NovelToon NovelToon
IF I NEVER MET YOU

IF I NEVER MET YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:951.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Cussie°®

Sarah adalah gadis desa yang cantik dan polos, dia tertipu dengan cinta palsu Frans.
Frans seorang pria muda, tampan, dan kaya raya yang menikahi Sarah karena taruhan yang dia buat dengan temannya.

Tidak lama setelah menikah Sarah hamil, tapi Frans tidak mau bertanggung jawab pada anak yang dikandungnya.
Frans meninggalkan Sarah yang tengah mengandung anaknya, dan kembali ke Jakarta.

Penderitaan Sarah tidak cukup sampai disitu, Sarah divonis dokter menderita kanker otak. Dokter menyarankan dia untuk menggugurkan kandungan demi kebaikannya. Tuhan tidak pernah membiarkan ketidak-adilan pada hambanya.

Suatu hari Frans mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia tidak bisa punya anak seumur hidupnya. Karena hal itu Frans harus membawa Sarah ke Jakarta, karena anak yang dikandungnya itu satu-satunya yang akan menjadi penerusnya.

Bagaimanakah nasib Sarah selanjutnya? Akankah dia memilih keselamatannya atau bayi yang dikandungannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cussie°®, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir Yang Kejam

Hari-hari terasa berat untuk Sarah setelah kepergian Frans dari hidupnya. Setiap hal yang dia dilakukan selalu mengingatkannya tentang Frans. Saat makan dia menangis mengingat Frans yang biasanya menemaninya dengan senyuman hangat, namun kini hanya ada kursi kosong di depannya.

Bahkan saat tidur pun dia juga menangis karena biasanya ada Frans di sampingnya, namun kini hanya ada bantal kosong tanpa pemiliknya. Terlalu banyak kenangan indah yang mereka lakukan semakin membuat Sarah terluka. Sudah beberapa hari dia tidak pergi bekerja, dia hanya mengurung diri di dalam rumah karena kesedihannya.

Belum lagi cemoohan para tetangga yang menggunjingnya semakin menambah luka di hatinya. Seperti hari itu, saat dia sedang membeli beras di warung kelontong, si ibu penjual bertanya padanya,

"Sarah, kamu ke mana saja beberapa hari ini, kok gak kelihatan sih?"

"Beberapa hari ini saya kurang enak badan, Bu," jawab Sarah beralasan.

"Oh... begitu. Saya juga gak lihat suamimu, ke mana dia? Biasanya kan dia selalu mengikutimu ke manapun kamu pergi?"

"Dia..." Sarah terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan mereka, dia hanya menunduk malu dengan kenyataan yang ada.

"Hei...!" sahut ibu-ibu yang lain, dia menyikut si penjual untuk berhenti bertanya, karena tahu apa yang terjadi.

"Kenapa...? Memangnya apa yang terjadi?" tanya si penjual penasaran.

"Suaminya Sarah meninggalkan dia dan kembali pulang ke Jakarta," bisiknya pada si penjual.

"Ya ampun..., saya benar-benar tidak tahu Sarah, maafkan atas kelancangan saya..." ujar si penjual merasa bersalah.

"Iya, saya tidak apa. Permisi, Bu..." pamit Sarah pada mereka, dia ingin segera pergi meninggalkan warung kelontong tersebut.

Baru beberapa langkah Sarah berjalan, mereka kembali menggunjingnya dari belakang.

"Kasian sekali ya dia..., masih muda sudah ditinggalkan suaminya."

"Iya, kasian sekali Bu. Untung itu tidak terjadi pada anak saya."

Meskipun Sarah terluka mendengar ucapan mereka, tapi dia tetap diam dan berpura-pura tidak mendengarnya. Dia sadar, waktu akan terus berjalan meskipun dia tidak menerimanya, jadi dia harus bangkit dari keterpurukannya ini. Karena kini dia tidak sendirian lagi, kini ada bayi di dalam kandungannya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Sarah bekerja dengan sangat keras. Di pagi hari dia bekerja memetik daun teh di perkebunan, siangnya dia menjadi buruh cuci baju, dan sorenya dia menjahit baju. Meskipun dia lelah dengan semua pekerjaan ini, tapi bayi di dalam kandungannya membuatnya semangat ketika bekerja.

