NovelToon NovelToon
Anisa Sang Pendosa

Anisa Sang Pendosa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Spiritual / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mel Rezki

Apa yang menyebabkan mereka melakukan perbuatan laknat itu? Hingga Anisa hamil di luar nikah, padahal mereka dikenal pribadi yang soleh dan solekha.

Naas menimpa Faisal Mubarak tunangan sekaligus lelaki yang telah menghamilinya meninggal dunia karena tersengat listrik. Hingga kondisi yang begitu mendesak bunda Rosmawati ibu dari Faisal memutuskan untuk menikahkan Panji Alam Darmawan dengan Anisa.

Sebagai bentuk bakti kepada ibunda, Panji menerima keputusan ibunda untuk menikah dengan calon adik iparnya. Walaupun dengan berat hati dan terpaksa pernikahan itu berlangsung.

Akankah ada benih cinta di antara mereka? Karena Panji juga memiliki kekasih hati yang juga luar biasa baiknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mel Rezki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Bakso Paku

"Tidak ada yang ingin Tuan katakan?" singgung Arlan.

"Selama 5 hari di kampung? Bukan hanya acara selamatan 40 hari meninggalnya Faisal?" cecar Arlan.

"Dia Anisa, istriku." ucap Panji mengerti arah pembicaraan sang asisten.

Mulut Arlan ternganga bahkan sulit untuk dia katupkan.

"Tu-tuan...," gagap Arlan bingung harus melanjutkan kalimat apa.

"Dia calon istrinya Faisal."

"Terus Tuan menikahinya karena Faisal meninggal," tebak Arlan.

Panji mengangguk kecil.

"Bagaimana dengan Non Tiwi?"

Panji terdiam, dia sendiri bingung bagaimana cara menjelaskan semuanya ke Tiwi.

"Lagian apa tidak terlalu gegabah mengambil tindakan? Menikahi gadis gara-gara gadis itu batal nikah dengan adik Tuan?"

"Dia sedang mengandung."

Arlan membulatkan mata, bahkan minuman yang baru dia sesap langsung dia semprotkan karena terlalu terkejut.

"Bagaimana bisa? Adik Tuan tidak ada tampang tengil sedikitpun. Kelihatannya dia juga rajin ibadah," sanggah Arlan.

"Fokusku sekarang, bagaimana menjelaskan semua ini ke Tiwi dan bagaimana melindungi Anisa dari hal buruk yang akan oma lakukan padanya."

"Oma Sartika? Maksud Tuan, hal buruk apa?"

"Kamu tahu sendiri watak oma seperti apa. ."

"Ya aku paham. Tiwi yang mendekati sempurna, sudah cantik, cerdas, berbakti pada orang tua, ramah, santun, pekerja keras, dan kelebihan lainnya masih oma tolak gara-gara status yang berbeda." rangkum Arlan.

"Sebenarnya ada sih jalan pintas masalah Non Tiwi. Dia yang hampir sempurna itu bolehlah serahkan padaku. Bereskan masalahnya," sambungnya.

Panji menatap tajam ke arah Arlan.

"Sekalian selamanya kubereskan kamu dari pekerjaan ini !" geram Panji.

"Aku bercanda Tuan, Isst apa tidak bisa bercanda sedikit," rayu Arlan melihat Tuan-nya menampilkan wajah masam.

Panji berdiri dari tempat duduknya, langsung melangkah ke luar.

"Tunggu Tuan, belum habis ni makananku," pinta Arlan yang mulutnya langsung dimasukki makanan yang terhidang di hadapannya.

Jalanan nampak terang karena lampu. Padatnya jalanan kota metropolitan seakan tidak lekang ditelan sang malam, tetap saja lalu lalang kendaran mengisi kepadatan jalan.

Panji menatap keluar jendela mobil. Melihat gerimis yang tetap setia menemani perjalanan pulang dari dia keluar resto hingga mobil itu sampai di rumah.

Arlan membawa payung untuk Panji. Setelah masuk ke teras rumah Arlan segera pamit pulang.

"Besok berangkatnya agak siangan lagi Tuan?"

"Pagi,"

"Yakin pengantin baru tidak kesiangan lagi?" ledek Arlan.

"Arlan!" Panji menatap tajam ke arah Arlan.

"Aku pulang," pamit Arlan dengan sedikit berlari masuk ke mobil karena merasa ngeri dengan tatapan sang tuan.

Panji melangkahkan kaki langsung menaiki tangga menuju kamarnya.

