NovelToon NovelToon
Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Fisya Alexander tak pernah menyangka rumah tangga yang ia jaga sepenuh hati justru menjadi awal kehancurannya.

Suaminya, Jason, berselingkuh dengan sahabat yang paling ia percaya namun pengkhianatan itu belum seberapa dibanding rencana keji yang mereka siapkan di ruang bersalin

Saat dua bayi perempuan lahir di hari yang sama, sebuah pertukaran terjadi, mereka yakin telah merebut segalanya dari Fisya.

Sayangnya, mereka tidak pernah sadar bahwa Fisya melihat semuanya

Sejak malam itu, senyum Fisya hanya untuk putrinya, sementara racunnya disiapkan untuk mereka yang telah menghancurkan hidupnya.

Ketika rahasia mulai terungkap, siapa yang sebenarnya sedang menjebak siapa ?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar dan Vote juga ya besty!🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerjasama Dengan Crown Empire Group

Fisya sedang memeriksa beberapa laporan di ruangannya.

Sebastian duduk di meja kerjanya yang berada tidak jauh dari meja Fisya.

Sejak kembali bekerja, Sebastian kembali menjalankan tugasnya seperti biasa.

Tidak ada yang tahu bahwa pria yang duduk tenang itu adalah pemilik baru Crown Empire Group.

Tiba-tiba suara notifikasi dari laptop Fisya terdengar Fisya membuka sebuah portal berita bisnis.

Awalnya ia hanya ingin melihat perkembangan pasar namun beberapa detik kemudian wajahnya berubah, tangannya berhenti bergerak, mata Fisya membesar.

Sebastian yang melihat perubahan ekspresi itu langsung memperhatikan

"Ada apa Bu?"

Fisya masih menatap layar laptopnya dan wajahnya masih sangat terkejut

Sebastian berdiri dari kursinya.

"Kenapa Ibu begitu terkejut?"

Fisya perlahan mengangkat wajahnya.

"Saya baru tahu kalau Pak James telah tiada seminggu yang lalu."

Mendadal suasana ruangan langsung hening seketika

Walaupun Sebastian sudah mengetahui berita itu, tetap saja mendengar orang lain menyebut nama Papa nya membuat dadanya terasa sesak namun ia berusaha tetap tenang.

Sebastian duduk kembali.

"Lalu kenapa Ibu begitu cemas akan hal itu?"

Fisya menarik napas panjang

"Karena almarhum papa saya sangat mengenal Pak James."

Sebastian langsung menoleh mendengar ucapan dari Fisya, ia benar-benar terkejut.

"Papa Ibu mengenal Pak James?" Tanya Sebastian

Fisya mengangguk.

"Bukan hanya kenal, dulu saat perusahaan Alexander hampir bangkrut karena krisis, Pak James membantu papa saya."

Sebastian terdiam dan hanya mendengarkan saja tanpa bicara apapun

Fisya melanjutkan.

"Kalau bukan karena bantuan beliau, mungkin perusahaan ini sudah lama tutup dan tidak mungkin sebesar sekarang"

Sebastian benar-benar tidak menyangka, selama ini ia tidak pernah mendengar cerita tersebut dari Papanya

Dalam hatinya muncul banyak pertanyaan, "Berarti James Harrington dan keluarga Alexander memiliki hubungan yang cukup dekat dan kenapa Papanya tidak pernah menceritakan hal itu?"

Sebastian kembali fokus mendengarkan Fisya bicara

Fisya menghela napas.

"Sebenarnya saya punya rencana menjalin kerja sama lagi dengan Crown Empire Group dan ingin bertemu dengan uncle James"

Sebastian masih tetap diam.

"Saya bahkan sudah mengirim proposal ke email pribadi Pak James beberapa hari lalu tapi ternyata beliau sudah meninggal." Nada suara Fisya terdengar kecewa.

Bagi perusahaan Alexander, kerja sama dengan Crown Empire Group akan menjadi langkah besar.

Karena nilai proyeknya mencapai miliaran rupiah jika berhasil perusahaan Alexander akan semakin kuat.

Sebastian berusaha terlihat biasa saja.

"Tenang Bu."

Fisya menoleh.

Sebastian berkata dengan yakin.

"Crown Empire Group yang saya dengar sudah dipimpin oleh putra beliau, saya yakin proposal Ibu Fisya akan diterima."

Fisya justru tersenyum tipis.

"Kamu terlalu optimis."

Sebastian mengangkat alis.

"Kenapa bu?"

Fisya menyandarkan tubuhnya.

"Kamu tidak tahu putra Pak James sangat misterius orang nya"

Sebastian hampir tertawa mendengarnya namun ia menahan diri.

"Misterius?"

Fisya mengangguk.

"Iya, dari rumor yang beredar, dia sangat dingin, sangat selektif dan hampir tidak pernah muncul di depan publik."

Sebastian hanya diam.

Jika saja Fisya tahu siapa orang yang sedang duduk di depannya.

"Mereka bilang dia sering menolak proposal perusahaan besar sekalipun." Ucap Fisya

Fisya kembali melihat laptopnya.

"Jadi kemungkinan proposalku diterima sangat kecil."

Sebastian tersenyum tipis.

"Belum tentu."

Fisya menggeleng.

"Kamu tidak kenal orang itu."

Sebastian menatap Fisya, dalam hati Sebastian berkata,

"Aku justru sangat mengenalnya."

Namun tentu saja ia tidak mungkin mengatakannya.

Sebastian lalu mengambil ponselnya, diam-diam ia membuka aplikasi pesan.

