Cerita ini menceritakan tentang. Seorang lelaki yang selalu disuruh agar cepat mencari pendamping di umurnya yang hampir mengajak ke 29tahun.
Bagaimana kah kisah selanjutnya!
apakah dia bisa mencari seorang wanita idaman keluarganya?
Atau justru dia harus menerima perjodohan dari keluarganya?
Semakin aku sering bersamanya.
Maka semakin besar rasa cinta yang ku berikan kepadanya.
Semakin besar cintaku padanya.Maka akan semakin besar pula rasa sakit yang akan kurasakan nantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja.21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ji Chang Wook Vs Lee Jong Suk.
Setelah seminggu pertemuan antara dirinya dan Xiodi di kantornya.
Adit tak pernah lagi bertemu dengan Xiodi lagi sampai sekarang.
Hari ini aditya pulang dari negara Z.
Aditya memutuskan untuk langsung pulang ke kediaman Jackson. Selama satu minggu lamanya dia berada di negara Z.
"Gimana Yan, apa kau sudah tahu apa hubungan wanita itu dengan pemilik ART Company." tanya Adit kepada asistennya, sambil berjalan keluar dari bandara.
"Maaf Tuan, saya tidak bisa menemukan informasi pribadi dari pemilik ART Company." jawab Ayan.
"Mengapa bisa begitu? Yan." tanya Adit kepada asistennya.
"Pemilik sebelumnya perusahaan ART Company dia adalah hacker paling hebat, Tuan." jawab asisten Ayan.
" Saya rasa itu adalah orang tuanya Tuan Suga Alexcender." lanjut Ayan lagi.
"Ya sudah, engga usah dilanjut, mending fokus sama Tuan Rendy. " ucap Adit. Sambil masuk mobil.
"Kita ke mini market sebentar Yan." ucap Adit memberitahu Ayan.
Setelah beberapa menit akhirnya sampailah mereka di mini market. Ayan pun keluar dari mobilnya.
Setelah itu dia membukakan pintu untuk Adit.
Setelah Adit keluar dari mobil. Adit langsung jalan ke mini market tanpa asisten Ayan.
Adit memintanya asistennya agar tetap di mobil, karena dirinya hanya mau membeli minuman saja.
Setelah mengambil minuman kaleng itu.Adit menuju ke kasir untuk membayarnya. Adit yang mau keluar dari mini market itu dirinya ditabrak seseorang.
Brukk....
"Sorry Sir." ucap wanita yang menabrak Adit.
"Hmmm." ucap Adit kepada wanita itu.
Wanita itu tak lain adalah Zila Wiratama adik dari Xiodi Wiratama.
Adit pun langsung jalan menuju mobilnya.
Zila yang sempat melihat wajah Adit pun.Tak melepaskan pandangannya dari Adit sampai orang yang dia pandang hilang dari pandangan matanya.
Wah itu cowok ganteng banget kayak Oppa Ji Chang Wook.
Setelah kepergiannya dari mini market itu.
Adit langsung berjalan menuju mobilnya dan menghampiri asisten Ayan
yang sudah ada di luaran pintu mobil dan sudah bersiap untuk membukakan pintu untuk dirinya.
Setelah Adit masuk asistennya juga masuk mobil bagian depan di samping sopir.
"Yan, Apa kamu enggak haus." tanya Adit kepada asisten pribadinya itu.
"Tidak, Tuan." ucap Ayan, sambil menengok ke belakang kursi penumpang. Sebenarnya Ayan sangat haus namun dirinya menyembunyikan hal itu dari atasannya itu.
Adit yang tahu akan hal itupun dia menyodorkan minuman kalengan dari tangannya sebelum berucap.
"Minumlah." icap Adit kepada asistennya itu. Dan asistennya pun menerimanya.
"Terima kasih! Tuan." ucap asisten Ayan.
