarnya Ray ingin langsung saja berangkat ke kampus tanpa harus sarapan terlebih dahulu, karena ia ingin menghindari Mamanya, sudah hafal dengan gelagat sang Mama yang setiap hari selalu menanyakan dan mempermasalahkan hal yang sama.

"Kamu mau sampai kapan begini Ray?" Bu Sahara melirik sekilas ke putra semata wayangnya yang sudah bersiap rapi dengan setelan kemejanya.

"Sampai aku bosan, Ma." jawabnya enteng.

"Umur kamu udah cukup banget buat nikah, taun ini kamu udah tiga dua kan Ray? tinggalin lah kebiasaan buruk kamu bermain-main di bar dan club malam, kalau kamu udah punya istri setidaknya kamu ada tempat untuk pulang, tujuan pulang kerumah."

Ray hanya mengangguk pelan menanggapi ocehan sang Mama, sambil menikmati sarapannya. "Jangan sampai kamu kecantol sama cewek-cewek di club ya, mereka kan nggak bener." lanjut Bu Sahara.

"Kalau udah terlanjur gimana Ma?" Bu Sahara langsung menghentikan aktifitasnya, meletakkan sendok dan garpu, sedikit membanting karena sedikit kesal mendengar pertanyaan Ray.

"Terserah, kalau kamu mau Mama cepat mati." ucapan tegas itu hanya ditanggapi tawa oleh Ray, ia sama sekali tak terpengaruh oleh ancaman Bu Sahara.

"Kamu mau tau sesuatu nggak?"

"Apalagi Ma?"

"Perempuan yang mau Mama jodohin ke kamu, dia kabur dari rumah. Dan anehnya, orang tuanya nggak mempermasalahkan sama sekali, kayak sengaja ngebuang dia gitu aja."

"Maksudnya nggak dicari gitu sama keluarganya?"

Bu Sahara mengangguk setelah meneguk air putih dihadapannya. "Kasihan, korban keegoisan para orang tua," sahut Ray.

"Tapi kamu tenang aja, Mama punya calon lain buat kamu, kalau yang waktu itu anak kuliahan, nah sekarang wanita karir. Ehm... Namanya Alisha, panggilannya Icha--"

"Ma, yang pengangguran aja ada nggak?" Ray langsung menyangkal, padahal Mamanya belum selesai bicara. "Kalau pengangguran, dia bakalan selalu dirumah, dan kapan aja aku mau pake selalu ada." lanjut Ray.

"Apa kamu bilang?"

"Kayaknya nggak perlu aku ulangi pertanyaan dan pernyataanku Ma, aku yakin Mama pasti dengar. Dan satu lagi, Mama nggak perlu repot-repot buat jodohin aku, aku bisa cari sendiri Ma." Ray bangkit dari kursinya, tanpa menghabiskan makanan dan minumannya.

"Aku pergi,"

"Mama belum selesai bicara, Ray!" hentakan suara Bu Sahara tak membuat langkah Ray terhenti, ia tetap berjalan menuju pintu utama, meski matanya mengantuk, ia begitu bersemangat untuk beraktifitas hari ini.

----------------------------

Celine tertidur kembali di dalam perjalanan ke kampus, Pandu yang berada di sebelahnya sedang fokus menyetir sesekali menoleh ke Celine yang sedang tertidur pulas. "Woy, malah tidur nih anak."

Celine tak benar-benar bangun mendengar suara Pandu, ia hanya mengubah posisinya sekilas kemudian tidur kembali.

Pandu sengaja mengajak Celine pergi bersama hari ini, karena mereka ada jadwal yang sama, dipagi hari. Meski kuliah di Universitas yang sama, namun mereka beda fakultas.

"Cel, udah nyampe." Pandu memukul pelan lengan gadis itu hingga ia tersadar.

"Nyampe mana?" matanya masih setengah tertutup.

