Don't Bom Like ‼️ jika ingin mendukung boleh baca nyicil. Beri like, komentar, atau hadiah seikhlasnya.
Awal pernikahan secara mendadak karna sebuah kecelakaan membuat Reza dan Caramel terpaksa di nikahkan demi menghilangkan sebuah aib. Caramel yang belum siap secara mental terpaksa harus menikah dengan Reza seorang pria yang tidak di cintainya. Reza membawa Caramel di tengah-tengah keluarganya. Banyak hal dan masalah terjadi selama Caramel berada di rumah Reza karna Mama Reza tidak menyukai Caramel. Bagaimana kisah selengkapnya semuanya akan di ceritakan di sini. Mari ikuti ceritanya sampai selesai Besty.🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keadaan keluarga Pak Darma
Malam telah tiba Alia tidak dapat memejamkan matanya pikirannya terganggu dengan kehadiran Reza di rumah Pak Samuel. Ia takut Reza akan menggangu ketenangannya.
Seandainya aku tidak bertemu dengan Reza saat itu mungkin aku masih bekerja di sini aku cuma jadi beban bagi keluarga Pak Darma. Kasian mereka mau berobat saja tidak punya duit tepaksa Buk Atik menjual perhiasannya. Aku tidak boleh berdiam diri saja aku harus segera mencari pekerjaan agar tidak selalu membebani mereka batin Caramel.
Terdengar suara batuk-batuk dari kamar sebelah Caramel tidak tega mendengarnya ia pun bangun pergi ke kamar sebelah. Ternyata Pak Darma yang batuk-batuk itu Caramel mengambilkannya air minum di dapur.
Caramel mengetuk pintu ternyata pintunya tidak di kunci.
Permisi Pak. Bapak minum dulu.
Pak Darma kaget tiba-tiba Caramel datang membawa air ke kamarnya dan membantu meminumkannya.
"Makasih Non, bapak bisa minum sendiri," ucapnya sungkan.
Pak Darma jadi malu pada Caramel karna dulu dirinyalah yang melayani Caramel dan keluarganya tapi sekarang malah sebaiknya Caramel yang melayani dia.
"Apa Bapak sudah minum obat?" tanya Caramel.
"Sudah tadi siang."
"Lho harusnya Bapak minum lagi, ini kan sudah malam. Biar saya yang ambilkan Bapak obatnya."
Caramel melihat ada obat di meja sebelah Pak Darma tidur ia melihat ada petunjuk penggunaan obat tersebut, ia pun langsung memberikan obat tersebut sesuai dosis pada Pak Darma.
"Makasih ya Non, bapak jadi tidak enak ngerepotin kamu," ucap Pak Darma sungkan.
"Pak, sebaiknya Bapak panggil nama saya saja, gak usah panggil Non lagi. Karna Caramel bukan majikan Bapak lagi gak enak kedengarannya."
"Gak apa-apa Non, bapak sudah terbiasa manggilnya begitu. Bagi bapak sama saja dulu dan sekarang Non tetap jadi Non Caramel yang bapak kenal, selalu baik di mata bapak," ucap Pak Darma sambil memuji.
Caramel terseyum mendengar ucapan Pak Darma.
"Ya sudah terserah Bapak saja, tapi aku benar-benar tidak enak mendengarnya."
"Gak apa-apa dienakin aja Non. Kamu tidur aja lagi bapak gak apa-apa kok. Maaf ya sudah membuat Non terjaga, karena suara batuk bapak membuat tidurnya terganggu."
"Gak apa-apa Pak, namanya juga penyakit mau diapakan lagi. Bapak jangan lupa minum air putih yang banyak ya, itu saya sudah siapin di atas meja ucap Caramel.
"Oya Ibu kamana Pak?" tanya Caramel baru sadar kalau Buk Atik tidak ada.
"Ibu lagi jagain anak tetangga Non, kalau malam begini dia disuruh ngasuh anak tetangga karna mamanya karja sore sampe malam kadang jam 10 atau 11 ibu baru pulang."
"Oh apa ibu sudah lama bekerja di sana?"
"Lumayan lama juga semenjak bapak sakit-sakitan. Untuk bantu-bantu bapak juga buat belanja karna kan bapak kerjanya gak rutin hanya saat-saat tertentu saja saat istri Pak Samuel berpergian.
"Oh gitu, kasian Ibu ya Pak, orang enak-enakan tidur Ibu masih sibuk bekerja," Caramel jadi sedih.
