NovelToon NovelToon
Istri Butaku

Istri Butaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Supernatural / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Novi Vuspita sari

Satu tragedi membuat dua insan menjadi satu... Tapi tidak dengan hati mereka...

Kecelakaan itu membuat sang pria yang hampir menikah dengan gadis yang ia cintai dan ia damba-dambakan dihari itu harus gagal dan menikahi gadis buta itu...

Gadis berakhlak tegas namun muliya itu harus kehilangan dunianya, dunianya menjadi gelap gulita karena kecelakaan itu, dan lebih parahnya, ia harus menikah dengan pria yang belum pernah ia lihat dan ia kenali...

"Aku tak pernah melarangmu untuk menikah lagi ataupun berpoligami...." Pria itu tersenyum tipis, Hatinya bahagia karena bisa bersama wanita yang ia cintai sekaligus bisa bertanggung jawab. " Tapi ceraikan aku sekarang juga. Sebab, para laki laki tak akan sudih berbagi istrikan? begitu juga denganku seorang istri, aku tak akan sudi berbagi suami...!" Ucapnya tegas membuat sang pria terdiam.


"Kau jangan serakah gadis buta...!" Bentak sang ayah perempuan yang pria itu cintai itu tegas.

Sang gadis buta pun tersenyum tipis. Tak ada raut sedih ataupun gentar, cukup hatinya saja yang diremas kenyataan saat ini. " Jika begitu anda harus mengajarkan anak anda untuk tidak serakah dalam rangkah merebut barang orang lain...!" Ucapnya lantang, ia maju satu langkah meski tak tau arah. Tapi satu telunjuknya terangkat dengan tegasnya. "Dia memang mencintai anakmu Tuan. Tapi jika dengan berpoligami kalian bisa bersama dan bermadu kasih, lantas apa gunanya aku sebagai istri? apakah aku hanya akan menjadi sorang istri pajangan karena atas dasar untuk bertanggung jawab? Demi Tuhan, aku ikhlas menjadi buta dari pada menjadi tunggul tak bertuan dihubungan kalian...!"
.
..

.
.
Kepo?
lanjut saja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Vuspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akad

Dug... jantung Nayya berdetak cepat. Ia sangat gugup, ia yakin itu penghulu, dan itu menandakan jika ia akan menika dengan Habib.

“Wa’alaikum salam..” Sahut seluruh orang didalam ruangan. Habib menatap Umi dan Abinya lalu berdiri. Ia berjalan menuju pintu dan membukannya. Wajahnnya tersenyum lembut menatap temannya yang sebagai penghulu. “Mari masuk Ki.” Ucapnnya.

Penghulu yang dipanggil Ki itu bernama Ahmad Riki. Ia adalah teman Habib saat dipesantren abinya. Tepatnya masa MA.

Rikipun tersenyum dan masuk mengikuti langkah Habib. Saat ia masuk, bisa ia lihat keluarga Habib dan Nayya menatapnya.

Matanya lalu beralih kepada Nayya yang hannya diam saja terbujur diranjang. Nayya bagaikan mumi karena tubuhnya dipenuhi perban.

“Langsung saja. Nak Riki, mari sini..” Kyai Abu yang mengenal Rikipun menmabil Riki.

Mata Riki menatap kyai Abu dan tersenyum.

“Assalamu’alaikum kyai,. Kyai dan keluarga apa kabar?” Ucapnnya sopan. Ia mendekat dan mencium tangan kyai Abu lembut. Ia lalu melirik Umi Ana sebentar dan menangkup keduatangannya, ia meletakkannya didepan dada. Begitu juga Umi Ana.

“Allhamdulillah baik nak. Kamu apa kabar?” Tannya kyai Abu.

“Syukur Allhamdulillah kalo begitu kyai. Alhamdulillah Riki juga sehat.” Jawabnya.

“Segala puji bagi Allah nak.” Ucap kyai tersenyum tulus. “Sepertinya kita langsung saja mulai akadnya. Karena mngingat waktu yang sudah sore nak Riki.” Lanjut kyai Abu.

“Baik kyai. Mempelainya ada semua?” Tannya Riki.

“Ada.”

“Wali mempelai wanita?” Tannyanya lagi.

“Ada ayahnya.”

“Jika begitu. Mari bawah ayah mempelainya kesini, beserta Habib dan kyai. Riki juga sudah membawah 2saksi dari kantor agama tadi untuk tanda bukti kepada negara untuk pengesahan akad ini.” Ucap Riki sopan.

