WARNING!!
MENGANDUNG UNSUR DEWASA DAN PELAJARAN HIDUP LAINNYA. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA.. 🙏🙏
Hai Pencinta Pelangi Setelah Hujan (PSH) season 1.. Allhamdulillah akhirnya di awal Ramadhan Tahun ini release..
*
Aku adalah Rizkiya.. mereka menyapaku Kiya, sedari kecil aku sudah harus berjuang untuk kehidupanku, orang tua dan keluarga juga ikut memberi dukungan hingga support yang luar biasa untukku..
Aku Menjalani hari-hariku penuh perjuangan, hingga akhirnya aku memutuskan untuk 'Berubah' .. Namun ternyata perubahan pada diriku mengarahkan diri ini Kalam kemelut cinta yang begitu membuat hatiku hancur...
🌷🌷
Aku Adalah Rizky, Kehidupanku sangat sempurna, tak ada yang tidak bisa aku raih di dunia ini.. Orang tuaku dan keluargaku selalu bangga padaku meski di belakang mereka aku banyak melakukan hal bodoh.. Hingga ketika jalan hidupku membawaku dalam sebuah pelajaran hidup yang kemudian merubahku..
⭐⭐⭐⭐
Apakah Cobaan yang akan kami hadapi?
Mari Beri dukungan kalian yaa 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 7
Fely meraba jalan yang tengah di telusuri mobil mewah yang membawanya juga suaminya saat itu.
Di hatinya tak henti menyebut nama Veronica, tak ingin ia bertengkar maka ia harus memilih diam dalam luka yang tak menemukan jawaban pasti..
Fely melihat papan penunjuk jalan, supir mengarahkan mereka menuju bandara internasional. Fely hanya diam, Reyhan tau Fely diam dalam sebuah benak yang tidak membuat hatinya tenang..
Reyhan juga ikut sengaja terdiam, tidak berkata apapun , namun tangannya tetap erat menggenggam Fely yang semakin lama semakin dingin..
"Sudah hampir sampai" kata Reyhan saat mobil sudah memasuki area drop point'.
Fely terdiam sejenak, kemudian ia menghela nafasnya.
"Hhhhhmm kita mau kemana? Fely rindu anak-anak, tolong Abang mengerti" kata Fely kesal.
"Ikut Abang dulu, sayang.. Abang juga kangen anak-anak... please" kata Rey sedikit memohon.
Fely pun membuka pintu mobilnya dan bergegas keluar sendiri tanpa bersamaan dengan suaminya.
Penerbangan Domestik, Fely yakin akan di terbangkan ke luar kota saat itu. Ingin Fely berdebat dengan suaminya namun keramaian bandara seolah akan mempermalukan dirinya jika sampai terjadi keributan kecil disana..
Fely berjalan bergandengan tangan dengan Reyhan, Reyhan sedikit posesif dengan mengeratkan genggamannya yang cukup erat.
Fely menjawab prasangka hatinya dengan apa yang ia lihat dari layar informasi.
Palembang??? Fely membungkam mulutnya, jantungnya berdebar saat ia mulai memasuki koridor menuju pesawat yang akan ia tumpangi.
Fely kemudian duduk di pesawat kelas 1 mengingat tidak ada penerbangan Frist Class saat itu.
Fely duduk di kursinya..
"Jujur, kita mau apa ke Palembang?" kesal Fely berbicara tanpa ekspresi.
"Kalo Abang menganggap Fely sebagai teman hidup Abang, jelaskan maksud dari semua ini!" tambah Fely kesal membuat Reyhan menatap wajah memerah isterinya yang tengah menahan amarah..
"Aku cuma mau tunaikan janjiku.. sekarang jangan kamu marah apalagi berprasangka buruk tentang ku" kata Keenan membuat Fely terdiam menatap ke arah jendela tanpa mengubris pertanyaan suaminya..
Fely tidak berkata apapun selama penerbangan berlangsung, ia hanya mengangguk atau menggelengkan kepala saat Reyhan bertanya sesuatu.
Tiba mereka di bandara tujuan.. Fely mengikuti suaminya dengan gengaman yang tak Reyhan lepas kala itu.
Mereka menuju mobil yang sudah siap mengantar mereka ke tempat tujuan..
Fely masih diam seribu bahasa, sesekali ia hanya memainkan ponselnya demi membunuh rasa bosannya.. Begitulah jika perempuan sudah berada di ambang batas amarahnya, diam adalah cara paling baik.
"tutup matamu ya sayang" kata Reyhan memberikan satu helai kain hitam .
"Apalagi ini?" kata Fely bingung
"Pakai, pleasee..." kata Reyhan memohon..
kenapa aku jadi merasa tersanjung? biasanya hal ini adalah hal awal menuju sebuah kejutan? apa iya akan ada kejutan? batin Felly...
"Pakaikan" kata Fely membelakangi Reyhan sedikit.
Reyhan melakukannya dengan lembut. Fely kemudian kembali diam hingga mereka kemudian tiba di seubah lokasinyang sudah cukup ramai dengan kerumunan orang disana..
"Turun pelan-pelan" Reyhan membantu Fely dengan mengenggam tangannya.
Reyhan kemduian membantu memapah isterinya untuk mendekat ke posisi yang sudah di siapkan...
"Bang.. kita dimana si " kata Fely dengan feeling-nya yang merasa tak asing ..