Setelah beberapa menit perjalanan dari mini market akhirnya Adit sampai ke kediaman Jackson.
Adit langsung masuk rumah bernuansa Eropa klasik modern itu, sebenarnya yang mendesain gaya Eropa itu adalah dirinya sendiri. Karena di negaranya jarang banget rumah bergaya Eropa klasik modern.
"Mah!." teriak Adit yang sampai terdengar dari kamar Mamahnya.
Ny.Rinba yang mendengar teriakan Adit pun langsung keluar kamarnya dan turun kebawah.
"Iya Dit, kenapa teriak, orang Mamah lagi menidurkan Aldi." jawab Ny.Rinba pada Adit.
"Nih Mah, Adit beliin sesuatu buat Mamah." icap Adit memberikan paper bag kepada sang Mamah.
"Apa ini Dit?." tanya Ny. Rinba yang duduk di sebelah anaknya.
"Coba di buka, nanti juga tahu apa isinya." jawab Adit, yang bermain ponselnya.
Ny.Rinba menyetujui omongan putranya dan membuka paper bag tersebut. Setelah dia membuka paper bag bewarna cokelat itu. Ternyata isinya adalah tas merek CHANEL keluaran terbaru.
"Apa ini beneran buat Mamah Dit." tanya Ny.Rinba kepada putranya itu.
"Hmmm." jawab Adit singkat.
"Apa kamu juga membelinya untuk Xiodi. " tanya Ny.Rinba.
"Lupa." jawab Adit yang masih pantengin layar ponselnya.
Cih....emangnya dia siapa. Ngapain harus beliin wanita itu. Dia hanya penebus utang Ayahnya saja.
"Ya sudah kalo gitu, Mamah akan nyuruh Pak Ed buatkan sarapan untuk kamu, kamu belum makan kan Dit?." tanya Ny.Rinba.
"Belum." ucap Adit.
Ny.Rinba pun berjalan kearah menuju dapur untuk bertemu dengan Pak Ed.
"Pak Ed. Tolong buatin makanan untuk Tuan Adit." ucap Ny.Rinba kepada Pak Ed kepala dapur.
"Baik Nya." jawab Pak Ed.
Setelah memberi tahu Pak Ed,,Ny.Rinba meninggalkan dapur dan menuju ke kamarnya. Untuk menemani Cucunya itu. Aldi bocah kecil itu selama di tinggal Daddy nya dia selalu tidur bersama Oma Opanya. Pasalnya dirinya tak pernah tidur sendirian bocah kecil itu selalu tidur bersama Daddy Adit.
Sedangkan Pak Ed yang disuruh pun langsung memasak makanan yang disukai Tuan mudanya. Setelah hampir dua puluh lima menit akhirnya semua sudah siap di atas meja makan.Tinggal memanggil orang yang mau memakannya itu.
"Tuan! Makanan sudah siap. " ucap Pak Ed.
"Baiklah."jawab Adit seraya bangkit dari tempat duduknya. Adit berjalan menuju meja makan itu.
Setelah makan Adit berjalan ke kamarnya untuk istirahat.
Berbeda dengan wanita cantik ini.
Yang ada di salonnya. Dia adalah Xiodi,
Xiodi sekarang sudah ada di salon miliknya untuk bertemu seseorang hari ini.
Tok..... Tok.....
Ketukan pintu itu dari luar ruangan kerja miliknya.
"Masuk." jawab Xiodi.
"Maaf, Xiodi ada Ny.Tere di bawah." ucap karyawannya Xiodi yang bernama Cola.
"Baiklah, nanti Odi akan turun, Kak ini tolong bawain pesanan Ny.Tere ke bawah. " ucap Xiodi meminta bantuan kepada karyawannya.
"Baiklah, Kakak permisi dahulu ya. " ucap Cola.
Xiodi membereskan meja kerjanya sebelum dirinya memutuskan untuk bertemu pelanggannya.
