Apa yang terjadi bila sebuah imajinasi menjadi kenyataan?.
Itu nyata dan memang ada keberadaannya.
Dunia ini bernama Xhavier yang terdapat sebuah energi berupa mana yang merealisasikan sebuah imajinasi menjadi kenyataan.
Dan salah satu dari 7 milyar lebih pendyduk planet bumi. Orang yang bernama Asura terlempar entah di sengaja atau tidak ke Planet Xhavier.
Anak culun berambut hitam dan fisik dibawah rata rata tanpa ada kelebihan apapun selain dalam bidang akademis atau mata pelajaran.
Hanya satu yang patut dibanggakan dari Asyura. Keberanian serta tekad yang begitu kuat.
Hal yang di banggakan tersebut adalah dia bahkan berani menantang para mafia maupun preman dan begal selama mereka tidak mengangggu dirinya ataupun keluarganya.
Geeky Defender of Death.
Itulah julukannya di Bumi, Si Culun Penantang Maut.
Mulai sekarang.
Apa yang akan terjadi dengan si culun ini bila di pindahkan di mana, dunia kasus pembunuhan adalah hal lumrah disana?.
Berdarah, kah?.
Atau, seorang pahlawan?.
Mungkin saja, Raja Iblis.
tak taulah.
Update Chapter: Kamis dan Jumat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mad Kojer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 7: Kultivasi V.2 .
Setelah mengsedih saling haru mengharu dan saling maaf bermaafan. Saat ini Asura berada di dunia imajinasi.
Tidak ada apa apa sama sekali didalamnya. Sebuah kekosongan yang mana apa yang Asura pandang kan adalah ketidak jelasan.
Sebuah kekosongan.
Arti dari kalimat teraebut akan memberikan sebuah visual warna seperti apa. Hitam, kah. Atau putih, kah. Tidaklah jelas bagi Asura.
Ketika Asura menyadari bahwa kekosongan itu hitam. Selanjutnya bahkan tanpa berkedip sekalipun. Kekosongan tersebut berubah warna menjadi putih.
Tidak terasa perubahan apapun dalam berubahnya warna dalam kekosongan ini. Semuanya serasa membingungkan hingga membuatmu setengah mati.
"Avi. Seharusnya, dengan bergabungnya jiwa kita ketika System Online melakukan penggabungan. Secara otomatis kita adalah satu kesatuan, bukan?." Secara tiba tiba, Asura menanyakan hal tersebut kepada Avi.
[Iya, kenapa Tuan?.]
"Kau kontrollah dunia imajinasi ini menjadi tempat paling indah, tentram, tenang, nyaman, dan begitu menawan untuk dipandang dan dirasakan." Tersenyum Asura membayangkan seperti apa definisi 'indah, tentram, tenang, nyaman, dan begitu menawan untuk dipandang dan dirasakan' menurut Avicia.
Seketika. Semua kekosongan langsung berubah menjadi pemandangan paling terindah untuk Asura lihat. Sebuah pulau kecil dengan tumbuhnya pohon sakura. Dan pulau kecil tersebut berada di permukaan air seakan tidaklah berujung sama sekali.
Dan. Sebuah pemandangan langit malam yang menampilkan bulan seakan memang dekat dengan bintang bintang yang bertebaran dimana mana.
((Ambil contoh seperti ini aja.))
"Kepadatan {Mana}, dan berbagai macam Energi apapun benar benar seakan lautan dalam mangkuk seorang bayi. Tubuhku saja langsung memeperkuat diri secara otomatis dan ini sangatlah baik untuk berkultivasi maupun melakukan kegiatan yang membutuhkan pasokan energi besar." Gumam Asura merasakan energi energi memasuki tubuhnya.
"System, beli tungku Alkemis yang tingkat tinggi dan cukup dengan harga poin sistemku. Belikan juga bahan bahan untuk membuat pil: penempa tulang, pembuka merdian, pembuka segel 3 dantian, otot alam, kulit alam, dan pencuci darah."
[Baik Tuan. Total pembayaran, 10.400.050 PS. Info selengkapnya mengenai barang dapat dicek sendiri.]
Rencana Asura hendak memperkuat pondasi tubuhnya dahulu.
Pondasi tubuh dibagi dalam
Pondasi utama dalam tubuh.
Tulang.
Merdian.
Otot.
Darah.
Kulit
Dan tingkatannya setiap bagain pondasi dalam tubuh.
Biasa.
Kuning.
Merah.
Hitam.
Serigala.
Harimau.
Singa.
Tembaga.
Perak.
Emas.
Platinum.
Berlian.
Naga muda.
Naga dewasa.
Naga tua.
Dewa naga.