"Ya kampus lo lah, lo kenapa sih? emang malam nggak tidur apa? perasaan setiap gue chat lo selalu bilang ngantuk mau tidur, tapi pagi-pagi gini lo malah ngantuk?" Celine tak menghiraukan pertanyaan Pandu, matanya sudah terbuka sempurna, ia membenarkan rambutnya kemudian hendak turun.

"Makasih Pan, tumpangannya." Pandu masih menatapnya heran, akhir-akhir ini, ia merasa ada yang berbeda dari Celine, tidak terlalu banyak bicara. Jika Celine yang biasanya cerewet, kini berbanding terbalik. Jika Celine biasanya ceria, entah kemana Celine yang dulu.

Disisi lain, Ray sudah memarkirkan mobilnya dengan sempurna, sebelum turun dari mobilnya ia kembali melihat penampilannya, karena ia tak mau ada yang kurang sedikit saja dari penampilannya. Kemudian matanya tertuju pada Celine yang baru keluar dari mobil Pandu, terlihat gadis itu sedang mengucek matanya.

Astaga, ternyata dia mahasisiwi disini? sama siapa dia? apa mungkin pacarnya? pantesan nolak tawaran gue. siaal.

Ray turun dari mobil, mempercepat langkahnya untuk mengejar Celine yang sudah berada di depannya dengan jarak sekitar dua puluh meter. Langkah Ray yang panjang bisa mengejar Celine yang berjalan dengan langkah pelan sambil memegang tas ranselnya.

"Pagi," sapa Ray pada Celine. Seketika Celine menoleh, "Pa-pagi, Pak." Gugup setengah mati, ia seperti tertangkap basah. Kini, Ray sudah mengetahui bahwa ia adalah salah satu mahasiswi di kampus ini.

"Panggilan lo ke gue berubah ya kalau beda tempat?" Ray kemudian tertawa menyaksikan wajah panik Celine.

"Ini, kampus Pak."

"Gue tau, tapi disini kan cuma ada kita berdua." mereka berjalan di pinggir taman dekat parkiran kampus dan menuju ke gedung.

"Saya duluan, Pak." Celine berlari menghindar dari Ray, sebelum ada orang lain yang melihat dan menaruh curiga kepadanya. Tak ada satupun mahasiswi yang berani berdiri, apalagi berjalan berdampingan dengan Dosen itu, jangan sampai orang lain salah menilai terhadapnya.

Ya ampun, jantung gue. Oh iya pantesan nggak stabil kan gue lari-lari. Gumamnya, ia sedang mencoba menetralkan detak jantungnya.

--------------

Hai, jangan lupa pencet like dan komen ya, semiga selalu suka ❤

1
Mbak Awa
bagus
Evi Nopianti
Celine - Rey .../Kiss//Kiss//Kiss/
ione
/Smile/
Fina Fitriani
endingnya ... selalu manis...dan bahagia ...
kaki novel
terbaik🥰🥰🥰💯🥰
kaki novel
the and,terbaik
kaki novel
mulai baca seperti seru n
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😁😁😁
Nazar Hadi
cari tau apa yg trjd dg klwrga Celine ray..jd km tu klw dia yg mau d jodohin SM km
Nazar Hadi
lama aku gak nongol d novel toon
Rosmati Intang
Luar biasa
🔴🐌🐌Freyya
,emang mereka ngapain si thor
shee
Luar biasa
shee
Lumayan
Sastri Dalila
👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Waah udh beneran Tamat nih, Makasih ya thor, Terhibur banget aku bacanya, Semoga sehat dan sukses selalu buat mu, Semoga bisa terus berkarya ya,,🥰🥰🌺🌺🌺🌺🌺⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Qaisaa Nazarudin
Astaga Ray gitu amat ya sama anaknya 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Si Twins panggilnya Daddy kenapa dirubah jadi Ayah gitu,,
Qaisaa Nazarudin
Waahh usah gede aja nih bocah, Udah punya adek belum?😃
Qaisaa Nazarudin
Waah Celine udah lahiran ya 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!