NovelToon NovelToon
MANTAN KEKASIH GELAPKU

MANTAN KEKASIH GELAPKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Mengubah Takdir / Keluarga / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:115.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zhang zhing li

Rumah tangga yang kelihatan harmonis hanya topeng belaka.

Hutang orang tua yang menumpuk kepada mertua, membuat terjadinya perjodohan yang terpaksa dan membuat Jihan terpenjara oleh kekerasan bathin dan fisik.

Sakit hati yang dialami jihan, sampai melupakan apa arti cinta yang sesungguhnya.

Dari rasa nyaman saling bertukar cerita, membuat dua insan yang dimabuk asmara terjebak oleh cinta terlarang, sehingga membuat keduanya susah untuk berpisah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhang zhing li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergok

Semua kerjaan mencuci piring habis makan malam telah selesai. Mata sudah ngantuk tidak tertahan akan segera tidur. Otot kaki sudah melemah setelah sekian hari banyak sekali pekerjaan yang menguras tenaga. Leher tengkukpun sampai kaku sekali rasanya.

"Huuf, ya ampun kenapa badan rasanya sakit semua begini. Pasti gara-gara membereskan pekerjaan rumah sendirian ini. Hmm, sabar ... sabar, pasti semua akan ada kebahagiaan suatu hari nanti," guman hati sudah mengusap pelan tengkuk leher sambil memijit-mijitnya pelan.

Langkah terasa gontai saat ingin memasuki kamar. Rasanya sudah tidak ada tenaga lagi hanya sekedar menapakkan kaki.

"Egkhem ... hemm," Suara deheman seseorang berada dibelakangku, saat tangan sedang memegang knop pintu.

Badan langsung memutar, mencoba melihat siapa gerangan yang mencoba menyapa.

"Kamu?" Kekagetanku.

"Emm."

"Kenapa berdiri disini?" tanyaku sudah merasa aneh.

"Kebetulan melewati kamar ini, ketika mau ambil air minum tadi."

"Ngomong-ngomong kenapa kamu masuk kamar itu?" tanya Satria yang kelihatannya merasa curiga.

"Apa maksud kamu?" Balik tanyaku heran.

"Hidih, kamu ini gimana, sih. Bukankah kamar mas Bayu berada diatas, kenapa kamu malah ingin masuk disitu? Bukankah kalian itu sudah menikah, kenapa kok kayaknya mau tidur dikamar yang terpisah," cecar Satria yang beneran merasa curiga.

"Ee'eeh, bukan kok. Aku masuk ke kamar ini karena ada sesuatu yang ingin kuambil," jawabku yang merasa mulai gugup.

"Ooh, benarkah itu? Kamu tidak bohong 'kan?" tanyanya lagi.

"Tapi--?" Keraguan Satria.

"Eeh, maaf. Aku harus masuk kamar dulu untuk mengambil sesuatu," pamitku tergesa-gesa.

"Iya, silahkan. Akan pastikan jika kamu tidak bohong, maka akan kutunggu disini," cakapnya yang membuat mati kutu.

Wajah sudah menoleh ke arah pintu yang masih terbuka sedikit, untuk memastikan kalau Satria memang menunggu apa tidak.

"Aduuh, gimana ini? Kenapa Satria harus merasa curiga juga, sih! Matilah kalau mas Bayu sampai marah, akibat Satria tahu rumah tangga kami yang tidak cocok ini," Kegelisahan hati yang sudah mengambil sesuatu dari dalam kamar sendiri.

"Aku harus ambil apa ya dikamar sendiri untuk jadi alasan?" tanya hati saat kebingungan.

Netra sudah menyapu setiap kamar, mencoba melihat barang yang akan jadi alasan agar Satria percaya.

"Aahaa, itu dia!" Kegembiraan saat melihat selimut sendiri.

"Semoga Satria akan percaya."

Langkah sudah keluar dari kamar sendiri dengan mengendong selimut.

"Kok mengambil selimut saja dikamar ini, apa dikamar kalian tidak ada?" ucap Satria yang sudah banyak tanya.

"Ada kok. Cuma selimut didalam kamar atas sedang dicuci dan basah. Kebetulan ada cadangan selimut yang ada dikamar ini," alasan yang berbohong.

"Ooh, begitu. Ya sudah, kamu cepetan tidur sana. Bukankah besok akan mengajar juga," suruhnya.

"Ba-baaaiklah."

Langsung saja langkah tergesa-gesa, untuk segera menaiki anak tangga menuju ke kamar suami sendiri. Wajah Satria terus memperhatikan diriku, yang sedang ragu menuju tempat suami. Pasti suami nanti akan marah besar, jika meminta satu kamar dengannya.

Tok ... tok, dengan sepelan mungkin aku mengetuk pintu.

"Ayo, Mas. Buka pintunya, sebelum Satria itu memergokki kita. Bisa mati juga kamu nanti, kalau sampai dia tahu dan mengungkap semuanya pada orangtua kita," Rasa cemas dihati yang kian kalut.

Tok ... tok, pintu kembali kuketuk, yang kali ini sedikit agak keras.

Suara orang melangkah dari dalam kamar sudah terdengar oleh ditelingaku, sehingga berkali-kali akupun mengucap syukur, sebab suami akhirnya ingin membukakan pintu juga.

Ceklek, pintu sudah terbuka.

"Kamu?."

"Maaf, Mas."

"Ngapain kamu kesini?" ketus suami.

"Shuuutss, diam Mas. Ada Satria dibawah yang sedang memperhatikan," suruhku pada suami menunjuk ke arah lantai satu.

"Maksud kamu apa, hah! Kok sudah berani-beraninya memerintah suami untuk diam," Kekesalan ucapannya.

Eghem ... hemm, suara deheman seseorang.