Setelah selesai akhirnya Xiodi turun ke lantai bawah.
"Siang Ny.Tere." sapa Xiodi kepada orang tersebut.
"Siang juga Nona. " jawab wanita yang dipanggil Ny.Tere itu.
"Ah Ny.Tere ini sudah saya bilangin, jangan panggil Nona juga, masih saja panggil Nona panggil saya Xiodi saja Ny." ucap Xiodi sambil duduk di depan Ny. Tere.
"Aduh kamu itu, sudah cantik bisa bisnis, enggak sombong, dan yang pasti kamu selalu menghormati orang yang lebih tua darimu. Mau enggak jadi menantunya saya." jawab Ny.Tere yang tak menjawab pertanyaan Xiodi satupun malah memujinya dan meminta Xiodi untuk menjadi menantunya.
Xiodi yang di tanya seperti itupun hanya menanggapinya dengan senyuman.
" Oh ya Ny.Tere ini desain kuku yang Ny.Tere pilih tempo hari lalu." ucap Xiodi mengalihkan pembicaraan yang sebelumnya.
"Wah ini bagus banget, kalo tidak keberatan boleh saya meminta, nak Xiodi yang memasangkan untuk saya langsung." ucap Ny.Tere yang sudah mengubah panggilan yang semula Nona menjadi nak
"Tentu saja Ny. Saya akan memasangkannya langsung kepada anda." jawab Xiodi.
"Mari kita duduk di sana. " ujar Xiodi meminta Ny.Tere untuk duduk di tempat biasanya customer melakukan manicurist.
Setelah setu jam lamanya, Xiodi memasangkan kuku-kuku kepada Ny.Tere.
Akhirnya selesai sudah pekerjaan Xiodi.
Ny.Tere pun berpamitan sesudah membayarnya.
"Baik lah nak, saya pamit dahulu kalo gitu, pelayanan yang kamu berikan sangat memuaskan." ucap Ny.Tere, sambil melihat kuku-kuku tangannya yang menjadi sangat indah setelah di pasangi kuku palsu yang di desain oleh Xiodi.
"Sama-sama Nya, saya juga sangat berterima kasih kepada anda karena sudah menjadi pelanggan setia di salon (manicurist Xiodi)" ucap Xiodi berterima kasih.
"Sama-sama jangan panggil saya Ny. Panggil saja Tante, sama seperti saya yang mengubah panggilan saya ke kamu." ucap Ny.Tere.
"Baik Tan." Ucap Xiodi yang langsung memanggilnya dengan sebutan Tante.
"Kalo begitu, saya pamit dahulu ya nak." ucap Ny.Tere pamit kepada Xiodi.
"Baiklah." ucap Xiodi sambil melambaikan tangannya, setelah kepergian Ny.Tere dirinya masuk ke salonnya.
"Mumpung enggak ada pelanggan kita makan dahulu yuk." ajak Xiodi kepada karyawannya itu.
"Cola sama Era saja yang keluar sana buat beli makanan." ucap Fesa.
"Ya sudah, biar aku sama Era saja yang keluar beli makanan buat kalian." ucap Cola
"Mau pesan apa nih kalian biar aku catat takutnya lupa." ucap Fesa bercanda, sambil bawa buku catatan kecil. Membuat semua yang ada di sana tertawa.
"Ada-ada saja kamu Fes." jawab Era.
"Saya mau tokebi,corndong sama minumnya patbingsoo sudah itu saja." jawab Xiodi.
"Kalau kamu apa Fes." tanya Era lagi pada teman kerjanya.
"Maeun dakbal minumannya boza udah itu saja." ucap Fesa.
"Ya sudah kalau begitu, kita jalan saja Er. " ucap Cola yang mengajak Era.
Sambil menunggu karyawannya datang bawa makanan yang dia pesan.
