NovelToon NovelToon
Dream Wedding

Dream Wedding

Status: tamat
Genre:Anak Haram Sang Istri / Keluarga & Kasih Sayang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Sejak bangku SMA Lili dan Anjas bersama, berangan-angan menikah dan memiliki pernikahan impian, memiliki banyak anak dan hidup menua bersama.

Rencana itu begitu indah, hingga sebuah malapetaka menguji cinta mereka.

"Gugurkan, dia bukan anakku," ucap Anjas.

Lili termenung, menyentuh perutnya yang berdenyut nadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DW Bab 8 - Dia Bukan Anakku

Anjas keluar dengan membawa semua rasa kecewa yang ada di dalam hatinya, masih tak habis pikir Lili berubah pikiran di saat waktu yang begitu genting.

Di saat mereka nyaris saja melepaskan semua kesialan itu dan hidup dengan bahagia.

Diantara langkah kakinya yang lebar, berulang kali Anjas nampak berulang kali menggelengkan kepala. Kadang tersenyum kecil, menertawakan ucapan sang istri.

Sementara itu di dalam ruangan sang dokter, Lili hanya bisa meminta maaf pada dokter tersebut.

Berulang kali minta maaf karena dia seperti sedang mempermainkan.

"Maafkan aku Dok, aku membatalkan semuanya," ucap Lili sekali lagi, setelah entah berapa kali dia meminta maaf.

"Tenang lah nyonya, tidak perlu meminta maaf. Semakin lama ikatan antara anak dan ibu akan terjalin dengan sendirinya dan itu adalah hal yang wajar. Kita akan sangat mencintai anak kita, meski kita sangat membenci ayahnya. Itu adalah seorang ibu," jawab sang dokter.

Membuat air mata Lili makin mengalir saja, tapi dia pun terus coba menghapusnya lagi.

Coba tersenyum dan tegar menghadapi semuanya.

"Terima kasih Dok," balas Lili sebelum akhirnya dia pamit pergi dan mengejar sang suami.

Saat keluar dari ruangan itu, Lili susah tak melihat Anjas lagi. Lili tidak berjalan, dia langsung berlari keluar. Sangat berharap Anjas akan menunggunya di mobil meski mereka keluar sendiri-sendiri seperti ini dari rumah sakit.

Sampai di perkiraan nafas Lili terengah-engah, namun dia bisa bernafas lega saat melihat mobil suaminya masih ada di sana. Secepat yang Lili bisa dia segera masuk dan duduk di samping kursi kemudi.

Belum ada pembicaraan apa-apa, Anjas langsung mengemudikan mobilnya.

Sesaat hanya ada hening di sana, sepi sekali sampai menciptakan suasana yang begitu dingin. Ini adalah pertengkaran pertama mereka setelah menikah.

Pertengkaran pertama yang terasa begitu menyakitkan bagi keduanya.

"Maafkan aku An, maafkan aku," hanya kata itu yang bisa Lili ucapkan ketika mobil berhenti di lampu merah.

"Aku tidak tau apa yang kamu pikirkan Li. Mempertahankan anak itu? Astaga." Anjas tertawa hambar.

Lili menunduk, dia tau suaminya marah dan kecewa. Tapi tentang anak ini, Lili benar-benar tak bisa menggugurkannya. Andai Anjas tau, bahwa rasa sayang itu begitu mudah tumbuh di hati Lili untuk anak tersebut.

Jika bisa Lili bahkan sudah ingin memeluk anak itu sekarang, memohon maaf bahwa selama ini dia telah berusaha melenyapkan.

"Aku tidak akan pernah berubah pikiran sampai kapan pun, anak itu harus tetap digugurkan." tegas Anjas, sebelum akhirnya dia kembali melajukan mobil karena lampu telah berubah warna jadi hijau.

"Maafkan aku An, tapi aku tidak bisa. Apa kamu tidak merasakan sesuatu saat mendengar detak jantungnya? dia ingin hidup An," lirih Lili, lagi-lagi dia menangis.

"Apa kamu lupa Li? dia itu anak haram! dia bukan anak yang kamu inginkan!" balas Anjas, suaranya mulai meninggi hingga membuat Lili mematung.

Lili pun terdiam, dia seka lagi air mata yang tumpah. Saat ini mereka masih dalam perjalanan pulang, tak ingin mengganggu konsentrasi sang suami dalam menyetir jadi Lili putusan untuk mengakhiri semua pembicaraan lebih dulu.

