NovelToon NovelToon
Masih Kecil, Menikah

Masih Kecil, Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Ruhi amat sangat mencintai uang, karena itulah ia dipilih kakek Bizar untuk menikah dengan cucunya, Asraf.

Dua manusia berbeda generasi, mampukah mereka bersatu? atau malah berhenti ditengah jalan.

Kisah Ruhi dan Asraf di mulai...

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 - Anak Pungut

"Ka-kamu Asraf? cucunya kakek Bizar?" tanya Rina terperangah, kemarin Bizar juga menyebut-nyebut nama Asraf. Bahkan Bizar juga menunjukkan foto cucunya ini kepada Rina.

Tapi kini Rina sungguh tidak bisa mengenalinya, yang asli jauh lebih tampan. Begitulah yang ada dalam pikiran Rina.

Sama halnya dengan Rina, Randu juga terkejut, ia pikir Asraf adalah orang baru di Jakarta, ia dijambret dan tersesat. Tidak disangka ternyata Asraf adalah cucu kakek Bizar, orang kaya yang memberi kakaknya uang untuk operasinya besok.

Wah! Randu sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Asraf, mengetahui dia yang akan menjadi kakak iparnya membuat Randu sangat senang.

Lain dari Rina dan Randu, Ruhi justru merasa muak! apa-apaan pria tua bangka ini.

Tidak ingatkah dia jika sedari tadi, dia selalu mencaci maki aku? hah? apa katanya? gembel? gadis buduk? hih dasar! geramnya dalam hati.

"Iya Bu, saya Asraf," jawabnya dengan tersenyum ramah.

"Masya Allah gantengnya, gagah lagi." Rina mendekat dan menuntun Asraf untuk duduk di ruang tamu. Randu terus tersenyum bahagia dan mengikuti sang ibu dan calon kakak ipar duduk.

Sementara Ruhi?

Ia benar-benar muak melihat keadaan ini.

"Ruhi, buatkan minuman dan ambil kue di kulkas tadi." Perintah Rina tanpa melirik sedikitpun pada sang anak, matanya terus memindai ketampanan Asraf.

Dia terpesona.

"Mbak, aku minta teh hangat juga ya?" ucap Randu, ia semakin mendekatkan duduknya pada Asraf.

Bukannya beranjak, Ruhi malah bertolak pinggang, kepalanya mendadak mendidih dan ingin mengumpat.

"Bu!" kesal Ruhi.

Ruhi merasa di hianati oleh sang ibu, pasalnya belum lama tadi Ruhi bercerita jika mungkin saja ia akan membatalkan pernikahannya dengan Asraf. Ruhi menceritakan semua perlakuan Asraf padanya.

Tadi Rina sangat marah, tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu.

Tapi apa yang terjadi kini? benar-benar diluar dugaan.

Krucuk Krucuk!

Belum sempat Rina menyauti panggilan Ruhi, namun pendengarannya terburu menangkap sesuatu yang tidak asing, bunyi perut lapar dari sang calon mantu tampan.

"Kamu belum makan?" tanya Rina perhatian, bahkan tangannya secara alami terulur mengelus lengan Asraf.

Malu-malu, Asraf mengangguk. Ya, dia memang lapar.

"Ruhi, cepat panaskan sayur, kalau ibu suruh itu langsung dikerjakan, jangan banyak protes!" Titah Rina, tidak menerima bantahan.

Ruhi murung, mencebik dan merasa kecewa.

Kenapa ibu jadi marahin aku? jangan-jangan aku hanya anak pungut. Sedihnya dalam hati.

Dengan langkah gontai, Ruhi masuk menuju dapur. Melaksanakan perintah ibu dan menyusunnya di meja makan.

10 menit kemudian, semua orang pindah ke meja makan, memperhatikan Asraf yang sedang menyantap makan malam.

"Pelan-pelan," ucap Rina perhatian, ia menambah lauk ke dalam piring Asraf.

Randu terpana dan Ruhi geleng-geleng kepala.

"Bu, malam ini bolehkah saya menginap disini?" tanya Asraf setelah menyelesaikan makan malamnya.

"Tentu saja, kamu bisa tidur di kamar Ruhi dan Ruhi akan tidur dengan ibu," jawab Rina antusias.

"Ibu! Ruhi nggak mau kamar Ruhi ditiduri sama orang asing."

"Dia bukan orang asing, dia itu calon suamimu Ruhi."

"Yang bawa Om Asraf kan Randu Bu, kenapa malah tidurnya di kamar ku? harusnya dia tidur di kamar Randu." kesal Ruhi, kekesalan yang sudah ia tahan sedari tadi.

"Ruhi, tempat tidur Randu kan cuma cukup untuk satu orang. Jadi biar Asraf tidur di kamar mu. Lagipula apa salahnya kalau malam ini kamu tidur sama ibu?"

Hih sebel sebel sebel. Ruhi sangat kesal karena ia tidak bisa menjawab lagi.

"Terima kasih Bu," ucap Asraf, sekilas ia melirik Ruhi kemudian menyeringai.

Aa! Ruhi mengacak rambutnya frustasi.

"Oh iya Bu, kenapa Ruhi terlihat berbeda sekali ya dibanding ibu dan Randu?" tanya Asraf sok polos.

"Maksudnya?" tanya Rina bingung.

"Ibu sangat cantik, wajahnya bersinar dan awet muda. Randu juga putih, kulitnya bersih dan sangat tampan. Tapi Ruhi ...,"ucapan Asraf sengaja digantung, melirik Ruhi yang mulai marah tersulut emosi, Asraf benar-benar merasa puas melihat wajah itu.

