NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:20.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: SHy

Berawal dari kebohongan yang Hana ciptakan dengan mengaku-ngaku jika Dika adalah kekasihnya, membuat hidup Dika yang awalnya datar berubah menjadi bewarna.

Kebohongan yang diciptakan Hana pun membuat seorang Dika yang terkenal dingin dan kaku terjebak dalam cinta Hana. Rasa cinta pun mengalir begitu saja di hati mereka dan membuat mereka menjalin hubungan hingga tiga tahun lamanya.

Namun akhirnya hubungan yang mereka jalin pun putus begitu saja setelah Hana membuat kebohongan yang baru dan hilang begitu saja.

Enam tahun kemudian Dika dan Hana pun kembali dipertemukan dalam status yang berbeda dan keadaan yang berbeda. Hingga suatu insiden membuat mereka harus terjebak dalam pernikahan yang kembali mengikat cinta mereka yang belum usai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal pertemanan

"Bersama seorang wanita? Agh, aku rasa kau salah lihat. Tidak mungkin Kak Hans pergi bersama seorang wanita." Balas Amel.

"Mungkin saja. Dan mungkin itu kekasihnya." Ucap Hana.

"Apa mungkin? Jika dia sudah memiliki seorang kekasih, lalu untuk apa dia mendekatimu." Amel merasa bingung.

"Mendekatiku? Dia tidak mendekatiku." Pungkas Hana.

"Dia itu mendekatimu, Hana. Dengan cara terus memberikan coklat untukmu."

Hana menggeleng. "Pendekatan yang tidak nyata."

"Jadi kau ingin didekati dengan nyata olehnya?" Goda Amel.

"Tentu saja tidak. Tapi jika dia mendekatiku secara nyata, aku bisa apa?" Seloroh Hana.

"Ck. Aku hanya takut Kak Hans akan menjadi korban selanjutnya jika dia berani mendekatimu." Cibir Amel.

Hana tertawa. "Sudahlah. Lebih baik sekarang kita masuk kelas sebelum dosen masuk lebih dulu." Ajak Hana yang diangguki oleh Amel.

*

"Hana..." mendengar suara seorang pria yang terdengar tidak asing di telinganya membuat langkah Hana terhenti.

Hana membalikkan tubuhnya. Menatap pada seorang pria yang kini berjalan ke arahnya dengan senyuman tampannya.

"Kak Hans." Ucap Hana sambil tersenyum sebab Hans sedang tersenyum kepadanya.

"Sepertinya kau datang cukup cepat pagi ini." Ucap Hans sambil menatap jam di pergelangan tangannya.

Hana tersenyum. "Ya. Aku bangun lebih awal pagi ini dan merasa bosan jika menunggu waktu lebih lama di rumah." Balas Hana.

Hans mengangguk paham.

"Kakak sering datang pagi juga?" Tanya Hana sebab saat ini masih ada waktu setengah jam lagi waktu perkuliah dimulai.

"Ya. Sudah menjadi kebiasaanku seperti itu." Balas Hans.

Hana dan Hans pun kembali berjalan beriringan melewati koridor kampus.

"Oh iya Kak. Terimakasih untuk coklatnya." Ucap Hana menatap pada wajah Hans.

Hans memiringkan wajahnya sambil tersneyum. "Apa kau menyukainya?"

Kepala Hana mengangguk. "Tentu saja. Coklat adalah salah satu makanan favoritku."

"Kebetulan sekali aku masih memiliki stok coklat di rumah. Kalau begitu aku akan sering memberikan coklat untukmu."

"Apa Kakak juga menyukainya?"

Hans menggeleng. "Tidak terlalu. Tapi aku memiliki banyak coklat pemberian dari adikku yang baru pulang dari luar negeri."

"Oh..." Hana menangguk paham. "Tapi kenapa Kaka tidak pernah menberikannya langsung padaku?" Tanya Hana.

Hans terdiam. Pria itu menatap lurus kedepan sejenak lalu kembali menatap pada Hana.

"Karena di saat aku membawa coklat aku selalu bertemu dengan Amel dan tidak pernah bertemu denganmu." Balas Hans cukup masuk akal.

Apa benar seperti itu? Hana membatin.

Percakapan mereka pun terhenti saat mereka sudah berada di depan kelas Hans.

"Apa boleh aku meminta nomor ponselmu?" Tanya Hans.

"Tentu saja." Balas Hana merasa tak masalah.

Hans merogoh ponsel di saku celananya lalu memberikan pada Hana.

Hana menerimanya lalu mengetikkan beberap digit nomor ponselnya.

"Terimakasih. Jangan lupa membalas pesanku nantinya." Ucap Hans yang diangguki oleh Hana.

"Aku masuk ke dalam dulu." Pamitnya yang kembali diangguki oleh Hana.

Tak masalah. Lagi pula hanya sebagai ucapan terimakasihku dan sebagai tanda pertemanan. Batin Hana lalu melangkah menuju kelasnya.

Saat masuk ke dalam kelasnya, Hana dibuat terkejut karena melihat sosok Dika sudah duduk di kursi paling depan sambil memainkan ponselnya.

Kulkas dua belas pintu? Kenapa dia cepat sekali datang? Tapi... sepertinya tadi aku tidak melihat mobil barunya di parkiran. Batin Hana menatap pada pria yang terlihat tidak memperdulikan kehadirannya.

Cukup lama Hana berdiri di ambang pintu sambil menatap pada Dika. Hingga beberapa detik kemudian pandangan Hana pun langsung terputus saat Dika menolehkan wajah datarnya ke arahnya.

****

Lanjut?

Berikan dukungan dulu yuk dengan cara like, komen dan votenya. Terimakasih😊

1
Zyfia
Adiknya Cilla udah lahir deh kayaknya
Zyfia
Gregetan deh mreka berdua kan sama2 dokter yaa masa gak nyadar tanda2 hamil 😤
Lanilalaa
klise
Nelly Suheda
,,.,
Emai
ak seneng ceritanya ringan tapi seru
Emai
yang nguping atau tidak sengaja dengar pertengkaran Hana dan Liza saat itu adalah mama nya Dika to. dia dah tau kebenarannya. tapi tidak langsung kasih tahu dika
Emai
jare kembar kok malah Rey Rachel?
Emai
bukannya wisuda bareng?
Emai
goblok
Emai
Liza ya itu yg dorong??
Emai
hahahaha kau terlalu hana
Ulin Garwonipun Erwan
Biasa
Ulin Garwonipun Erwan
Kecewa
Jeissi
aneh banget permintaan hana, sudah melakukan penganiayaan ya harus di hukum dong masa dibiarkan begitu saja.
Anto New
Buruk
Yuli Ana
Luar biasa
Sita Sit
udah dikasih virgin nya Hana tuh dik,jangan dingin2 sama Hana ntar ditinggal lagi kamu
Khoerun Nisa
tor knp belum ada kisah anak Dika ma hana
Khoerun Nisa
ada yg tau celvin ma Bianca di novel mn lupa aku..
filis 12
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!