Ayah Nayyapun mendekat. Ia sudah memakai baju batik yang ia gunakan untuk sholat tadi.

Mereka sama sekali tak mempunyai pesiapan apapun selain niat dan penghulu.“Saya Walinya.” Ucapnya tegas.

Rikipun mempersilakan duduk Ayah Nayya. Disana sudah dialaskan karpet rumah sakit dan dialasi sajaddah.

Habib mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya. Ia sangat gugup, ia melangkahkan kakinya untuk duduk didepan pak penghulu, disamping pak penghulu itu ada Ayah Nayya yang menatapnya tajam.

Dibelakangnya ada kyai Abu dan Umi Ana yang menenangkannya. Sedangkan Bunda Nayya memilih memeluk anaknya.

Habib tau data Nayya dari pihak rumah sakit, karena itu ia tak perlu meminta kepada keluargannya. ia juga sudah menyiapkan cincin dan maskawin seperangkat alat sholat. Semua itu juga disiapkan oleh Riki.

Habib sama sekali tak memakai baju ala pengantin seperti akad biasanya. Ia Hanya menggunakan baju kokoh putih dan peci. Sedangkan Nayya terbaring lemah dengan balutan perban hampir diseluruh tubuhnya.

Nayya memejamkan matannya pasrah kepada Allah. bibir tipisnnya tiada henti-hentinya memuja nama Allah. ia menguatkan hatinnya karena Allah. ia mendengar Habib melafaskan akad dengan lancar dan para saksi mengatakan ‘sah’. Air matannya jatuh seketika, ia tak tau mau sedih atau mau bahagia. semua ini begitu mendadak. Ia menarik nafasnya untuk tenang. Tak ada tangan untuk menghapus air matannya, ia harus tegar dan tak boleh menangis.

“Allhamdulillah..” Ucap Habib sambil mengusapkan wajahnya. Ia menatap Nayya yang ada diranjang. Lalu matanya menatap Ayah Nayya yang sudah menjadi ayah mertuannya. Ia menyalami Ayah Nayya santun, meskipun ayah Nayya cepat-cepat melepaskan tanngannya. Ia juga menyalami umi dan Abinya ia mencium dan memeluk mereka meminta restu dan doannya. Tidak lupa para penghulu dan saksi

Sekarang ia kembali menatap Nayya yang sudah menjadi istrinya. Ia bangkit dari duduknya. Ia bahkan tak berani menatap Nayya lekat. Padahal Nayya sudah menjadi istrinya. Jujur selama ini ia tak perna memandang wajah Nayya lebih dari 2detik. Ia selalu menundukkan pandangannya untuk mengusir zina. Ia berjalan menuju ranjang Nayya.

Ibu Nayyapun bergeser. Habib mencium tangan Ibu Nayya yang sudah menjadi ibu mertuannya sopan dan meminta restu serta doa. Saat Bunda Nayya sudah menyingkir, dengan gugup ia menatap wajah Nayya. Ia baru sadar jika Nayya sangat cantik. Meskipun wajah Nayya pucat, ia masih begitu cantik. Wajah bulat yang ditutup kerudung, bibir tipis, mata bulat nan jerni, bulu mata lentik, hidung sedang. Kulir sawo matang menambah kadar manis dijiwannya. Wajahnya sangat tenang dan damai meskipun ada bercak air mata dipipinya.

“Assalamu’alaikum istriku..” Ucapnnya lembut.

Dug... jantung Nayya terpacu kuat. Ia tak tau harus menjawab apa kepada lelaki asing yang sudah menjadi suaminya. Ia mengerjab seakan berfikir. “Wa’alaikum salam.” Hanya itu yang bisa ia jawab.

“Bolehkan aku memasang cincin pernikahan kita dijari manis kamu?” Tannya Habib lembut.

Nayyapun mengangguk tanda mengiyakan.

Habib tersenyum tipis. Ia memasangkan cincing dijari manis tangan kananyang patah Nayya cecara berlahan. “Maaf.” Ucap Nayya lemah.

Habib mengernyit. “Maaf untuk apa?”

“Maaf karena aku tak bisa memakai cincin dijari manis kamu. Dan maaf karena tidak bisa mencium tangan kamu.” Ucapnnya lemah.

Habib tersenyum miris. Masihkah Nayya berfikir itu kesalahannya?. “Tidak apa-apa. Akukan sudah berjanji akan menjadi mata, tangan dan kaki untukmu. Aku juga berjanji untuk membahagiakanmu.” Jawab Habib lembut.

