NovelToon NovelToon
MY HOT KILLER LECTURER

MY HOT KILLER LECTURER

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

"Aku memaafkan pengkhianatanmu demi nama baik keluarga, tapi hatiku sudah mati."

Arga, CEO 30 tahun, terjebak nikah bisnis dengan istri yang hamil anak orang lain. Hatinya dikunci rapat.

Sampai Queen, mahasiswi bar-bar 20 tahun + pewaris universitasnya, datang dan menantang semua aturan.
Satu ciuman di club malam meruntuhkan tembok esnya.

Sekarang Arga harus pilih: Tetap di neraka pernikahan, atau terbakar dalam gairah terlarang dengan mahasiswinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGUMUMAN DI TENGAH KEKACAUAN

Suasana di Rumah Sakit Medika Utama pagi itu terasa mencekam.

Udara AC terlalu dingin ,bau desinfektan menusuk hidung, langkah perawat terdengar tergesa di lantai keramik.

Di koridor VIP lantai 5, Arga Dirgantara berjalan mondar-mandir.

Bolak-balik.

Tangannya menyusup ke saku celana.

Napasnya masih tersengal.

Dadanya naik turun.

Kemeja putihnya ternoda bercak darah.

Di ujung lengan.

Di kerah.

Saksi bisu perjuangan persalinan darurat yang baru saja ia lalui di mansionnya sendiri, tanpa dokter, hanya berbekal instruksi telepon.

Matanya merah.

Bukan karena kurang tidur.

Karena muak.

Karena jijik pada dirinya sendiri.

Di dalam ruang persalinan, Keysha akhirnya telah melahirkan seorang bayi laki-laki.

3,1 kg.

Normal.

Teriakannya kencang.

Namun, alih-alih merasakan kebahagiaan seorang ayah, Arga hanya merasakan kehampaan yang semakin pekat.

Lubang di dadanya makin besar.

Ia tahu.

Di saat nyawa baru lahir ke dunia, ia harus segera memutuskan bagaimana ia akan menjalani hidupnya di masa depan.

Persalinan ini adalah bab penutup bagi drama rumah tangganya yang busuk.

Tirai terakhir.

Ia tidak akan membiarkan anak itu, anak hasil perselingkuhan Keysha, tumbuh dengan nama Dirgantara.

---

Di sisi lain, di toilet lantai dua sebuah pusat perbelanjaan dekat kampus, detak jantung Queen berpacu seirama dengan jarum jam di dinding.

Tik... tak... tik... tak...

Tangannya dingin.

Berkeringat.

Ia baru saja keluar dari bilik toilet.

Pintunya 'krek.'

Menggam sebuah testpack yang ia beli bersama Alya beberapa menit lalu di apotek.

Masih ada plastiknya.

Alya menunggu di luar dengan tidak sabaran.

Mondar-mandir.

Menggigit kuku jarinya sampai hampir berdarah.

Begitu pintu terbuka, Alya langsung menyerbu.

"Gimana, Queen? Hasilnya? Keluarin! Cepet!"

Queen tidak menjawab.

Bibirnya gemetar.

Ia hanya menyerahkan testpack itu ke tangan Alya.

Tangannya bergetar.

Sepasang garis merah yang tegas terlihat jelas di sana.

Dua garis.

Tebal.

Jelas.

Positif.

Dunia Queen seolah berhenti berputar.

Suara mall mendadak hilang.

Yang ada hanya suara jantungnya sendiri.

'Duk duk.'

Perasaan mual yang ia alami sejak seminggu ini bukan karena masuk angin.

Bukan karena telat makan.

Melainkan karena ada nyawa kecil yang kini tumbuh di dalam rahimnya.

Benih cinta terlarang antara ia dan Arga.

Benih yang tidak seharusnya ada.

"Gila... ini beneran..."

Alya membelalak.

Matanya melebar.

Mulutnya menganga lebar.

"Queen, lo hamil! Anak Mas Arga!"

Alya menutup mulutnya.

Lalu langsung berteriak kecil.

"YES!

Gue tau!

Gue tau banget!"

Queen jatuh terduduk di kursi tunggu pusat perbelanjaan.

Kakinya lemas.

Air matanya mulai menggenang.

Panas.

"Gue takut, Al," isak Queen.