Xiodi mengambil ponselnya di kantung celananya. Dia mengecek ponselnya pasalnya tadi ada notifikasi pesan masuk saat Ny.Tere berpamitan kepadanya.
Xiodi memilih untuk duduk di sofa sambil membaca pesan masuk.
💬 Zila Zelu.
Kak... Cepat pulang tadi aku bertemu orang kayak Oppa-oppa Korea.
💬Xiodi.
Semuanya aja lo bilang Oppa-oppa Korea. Kak Ji asistennya Abang Suga aja kata kamu kayak Lee Jong Suk.
Kalau yang bertemu kamu tadi pagi kayak siapa Zil?.
jangan-jangan kayak Hyun Bin.
💬Zila Zelu.
Lama banget balasnya.
Hyun Bin mah lewat Kak, lebih mudah lah pokoknya makanya cepat pulang Kak.
💬 Xiodi.
Asal kamu tahu Zil.Hyun Bin dia enggak oplas.
💬Zila Zelu.
Kakak, sejak kapan suka sama artis-artis Korea?.
Pokoknya Kakak harus cepat pulang. Nanti aku kasih tahu. GANTENG banget Kak.
Xiodi yang membaca pesan dari adiknya itu hanya geleng-geleng kepala.
Zila udah gila apa ya, semua orang di bilang kayak Oppa-oppa Korea. Apa lagi masalah pria mengapa nulis ganteng pakai di caps lock segala.
Chat antara Xiodi dan adiknya Zila diakhiri, karena Cola dan Fesa sudah datang.
" Wah.... Ayo Kak kita makan sama-sama." ajak Xiodi pada karyawannya itu.
"Ide bagus tuh Odi." jawab Era
"Ya, sudah sebelum makan kita berdoa dahulu Kak, ayo Kak Fes yang memimpin doanya." ucap Xiodi.
Akhirnya merekapun makan makanan itu setelah berdoa. Setelah hampir lima belas menit akhirnya mereka selesai.
"Ayo semangat kerjanya. " ucap Xiodi kepada karyawannya.
Kediaman Jackson.
Di kediaman Jackson sudah satu jam Aldi bangun.
Namun tak seperti biasanya hari ini Aldi begitu rewel.
Adit yang melihat hal itupun tidak tahu harus apa.Pasalnya Aldi Manggil-manggil nama (Tatak-tatak) terus.
"Al, Kakak siapa sih yang kamu maksud." tanya Adit yang menggendong Aldi.
Di pinggiran kolam yang ada di belakang rumahnya.
" Iu yo Daddy ang aja ji kantolnya Daddy." kata bocah kecil itu yang tak tahu namanya orang yang ada di kantor Daddy Adit.
" Siapa sih Al?." tanya Adit.
"Epes." ucap Aldi sambil nangis.
" Siapa Al, Aunty Dinda."Jawab Adit karena waktu itu yang beliin pampers adalah Dinda.
"No." jawab Aldi.
"Siapa Al, Dad lupa." jawab Adit.
Yang tak tahu siapa yang dimaksud Aldi.
Mengapa bilang pampers.
"Adik." ucap Aldi jelas melafalkan kata Adik.
Adik? Siapa yang manggil Aldi dengan panggilan Adik.Who is God, please help me tie him up. Batin Adit masih berpikir siapa orang yang dimaksud Aldi.
Oh... I Know. Mungkinkah wanita itu! yang dimaksud Aldi. Siapa lagi! namanya aku lupa. Batin Adit mengingat-ingat orang itu.
" Oh... Aunty yang nganter Al sekolah." tanya Adit kepada anaknya.
Dan dibalas anggukkan dari anaknya.
"Iya! Tetati utan Auncy Dad,Tatak" jawab sang anak memberi tahu Daddy nya bahwa bukan Aunty melainkan Kakak
Damn! Wanita itu benar-benar. Sudah meracuni pikiran Aldi.