“Aku harus kuat, ini demi anakku,” ujar Sarah sambil mengusap peluh di wajah dengan lengannya. “Ibu akan bekerja dengan giat supaya bisa menghidupimu nak. Meski ayahmu tidak menginginkanmu, Ibu akan tetap menyayangimu.” Sarah mengelus perutnya untuk menyemangati dirinya sendiri, dia kembali melanjutkan pekerjaannya untuk memetik daun teh di depannya.

Setiap hari dilalui Sarah dengan pekerjaan yang tidak mudah, apalagi karena kehamilannya ini, dia menjadi cepat lelah dan sering sakit kepala. Seperti hari itu, saat Sarah sedang menjemur pakaian tiba-tiba,

"Aduh...!! Ada apa ini...?” Sarah berpegangan pada tiang jemuran sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. “Mengapa aku sering sakit kepala? Apa karena kehamilanku? Mungkin aku harus memeriksakan diri ke rumah sakit."

Sejak Sarah tahu dirinya hamil, dia belum pernah sekalipun pergi ke dokter untuk memeriksakan kandungannya. Jadi hari itu dia pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya.

"Dok, saya sakit apa? Mengapa saya sering sakit kepala akhir-akhir ini? Apa ini bawahan orang hamil Dok...?" tanya Sarah kepada dokter tentang alasan sakit kepalanya selama ini.

"Ini agak rumit, Bu. Anda harus menjalani medical check up secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti sakit kepala Anda," jawab dokter tersebut menjelaskan kepada Sarah.

Sarah menjalani semua pemeriksaan medical check up sesuai yang dianjurkan oleh dokter padanya. Setelah dia selesai melakukan pengecekan secara menyeluruh, dokter menemuinya untuk memberitahukan hasil pemeriksaannya.

"Bu Sarah…, Anda harus tabah...!" ujar Dokter tersebut dengan wajah yang ragu-ragu ingin menyampaikan sesuatu kepada Sarah.

"Kenapa Dokter, apa ada yang salah dengan saya...?" tanya Sarah dengan wajah khawatir.

"Bu Sarah … Anda menderita sakit kanker otak. Anda harus segera melakukan operasi supaya bisa sembuh, dan sebelum itu Anda harus menggugurkan kandungan Ibu dulu, ini untuk kebaikan Anda sendiri."

Mata Sarah langsung terbelalak mendengar pernyataan dari sang dokter, wajahnya langsung memucat, jantungnya terasa berhenti berdetak karena saking terkejutnya.

"A-apa maksud Dokter...? Saya … terkena kanker otak, dan harus menggugurkan kandungan saya...?" tanya Sarah lirih dengan suara yang gemetar.

"Tidak mungkin! Mengapa ini harus terjadi pada saya, Dok...?" keluh Sarah histeris dengan berurai air mata, dia belum bisa menerima apa yang baru saja didengarnya.

"Anda harus kuat dan tabah, Bu. Anda masih bisa sembuh, asalkan Anda mau menggugurkan kandungan dan melakukan pengobatan dengan segera," tutur Dokter tersebut menjelaskan supaya Sarah tidak menyerah dengan hidupnya.

"Apa saya bisa sembuh jika saya melakukan pengobatan...?" tanya Sarah yang putus asa.

"Tentu! Meskipun persentasi keberhasilannya rendah, tapi itu juga lebih baik dari pada Anda tidak melakukan pengobatan apapun,"

"Kalau saya tidak melakukan pengobatan, berapa lama saya akan bertahan?"

"Menurut analisis ilmu kedokteran, Anda bisa bertahan paling lama sekitar sembilan bulan, karena itu anda harus segera menggugurkan kandungan Ibu, supaya Anda bisa segera melakukan pengobatan."

"Kalau begitu tidak ada bedanya saya melakukan pengobatan ataupun tidak. Intinya saya sulit untuk bisa sembuh, kan?" Sarah terlihat putus asa untuk mengharapkan kesembuhannya.