Dan selama 20 menit di dalam perjalanan itu benar-benar tak ada kata yang tercipta diantara keduanya.

Sampai akhirnya Anjas menghentikan mobil mereka tepat di dalam garasi mobil.

Sebelum turun, pria itu bicara lebih dulu.

"Aku akan mengatakannya sekali lagi. Gugurkan, dia bukan anakku," ucap Anjas.

Lili termenung, menyentuh perutnya yang berdenyut nadi.

1
Ibrahim Efendi
wajar kalau anjas masih terluka menghadapi fakta ini. namun lili juga lebih terluka. perlu lebih sabar dan ikhlas menghadapi semua. biarkan waktu yang perlahan akan membuat luka mengering dan sembuh.
Ibrahim Efendi
novel yang bagus. membacanya membuatku tak ingin berhenti dan penasaran ingin melihat kelanjutannya. dari awal, kita sudah disuguhi dengan konflik. berupa perang batin dan pengorbanan. novel ini sepertinya memang dikhususkan sebagai novel 'tears'. dan itu berhasil. good.
Ibrahim Efendi: akhirnya, semuanya perlu waktu untuk berubah ke arah yang lebih baik. karena itu, sabar dan khlas adalah kuncinya.
total 2 replies
Ibrahim Efendi
mantap kali.....
Ibrahim Efendi
memang dilema. di satu sisi, naluri seorang ibu memang sangat kuat melindungi anaknya. di sisi lain, suami mana yang tak kecewa melihat janin yang bukan darah dagingnya. aku tak bisa menyalahkan yang manapun.😞
Maria Magdalena Indarti
lily diperkosa???
Sunarmi Narmi
ITU PILIHANMU LI...SEMUA LELAKI AKAN KECEWA DGN KEPUTUSAN SEPERTIMU..10 BANDING 1 KLO ADA..KAMU JGAN SERAKAH..PENGEN ANJAS TETAP DISISIMU DGN CINTA KALIAN TPI KAMU MENGANDUNG HAL YG MEMBUAT SEORANG LAKI" HANCUR..WALAU TUJUANMU BAIK UNTUK KEMANUSIAAN..MUNGKIN KLO KAMU MSIH SINGEL BISA DITERIMA TPI KMU SDH MENIKAH...SULIT
Sunarmi Narmi
Klo Lili pngen mertahanin kandungan memang hrs menjauh dri Anjas..biar Anjas ngak sakit hati...mlah kerja dn bilang lgi hmil..yg bener aja Li..bangga hamil hsil pelecehan..itu reputasi jg perlu buat semua
Sunarmi Narmi
Klo aku pribadi sdh dri awal kan kesalahan ini...dn suami bisa terima..klo resiko hamil ya memang hrs digugurkan...dtipda aku berat dibayi tpi pernikahan kita hancur...kan runyam..klo anak pas besar ngak tau blas budi..kita jg sakit hati..kecuali klo hsil dri pernikahan kan bisa itu kesalahan anak dipikul breng" dgn cara pola asuh kerjasama suami istri..ini blm keluar suami jls ogah terima...harga dri..kecuali hati seluas samudra...klo aku setipis tisu ngak bisa tetep pilih gugurin aja.
Eli sulastri
jadi ingin ikut nangis sama Dimas bagaimanapun juga dia anaknya
Rezeki
mending pisah li..
rasa sayangmu pada anakmu itu wajar walaupun hasil pelecehan.
dan rasa sakit hati anjas juga wajar karna hargadiri laki itu besar
yg salah kalian tidak bicarakan tuntas dr awal sebelum menikah...
Rezeki
dari awal seharusnya dicek dulu ada isi gak..,ini malah digauli🤦🏻.
tidak ada anak haram dan rasa sayang pada anak itu alami bagi setiap ibu terlepas itu hasil dr hal bejat.
Nia Nara
Apa cuma saya yg berharap dimas dan lili bersama ?
bosqu bosqu
harusx arsylia anggara adiguna..biar adil
Anonim
syukur lah tunangan sma bella
Bie
Ya karena anak itu hidup di badan lili, artinya anak kandung lily, msa dia hrus membenci anak kandung sndri??! ogeb!!
Lina ciello
wooo kok ga jujur dari awal to Li 😒
Lina ciello
dyar
Lina ciello
walahhh kamprett
Lina ciello
sopoo iki jall 😤
Lina ciello
tapi jano pelakune sopoo woii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!