Sampai-sampai aku panggilkan nama dia Aunty saja tidak boleh sama Aldi.
Apa tadi Kakak! emang lo Kakaknya Aldi.Sepiertinya aku harus pisahkan anak aku sama wanita itu! udah enggak bener nih. Batin Adit yang tidak suka jika Aldi dekat dengan Xiodi.
"Dad, Al engen ain ama tatak." ucap Aldi yang membuyarkan lamunannya Adit.
" Iya kapan-kapan." ujar Adit.
" Cekalang aja ya Dad." ucap Aldi.
"Enggak bisa Al, Daddy masih lelah." ucap Adit memberi penjelasan kepada Aldi secara halus karena dia juga masih lelah karena perjalanannya tadi.
"Anji." ucap Aldi memberikan jari kelingkingnya.
"Iya, janji." ucap Adit yang menyatukan jari kelingkingnya dan kelingking anaknya.
Hari sudah menunjukan jam 15:00 sore. Xiodi memutuskan untuk pulang ke kediamannya, karena adiknya selalu menelponnya.
Xiodi yang sudah ada di depan rumah. Memutuskan untuk langsung masuk. Dan sesampainya di dalam rumah tak ada siapapun hanya pembantu rumah Wiratama.Xiodi memutuskan untuk ke kamarnya dan memutuskan untuk mandi. Setelah mandi dia mengeringkan rambutnya.
Xiodi memilih untuk mengambil laptopnya untuk melihat desain kuku-kuku terbaru bulan ini.
"Kakak." ucap wanita itu yang tak mengetuk pintu dahulu sebelum masuk ke dalam kamar Kakaknya.
"Apa." jawab Kakaknya sambil menutup laptopnya. Kakanya sangat tahu jika adiknya bicara harus di dengarkan.
"Kakak, apa Kakak tahu tadi pagi aku bertemu Oppa-oppa." ucap adiknya dia adalah Zila Wiratama.
Zila berjalan ke arah ranjang Kakaknya dan mendekati Kakaknya.
"Emang seganteng apa sih Zil." tanya Xiodi kepada adiknya.
"Ganteng banget pokoknya kak!
Kakak tahu aktor pemain Fabricated Cit?." tanya Zila kepada Xiodi.
"Siapa, Oh jung-se." jawab Xiodi.
"Ya ampun, Kakak ku ini, masa enggak tahu sih tokoh utamanya, kan ganteng banget." ucap Zila dengan dramatis.
"Siapa emang? Lee Jong Suk." ucap Xiodi ngasal.
"Wah Kakak benar-benar." ucap Zila sambil memukul Kakaknya dengan bantal.
"Makanya kasih tahu." jawab Xiodi, yang tak habis pikir dengan adiknya itu yang sudah tergila-gila pada Oppa-oppa Korea.
"Ji chang Wook Kak, wajahnya mirip banget kayak oppa Ji Chang Wook." ucap Zila sambil senyum-senyum sendiri, membayangkan orang yang dia temui tadi di mini market.
"Apa kamu mencintainya." tanya Xiodi, kepada adiknya apa Zila mencintai orang yang tadi adiknya temui di mini market.
"Aku."Tunjuk Zila ke dirinya sendiri.
TBC...
______ UCAPAN SENJA______
Hay.....
Apa kabar kalian! senja harap kalian baik" Saja.
Harapan senja adalah banyak pembaca yang setia dengan cerita senja.
Senja tak berharap dapat kontrak .Karena senja menulis novel ini hanya untuk coba-coba Wkwkwkwk.
Maaf jika banyak Typo. Senja kurang jeli.
Terima Kasih
untuk kalian 🙏🏻❤
ceritanya bagus
walau tidak selurus jalan raya
terima kasih untuk author
yang sudah buat cerita nya bagus
dan agak dikit lain.
🙏🙏
sukses selalu buat authornya
Tuhan memberkati selalu🙏
salam kenal 🙏