"Begitulah Non, sebanarnya bapak juga kasian padanya. Tapi mau gimana lagi kita banyak keperluan juga apa-apa harus di beli belum lagi mengirimkan anak yang bersekolah di kota."
"Oh jadi bapak masih punya anak yang masih sekolah?"
"Ia ada yang paling bungsu dia juga seusia kamu mungkin kalian seumuran. Tidak lama lagi ia akan berkerja kok mungkin bulan ini kursusnya sudah selesai." jelas Pak Darma.
"Oh begitu, ya sudah lah Pak, saya ke kamar dulu kalau perlu apa-apa panggil saja saya ya Pak,"
Iya Non," jawab Pak Darma.
Caramel pun pergi ke kamarnya. Ia baru tau kalau Pak Darma masih punya anak perasaan dulu katanya anak Pak Darma satu-satunya sudah meninggal saat ia masih bekerja di tempatnya itulah sebabnya Pak Darma di pecat karna terlalu lama mengambil cuti.
Caramel merasa bersalah oleh karena ulah Papa Pak Darma jadi kena pecat padahal karna hal sepele gara-gara Pak Darma pulang kampung telat karena Harus tahlilan sampai seminggu untuk anak semata wayangnya. Setelah Pak Darma kembali ia langsung kena pecat Papanya tanpa belas kasihan.
"Aku benci Papa, benci banget! semaunya sama orang lain." Termasuk mengusir dirinya juga tanpa bersalah selama Caramel pergi orang tuanya tidak pernah mencarinya lagi itu yang membuatnya kesal sepertinya ia benar-benar tidak dianggap keluarganya lagi.
"Aku akan buktikan ke Papa kalau aku bisa bertahan hidup tanpa mereka," lirih CarameI.
Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali Caramel di suruh Buk Atik pergi ke rumah Pak Samuel karna ia tidak sempat harus mengurus suaminya. Mau tidak mau Caramel pun pergi walau ia sangat terpaksa karna harus bertemu dengan Reza cowok yang paling nyebelin itu menurutnya.
"Kalau bukan ingin membantu Buk Atik, mana mungkin aku mau berkerja di rumah itu. Apalagi harus bertemu dan melayaninya mencuci baju Reza, masakin dia dan beres-beres lagi. Lebih baik aku pagi-pagi saja pergi biar cepat selesai," ucapnya sendiri.
Saat itu masih pukul lima lewat Alia pun pergi.
Menggunakan sepeda Bu Atik. Jarak antara rumah Pak Darma lumayan jauh, jika naik sepeda memakan waktu 20 menit perjalanan.
Caramel mengayuh sepeda dengan cepat tiba-tiba sebuah mobil sport melewatinya. Caramel hampir terpeleset di jalan karna mobil tersebut tiba-tiba ngebut saat melewatinya.
"Dasar mobil sialan, belagu! dia kira jalan punya nenek moyang dia kali ya, main serempet-serempet aja untung aku jago bisa ngindar kalau gak aku pasti terjatuh. aku tidak akan segan mengkarate mereka tapi mereka masih bernasib baik. Memang kebiasaan ya... orang kaya gak di kota, gak di desa sama aja sama-sama belagu. Aku benci banget orang kaya!" teriak Caramel sambil mengomel.
Caramel pun melanjutkan perjalanannya lagi ia segera ngebut biar cepat sampai. Jika ia cepat sampai maka pekerjaan ya akan cepat selesainya ia pun gak perlu berlama-lama melihat tampang Reza yang nyebelin itu.
Caramel sudah sampai ke rumah Pak Samuel dari jauh ia melihat pagar terbuka lebar.
Mungkin Pak Samuel sudah pulang ucapnya.
Tapi apa yang di lihatnya mobil sport tadi ada di depan rumah Pak Samuel. Sontak Caramel kaget dan kembali mengomel. "Dasar kurang ajar! mobil gak tau diri... hampir aku terjatuh karna ya tadi. Mudah-mudahan itu bukan mobil Pak Samuel, biar aku bisa memberi pelajaran kepada pengemudinya," Caramel bicara dengan ketusnya.
Caramel masuk ia melihat pintu tidak terkunci ia pun masuk.
"Permisi Reza aku datang ...," ucapnya sambil memberi salam. Tapi, tidak ada jawaban akhirnya Caramel langsung masuk saja.
"Hah ternyata mereka yang berada dalam mobil tadi." Caramel melihat ada satu cowok dan dua cewek tapi ia tidak melihat Reza. "Reza kemana ya...?
Bersambung...
"Aku dan Teman kamarku"
semangat