"Tapi Bu, kalau Anda tidak menggugurkan kandungan, mungkin nyawa Anda tidak akan bisa selamat nantinya," kata Dokter tersebut mengingatkan Sarah kemungkinan terburuknya jika dia tetap menjaga kandungannya.

"Saya akan tetap mempertahankan anak ini apapun yang terjadi, permisi Dokter." Sarah segera berlalu pergi dari rumah sakit.

Dia pergi dengan berlinangan air mata. Jalannya tertatih karena langkah kakinya yang terasa berat dengan semua yang terjadi. Sesampainya di rumah, Sarah duduk termenung di atas ranjang.

"Mengapa semua ini harus terjadi padaku Ya Tuhan, apa aku ini memang pembawa sial...? Mengapa semua yang ku sayangi harus pergi dari hidupku? Tidakkah cukup kau mengambil orang yang ku cintai, apakah kau juga harus mengambil bayiku ini?” Air matanya meluruh mengingat semua kenyataan yang dia hadapi.

“Bagaimana mungkin aku bisa membunuh bayiku yang bahkan belum melihat dunia ini?" Sarah menangis terisak sambil memegangi dadanya yang terasa pedih.

Luka di hatinya yang belum sembuh benar karena ditinggalkan oleh Frans, kini semakin parah dengan takdir yang merengut hidupnya. Itu hal yang sangat berat untuk seorang wanita rapuh, yang harus berjuang sendiri untuk melawan takdir yang kejam.

Pada akhirnya Sarah tetap memilih untuk mempertahankan bayinya, meskipun dia tahu, itu mungkin akan mengancam nyawanya.

1
Sammai
kenapa Sarah bodoh sekali tinggalkan Frans secepatnya
Riskiya ahmad
lanjut thor
Zizi Sahputri
HEYYY BISA DI LANJUTIN GAK SOALNYA NOVELNYA BAGUS TOLONG DONG DI LANJUTIN DAN KENAPA CERITANYA BERHENTI DISITU PLISSS TOLONG DI LANJUTIN YAH !!!!🙏🙏🙏
Gloria Sinaga Sinaga
autor gimn kelanjutannya di tungguin ya
Delia Est
kok onok yo wong lanang koyok ngunu iku??!
Delia Est
langsung pikiranku tertuju pada sarah..
csadness inc
ya ella , harusnya ada tulisan ( proses penerbitan) di atasnya biar gag baper yang baca, segitu bngt niatnya bikin reader emosi, Uda baca, eh malah akhir2nya proses penerbitan, resek bngt sih nih author
✨hubby✨
next thor
Rohmaniyah Nurzen
😭😭😭😭😭😭😭😭
Rohmaniyah Nurzen
kualat lho Sarah yg lho cari2 tapi lho sakitin
Rohmaniyah Nurzen
😭😭😭
꧁🥀❥͜͡ρυᷡтᷧ͢яͦιᷡ🍃🥀꧂
di tunggu up nya autor 1😘😘😘😘👍💪💪💪
Norintan Nazmie Tim's Sha
up
up
up
hera wati
novel ini udah lama bgt ga up emang kata autornya ga bakalan up lg karna udh ad bukunyq.. klau mau baca beli aja bukunya!!
Naila Istiqklaliya: emang belinya di mana kak
total 1 replies
Viola Nisa
up donk kak
Viola Nisa
lanjutannya mana, kok lama banget gak up
malaikat kecil
aduh untuk author semangat terus ya buat novel nya...aku suka tapi aku benci banget sama pemeran Frans nya...Thor usahain si Frans nyesel Sampek ketulang ya karna udah ninggalin Sarah👍
Khanza: iya thor setuju, thor kok upnya lama cepet up thor 😭😭
total 1 replies
malaikat kecil
bajingaaaaaaaaaaannnnnnnnn...kan si Sarah nya kasihan😭😭😭😭🤧🤧🤧
Cenul Cenat Cenut
pengen nanti Sarah balas dendam berubah jadi jahat
AdaRos
udah sedih sedih gini kok gak di up lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!