"Jangan biarkan istrinya tidur disembarang tempat," sindir Satria.

"Ehkhem, maksud kamu apa? Mana mungkin aku akan membiarkan istriku yang cantik ini tidur sembarangan," jawab suami sudah berbohong.

Tangan sudah ditarik kuat oleh Mas Bayu, untuk sejajar mendekati posisinya berdiri sekarang.

"Baguslah kalau begitu, sebab aku lihat istrimu tadi jalan-jalan ditengah malam begini, padahal ini waktunya untuk tidur," ucap Satria dengan tangan sudah membawa air putih didalam gelas.

"Aku tadi sudah bilang kalau lagi ambil selimut saja," ketus sela-selaku ingin marah pada Satria.

"Emm. Ya sudah, kalian masuk kamar, tidur sana! Ajak istrimu tidur Mas Bayu, kasihan kalau besok sampai terlambat mengajar," suruh Satria yang terdengar mengesalkan.

Gara-gara ucapan Satria suami sudah melotot tajam, yang rasa-rasanya bola mata akan melompat keluar saja.

"Hehehe, iya Satria. Kamu harus tidur juga, 'kan?" Cegegesan mas Bayu.

"Baik, Mas. Jaga istrinya, ok."

"Sipp."

Brak, pintu ditutup kasar.

Posisi yang masih bingung menghadapi suami nanti, tiba-tiba selimut terlepas dari tangan, akibat kaget suami menarik lengan tanganku secara kuat.

"Apa kamu sudah gila."

"Kenapa Satria bisa memergokki kamu masuk kamar sendiri, hah?" Suami sudah menarik kuat rambut.

"Maafkan aku, Mas. Aku benar-benar tidak tahu jika Satria tadi sedang memergokkiku," ucapku sendu, sebab menahan rambut yang sakit akibat ditarik kuat ke belakang.

"Maaf ... maaf. Enak saja. Kalau sudah tahu begini, pasti akulah yang akan direpotkan. Awas saja kalau sampai ketahuan lagi, pasti kamu yang akan kubuat babak belur. Dasar wanita si*lan!" Kemarahan suami.

"Iya, Mas. Maaf ... maaf. Aku janji kali ini tidak akan terulang ketahuan ataupun dipergokki dia lagi."

"Hhh, enyah sana!."

"Jangan dekat-dekat sama tubuhku. Awas kamu!" ancam suami yang sudah melepaskan jambakkan dengan sedikit memberikan dorongan.

"Lalu, aku harus bagaimana ini, Mas. Kalau tidak boleh dekat sama kamu, harus tidur gima-mm-mana ini?" tanyaku sudah merasa ketakutan jika suami akan emosi lagi.

"Itu kesalahan kamu sendiri, maka ya harus menangungnya. Tidur dilantai saja, sana!" ketus suami yang kini sudah menaiki tempat tidurnya sendirian.

"Tapi, Mas. Lantai sangat dingin, aku takut jika nanti masuk angin," ungkapku.

"Bodo amat. Itu resiko kalau mengusik ketenanganku. Yang jelas kamu tidur dilantai situ, atau sekujur tubuhmu mau kusiksa akibat menolak, sebab kalau kamu keluar pasti Satria akan memergokki lagi dan pasti mulutnya akan ember cerita pada kedua orangtua kita," jawab suami tidak mempunyai rasa belas kasihan lagi.

Rasa sendu mulai hadir atas ucapan suami yang begitu menusuk hati. Bagiku kata-katanya sangat melukai, seakan-akan aku adalah istri yang benar-benar tidak diiginkan.

"Baik, Mas. Maaf!" Kepasrahanku.

Kali ini terpaksa tidur dilantai menggunakan alas selimut yang kubawa tadi. Tangan kanan sudah kupakai untuk bantal, sedangkan kiri sudah menhapus airmata yang terus saja menitik dipipi. Bibir sudah kugigit kuat, agar tidak terdengar oleh suami. Suara sesegukan tangisan kini kian kuat, hingga rasa sesak dada membuatku sulit untuk sekedar bernafas.

1
khaira yuli
satria idaman para wanita....
khaira yuli
pasti satria udah ada rasa.🤣🤣
khaira yuli
jahat banget sih.... pasti nanti nyesel loh..🤣🤣🤣
khaira yuli
bisa berakting begitu ya.... dasar..
khaira yuli
semangat sat.... semangat buat ngerebug istri orang...🤣🤣🤣
khaira yuli
Halah... dah kasar selingkuh pula .
khaira yuli
haruskah ditinggalkan y
khaira yuli
jadi selingkuh gimana ..? duh
khaira yuli
suami kasar gitu enaknya diapain ya .🤣🤣
khaira yuli
mampir
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kalo seumpama punya suami modelan gini sudah aku tendang kalau dia melakukan kekerasan fisik 😏😤
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mampir kesini mau baca karya Author Zhang mumpung lagi hiat 😁🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊: makasih kakak/Facepalm//Facepalm/menyempatkan waktunya. semoga sehat dan brtambah banyak rezeki
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
hmmz kasian jihan sampe pingsan
come on sattt selidiki kuyyy
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
diakhiri aja ngapa siii.... udah nggk sehat pernikahannya
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
wkkwkw bayu punya kacamata infraa gonjrengg jadi tau aktor gadungan lg akting 🤣
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
waw satria sodaranya bayu tohh
hmmz bawa kabur jihan sat wkwkwk
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
sok²an nafkahin selingkuhan sama istri sendiri velitttt huh
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
hmmz geram banget sama ni orangg, minta dikulitiii ish
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
wkwkw tim Jihan selingkuh sama satria gasihh
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
suami kok nggk mencerminkan suami, ntar nyesel nangesss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!