Tubuh tata surya.
Tubuh alam semesta.
Tubuh jagat raya.
"Keluarkan tungku dalam inventory!." Asura ingin melihat info selengkapnya mengenai tungku yang dibelinya ini.
Sebuah tungku yang agak besar sebesar 40 cm³ yang terdapat ukiran indah dari naga dan sebuah bentuk pill.
{Tungku Dewa Naga Pil.}
{Dengan keakuratan mencapai 95% dalam keberhasilan pembuatan pil. Salah satu dari Dewa Naga membuat Pil dengan tungku ini. Tidak perlu menggunakan api khusus dalam membentuk Pil namun khasiatnya akan lebih baik bila menggunakan api khusus.}
Sebuah seringai terlukis di wajah Asura. Di beberapa kata kata yang tertulis di info tungku. Asura mendapat pencerahan dari sana.
"Avi. Gunakan semua pengetahuanmu untuk menciptakan beberapa api ajaib/ khusus/ mistis/ apapun itu. Yang penting terkuat dan sanggup seimbang melawan para peserta nantinya!." Seringaian Asura semakin lebar seakan dia benar benar siap membunuh siapapun dan tidak segan segan ketika ditujukannya seringai tersebut.
Muncul 12 api berbeda warna masing masing. Didepan api tersebut, ada layar hologram yang menampilkan info mengenai api api tersebut.
Api Phoenix Abadi.\= merah dan biru.
Api beku merah.\= merah gelap.
Api naga suci.\= putih sedikit ke emas-san.
Api cahaya ilahi.\= putih murni.
Api hati.\= hitam keunguan.
Api surgawi.\= Putih agak kemerahan pinggirannya.
Api nafsu.\= merah muda agak kehitaman pinggirannya.
Api budha.\= emas.
Api neraka.\= hitam.
Api kedewataan.\= biru agak keputihan pinggirannya
Api salju\= putih agak gelap
Api kehampaan.\= ngak ada warna sama sekali, tembus pandang.
((Yang kiri nama apinya. Yang kanan warna apinya.))
"Ubah Skill
Apa yang Asura pikirkan adalah. Dia akan meng copy api api yang ada didepannya. Karena, ini adalah bentuk api yang tercipta dari energi yang diciptakan oleh Avicia sendiri.
Walaupun sebenarnya Asura bisa memasangkan api api tersebut masuk ketubuhnya. Namun, tubuhnya tidaklah dapat menampung beban api api tersebut.
Dengan Skill
Bisa menghancurkan satu kekaisaran dengan mudah walau hanya 'sebagian kecil' dari kekuatan api tersebut.
Kembali ke cerita.
Setelah Skill
Bila Asura ingin mengcopy api api didepannya. Energi yang dibutuhkan ratusan triliun begitu banyaknya yang ia butuhkan untuk mengcopy api api tersebut.
Tangan kanan Asura mengarah kedepan ke 12 api tersebut. Sebuah gumam terdengar. "
Dan seketika. Seluruh tubuh Asura lemas dan ambruk jatuh ke tanah.
Ia terpingsan dan kesadarannya sekarang berada di alam bawah sadarnya.
12 api melingkar dengan ditengah tengahnya terdapat kabut warna warni atau {Mana}. 12 api tersebut menyerap {Mana} dengan ganasnya dan hanya menyisakan 10 m³ yang berada di alam bawah sadar Asura.
[Proses pembukaan 3 dantian akan dimulai, Tuan. Api api ini membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar dan membuka dantian khusus. Yaitu 3 Dantian Api Ajaib.]
"Lakukan juga penempaan 9 energi elemen." Asura sudah lagi tidak tersenyum karena pegal rahangnya akibat terlalu lama menyeringai.
((9 elemen: api, angin, air, tanah, cahaya, kegelapan, ruang, waktu, dan kehampaan.))
{Ding!. Penempaan 3 Dantian Api Ajaib dan Penempaan 9 Energi Elemen dilakukan.}
{Ding!. Waktu yang dibutuhkan 5 tahun.}
{Ding!. Apa anda ingin melakukannya?.}
{Yes/ No.}
Tanpa ragu, Asura menekan tombol yes dan tiba tiba kesadarannya yang berada di alam bawah sadarnya mulai meredup ingin tidur.
Sebelum terlelap sepenuhnya, Asura berkata. "Avi, percepatkan waktu disini dengan jarak 100 tahun di dunia imajinasi sama dengan 1 tahun di dunia nyata."
Langsung, kesadaran Asura terlelap tidur nyenyak melakukan hibernasi untuk membentuk 3 datian api ajaib dan menempa tubuh 9 energi elemen.