"Abang buka yaa..." kata Reyhan kemudian melepas tali penutup mata Fely.
Fely menbuka mata nya perlahan..
"Astagfirullahhaladzim...." Fely melihat banyak kerumunan orang disana..
"Wellcome ibu Felysia" kata banyak orang berbicara kompak...
Fely celingukan melihat lokasi yang tak asing namun nampak berbeda dengan ingatannya.
"Abang ini???" kata Fely berusaha mengungkap isi hatinya namun sedikit keraguan.
"Ini kantor Ayah... yang sekarang menjadi milik mu" kata Reyhan membuat Fely membulatkan matanya, mulutnya sedikit terbuka sebagai ekspresi tak percayanya..
"Abang ini???" kata Fely semakin tak percaya.. namun dari arah dalam gedung, muncul Ibu Anna dan pak Danu yang menggendong cucu kembar mereka.
"Mama .. papa" kata Fely semakin tak percaya.
"Kado ulang tahun pernikahan kita, aku berikan apa yang seharusnya menjadi milikmu.." kata Reyhan membuat delye memeluk suaminya smabil menangis..
Suara pembawa acara mulai terdengar memberi penjelasan pada karyawan.. Fely dan Reyhan kemudian diminta mendekat untuk memotong pita peresmian, Fely dan Reyhan di dampingi oleh kedua orang tua Reyhan dan anak kembar mereka..
"Bang, ini bagai mimpi" kata Fely tak kuasa menahan tangis bahagianya.
"Mimpi yang sudah Abang wujudkan" kata reyhan kemudian mengecup kening isterinya.
Fely kemudian memotong pita yang di sambut gumuruh tepuk tangan tanda ucapan selamat padanya.
merekapun di giring masuk ke dalam loby utama untuk memotong tumpeng sebagai sebuah simbol rasa syukur mereka ..
Wanita itu kan yang aku temui di sebrang salon, wanita yang bercakap dengan Abang...
"Selamat siang, ibu..." kata Wanita itu membuat Fely tersenyum sinis..
"Sayang, ini Veronica.. dia adalah team hukum yang membantu aku membeli prushaan ini..." kata Reyhan memperkenalkan namun Fely Engan menjabat tangan Veronica, ia hanya tersenyum..
Dasar wanita aneh.. kesal Veronica..
"Sudah ayo potong nak" titah ibu anna ...
Acara syukuran berlangsung hikmat meski hanya sederhana..
kemudian mereka berkumpul di ruang rapat kala itu.
Fely menolak dengan alasannya yang tak memilki pengalaman saat itu sebagai CEO.. keputusan pak Danu kala itu adalah Reyhan yang akan memimpin perusahaan itu sampai stabil dan memiliki orang kepercayaan..
Reyhan pun menyetujuinya, dan mereka akhirnya akan memutuskan untuk menetap sementara di Palembang untuk mengembangkan usaha mereka.. Samy pun kini menjadi orang yang sangat di percaya Reyhan Dan keluarga untuk mengawasi perkembangan perusahaan Pratama di Jakarta .
*
"Abang..." Fely berbicara dengan Reyhan di kamar hotel saat menyelesaikan aktivitas melelahkan namun menyenangkan bagi Fely.
"Maaf.. Fely usdah suudzon sama Abang, ternyata Abang mau kasih Fely kejutan yang gak Fely duga" tambahnya.
"Sama-sama, ini semua gak ada apa-apanya sama semuanyang sudah kamu lakukan untuk abang, untuk anak-anak...." kata Reyhan kembali membuat Fely tersanjung..
"Abang, sebenarnya Fely menaruh curiga sama Veronic... Fely cemburu saat kalian berbincang dengan tawa canda di pinggir jalan, Fely kesal saat Veronica sibuk menelfon Abang" kata Fely jujur
"Abang tidak pernah ada niat lain, sayang.. Vero itu punya tunangan dan mau menikah, Abang kenal baik dengan tunangannya.. maafin Abang banyak mengundang prasangka buruk... Abang berani bersumpah, Abang dan Vero murni sebagai rekan bisnis saja..." kata Reyhan bersumpah membuat Fely tenang..
"Maaf bang.." kata Fely tertunduk..
"Tak apa.... " kata Reyhan..
"Hemm sekarang kita akan menetap disini, berjuang barang disini.. kamu harus semakin pandai memberi Abang service, Karena pekerjaan Abang disini lebih berat... bagaimana?" kata Reyhan menggoda Fely ..
Fely pun merasa tertantang..
Ia melonggarkan kemudian melepas dasi yang suaminya kenakan, Fely pun melpeas kancing kemeja suaminya.
"Boleh... Fely seneng sama sesuatu hal yang berbau ibadah... mau dua ? tiga ? atau lima kali?" goda Fely kemudian membuat Reyhan tersenyum nakal.
Karena sikap nakal keduanya terjadilah sebuah perorangan lagi di atas ranjang, meski mereka baru saja melakukan pagi hari, namun candu tak mengenal waktu..
*
*
*
To be Continue yaa ❤️..
Btw setelah ini kita akan maju melangkah ke masa yang akan datang yaa.. jadi posisi couple ini agak kurang intens.. Jangan lupa like komen dan rate nya yaa 🎉
malas baca lebih suka dengan in
buntu ya kehabisan