"Arga baru aja ngadepin kelahiran anak dari Keysha.

Bayinya baru lahir sejam lalu.

Terus kalau dia tahu gue hamil sekarang...

apa yang harus gue lakuin?

Dia bakal benci gue.

Dia bakal mikir gue sengaja."

Alya segera memeluk sahabatnya dengan erat.

Menepuk-nepuk punggungnya.

"Shhh... nangis dulu.

Lepasin."

"Justru ini kuncinya, Queen!" kata Alya tegas setelahnya.

Ia mengusap air mata Queen.

"Ini adalah senjata pamungkas buat Mas Arga untuk menceraikan Keysha dan mendapatkan hak asuh penuh atas hidupnya sendiri."

"Anak yang dilahirkan Keysha itu bukan darah dagingnya. Itu anak perselingkuhan.Tapi anak yang lo kandung... itu adalah masa depan yang sebenarnya buat Mas Arga.Darah Dirgantara yang asli."

Queen menggeleng.

"Tapi jahat banget, Al. Ngebandingin dua bayi..."

"Ini bukan ngebandingin, Cegil.

Ini soal kebenaran," potong Alya.

Tak lama kemudian, 'tring.'

Sebuah pesan masuk ke ponsel Arga.

Itu adalah notifikasi dari asisten pribadinya, Pak Dimas.

'Pak, berkas gugatan cerai dan bukti-bukti perselingkuhan Nyonya Keysha telah selesai disiapkan oleh firma hukum terkemuka.

Siap diajukan hari ini.

Foto, video, mutasi rekening terlampir.'

Arga menatap layar ponselnya lama.

Jarinya diam di atas layar.

Lalu ia menoleh ke arah ruang rawat Keysha di ujung koridor.

Dari celah pintu terlihat wanita itu tengah terlelap dengan bayinya di samping.

Wajahnya lelah tapi tersenyum dalam tidur.

Ia tahu.

Saat ini adalah saat yang paling tepat.

Selagi Keysha lemah.

Selagi kebenaran masih panas.

Ia segera mengetik pesan singkat untuk Alya.

Jarinya cepat.

"Arga: Alya, aku butuh kamu ke rumah sakit sekarang.

Bawa Queen bersamamu.

Ada sesuatu yang harus segera kita selesaikan hari ini juga. Aku sudah tidak bisa membiarkan sandiwara ini terus berjalan."

Alya membaca pesan itu.

Matanya berbinar.

Ia langsung berdiri dan menarik tangan Queen.

"Mas Arga minta kita ke sana sekarang, Queen," kata Alya semangat.

"Dia mau showdown sama Keysha.

Hari ini juga."

"Sekarang?" tanya Queen dengan suara bergetar.

Lutnya masih lemas.

"Gue belum siap, Al..."

"Ya, sekarang," jawab Alya penuh keyakinan.

Ia merapikan jilbab Queen.

"Kita harus tunjukin kalau kita punya kartu AS yang lebih kuat.Lo dan bayi lo."

Setibanya di rumah sakit, Arga sudah menunggu di depan ruang VIP 501.

Wajahnya tampak lelah.

Ada lingkaran hitam di bawah mata.

Namun sorot matanya tajam dan tegas.

Seperti pisau.

Ia tertegun saat melihat Queen berjalan mendekat dengan wajah yang masih pucat.

Langkahnya pelan.

Tangannya memegang perutnya sendiri.

Arga segera mendekat.Tanpa peduli ada perawat lewat.Ia merangkul pinggang Queen.Menariknya ke sisi tubuhnya.Menyadari ada sesuatu yang berbeda dari tatapan kekasihnya itu.

Ada takut.

Ada rapuh.

"Ada apa?" tanya Arga khawatir.

Suaranya melunak.

"Kenapa wajahmu pucat sekali? Mual lagi?"

Queen menatap mata Arga.

Mata hitam yang dalam itu.

Lalu melirik ke arah Alya.

Alya mengangguk pelan.

Memberi isyarat.

'Jujur.Sekarang.'

"Mas..."

Queen menarik napas dalam.

Dadanya sesak.

"Aku hamil."

Arga membeku.

Dunia seolah berhenti berputar selama beberapa detik.

Suara mesin di ruang ICU di ujung koridor mendadak senyap.

Ia menatap perut Queen yang masih rata.