[Baik, Tuan.]
---'---
Tidak terasa sudah 5 tahun di dunia imajinasi dan baru 10 hari didunia nyata. Didunia imajinasi sendiri tidak ada yang berubah kecuali energi warna warni dari berbagai macam energi memasuki sebuah kepompong berbentuk telur yang didalamnya terdapat Asura.
Keretakkan terjadi pada kepompong tersebut. Hingga akhirnya.
Pyaarrr.
Boooom.
Ledakan terjadi pada telur tersebut dan mengeluarkan sosok Asura yang rambutnya menjadi warna warni. Tubuhnya sudah tidak tertutupi oleh sehelai benangpun menampilkan sosok tubuh berumur 20 tahun.
Dia menjadi lebih remaja ketika keluar kari tempurung dan dalam kondisi hibernasinya.
"Perasaan, aku tadi hanya tertidur semalaman. Ternyata aku tertidur selama 5 tahun tanpa aku sadari sama sekali, ya?. Sungguh, ini menakjubkan." Suara lembut namun tegas dan wibawa, merdu namun kesan tersirat menyrramkan dikala dia sedikit marah, mungkin seperti itu gambaran suara Asura.
{Ding!. Tubuh 9 energi elemen dan 3 Dantian Api Ajaib telah bergabung dan berevolusi.}
{Ding!. Hasil evolusi menjadi, 'Tubuh Awal Penciptaan'.}
{Ding!. Segala macam kondisi, keadaan, dan apapun akan dengan mudah beradaptasi.}
3 rentetan layar hologram muncul didepan Asura. Namun, jujur. Dirinya masih agak bingung dengan informasi didepannya.
[Tubuh Awal Penciptaan adalah. Sebuah tubuh dimana Tuan dapat menciptakan apapun. Namun, saat ini masih dalam kondisi tersegel dan tidak dapat digunakan kemampuan tersebut.
Dan juga. Tubuh Tuan saat ini adalah manusia biasa karena semuanya kembali menjadi nol atau awal. Segala macam Bakat dan berbagai macam hal akan begitu cocok dengan tuan.]
Suara Avi terdengar dikepala Asura. Ia akhirnya mengerti namun satu hal yang masih dibingungkannya.
"Kenapa aku tak berpakaian?."
Ya. Baru bangun masak langsung di telanjangi?. Ini sungguh menjadi salah paham bila ada wanita bersamanya.
[Itu efek korosi dari energi yang memasuki kepompong penempaan, Tuan.]
Suara Avi kembali terdengar sebagai jawaban. Merasa tersentuh, akhirnya ia berkata. "Terima kasih, Avicia sayangku~." Dengan senyuman killing grills yang terlukis di wajah Asura.
[Sa-sama s-sama, *-*-*-tuan.] Terdengar malu malu suara Avi seperti anak kecil lagi merasakan cinta.
"Hahahahaha." Tertawa gembira Asura membayangkan seperti apa wajah imut Avi ketika malu.
"Baiklah, mari kita sudahi acara bercandanya. Sekarang, yang harus kulakukan adalah membentuk pondasi menjadi lebih baik. Setidaknya diatas tingkat berlian. Baru aku akan keluar dari dunia imajinasi." Asura langsung masang wajah serius dan menatap tungku dewa naga pil yang terbengkalai selama 5 tahun.
"Sobat, kali ini gua bakal gunain lo, deh. Jangan khawatir." Ujar Asura sembari mengusap tungku tersebut secara perlahan.
"Avi, belikan aku pakaian seperti yang dulu."
[Baik, Tuan. Pemotongan dikurangi 500.000 .]
Seketika, Asura meringkis nangis akibat miskin saat ini dirinya.
"Mengsedih, Anji*ng!." Umpatnya sembari mengeluarkan bahan bahan pembuatan pil penempaan tulang.
"Avi, murnikan bahan bahan ini!." Dengan lemas, Asura menyuruh Avi untuk memurnikan setiap bahan bhan yang ada.
[Haaahhhh. Baik, Tuan.] Terdengar malas juga, Avi melaksanakan perintah Tuannya.
Sedangkan Asura. Ia hilangkan dahulu sedihnya dan mulai melakukan perenggangan otot dengan melakukan pemanasan dan push up, sit up, dan lari.
1 jam kemudian. Bahan bahan pembuatan pil penempaan tulang telah dimurnikan oleh Avi. Karena males menanyakan kepada Asura kalo prmurniannya selesai. Dengan sendirinya, Avi menciptakan pil penempaan tulang buatan originalnya.
Insting Asura seketika merasakan sebuah perasaan bahaya ketika sedang dalam push up-nya. Ia menoleh menuju instingnya yang berkata dan melihat sesuatu yang menakjubkan.