Nayya tersenyum tipis. “Jangan berjannji. Jika kamu berjanji dan tak bisa menempatinya, maka kamu akan menadapatkan 2dosa sekaligus, yaitu dosa tak mampu menjalankannya dan dosa tak mampu menjalankan janjimu. Tapi jika kamu hanya bertekat meskipun tak berjalan sesuai tekadmu. Maka kamu hannya mendapatkan 1dosa, yaitu tak mampu menjalankan kewajibanmu.” Jawab Nayya.

Habib terkejut menatap Nayya. Ia tersenyum membenarkan Ucapan Nayya. Ia meletakkan tangannya dipuncuk kepala Nayya untuk berdoa sebagai ajaran Rasullullah. Setelahnya ia mencium puncuk kepala Nayya lembut.

Nayya bagai tersengat ikan Lele saat itu. Ini pertama kalinya untuk dia, dia tak pernah dekat dengan pria, apalagi dicium. Tapi ia hanya diam saja tanpa berucap apapun.

Kyai Abu dan Umi Ana menjabat tangan Bunda dan ayahnya Nayya lembut. Tapi tidak dengan mereka. Setelah itu mereka beranda mendekati ranjang Nayya. “Assalamu’alaikum menantu ibuk. Kenalin nama ibu Ana kamu bisa panggil Umi Ana.” Ucap Umi Ana lembut, ia berdiri disamping Habib dan mengelus kelapa Nayya lembut.

Nayyapun senyum sopan. “Wa’alaikum salam Umi. Maaf ya Nay nggak bisa cium tangan Umi.” Jawabnya miris.

Umi Ana tersenyum kecut menatap Nayya. Yang seharusnya meminta maaf itu adalah dia, karna dia Nayya tak bisa bersalaman atau melihat. Tapi malah Nayya yang meminta maaf.” Nggak apa-apa kok. Umi boleh cium pipi Nay?” Ucap Umi Ana lembut.

Nayya terdiam sesaat, lalu ia menerima dengan menganggukkan kepala. Umi Ana pun tersenyum dan mencium pipi kiri Nayya dan kanan Nayya dengan tangisan mendalam, ia tak menyangkah akan mendapat menantu yang sama sekali tak ia kenal.

Alhamdulillah bisa up.meskipun nggak banyak yang like dan komentar.

semoga bisa mendapatkan ilmu dari novel ini.

jangan lupa like, vote dan komen ya....

1
nana
Thor sebelumny aku lebih dulu baca hijrah gadis pemberontak namanya sama ya ,ada habib dan Rey,tapi ini nayya bukan rindu,, apakah nti sama kaya habib dan Rey itu nasib nya nih😂jadi takut deh kebaca alurnya namanya sama ....hihihi
NO NAME
ga ada lanjutan kah kisah rindu sperti anaknya gitu..kembalinya rey di samping peristirahatan istrinya gitu ..🥹
Inara Aila
Luar biasa
nadira ST
dasar sakit jiwa kaya keluarganya
nadira ST
taroh wajahmu ditoilet umum biar wangi, orang tua gak ada ahklak
nadira ST
mendingan tinggal menepi aja nay,biar mentalmu tetep waras, hidupmu selalu dipermainkan, mentang mentang buta, semua seenaknya padamu
Maria
/Rose//Rose//Good//Good/
Anonim
Backlist
Pujianto Ajha
Luar biasa
ummi rama
iyaa SM KK nya juga hempaskan Thor.....
ummi rama
aku suka karakter nayya punya pendirian dan tegas...tetap pertahankan nayya...👍
ummi rama
setuju Thor....👍
ummi rama
suka lhat wajah nayya enak di pandang ngk bosenin... pintar author pilih foto nya...😊👍
Ratih Hermansyah
dari bab pertama sampe sini,ketikan nya ada yg salah trus jadi bingung/Shy//Grin//Grin/
Ratih Hermansyah
emang cinta tuh buta buat segala2nya/Tongue/sampe yg udh nikah ajja masih tetep di kejar ke org yg di cintai nya🤭kayak gk ada laki2 lain ajja,payah/Facepalm/
Arya Mada
kapan sih nayya bisa ngeliat lagi Thor?
sumbah mata aku sampe bengkak gegara nangis baca nya tau ga😭😭😭
Leni Ragil
Luar biasa
Marhaban ya Nur17
tuh kan endinge g bareng lagi tokoh utama e wkkwwk
Marhaban ya Nur17
daahh Habib 😲😃 lo se lembek wkwkw
Marhaban ya Nur17
jd kaya film aksion
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!