Panji membuka pelan pintu kamar. Matanya mengedarkan pandangan terlebih dahulu sebelum kakinya melangkah masuk. Dilihatnya Anisa sedang melantunkan ayat Al Quran. Panji melangkah dengan pelan takut mengganggu Anisa.

Dia langsung masuk dalam toilet kamar. Berdiri mematung di balik pintu karena tangannnya tiba-tiba berat untuk menutup pintu dengan rapat. Ada rona rindu yang terlalu berat mendengar suara Anisa dalam melantunkan ayat suci Al Qur'an.

"Bunda," keluh Panji dan tubuhnya kini meringsut ke lantai.

"Aku rindu kamu, rindu bermain dengan Faisal kecil, rindu ngaji dengan bapak, rindu semua. Bodohnya aku menutup mata batinku dengan kebencian karena lebih percaya hasutan yang oma ciptakan," gumam Panji.

"Kak... ."

"Ya," jawab Panji dan punggungnya langsung menutup sempurna pintu toilet.

"Aku kira siapa," ucap Anisa mengecek suara gesekan pintu toilet kamar.

Lima belas menit kemudian Panji keluar. Panji melirik ke arah Anisa yang sudah melepas mukenanya.

"Sudah makan?" tanya Panji kemudian.

Anisa menggelengkan kepala namun mulai kebiasaan baru, memejamkan mata dengan menyesap aroma wangi tubuh Panji dari kejauhan.

"Kamu kenapa?" tanya Panji kembali melihat Anisa bertingkah aneh.

Anisa mencoba menahan diri. "Lapar," jawab Anisa seceplosnya.

Panji mendengus mendapati jawaban Anisa.

"Dari siang apa kamu tidak makan?" tanya Panji dengan mengenakan kaos pendek setelah memakai boxernya.

Lagi-lagi Anisa menggeleng.

"Oma tidak memanggilmu untuk makan siang?"

Anisa menggeleng.

"Mbok Asih juga tidak menyuruhmu makan?" cecar Panji karena dia secara langsung menyuruh mbok Asih menyediakan makan siang untuk Anisa.

Anisa lagi menggeleng.

Panji tersenyum kecut. Dia bisa menebak sendiri kenapa mbok Asih sampai tidak menyediakan makan siang untuk Anisa.

"Satu hal lagi, besok ke dokter saraf. Takutnya mulut kamu yang hanya diam saja dan kepala kamu yang lagi-lagi menggeleng dan mengangguk sarafnya ternyata bermasalah."

"Kak Panji bisa juga bercanda," senyum Anisa dengan mengekor langkah Panji menuju meja makan.

"Mbok Asih...," panggil Panji.

"Ya Tuan," sahut Mbok Asih mendekat ke arah Panji.

"Tolong siapkan makanan untuk Anisa."

"E...maaf Tuan, stok makanan habis." jawab Mbok Asih.

"Jangan buat alasan," kesal Panji.

"Kenapa ribut?" sela oma Sartika yang tiba-tiba datang di antara mereka.

"Stok makanan habis Oma?" retoris Panji yang tahu ini hanya akal-akalan oma.

"Ya, Mbok Asih tadi siang sakit kepala jadi tidak bisa belanja." ucap Oma.

Panji mendengus kesal. "Terserah kalian beralasan apa, aku hanya minta istriku dilayani sebagaimana mestinya," tegas Panji dan tangannya menggenggam tangan Anisa untuk pergi dari mereka.

"Pak Salam... siapkan mobil, aku mau keluar," pinta Panji dan kakinya melangkah ke garasi mobil.

"Tidak usah emosi Kak," ucap Anisa setelah mobil menembus jalanan kota.

Panji diam tanpa menyahuti ucapan Anisa.

"Mungkin oma kesal denganku," lirih Anisa.

"Dari siang tidak makan kenapa tidak telepon aku!" Kesal Panji tanpa menjawab ocehan Anisa.

"Aku ambil cemilan dan buah di kulkas," ucap Anisa.

"Oma kayaknya sengaja nyuruh mbok Asih tidak masak tapi aku kan lapar kebangetan. Ya sudah cemilan dan buah di kulkas aku ambil semua," jujur Anisa.

Panji tersenyum kilas, "Berani juga nih bocah," batin Panji.

"Kenapa Kakak diam?" tanya Anisa melirik ke arah lelaki yang sedang memutar kemudi mobil.

"Turun," titah Panji.