Terlihat, langit seperti bencana alam. Dengan angin topan yang berdampingan dengan api, petir, dan omabak air. Saling satu beradu seakan cocok padahal saling bertolak belakang unsur mereka.
Bintang berjatuhan dengan ledakan ledakan yang bisa dipastikan dapat menghancurkan alam semesta dengan mudahnya. Big Bang, itulah sebutannya.
Berkucur deras keringat Asura bukan karena gerah, panas, maupun kelelahan. Melainkan ketakutan teramat besar ketika melihat hal ini.
"Baru kali ini aku merasa takut." Gumamnya pelan ketika merasakan tubuhnya menggigil ketakutan akibat kejadian ini.
2 jam kemudian. Kejadian dimana yang membuat Asura ketakuatan telah berhenti. Sebuah pil dengan tingkatan yang Asura tidak ketahui melayang terbang menuju kepadanya.
Ia tau bahwa ini adalah pil penempaan tulang. Namun, tingkatan yang begitu tingginya membuat ia tidak dapat merasakan kekagumannya terhadap ciptaan Avicia.
"Avi, apakah tubuhku akan meledak bila menelan pil ini?." Asura tau resiko mennyerap pil yang khasiatnya tidak dapat dia tampung.
Kemungkinan tubuhnya bakalan meledak tanpa sisa sedikitpun.
[Avi udah bilang. Segala macam bakat dan berbagai macam hal akan begitu cocok dengan Tuan. Walaupun tingkatan pil ini seharusnya tidak boleh di konsumsi oleh manusia biasa. Namun bagi Tuan adalah manan bernutrisi dan paling enak. Persoalan meledak atau tidak. Itu tidak usah dikhawatirkan karena 100% khasiat pill akan menyerap dengan sempurna.]
Gluk.
Asura menengguk salivanya dengan kasar. Kemudian dia duduk meditasi dan mulai mengucapkan sebuah skill. "
Tiba tiba, muncul sebuah layar hologram didepan Asura.
{Storage Skill Copy.}
-pil penempaan tulang tingkat (eror). 1.000×
Sedikit terkejut, Asura karena skill ini memiliki penyimpanannya sendiri. Namun, ia tersenyum sebagai balasan keterkejutannya karena merasa senang.
Tanpa basa basi lagi. Asura mengambil pil penempaan tulang yang melayang didepannya dan menelannya kedalam mulut.
Tidak seperti yang Asura tahu mengenai rasa sakit penempaan tulang seperti pengetahuan yang didapatinya dari Avicia.
Rasanya saat ini benar benar merasa seperti di surga dengan kenyamanan dan ketentraman. Energi mengalir begitu lembutnya dan menggelitik tubuhnya namun hanya geli kecil apa yang dirasanya.
Tanpa Asura sadari. Rasa nyaman dan geli yang ia rasakan membuat dirinya merasakan hal tersebut selama 3 hari.
Di hari ini, rasa nyaman tersebut mulai menghilang dan dirinya merasakan kekuatan meluap luap dari dalam tubuhnya terutama tulangnya sendiri.
"Avi ... " Ujar Asura dengan senyuman lembut penuh makna.
[Ada apa, Tuan ku?~.] Tanya goda Avicia.
"Sebagai Tuanmu, aku ingin meminta tolong buatkan pil pembuka merdian, otot alam, kulit alam, dan pencuci darah. Bisa atau tidak?." Seketika, senyuman lembut penuh makna berubah menjadi wajah imut begitu memelas yang bahkan orang mati akibat tak sanggup menahan rasa gemesnya terhadap Asura.
[Kutolak, Tuan~.]
Seketika, Asura melemas tak berdaya karena menebak akan terjadi seperti ini. 'Benar juga, aku harus mandiri dan tidak boleh terlalu bergantung kepada orang lain.'
[Tapi, Avi bisa melakukannya bila Tuan mau melakukan satu syarat ... ]
Seketika kembali. Wajah Asura berseri seri layaknya anak kecil di beri permen karet.
"Apa apa, apa yang perlu ku lakukan?." Tak sabar Asura akan apa yang syarat yang harus di berikan kepada Avicia.
[Cukup kumpulkan 10septiliun atau 100²⁴ Poin Sistem dan Upgrade System Online V.2 ke System Online V.10 .]
Seketika. Raut wajah Asura menjadi rumit tidak beraturan sama sekali dan butuh waktu lama pastinya untuk mengumpulkan PS septiliunan.
"B-Baiklah, akan ku usahakan."
...₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩...
...Selanjutnya: Mulainya perjalanan mencari PS....