Novelia hidup berdua dengan adiknya Milea, Novelia sangat menyayangi adiknya itu hingga sesuatu yang menyakitkan menimpa adiknya. Adiknya dinyatakan defresi dan harus dirawat di rumah sakit jiwa dan itu membuat hati Novelia sangat hancur.
Novelia curiga kalau defresinya adiknya ada hubungannya dengan lingkungan sekolah, maka dari itu Novelia bekerja sebagai penjaga kantin untuk menyelidiki siapa orang-orang yang berada dibalik kejadian yang menimpa adiknya itu.
Akankah Novelia bisa menemukan pelakunya atau justru nyawa Novelia yang akan terancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Keluarga
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
Malam pun tiba...
Saat ini Pak Prima dan putrinya Patricia datang ke istana megah Angkasa karena malam ini kedua orangtua Angkasa ingin merayakan kelulusan dan kepulangan Angkasa.
Pak Prima dan Patricia segera memasuki rumah megah nan mewah milik keluarga Angkasa.
"Selamat datang Pak Prima dan Patricia!" sapa Hartawan dengan ramahnya.
"Iya Pak Hartawan, terima kasih sudah mengundang kami berdua datang ke rumah Pak Hartawan," sahut Pak Prima.
"Ya ampun sayang, kamu semakin cantik saja," puji Wilona yang merupakan Mama Angkasa.
"Tante Wilona juga semakin cantik," sahut Patricia dengan gaya manjanya.
"Ayo sayang, kita ke meja makan soalnya makanan sudah siap nanti keburu dingin," seru Wilona.
Wilona menggandeng Patricia dengan penuh kasih sayang, dari dulu Wilona memang menyayangi Patricia. Angkasa dan Patricia sudah pacaran selama lima tahun tapi Angkasa sama sekali belum menunjukan kalau dia akan melamar dan menikahi Patricia.
Angkasa menuruni anak tangga dan Patricia segera berlari dan memeluk kekasihnya itu.
"Sayang, aku sangat merindukanmu," seru Patricia dengan manjanya.
"Iya, aku juga merindukanmu," sahut Angkasa.
Angkasa dan Patricia berpacaran dari semenjak masih SMA dan Angkasa harus melanjutkan kuliahnya ke luar negeri selama dua tahun.
Mama Patricia sudah meninggal karena penyakit yang di deritanya. Kedua orangtua Angkasa dan Prima menyunggingkan senyumannya saat melihat kemesraan keduanya.
"Ayo, kita makan dulu kangen-kangenannya nanti saja," seru Wilona.
Semuanya pun akhirnya makan malam bersama, kedua keluarga itu terlihat sangat bahagia dan mereka berharap akan segera bersatu dengan pernikahan Angkasa dan Patricia.
Setelah selesai makan malam, semuanya pun berbincang-bincang di ruangan keluarga.
"Maaf Pak Hartawan dan Bu Wilona, saya cuma ingin memastikan kapan putra kalian akan melamar putri saya?" tanya Prima.
"Angkasa, tuh ditanya sama Pak Prima, kapan kamu akan menikahi Patricia?" seru Hartawan.
"Maaf Pak Prima, bukanya saya tidak mau menikahi Patricia tapi untuk saat ini saya baru saja lulus kuliah juga belum bekerja pula, bagaimana saya mau menikahi putri anda kalau saya belum bekerja? nanti Patricia mau dikasih makan apa?" sahut Angkasa.
"Ya ampun sayang, kamu itu bukan orang sembarangan, bahkan semua orang tahu siapa kamu? tanpa bekerja pun, aku yakin kamu bisa menafkahi aku," seru Patricia.
"Semua ini adalah harta milik kedua orangtuaku bukan milik aku, aku tidak mau meminta kepada orangtuaku jadi aku mohon pengertiannya dari kamu dan juga Pak Prima. Aku baru saja ingin masuk ke perusahaan sekaligus mengurus sekolah jadi mohon bersabar," sahut Angkasa.
Patricia dan Pak Prima hanya bisa menahan kesal mendengar jawaban dari Angkasa, begitu pun dengan Hartawan dan Wilona yang tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang Angkasa mempunyai sifat yang keras kepala.
"Ya sudah, begini saja, bagaimana kalau Angkasa dan Patricia bertunangan terlebih dahulu? supaya Pak Prima dan Patricia tidak merasa kecewa," seru Hartawan.
"Nah, saya setuju dengan Pak Hartawan," sahut Prima.
"Bagaimana Angkasa, kamu setuju kan, dengan usul Papa?"
"Baiklah, terserah Papa saja."
Pak Prima dan Patricia merasa sangat bahagia mendengarnya, ini adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh mereka berdua.
Setelah sekian lama berbincang-bincang, Pak Prima dan Patricia pun memutuskan untuk pulang. Selama dalam perjalanan, Pak Prima dan Patricia terlihat sangat kesal.
"Si Angkasa itu kenapa sih? selalu saja mengulur-ngulur waktu kalau disuruh menikahi kamu? mau sampai kapan kalian akan berpacaran terus?" kesal Prima.
"Yang sabar Pa, setidaknya Angkasa menyetujui untuk bertunangan dulu sama Patricia."
"Pokoknya Papa tidak mau tahu, kamu harus bisa membujuk Angkasa supaya menikahi kamu secepat mungkin, jangan sampai Angkasa lepas dari tangan kita."
"Iya Pa, Patricia juga ngerti kok."
"Kamu tahu kan, saat ini kondisi keuangan kita sedang tidak baik-baik saja? kalau kamu bisa sampai menikah dengan Angkasa, hidup kita bakalan terjamin Patricia, dan ingat, kamu jangan macam-macam."
"Maksud Papa apa?"
"Papa tahu diluaran sana kamu sering gonta-ganti pria, jangan sampai Angkasa tahu kelakuanmu dan membatalkan pernikahan kalian, bisa hancur kehidupan kita."
"Oh itu, tenang saja Pa, Angkasa itu cinta mati sama Patricia, buktinya selama dua tahun LDRan, dia masih setia sama Patricia bahkan dia seakan takut kehilangan Patricia."
"Baguslah kalau begitu."
"Patricia juga mikir seribu kali buat ninggalin Angkasa, dia itu tambang emas buat kita Pa," seru Patricia.
Pak Prima pun tersenyum ke arah putrinya itu, bahkan Pak Prima sudah sering korupsi dana sekolah tapi karena tidak ada yang tahu, makanya nasib Pak Prima masih aman-aman saja.
Sementara itu, di kamar Angkasa...
Angkasa terlihat berdiri di balkon kamarnya, pandangannya lurus ke depan dengan tatapannya yang tajam.
Angkasa memang sangat mencintai Patricia tapi entah kenapa Angkasa merasa kurang yakin untuk menjadikan Patricia sebagai istrinya.
"Semoga pilihanku kali ini benar," batin Angkasa.
semangat buat Novelia,,😉😉
buat Authornya semangat juga,,🙂🙂
mksh k popy untuk sajisn yg bagus maaf lama nggak baca lg sibuk di rl... 🙏🙏🙏