Nama Arman Castello muncul di layar, tanpa diketahui Fisya, Sebastian mengetik pesan singkat.

"Terima proposal perusahaan Alexander, prioritaskan kerja sama dengan mereka."

Tidak sampai satu menit balasan dari Arman langsung masuk.

"Baik Pak, saya akan urus sekarang juga"

Sebastian menyimpan kembali ponselnya lalu kembali bekerja seperti tidak terjadi apa-apa.

Sementara itu Fisya masih sibuk memeriksa laporan.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, suara notifikasi email terdengar.

Fisya tidak terlalu memperhatikan namun ketika membuka email tersebut...

Matanya langsung membelalak.

"Apa?"

Sebastian pura-pura tidak tahu.

"Ada apa lagi Bu?"

Fisya langsung berdiri.

"Ini..."

Sebastian mendekat.

"Kenapa?"

Fisya menunjuk layar laptop.

"Crown Empire Group membalas proposal kita."

Sebastian berpura-pura terkejut.

"Benarkah?"

Fisya membaca ulang isi email itu, wajahnya dipenuhi ketidak percayaan.

"Proposal kita diterima." Ucap Fisya dengan nada kegembiraan

Sebastian tersenyum kecil.

"Bagus."

Fisya masih belum percaya.

"Ini terlalu cepat."

Ia membaca lagi email tersebut bahkan Crown Empire Group menyatakan siap membantu perusahaan Alexander memenangkan proyek bernilai miliaran rupiah.

Fisya benar-benar terkejut padahal beberapa menit lalu ia pesimis.

Sekarang justru semuanya berjalan lebih mudah dari yang dibayangkan.

"Tidak mungkin." gumamnya.

Sebastian berusaha menahan senyumnya.

"Ternyata putra Pak James tidak seburuk rumor yang beredar."

Fisya mengangguk.

"Mungkin."

Lalu matanya tertuju pada bagian bawah email, di sana terdapat nomor telepon yang bisa dihubungi dan nama yang tertera adalah Arman Castello.

Fisya langsung tersenyum.

"Pasti ini putra Pak James."

Sebastian hampir tersedak mendengarnya namun ia cepat mengalihkan wajah.

"Kenapa Ibu berpikir begitu?" Tanya Sebastian

"Karena namanya ada di email resmi dan dia yang memberikan persetujuan." Jawab Fisya tanpa ragu

Sebastian langsung tahu terjadi kesalah pahaman namun ia tidak berniat meluruskannya setidaknya untuk sekarang.

***

Di kantor pusat Crown Empire Group, ponsel Arman berdering.

Pria muda itu melirik layar ponselnya, nama yang tertera membuat sudut bibirnya terangkat.

**Fisya Alexander.**

Arman langsung mengerti alasan panggilan itu pasti mengenai proposal kerja sama yang telah disetujui.

Tanpa menunggu lama, ia segera mengangkat telepon.

("Selamat siang, Bu Fisya,") sapanya dengan sopan.

Di sisi lain, Fisya tersenyum lega ketika panggilannya dijawab.

("Selamat siang, Pak Arman. Saya Fisya Alexander.") Jawab Fisya

("Ya. Bu Fisya. Ada yang bisa saya bantu?") Ucap Arman

("Saya menghubungi Bapak karena proposal kerja sama yang sudah Bapak terima dan setujui. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada perusahaan kami.") Ucap Fisya dari sambungan telpon

Arman tersenyum tipis.

("Tentu, Bu Fisya. Keputusan yang tepat memang sudah seharusnya diterima.")

Jawaban yang terdengar sederhana itu justru membuat Fisya semakin yakin.

"Berarti dugaanku benar... Pak Arman pasti memiliki posisi yang sangat penting di Crown Empire Group. Mungkin... bahkan putra mendiang James Harrington" batinnya

Sementara itu, Arman mulai menyadari kesalahpahaman yang sedang terjadi.

Namun, ia sama sekali tidak berniat meluruskannya.

Ia tahu siapa sosok yang sebenarnya berada di balik seluruh keputusan itu.

Setelah percakapan singkat berakhir, Arman menutup telepon dan tersenyum kecil.

"Kalau Bu Fisya tahu siapa pemilik Crown Empire Group yang sebenarnya..." gumamnya pelan.

"Mungkin reaksinya akan sangat menarik." Lanjutnya

***

Di kantor Alexander Group, Fisya tampak jauh lebih bersemangat daripada sebelumnya.

Kerja sama dengan Crown Empire Group akhirnya berhasil terjalin, baginya, itu adalah langkah besar yang akan membawa perusahaan keluarganya menuju babak baru.

Namun, Fisya sama sekali tidak menyadari satu kenyataan.

Orang yang selama ini ia kira sebagai pewaris misterius Crown Empire Group...

justru sedang duduk hanya beberapa meter di hadapannya.

Sebastian tetap tenang, seolah tidak mengetahui apa pun tentang percakapan yang baru saja terjadi.

Meski wajahnya tampak datar, pikirannya terus bekerja.

"Mengapa Ayah memilih membantu keluarga Alexander secara diam-diam?" Batinnya

"Apa sebenarnya hubungan almarhum Papa dengan keluarga Alexander di masa lalu? Dan aku juga merasa aku sangat familiar dengan wajah Fisya" Lanjutnya

Semakin banyak rahasia yang perlahan terungkap... Semakin Sebastian merasa bahwa pertemuannya dengan Fisya bukanlah sebuah kebetulan.

__Bersambung__

1
Anisa Nur Afifah
balikk lgii buatt bacaa😍
Anisa Nur Afifah
bagusss kakkk
Queen_Fisya08: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!