Lalu kembali menatap mata gadis itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

Bukan kemarahan.

Bukan kaget.

Melainkan sebuah kilatan haru yang mendalam.

Kilatan lega.

Kilatan "akhirnya".

Ia mendekap Queen ke dadanya dengan erat.

Begitu erat sampai Queen bisa dengar detak jantung Arga.

Seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatannya.

Seluruh perlindungannya.

"Ini adalah jawaban dari segala doaku," bisik Arga di dekat telinga Queen.

Hangat.

"Selama ini aku minta sama Tuhan, kasih aku alasan buat pergi dari pernikahan ini.

Kasih aku keluarga yang beneran."

"Mulai hari ini," lanjut Arga.

"Aku tidak akan membiarkan kalian berdua menderita lagi. Kamu dan anak kita."

Arga kemudian berbalik.

Melepas pelukannya.

Ia mendorong pintu ruang VIP itu dengan tenaga yang penuh determinasi.

'Ceklek.'

Keysha yang terbangun karena suara pintu terbuka menatap Arga.

Rambutnya acak-acakan.

Wajahnya masih pucat.

Tapi ia memaksakan senyum.

"Mas, kamu datang?" ucap Keysha dengan nada yang masih dibuat-buat manis.

Manja.

"Lihatlah, anak kita tampan sekali, kan?

Mirip kamu. Hidungnya..."

Di sampingnya, bayi itu terbungkus selimut biru.

Tidur.

Arga berjalan mendekat.

Langkahnya berat.

Namun alih-alih menyambut bayinya, ia melempar sebuah map tebal ke atas meja samping ranjang Keysha.

'Brak.'

Isinya berserakan.

Foto-foto Keysha check-in hotel dengan pria lain.

Bukti transfer 50 juta.

Rekaman CCTV.

"Itu bukan anak saya, Keysha," suara Arga menggelegar.

Dingin.

Mutlak.

Tanpa emosi.

"Hasil tes DNA sudah aku pegang.

0%."

Keysha terbelalak.

Wajahnya pucat pasi dalam sedetik.

Tangannya gemetar memegang selimut bayi.

"Dan hari ini," lanjut Arga.

"Kamu akan keluar dari hidup saya, keluarga saya, dan mansion saya selamanya.

Surat gugatan cerainya ada di situ.

Tanda tangani."

"Mas... kamu... kamu gak bisa lakuin ini!" jerit Keysha.

Air matanya langsung jatuh.

"Aku baru melahirkan!

Aku masih lemas!

Ini anak... ini anak..."

"Kamu yang memilih jalan ini saat kamu berkhianat setahun lalu," balas Arga tanpa sedikit pun rasa iba.

Suaranya datar.

"Jangan bawa-bawa anak itu ke dalam ini."

Ia kemudian menarik Queen ke sampingnya.

Menggandeng tangannya erat.

Memperkenalkannya tepat di depan mata Keysha yang kini dipenuhi rasa takut dan murka.

"Kenalkan," kata Arga.

"Ini Queen. Dia adalah wanita yang mencintaiku dengan tulus. Yang menemaniku saat kamu sibuk di belakangku."

"Dan dia adalah masa depan yang kini sedang mengandung anakku yang sebenarnya.

Anak Dirgantara."

Ruangan itu mendadak hening.

Hanya ada suara monitor bayi.

Tit... tit...

Keysha menjerit histeris.

"TIDAK!!!

PEREMPUAN MURAHAN!!!"

Ia hendak melempar bantal.

Tapi tangannya terlalu lemas.

Sementara Alya hanya bisa berdiri di pojok, menyilangkan tangan, tersenyum puas menyaksikan akhir dari sandiwara yang melelahkan itu.

Drama 2 tahun.

Hari itu, di ruang rumah sakit yang putih dan dingin, segalanya berubah.

Perselingkuhan runtuh.

Kebohongan runtuh.

Kemunafikan runtuh.

Digantikan oleh kebenaran yang pahit.

Dan kebenaran itu akan mengubah jalan hidup mereka selamanya.

Arga menggenggam tangan Queen lebih erat.

"Kita pulang.Ke rumah kita yang baru."

1
atik
Bagus
putri auliza
baguss bangettt
recom lah pokoknyaa
putri auliza
thorr yang panjang lagi dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!