Afkar Giovani Nararya si ketua kedisiplinan Sekolah SMA N TUNAS BANGSA, di nikahkan dengan Hanindya Kayesa si Ratunya terlambat, dan mereka terkenal tidak akur satu sama lain
Di tambah keseruan teman sekelas yang gila gila mewarnai
Seperti Tom and Jerry bagaimana mereka menjalani bahtera pernikahan mereka?
bagaimana mereka menyikapi situasi yang memaksa mereka menjadi orang dewasa di usia mereka yang masih remaja?
Bagaimana mereka menyembunyikan status pernikahan mereka dari pihak sekolah agar tidak di keluarkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon P TututhPern, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
" PAPA.... " Zain melambai heboh begitu Afkar masuk ke kantin.
plak
" duduk njir " Hanin menggeplak kepala Zain membuat cowok tidak tau diri itu mengaduh. " Woi... lo jadi ketua kelas lelet amat. " Hanin beralih ke Afkar, cowok itu hanya mampu memutar bola mata jengah.
" lo tau gue sibuk ngapain malah nungguin gue "
" heh... lo tadi yang bilang mau ditungguin, Tempe..."
" tahu bul- "
" Ma, Pa... berantemnya nanti dah. Dedek Baim lapar. "
" najis " Afkar dan Hanin berseru bersamaan.
" amit amit gue punya anak lo, Im. sia sia kecantikan gue " Hanin menggetok meja
" cantik bakpao " Afkar mengambil posisi duduk di samping Hanin tapi belum sempat pantatnya sampai di bangku Hanin menendangnya lebih dulu.
" cowok klimis kayak lo ngak level dekat dekat gue, boleh sih asal lo trakir "
" Matre "
" emang iya, cewek kalo ngak matre ngak hidup, cuma bermodalkan cinta? cinta ngak bisa ngasih gue Mamam " Cia dan Hanin bertos ria
" ugh... Mama panutanku " Sasya mengacungkan jempolnya membuat para cowok itu memutar bola mata jengah.
" jangan berani sepik deh, kalo ngak ada modal " Miya ikut bersuara
" tiba tiba gue ngak minat sama cewek di kelas gue " Kevin yang baru datang duduk di samping Sasya menarik mangkuk soto gadis itu
" Anjir " ucap Sasya memukul lengan Kevin dan menarik kembali mangkuknya.
" Woi woi... ketua kelas Tupai tuh " heboh Miya tiba tiba membuat gadis lainnya menoleh
" do'ain Mama ya anak anak, biar bisa jadi bapak kalian " cetuk Hanin, Afkar yang kembali duduk di sampingnya menoyor kepala Hanin " Heh? apa lo? "
" ganjen, lo jablay "
" iri ya lo? " Hanin menoyor balik Afkar, baru saja akan membalas Hanin orang yang dibicarakan menghampiri mereka
" Afkar, kasih tau Ketos gue tidak bisa ikut rapat, tolong ya "
" nanti gue izinin " Afkar menjaihkan tangan Hanin yang sempar ia pegang " kelas lo sudah mengumpulkan formulir klub? "
" kayaknya tinggal kelas lo " ucap Kennan, Afkar mendelik ke teman temannya
" denger tuh, jangan malu maluin deh " Afkar memperbaiki kacamata bulatnya
" thanks ya, Kar "
" sip "
Kennan tersenyum kecil ke arah teman teman Afkar sebelum pamit, Hanin cekikikan sambil memukul mukul lengan Afkar.
" dia senyumin gue " kikik Hanin membuat Afkar mengedikkan bahu dan mendorong Hanin jauh jauh.
" Mama... adek ngak mau papa baru " Baim tiba tiba bersuara.
" ih... najisun, gue mau cari anak baru " Hanin melahap makannya kembali
" Ma... Kennan jadi mantu Mama aja " Sasya memeluk lengan Hanin " kasiani Sasya yang jomblo ini Ma. "
" kalau jomblo ya jomblo aja, ngak usah sok deh " Sasya menendang kaki Aryan yang duduk di depannya.
" diem lo. "
" Pa... Sasya nendang gue " lapor Aryan bukannya kasian, Afkar malah melongoskan muka " Papa tega.... papa ngak sayang Aryan "
" woi, cot lo. " Afkar melempar Aryan dengan tisu bekas. " sampe kelas kumpulin formulir klub, Hanin lo isi sembarang aja deh "
" ck, gue ngak suka klub manapun Afka.... "
" ciee.e....AFAAAAA..... " ledek yang lainnya, Hanin memutar bola mata jengah.
" berisik "
" Ciu ciu... Mama udah ada panggilan sayang. " heboh Zain " panggilan sayang ke Mama pasti Hani ya... ciee... " hebohnya sendiri
" cot " Afkar dan Hanin berseru bersamaan " sudah bubar bubar " Afkar berseru begitu bel bunyi " kalau sampai ada yang telat masuk kelas, awas lo pada "
" Papa Afa tungguin " Cia berlari di susul yang lainnya
" jangan lari lari napa, kenyang gue " keluh Hanin
" muntahin aja Ma. " Zain tertawa tawa gila di belakangnya, Hanin berhenti begitu Zain jalan di depannya Hanin tanpa perasaan memukul keras punggung Zain
" kalian berdua, tidak usah bermain. cepat "
" bawel "
Afkar menghela nafas panjang tanpa sadar, dia lelah mengurusi laporan laporan di depannya.
" capek? " Afkar menoleh ke gadis berkuncir kuda di sampingnya
" hm? " Sisil tertawa sambil menepuk pundak Afkar, gadis itu memiringkan sedikit tubuhnya ke arah Afkar
" aneh ngak sih? "
" apanya? "
" Hanin belakangan ini tidak pernah terlambat lagi " ucap Sisil " cuman Alvin saja jadi langganan tempat sampah belakang. "
Afkar mengernyit " Apanya yang aneh? bukannya bagus dia tidak terlambat lagi. artinya dia sudah sadar. "
Afkar kembali menatap kertas di tangannya. Seandainya dia tidak menjadi alarm penggangu tiap hari, mungkin Hanin masih terlambat sampai sekarang. Afkar juga heran kenapa gadis itu susah sekali bangun pagi karena kalau mau dipikir pikir Hanin itu jarang melarut.
" kenapa senyum senyum sendiri? "
" eh? " Afkar kembali melihat Sisil yang menatapnya usil, Afkar menggeleng. " sudah ya, gue mau ngantar ini ke Ketos " Afkar memperlihatkan kertas di tangannya dan berlalu.
" Ehm.. Af, tunggu "
" kenapa? " Afkar menoleh ke arahnya " kenapa Sil? "
" hm.... aku bisa nebeng ngak pulang nanti? motor gue di bengkel " ucap Sisil, Afkar berpikir menghela nafas.
" Sorry, Sil. gue sudah janji mau ngantar Hanin pulang "
" oh " lirih gadis itu
" sudah ya, gue duluan " Afkar kembali berbalik
Sisil melihat punggung Afkar kemudian menghela nafas.
" Hanin ya? " gumamnya
tbc
dan 2024 anakku lahir ta kasih nama hanindya😍
kangen sama karya baru nya mak 😂