"Ohalah, kirain apa," jawab Rina dengan terkekeh pelan, "Itu karena Ruhi selalu sibuk bekerja, tiap hari panas-panasan terus. Sementara ibu dan Randu kerjaannya cuma di rumah," jelasnya lagi dengan senyuman.

"Oh, ku kira Ruhi anak pungut." ucap Asraf dengan kekehan, bercanda.

Rina dan Randu pun tertawa, merasa lucu dengan candaan Asraf itu.

Diantara semua suara tawa itu, Ruhi mengepalkan tangannya kuat. Dengan langkah cepat, ia berlalu dari dapur. Masuk ke dalam kamarnya sendiri dan menutup pintu kuat-kuat.

Brak!

"Hih! dasar tua bangka menyebalkan!" kesalnya sambil memukul-mukul bantal.

Ruhi tidak menyangka, jika sang ibu dan adiknya bisa menerima Asraf semudah itu.

"Ya begitulah kalau orang kaya, tidak peduli betapa buruk sikap mereka, mereka akan tetap diterima," keluh Ruhi.

Ceklek!

Pintu terbuka, Ruhi tak sudi melihat siapa yang datang. Pastilah ibu, pasti ibu ingin memintanya untuk pindah dan tidur di kamarnya.

"Pergilah."

Ruhi terperanjat ketika mendengar suara seorang pria, dilihatnya yang datang ternyata bukanlah ibu, melainkan pria tua bangka menyebalkan.

"Lancang, kenapa masuk tanpa permisi? harusnya yang pergi itu Om, ini kamarku."

"Tapi ibu suruh aku mengusir mu dan memintaku untuk beristirahat dikamar ini," jawab Asraf dengan santainya, bahkan ia sudah memindai setiap sudut ruangan, kamar dengan aksen merah muda, dan boneka-boneka kecil ditiap sudutnya.

Feminim sekali, tapi sikapnya sangat barbar. benar-benar tidak singkron. Batin Asraf, ia berjalan mendekati ranjang.

Ruhi otomatis menyingkir karena tidak ingin terlalu dekat dengan si pria tua.

"Keluarlah, aku mau tidur." ucap Asraf sambil melepas kemeja tidak peduli meski ada Ruhi berdiri tepat dihadapannya.

Ruhi menutup mata sekilas, kesabarannya benar-benar diuji. Setelah semua kemarahannya terkumpul, Ruhi langsung beranjak dan menarik lengan Asraf kuat.

"Keluar!" teriak Ruhi, ia menarik sekuat tenaga.

Yang ditarik tidak bergeming, rasanya seperti ditarik anak kecil. Ya, Ruhi memang masih kecil baginya.

Asraf sedikit menggunakan tenaga untuk menarik lengannya, tanpa ia duga, Ruhi pun ikut tertarik dan jatuh dalam dekapannya.

Ruhi tersentak, berulang kali mengerjab ketika dirasa bibirnya jatuh tepat pada bibir pria tua ini. Mereka berdua terbaring diatas ranjang, dengan Ruhi menindih Asraf.

Entah setan apa yang lewat, tiba-tiba bibir Asraf bergerak dan menyesap bibir Ruhi perlahan.

Merasa diciumi, kesadaran Ruhi langsung pulih, secepat kilat ia mendorong dada Asraf dan bangkit.

"Amit amit amit amit." ucap Ruhi sambil menghapus bekas kecupan Asraf, ini adalah ciuman pertamanya, dan hilang begitu saja.

"Tenanglah, aku akan bertanggung jawab dan menikahi mu," jawab Asraf santai, bahkan ia sempat-sempatnya terkekeh pelan.

"Meskipun kamu tidak cantik, tapi rasanya lumayan juga," ucap Asraf lagi dan langsung menyulut kemarahan sang gadis.

Tanpa babibu Ruhi langsung melayangkan sebuah tinjuan pada wajah Asraf.

Bugh!

1
quile
sorry Thor... pas Baca sinopsisnya nya kirain Si ruhi namanya (Ruhi amat) jd nyangkanya Laki"..🤣🤣🤣 pas baca Bab 1 langsung melongo ehh masa iya laki di jodohin sama Laki🤭 ternyata salah pemahaman sayanya🤭
Nur Alifa
bagus
apajalah
🍁🍁🌾
Rita Juwita
luar biasa...
Atiah arini
good
Anjar Angel Part II
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ppkn Ibu
Luar biasa
LENY
DUH SEDIHNYA KAKEK MENINGGAL SEBELUM SEMPAT KETEMU ASRAF 😭😭
LENY
ASRAF MULUTMU TAJAM SEKSLI SUKA MENGHINA PANTAS AJA RUHI KESAL.
LENY
RANDU ADIK RUHI😊
!m_mah
alex mencurigakan 🤔
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
Luar biasa
Ida Sriwidodo
🤣🤣🤣😂😂😂
Nikma: Permisi kakak Auhor ...

Halo kak Reader, kalau berkenan mampir novelku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima Kasih😊🙏
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Ahahahh... astagaa.. aslik ngakak baca part akhirnya
Krik.. kriik.. 🤣🤣😅😅
feri marlinda
Luar biasa
aliya
bagus
komalia komalia
mobil nya kena gempa
komalia komalia
aku udah nebak pasti boneka yang jadi pelampiasan nya
komalia komalia
dasar ruhi bodoh nya Hahaha
komalia komalia
aku penasaran sama bingkisan asraf apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!