"Kakak tidak apa-apa hanya pakai boxer dan kaos?" tanya Anisa melihat tampilan Panji.

Panji mengempaskan napasnya kasar. Dia baru sadar keluar rumah hanya dengan boxer dan kaos.

Anisa langsung turun mobil mengekor Panji masuk ke resto seafood.

"Mengapa ke sini?" protes Anisa begitu duduk di kursi resto.

Panji menerima buku menu dari pelayan.

"Aku kan ingin makan bakso," lirih Anisa.

Panji menatap kesal ke arah Anisa. Menutup menu buku yang dia baca.

"Tidak bilang dari tadi!"

Anisa menunduk diam.

"Maaf mbak, tidak jadi pesan," ucap Panji pada pelayan dan pantatnya dia angkat dari tempat duduk kemudian melangkahkan kakinya.

"Kakak mau kemana?" tanya Anisa mengekor Panji.

"Ke toko material,"

"Mau beli apa ke toko material?" tanya Anisa dengan polos.

Panji menatap tajam ke arah Anisa, amarahnya memuncak di ubun-ubun.

"Beli bakso barangkali toko materialnya jualan bakso paku!" geram Panji menghentikan langkah dan menatap tajam ke arah Anisa.

Anisa terkekeh, "Kak Panji lucu deh," ucap Anisa dengan menepuk lengan Panji.

Panji jalan kembali dan membenarkan kaos yang merosot karena pukulan kecil Anisa.

"Bisa gila aku lama-lama dengan kamu!" gerutu Panji.

Like komen komen komen, hadiah, vote juga mau 🤗😍😘🙏

1
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Mel Rezki: terima kasih Kak 🙏
lanjut novel Kak Mel lainnya 😍😘
total 1 replies
arzetti azra
Kecewa
arzetti azra
Buruk
Marhainun Tanjung
bagus banget cerita nya.
Mel Rezki: terima kasih Kak, lanjut novel lainnya kak Mel , karena ustadz aku cacat
total 1 replies
Lismawati Salam
Luar biasa
nesya
knp Nisa hrs ninggalin anak nya sih. hrs nya kan dia tetap bersama anak nya, berjuang demi anak nya, Krn itu adalah harta yg paling berharga yg di tinggalkan oleh Faisal sbg tanda cinta mrk, meskipun kehadirannya mgkin akibat dr ketidak sengajaan.
nesya
akhirnya kebaikan, ketulusan dan keceriaan Nisa mampu merobohkan dinding keegoisan nenek panji.
nesya
di hati panji itu sdh tumbuh benih-benih cinta utk Nisa, tp dia masih blm menyadari itu, makanya dia sll berusaha menyangkal kl perasaan gelisah di hatinya itu cm di karenakan rasa kepedulian aja.
nesya
sdh mulai tumbuh benih-benih kebucinan dlm hati panji buat Anisa. sm spt kata pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino, cinta itu bs tumbuh lantaran terbiasa bersama.
nesya
jd serba salah buat panji. tp Panji bnr" laki-laki yg baik dan tulus, meskipun dia nikah terpaksa, tetap sj sikapnya terhadap Anisa sgt bertanggung jawab sbg seorang suami. dia begitu perhatian dan melindungi Anisa. mgkin kesalahan panji dlm hal ini cm satu, wkt dia sampai di rmh nya, knp dia tdk langsung menemui Tiwi utk menjelaskan masalah yg sebenarnya, hingga tak sampai timbul kesalah fahaman diantara mereka berdua. tp siapa yg tahu dgn rencana author, mgkin sj pd akhirnya panji mmg lah jodoh anisa., dan bkn Tiwi.
Medy Jmb
Mau nikahin Tiwi yg penyakitan, nyerein Nisa? cuma di dunia novel
Medy Jmb
menghempaskan Thor bukan mengempaskan
yoona
udah jadian aja bah/Facepalm/
Sumi Ati
masih menyimak.
Elvira Juned
Gk adil bagi Panji menikah dgn Anisa utk menutup aib sama aja mereka sekeluarga menipu semua org, dan memakaikan BIN atau BINTI utk anaknya Faisal dan Anisa kelak
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍👍👍🥰🥰🙏
Mel Rezki: lanjut baca novel kak Mel yang lainnya 🙏
total 1 replies
Mmh Astri
👍💪
Mmh Astri
💪💪💪💪👍🙏🥰
Indah Safitri
Luar biasa
MIZI ZESHIKUMEZI
owo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!